Pagi Baik

4:22:00 pm

Foto diambil pagi hari, saat kami berkemah di Camping Ground Ranca Cangkuang. 


Saya adalah morning person, buat saya akhir pekan ataupun tidak, bangun pagi sudah menjadi kebiasaan. Kebetulan saya menikah dengan pria yang juga punya kebiasaan sama, sebegitu jatuh cintanya saya dan Pak Ery dengan suasana pagi hari, sampai menjadikan kami punya satu anggota keluarga yang memiliki nama belakang pagi; Gauri Binaring Pagi, perempuan kecil yang sekarang usianya sudah lima tahun.

Menurut saya, suasana pagi hari yang baik menentukan kondisi dan suasana hati sehari penuh. Bangun pagi dalam keadaan santai dan tidak buru-buru jadi salah satu goal harian saya. Itulah kenapa saya selalu punya perencaan untuk memulai hari. Biasanya sebelum tidur, saya akan memikirkan menu masak, apa yang harus saya lakukan disela-sela menyiapkan sarapan, kapan menyiram tanaman, membereskan rumah, pukul berapa saya harus siap berangkat ke kantor dan lain sebagainya. Ribet ya? kalau sudah terbiasa enggak kok. Nah saya coba berbagi tips menjalani pagi baik versi saya :

1. Bangun tepat waktu
Jam bangun tidur ideal menurut saya adalah antara pukul 4.00 sd. 4.30, saya yakin diluar sana banyak  orang-orang keren yang jam bangunnya lebih pagi dari ini. Sejujurnya saya sendiri sampai sekarang masih membiasakan bangun tepat waktu karena sebagai manusia yang masih banyak malesnya, kadang ada juga masa-masa dimana saya pencet tombol snooze lebih dari tiga kali demi bonus tidur lebih lama barang sepuluh sampai lima belas menit :p 

2. Mendengarkan radio
Sejak pindah ke #rumahutara, dapur adalah wilayah "kerja" buat saya. Sebagian besar waktu saya habiskan di dapur. Menyalakan radio jadi salah satu hal yang bisa meningkatkan mood baik. Mendengarkan kuliah subuh, atau lagu-lagu yang dipilihkan oleh penyiar radio dan jokes garing yang kadang penuh kejutan dan itu menyenangkan.  

3. Menyapa anak dengan sapaan positif
Biasanya anak-anak mulai terbangun setelah saya "separuh jalan" menyelesaikan rutinitas pagi dan sejujurnya Pagi dan Aksara bukan anak-anak yang selalu bangun tidur dengan senyum ceria setiap hari. Ada kalanya mereka bangun sambil menangis, penyebabnya macam-macam.. mulai dari jam tidur yang kurang lama, perut yang sudah keburu lapar dan lain sebagainya. Inilah pentingnya poin pertama buat saya, kalau kita memulai hari dengan santai dan tidak buru-buru, menghadapi kejutan mood anak-anak juga jadi ikut santai. Biasanya mereka hanya butuh jeda dan ketenangan Ibunya kok, kalau kita tenang, mereka mudah mengikuti. Jangan lupa, sapa mereka dengan kalimat sapaan positif, seperti "Halo kakak pintar, mimpi apa tadi malam?" 

4. Mensyukuri hal-hal kecil
Memang bersyukur bisa dilakukan setiap waktu, tapi bersyukur di pagi hari menurut saya paling ampuh untuk reminder dan punya pengaruh positif untuk mengawali hari. Saat pikiran belum penuh sesak dengan tugas, kewajiban dan hal lain. Coba deh ingat-ingat apa saja yang bisa kita syukuri. Melihat sinar matahari masuk dari sela jendela, mendengar suara daun bergesekan tertiup angin, atau gak sengaja nemu "uang lupa" di saku jaket yang akan dicuci.

5. Turunkan standar.
Nah kalau kesemua tips tadi sudah dicoba dan masih merasa pagimu kurang asik, saatnya menurunkan standar hidup ideal yang kadang-kadang memang diperlukan supaya kita tidak terlalu lelah. Belajar berdamai dengan diri sendiri, rumah masih berantakan saat jam berangkat kantor sudah tiba? gapapa, nanti sepulang dari kantor kan bisa dilanjutkan. Menu sarapan itu-itu lagi? gapapa, kita kan bukan Karen Carlotta. Menantang diri sendiri untuk jadi lebih baik setiap harinya memang perlu, tapi sesekali mengambil jeda dan menurunkan standar untuk sekedar beristirahat juga tidak kalah perlunya.

Selamat mencoba 😁

You Might Also Like

0 comments