Halo Aksara!

10:11:00 pm

Bulan depan di rumah kami ada bayi kecil yang menggenapkan usianya. Seharusnya sih sudah satu tahun kemarin saya berkata you're not a baby anymore, adek! karena sudah masuk pada tahapan toddler. Tapi, saya gak rela. Sampai usianya jelang dua tahun seperti sekarang ini, Aksara tetap bayi kecil dimata saya. Bukan tanpa sebab sih, merasa Aksara lebih demanding sama saya ketimbang Pagi dulu, jadi akhirnya saya menganggap dia terus-terusan bayi. Sampai sudah sebesar ini, masih ada loh masa-masa dimana dia gak mau sama Bapak, maunya sama Ibu. Beda banget sama Pagi yang semakin besar semakin tau Bapaknya lebih adem ketimbang ibu yang ngomel melulu ini hahahahaha. 

Saya akhirnya dibuat setuju dengan banyak pendapat ibu-ibu yang sudah berpengalaman, bahwa memiliki anak kedua itu lebih ringan dalam banyak hal. Bukan berarti memiliki anak pertama itu beban banget ya. Tapi kenyataannya yang belum berpengalaman, akan berbeda dengan yang sudah punya pengalaman, jadi lebih santai dan menikmati. Ini mungkin juga disebabkan standar "parenting" anak kedua sudah tidak setinggi anak pertama. Lebih realistis dan berpihak pada kewarasan perasaan ibu :p Kalau drama antar dua kakak beradik sudah tentu ada, saya juga dulu gitu kok sama Mbak Sari, tapi toh setelah kami sama-sama dewasa, gak ngobrol satu hari aja rasanya hampa banget. Lagipula buat saya, konflik ringan kakak dan adik itu berguna untuk belajar banyak hal, seperti kemampuan mengambil keputusan, solusi dan mengenali diri. 

Aksara ini punya karakter yang easy going, semua gak dibawa perasaan. Kalau sedih dan dirasa perlu menangis, paling hanya sebentar, biasanya "didistraksi" dengan hal lain gitu, langsung shantay lagi. Hobi makannya tetap sama, apapun yang terjadi, di rumah memang harus sedia beberapa macam cemilan yang bisa langsung hap dalam keadaan darurat. Soalnya suka tiba-tiba nagih, "Ibu.. au oweh don?" Pernah ada satu hari saat Pak Ery sedang tidak dirumah, saya kehabisan camilan dan Aksara tiba-tiba menagih jatah kudapannya. Alhamdulillah masih ada gula aren hahahahaha. Selain makan, Aksara juga punya hobi baru, diem di depan meteran air di garasi rumah. Itu beneran dia bisa lamaaaa banget merhatiin jarum penghitung aliran air yang berputar-putar. Gemes banget.

Saat dulu Pagi berusia dua tahun, sudah banyak sekali kosakata yang dimiliki. Pelafalannya-pun cenderung mudah dipahami. Berbeda dengan Aksara yang sampai sekarang masih sering memakai istilah singkat yang kami semua tidak mengerti. Tapi disisi lain, Aksara punya "bakat" peduli yang besar, terutama pada Pagi. Aksara selalu beranggapan jika Ia mendapat sesuatu, maka Pagi juga harus mendapat hal yang sama. Seperti jika saya pulang ke rumah membawa kue, biasanya Aksara akan meminta kuenya terlebih dahulu, setelah diberi Ia akan bertanya jatah kue untuk Pagi, membawakan  dan menawarkan kue untuk kakak dimanapun kakaknya berada dan kalau sudah ketemu, dia akan duduk didekat kakak dan memakan kuenya bersama-sama.. yang begini selalu berhasil bikin hati ibu hangat. Terima kasih ya adek! <3 p="">


You Might Also Like

1 comments

  1. Ih ya ampun anak bayik mau ulang tahunn hihihi. Semoga sehat selalu ya Aksara!

    ReplyDelete