Cerita Aksara Pagi

6:01:00 am

Sudah lama sekali tidak menulis dan mungkin ini rekor terlama dalam hampir sepuluh tahun perjalanan saya ngeblog. Seandainya paper penelitian semester ini bisa dijadikan bahan setoran buat posting satu minggu satu cerita, mungkin saya akan melakukannya hahahaha. Oke, please welcome kehidupan normalQu yang hanya sementara karena masih ada dua semester lanjutan di depan sana hahahahaha. Semacam sudah rindu sekali dengan malam-malam tanpa beban tugas dan paper. Rindu tidur tanpa harus terbangun tengah malam untuk mengerjakan tugas yang macam semak-semak saking banyak dan kusutnya. Rindu kerja yang biasa-biasa aja tanpa harus sedikit-sedikit setor tugas ke kampus. Yas, i'm going to college and working full time also. Tolong jangan puji saya karena ini sama sekali tidak hebat, ini nekat hahahahaha.

Jadi apa kabar Pagi dan Aksara? Dua anak manis itu semakin hari semakin sukses bikin hidup ibunya bak roller coaster. Ada hari-hari dimana mereka bisa sangat akur sampai seolah mereka pemegang quotes "asal bersama adik, aku akan baik-baik saja" (dan sebaliknya). Kemudian hari berikutnya berputar seratus delapan puluh derajat menjadi; apapun yang di pegang kakak, adik  merasa harus merebutnya. Karena apa? ya karena ingin konflik aja sih hahahahaha. ini juga berlaku sebaliknya, ada hari-hari saat kakak merasa kenapa adik selalu ikut ambil bagian mainannya sehingga mainannya tidak pernah komplit karena "dipinjam" adik. Bisa ditebak dong konflik-konflik dalam negeri seperti ini berbuah "diskusi" panjang antar dua anak kecil yang sering berujung dengan air mata. Kalau sudah begitu, ibu-ibu sumbu pendek macam saya gini bisanya cuma menyalurkan keahlian; ngomel hahahaha. 

Meskipun sekarang ini saya mulai lebih banyak diam sih, karena akhirnya menyadari dan yakin kalau sebenarnya mereka punya naluri yang baik untuk solve their own problem. Diam juga salah satu cara saya untuk "berbicara" dengan mereka bahwa saya tidak berpihak pada siapapun, dan kalau untuk Pagi hal ini mungkin sudah punya efek samping ya. Gak bagus juga kan kalau dia merasa ibu lebih "membela" adik, atau sebaliknya, merasa jumawa karena ibu siap sedia membelanya. Walaupun niat ibu sama sekali tidak ke arah sana. Kalau untuk Aksara, yang mana semua diskusi mostly disebabkan oleh ke-iseng-an-nya, rebut-ambil sesuatu yang sedang digunakan kakak tanpa ijin penggunanya, yaaa belum ngaruh juga sih. Paling kalau merasa tidak dibela, Aksara akan menangis dan berakhir dengan minta kue sebagai pelipur lara hahahaha.   

Eh tapi, saya percaya sih sebenarnya Pagi dan Aksara sadar kalau mereka adalah kakak adik yang akan selalu bersama, harus saling menyayangi, dan bahwa adik/kakak adalah teman baiknya. Hal ini terutama berlaku untuk Aksara yang paling tidak rela jika harus pisah dengan kakak, kalau pergi tanpa kakak dia akan terus menanyakan keberadaan kakak. Kalau sudah sangat bosan dia akan merayu, meminta pulang untuk bertemu kakak. Aksara juga orang pertama yang akan menawari kakak apapun jika ia merasa hal itu bisa dibagi. Makanan, mainan, posisi duduk, daun kering, batu, struk atm, apapun dan akan terlihat sangat kecewa jika kakak tidak mau menerimanya. Lucu sih ini, kadang buat kakak benda-benda seperti struk atm atau bon belanja sudah tidak menarik lagi, jadi ketika Aksara menawari, Pagi menolak, akibatnya Aksara menangis karena kecewa sang kakak tidak berminat dengan kertas-kertas yang ia tawarkan hahahahaha.

Kalau sedang dalam kondisi tidak berkonflik, seperti Aksara, Pagi pun menyadari bahwa kebersamaannya dengan adik adalah salah satu hal paling menyenangkan dalam hidupnya. Ia akan senang sekali bercerita tentang adik pada orang-orang yang ia kenal. Pagi senang menunjukkan dan menjelaskan apapun yang adiknya belum tau. Pagi juga hafal sekali kebiasaan Aksara, seperti cara Aksara menangis, bicara, kata apa saja yang belum bisa disampaikan aksara dengan artikulasi jelas, lagu kesukaan dan lain sebagainya. Bahwa "diskusi" dan konflik remeh-temeh seperti saat ini adalah proses yang akan membentuk karakter dan kedekatan mereka nanti, sebagai ibu, saya sangat percaya. Sama halnya seperti saya percaya suatu hari mereka akan jadi kakak beradik yang keren sekali, saling menyanyangi penuh kasih, saling bercerita, bepergian dan berpetualang bersama, saling melindungi dan saling mendoakan banyak hal baik setiap hari :)  






You Might Also Like

2 comments

  1. Selalu seneng baca kisah ttg mereka berdua, kapan dong saya bisa ketemu mereka? Hehe

    Dah baca ceritamu ttg kuliah, rasanya lega dulu tak jadi nerusin kuliah ke ITB, lha bisa-bisanya tugas kyk mobil di jalur puncak saat liburan: padat merayap hihi

    Semangat ya wahai mahasiswi! 🤘🏻

    ReplyDelete
  2. Sehat terus yaa pagi dan aksara ❤

    ReplyDelete