Sunday, March 27

Berkemah



Seperti tahun-tahun sebelumnya, Februari adalah bulan wajib berkemah bagi kami. Kali ini Curug Bentang Padjajaran jadi lokasi pilihan kami. Barangkali ada yang belum tau, curug berarti air terjun dalam bahasa Sunda. Berjarak kurang lebih 60 km dari kota Bandung, lokasi berkemah ini bisa ditempuh dalam durasi kurang lebih 2 jam perjalanan dengan kendaraan roda empat. 

Bentang Padjajaran memiliki pintu masuk yang sama dengan Punceling camping ground, bedanya kalau Punceling bisa langsung berkemah, atau menggelar tenda di sekitar kendaraan, untuk Bentang Padjajaran lokasi berkemahnya perlu ditempuh dengan hiking terlebih dahulu. Hikingnya tentu saja dengan jalan menanjak khas pegunungan, tapi jaraknya tidak terlampau jauh kok, kurang lebih 1 kilometer dari area parkir mobil. 

Kemarin kami pergi bersama tiga keluarga dengan total tujuh anak, karena perlengkapan berkemah kami yang aduhay, kami dibantu warga lokal, kang Budi namanya. Kang Budi bersama beberapa temannya, membantu kami mengangkut barang-barang dengan menggunakan kendaraan roda dua untuk sampai ke lokasi. sehingga kami hanya membawa ransel dan barang pribadi saja. Sebagai bayangan hiking, anak-anak sanggup menempuh jarak dengan riang. Jadi seharusnya medannya juga tidak terlalu berat untuk orang dewasa. Biaya yang dikeluarkan untuk berkemah di Bentang Padjajaran adalah 25.000 untuk setiap orang, sudah termasuk tiket masuk dan bantuan membawa barang-barang. 

Diantara kawasan berkemah yang sering kami kunjungi seperti Rancacangkuang, Curug Mandala, dan Gunung Puntang, Bentang Padjajaran ini menduduki peringkat teratas rekomendasi kami.. kawasannya bersih, buat main air juga tidak telalu jauh, dan yang lebih seru, lokasinya masih sepi pengunjung. Mungkin karena untuk menuju ke sini perlu berjalan kaki, jadi kebanyakan lebih memilih berkemah di Punceling untuk kemudian pagi harinya berjalan menuju ke sini. Satu-satunya yang jadi pertimbangan, kawasan berkemah ini ada di kawasan lembah, sehingga angin seolah bertiup-berputar di sekitar kami sepanjang malam tanpa henti. Padahal biasanya puncak berkemah adalah obrolan malam hari saat anak-anak sudah tidur. Tapi karena kemarin angin cukup kencang, kami menyerah masuk ke tenda masing-masing pukul sepuluh malam. 

Di sekitar Bentang Padjajaran ada warung sederhana milik sepasang suami istri. Di warung ini juga ada toilet yang layak untuk ukuran bumi perkemahan (jumlahnya banyak, airnya lancar) meskipun tidak ada cahaya penerangannya. Kalau niat berkemah di sini, tidak perlu membawa banyak perbekalan, karena di pagi hari pemilik warung menyediakan gorengan hangat, lengkap dengan sambal cabai hijau yang nikmat banget. Kami menukar satu nampan gorengan dengan tiga lembar uang sepuluh ribu; gehu, bala-bala dan tempe secara ajaib tersedia di depan mata. Saat berkemah, memakan sesuatu yang hangat selain mie instan adalah kemewahan 😁

Abah dan Ibu pemilik warung juga memiliki kebun stroberi, kemarin kami ditawari petik sendiri, satu kilo stroberi dihargai empat puluh ribu rupiah. Percayalah itu harga yang murah untuk ukuran buah yang besar, dan rasa yang manis. Kemarin saya membeli satu kilo stroberi dan langsung habis keesokan harinya tanpa perlu melewati proses pengolahan macam-macam. 

Oh iya, ini adalah kali pertama kami berkemah dengan keluarga dari sekolah Aksara, serunya karena punya teman sebaya, semua anak-anak mendadak gak kenal sama kata bosan. Sepanjang hari main bersama, saling mengunjungi tenda, berkejaran ke sana kemari, mencari daun dengan bentuk yang unik, mengumpulkan ranting untuk di bawa ke sekolah (kemudian tertinggal di parkiran), main air lalu kedinginan, makan-ngemil, main api, begitu terus diulang sampai pulang. 

Esok harinya rombongan kami berpisah sekitar pukul sebelas siang, setiap habis berkemah rasanya enggan menempuh perjalanan pulang. Selain karena energinya sudah menipis, mengarungi macet kota Bandung juga tantangan banget hahaha. Dalam perjalanan pulang kami mampir makan bakso di sekitar Jln. Soreang-Ciwidey, lokasinya persis di seberang Victory Waterpark. Cukup banget buat memulihkan energi yang menipis. Berkemah memang selalu melelahkan, tapi sejauh ini selalu berhasil bikin ketagihan😅


1 comment: