Buku (anak) Favorit

10:04:00 pm

Saya dan Pak Ery menyukai buku, meskipun belum jadi bookaholic atau jadi yang sanggup melahap semua genre buku, tapi kami berdua hampir tidak punya penyesalan untuk buku-buku yang kami beli, tentu saja ini juga berlaku pada buku yang kami beli untuk Pagi. Seringnya kami membeli buku untuk Pagi karena saya atau Pak Ery menyukai ceritanya, atau ilustrasi tokohnya, atau sekedar penamaan tokoh yang menurut saya ear-catching. Meskipun sesekali kami juga membiarkan Pagi memilih sendiri bukunya, tapi cara ini hampir selalu berakhir dengan pilihan buku stiker dengan harga lumayan dan-cuma-bertahan-beberapa-jam-saja itu. Namanya juga anak-anak kan? tapi duh, bukannya perhitungan nih ya, dengan harga yang sama seharusnya sih bisa buku dengan cerita bagus dan dengan umur buku yang juga bisa lebih lama. Jadi dengan mempertimbangkan faktor manfaat, memang lebih baik kalau ibu yang dominan dalam menentukan buku untuk Pagi.

Saya tentu punya kriteria memilih buku anak. Pertama dan yang paling utama bahasa pengantar dalam buku cerita harus baik. Baik dalam artian "enak" dibaca, dengan pemilihan kata yang "pas" untuk diceritakan ke anak-anak. Syarat yang kedua, tentu saja imajinasi dalam cerita di buku tersebut yang juga harus baik. Oya, untuk seusia Pagi, saya memang cenderung menyukai cerita yang imajinatif ketimbang cerita anak penuh nasihat yang digambarkan dalam kehidupan nyata. Ketiga, gambar/ilustrasi buku harus "anak-anak" banget, hehehe.. mungkin ini kriteria yang agak subjektif ya. Tapi saya sering loh nemu buku anak dengan ilustrasi yang terlalu dewasa. Keempat sekaligus jadi syarat terakhir; saya adalah pemerhati nama-nama tokoh dalam cerita dongeng, buat saya penamaan karakter dalam cerita jadi salah satu faktor penting utuk memperkuat alur sebuah cerita. 

Elmer si gajah perca, sampai saat ini masih menempati posisi teratas sebagai buku dongeng terbaik versi saya. Saya dan tentu saja Pagi tidak pernah bosan membacanya lagi dan lagi. Padahal itu buku dongeng pertama yang saya beli saat usia Pagi masih hitungan bulan. Tapi memang everlasting story banget deh. Karakter Elmer sebagai gajah warna-warni yang baik dan tenang pas banget, begitu juga dengan Wilbur, sepupu Elmer yang bermotif kotak-kotak seperti papan catur. Lima cerita dalam bukunya juga dikemas sangat apik, sederhana tapi penuh makna. Seperti cerita tentang bangga menjadi diri sendiri, tentang berbagi dan memberi juga tentang cara memecahkan masalah. Semuanya bagus! Konon cerita Elmer si Gajah Perca yang ditulis oleh David McKee ini sudah diterjemahkan ke lebih dari 40 bahasa. Wow.

Buku kedua yang saya suka adalah seri Duper si Tikus. Pertama kali beli bukunya berjudul Duper Tikus Gemuk Bermata Jeli. Ceritanya bagus banget, sederhana sekaligus bisa mengajarkan anak tentang mengenali ciri, sifat dan kebiasaan orang-orang disekitarnya. tentang Ibu Guru Bini yang selalu memakai jam tangan kodok, tentang Bun petugas kebersihan kaca gedung yang berbadan kurus dan berkaki panjang, juga tentang Kakek Wan yang selalu membeli permen jahe. Buku seri Duper ini salah satu buku yang saya suka karena penamaan tokohnya; selain yang sudah diceritakan diatas ada juga Sifon teman baik Duper, lalu Pono si tikus besar berbulu hitam, ada Nyonya Cya si pemilik toko, juga Lil dan Bil, si Ibu dan anak kucing. Sampai saat ini Lia Loeferns -penulisnya, sudah mengeluarkan empat judul buku Duper dan saya punya semuanya! Dan setelah saya membeli buku Duper yang ketiga, saya baru menyadari kalau penulis buku Duper ini orang Indonesia yang berdomisili di Yogyakarta. I adore you, Mbak Lia!

Clara Ng dengan bukunya Stories from the Heart jadi buku favorit kami yang ketiga. Didalam buku ini ada tujuh cerita, yang jadi kesukaan Pagi, Pascal si Singa yang tidak percaya diri dengan rambut lebatnya dan juga Benji si Anjing Laut yang sakit gigi, yang lalu diajak mengunjungi dokter gigi oleh petugas pengawas kebun binatang bernama Susanti. Clara Ng juga mengeluarkan kumpulan cerita anak dalam buku lain yang diberi judul Dongeng Tujuh Menit. Ada cerita tentang Air Mata Buaya yang menurut saya lucu sekali. Jadi ceritanya dalam satu kelas taman kanak-kanak yang berisi anak-anak hewan, ada anak buaya yang mudah sekali terharu. Sampai-sampai pada suatu kejadian Bu Gajah yang menjadi guru dan Bu Koala sang kepala sekolah, ikut larut dalam keharuan dan menangis bersama anak buaya. Ceritanya sedih, tapi saya yang bacanya kok ya jadi hepi banget 😜

Sebenarnya ada satu buku lagi yang saya suka sekali, saya yakin Pagi pun sama. Jenis bukunya Pop Up Book. Selain karena saya memang mengagumi segala sesuatu yang diproses dengan hand made, buku-buku Pop Up yang diproduksi oleh Impian Studio memang keren-keren banget! Rasanya ingin sekali membeli semua serinya. Tapi pengalaman kemarin, agak menyedihkan sih. Aksara diusianya yang sekarang memang sedang antusias melihat banyak hal. Macam-macam bentuk Pop Up yang lucu dan bisa bergerak-gerak, tentu saja membuatnya gemas. Tidak butuh waktu lama untuk Aksara menarik salah satu bagian bukunya, kemudian sobek. Pagi si kakak yang sudah mengerti arti sebuah buku, tentu saja kecewa. Akhirnya demi keberlangsungan perdamaian di rumah, sementara buku-buku sejenisnya diamankan dan sementara kita belum bisa menambah koleksinya, menunggu nanti, sampai saatnya Aksara paham cara untuk menyayangi buku 😅

Meskipun sudah sering sekali hilang kendali soal beli-membeli buku ini, saya dan Pak Ery sampai saat ini masih percaya, buku adalah salah satu hal baik yang bisa kami beri dan tularkan pada Pagi dan Aksara. Oya, adakah teman-teman yang punya rekomendasi buku anak lain dengan pengantar berbahasa Indonesia? Dengan senang hati saya menerima sharing reviewnya 😊






You Might Also Like

9 comments

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Sama mbak, Elmer juga favorit banget. Meski saya cuma baca versi ebook gratisan di perpus online.
    Ada ilustrator buku yang jualan buku di tokopedia. Nama tokonya Dua Mata Saya. Nama ilustratornya Eugenia Gina. Saya merekomendasikan buku-buku di toko itu. Ceritanya bagus dan ilustrasinya juga.

    ReplyDelete
  3. Di rumah anak-anak lagi senang baca Winnie Si penyihir.
    Nanti coba Clara Ng
    Nuhun

    ReplyDelete
    Replies
    1. winnie si penyihir ya? okesip. cari ah kalau pas ke toko buku.. <3

      Delete
  4. Mba Ajeng....
    Nama anak-anakmu keren banget! Sangat membumi. Sangat Indonesia. :))

    ReplyDelete
  5. waaaaa Dongeng Tujuh Menit buku pertaa Birru dan yang paling dia suka. kalau udah lama gak baca, trs pas baca lagi dia semacam nostalgia. dan gara2 buku itu, birru jd fans berat punakawan XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha Pagi juga jadi kenal sama tokoh punakawan itu karena buku dongeng tujuh menit. tapi tetep dia takut sama bagong hahahaa..

      Delete