Wednesday, June 2

Paket Komplit


Saat memutuskan untuk memiliki anak hampir sembilan tahun silam, saya dan pak Ery sadar betul akan ada perubahan besar yang terjadi dalam kehidupan kami berdua. Kami bukan lagi sekedar dua orang dewasa yang "bebas", tapi akan ada jiwa lain yang sepenuh hidupnya akan sangat bergantung pada kami berdua, pada keputusan yang kami ambil, pada pilihan yang kami siapkan. Sehingga salah satu kesepakatan pertama kami adalah; akan berusaha melibatkan anak-anak dalam setiap keputusan, pilihan termasuk kegiatan yang kami lakukan. 

Untungnya saya bukan termasuk yang harus punya me time sering-sering. Karena kami tidak punya asisten rumah tangga yang menginap, setelah jam kerja usai, saya dan pak Ery sepenuhnya "milik" anak-anak. Gak ada kamus keluar rumah selepas work hour berdua saja. Bisa nonton bioskop berdua? Duh, rasanya masih jauh dari kata mungkin. Meski kadang ingin, untuk saat ini kami berdua lebih memilih menikmati momen, sekaligus percaya kalimat "anak-anak itu, kecilnya gak lama.."  Nanti akan tiba saatnya mereka gak mau ikut kalau diajak kemana-mana. Akan tiba saatnya mereka punya acara sendiri, punya kepentingan sendiri. Jadi selagi bisa, kami hampir selalu berkegiatan dengan paket komplit alias personil lengkap. Repot? Hahahahahaha, masih perlu dijawab nih?

Dulu saat Pagi belum punya adik, setiap akan pergi (apalagi jika berkemah) saya repotnya bukan main. Saya tidak terbiasa dengan perubahan rencana, atau apapun yang sifatnya mendadak, jadi saya perlu persiapan jauh hari sebelumnya. Saya juga perlu memikirkan kemungkinan-kemungkinan lain bagaimana kalau hujan, bagaimana kalau baju gak cukup, bagaimana kalau anaknya ga mau makan, pokoknya sekecil apapun kemungkinan pasti saya pikirkan. Akhirnya belum juga berangkat, saya keburu lelah duluan 😂

Tapi pada akhirnya pengalaman dan jam terbang mempengaruhi banyak hal. Sekarang setelah ada Aksara dan Riam, urusan bepergian malah jadi lebih enteng. Standar mulai  turun, lebih bisa memilah mana yang hukumnya wajib/harus disediakan, mana yang kalau ketinggalan atau gak ada, show tetap bisa jalan. Sekarang diajak berkemah, persiapannya cukup 3 jam sebelum, sudah termasuk food prep selama berkemah. Pergi ke tempat jauh dan seharian penuh di luar rumah, bisa siap dalam 2 jam. Ada rencana mendadak, asal kostum sesuai dengan nilai kepantasan, jadilah.

Jadi bisa disimpulkan, punya tiga anak, harus diakui memang lebih capek secara fisik, meskipun jadi lebih enteng secara pikiran. Lebih repot, tapi sekaligus jadi lebih woles, hahahaha. Tinggal berdoa saja, semoga saat Pagi, Aksara dan Riam sudah tidak perlu banyak bergantung pada kehadiran Bapak dan Ibu, kami masih dalam keadaan prima untuk bisa road-trip, atau bike-tour antar kota antar provinsi. Aamiiin, dong!


0 comments:

Post a Comment