Tips membawa anak berkemah

9:27:00 pm


Awal bulan lalu kami pergi berkemah ke Ranca cangkuang, berlokasi di kawasan perkebunan teh Gambung yang berjarak sekitar 35 km dari Kota Bandung, Ranca cangkuang bisa ditempuh dalam waktu kurang dari 2 jam dengan menggunakan kendaraan roda empat, atau sekitar 2.5 jam dengan kendaraan roda dua. Ranca Cangkuang sebenarnya salah satu camping ground dengan retribusi resmi, memiiki fasilitas standar seperti kamar mandi dan memiliki pos jaga untuk keamanan. Memang sih, kondisi jalan rusak dan berbatu sehingga tidak dapat dilewati oleh city car membuat Ranca Cangkuang tidak setenar camping ground Ranca Upas atau Cikole di kawasan Lembang.

Kami pergi berkemah bersama 3 keluarga lainnya. Lingkaran kecil pertemanan yang kebetulan sama-sama seneng banget melakukan trip alam. Tujuan kemah terjauh yang pernah kami tempuh dulu adalah ke pantai Ranca Buaya, nyaris 8 jam dari Kota Bandung. Badan rontok tapi bahagia hahahaha. Nah, kalau orang lain menghindari pergi berkemah saat musim hujan, kami malah kebalikannya. Sudah dua kali kami pergi berkemah saat perayaan imlek, yang terkenal dengan hujannya. Selain karena mumpung libur, semua orang yang sudah sering pergi berkemah juga pasti setuju, jika musim hujan, suhu dan angin akan jauh lebih "bersahabat" ketimbang musim kemarau. Benar saja, kemarin begitu sampai, kami langsung disambut hujan besar bahkan saat tenda-tenda belum didirikan. Rusuh sih, tapi seru.

Ranca Cangkuang jadi tempat ke-10 Pagi untuk berkemah, dan jadi kali ke-4 untuk Aksara. Harusnya ke-7, karena Ia pernah 3 kali kami ajak berkemah saat masih dalam kandungan hahahaha. Eh tapi sejujurnya baru sejak beberapa tahun belakangan saya bisa menikmati perjalanan seperti ini. Biasanya sebelum berangkat keburu capek duluan karena harus menyiapkan segala macam perlengkapan beserta kekhawatiran ini dan itu. Tapi semakin lama, semakin bisa menyesuaikan ritme. Terutama untuk menyiapkan kebutuhan Pagi dan Aksara. Sudah bisa mengira-ngira, perlu bawa apa, makan apa, istirahatnya gimana. Kuncinya kalau lagi trip alam gini, turunin standar ideal. Tidak apa-apa kotor, tidak apa-apa jam tidur berkurang, tidak apa-apa kehujanan dan perbanyaklah stok tidak apa-apa lainnya. 

Buat yang belum atau punya rencana mengajak anak pergi berkemah, saya punya beberapa tips yang mungkin berguna :

1. Siapkan baju hangat, bagaimanapun berkemah berarti menghadapi udara terbuka beserta berbagai kemungkinannya. Kami pernah berkemah di pantai, meski siangnya terik, tetap saja malamnya berangin. Kalau di hutan, sudah tentu lebih dingin dan lembab. Jadi mempersiapkan baju hangat untuk anak-anak adalah wajib hukumnya.

2. Sediakan Sleeping Bag, karena saat berkemah kita akan benar-benar tidur beralas tanah dan rumput yang keras, pastikan kita membekali anak-anak dengan sedikit kenyamanan, lumayan lah ada rasa kasurnya dikit hahahaha. Eh tapi sebenernya karena sleeping bag ini ampuh banget menahan suhu dingin dikisaran jam 2-4 subuh saat suhu pegunungan sedang aduhaaay.

3. Makanan dan perbekalan, nah yang ini repot-repot tricky. Karena sungguh di udara dingin itu bawaannya baperan laperan. Kalau saya, yang wajib adalah bekel nasi putih beserta lauk untuk makan saat perjalanan dan sesampainya di lokasi. Lagi pula nasi putih ini penting banget buat keadaan darurat, kalau lebih, bisa dibikin nasi goreng untuk sarapan keesokan harinya. Lalu jenis makanan mengenyangkan seperti roti, telur, mie instan, buah, dan sereal. Sisanya additional aja sih. Kebetulan kalau sedang berkemah, Pagi dan (tentu saja) Aksara makannya gak pernah rewel, apa aja mau.

4. Jangan lupa Obat-obatan, ini menyesuaikan dengan kebutuhan anak ya. Kalau saya sendiri biasanya gak pernah bawa banyak, standarnya minyak telon, salep serangga, plester luka dan tolak angin anak.

5. Gunakan alas kaki nyaman (sendal jepit/sepatu boot), percayalah senyaman-nyamannya sendal gunung, tetap lebih praktis pakai sendal jepit. Kotor tinggal cuci, basah no problemo. Sepatu boot sebenarnya juga oke, tapi pastikan si anak tau risiko memakainya karena sepatu boot meskipun lebih hangat pasti lebih berat karena gampang banget membawa tanah dari berbagai penjuru.

6. Ceritakan tentang tempat yang kita tuju, buat Pagi dan Aksara selalu saya biasakan begini sejak mereka pertama kali berkemah. Di hari-hari sebelumnya saya akan bercerita kalau kita akan pergi berkemah ke tempat A, disana nanti akan ada sungai, kemungkinan akan hujan -jika tidak hujan, kita akan bisa lihat bintang dan lain sebagainya, oh dan sudah pasti saya cerita kalau kita akan tidur di dalam tenda di kegelapan. Hal ini untuk mencegah si anak kaget dengan kondisi yang tidak seperti biasanya.

yang terakhir adalah pesan khusus untuk orangtua yang ingin mengajak anak pergi berkemah ❤

7. Santai dan enjoy your trip! saya termasuk yang sangat percaya kalau perasaan orangtua itu menular, kalau Bapak-Ibunya santai anak-anak akan mudah merasa enjoy dan happy selama trip. Jadi santai, jangan tegang dan jangan banyak khawatir.

Kalau sudah begitu, percayalah pergi berkemah akan jadi salah satu pengalaman tak terlupakan karena alam selalu punya cara sendiri untuk "meninggalkan" kesan baik buat anak-anak. Saya pribadi selalu senang saat mendengar Pagi mengulang cerita tentang apa saja yang ia lakukan dan rasakan selama berkemah dengan mata berbinar. Masih menunggu Aksara bisa bercerita hal yang sama, mmm.. itu juga kalau dia sadar berkemah bukan sekedar pindah tempat makan hahahahaha. Dan kalau yang terjadi pada saya dan Pak Ery akan ada pertanyaan yang diulang setiap selesai berkemah "kita tuh udah tau yang begini capek, tapi gak kapok-kapok ya?"

foto dijepret sama om Tian**


You Might Also Like

4 comments

  1. asyik ih...aku tuh pengen, tapi pak suami yang masih ragu2 bawa anak camping..hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah hayuk bunov! Pastiii duo junior ketagihaaaan, kempingnya sama bueva geura biar mantep 😂

      Delete
  2. Wah seru mbakk.. Emang hobi camping yaa.. Enaknya pas anak minimal usia berapa ya buat diajak berkemah?

    ReplyDelete
  3. Hihi iya mbak, seruuuu sekaliii. Kalau dulu Aksara kemping pertamanya usia 1th 7bulan 😌

    ReplyDelete