Meyakini Diri

9:12:00 am

Beberapa waktu lalu saya membaca satu tulisan tentang Self Discipline. Didalamnya membahas dua perempuan kenamaan yang masih mau bersusah-payah kuliah untuk mengambil gelar magister dan doktor. Meskipun sebenarnya, tanpa gelar itu-pun mereka tetap punya nama besar. Tapi pada intinya, Prof. Rhenald Kasali -sang penulis, menceritakan orang-orang hebat tidak melulu harus menyandang status sebagai anak muda yang fresh tapi juga tak terbatas dari berbagai kalangan asal punya daya juang, kemauan serta tekad untuk berdisiplin.

Kalau saya sendiri tipe orang yang harus "ditekan" supaya disiplin. Rasanya (sampai saat ini) saya belum siap kalau harus bekerja lepas atau freelance seperti Pak Ery, setiap hari harus mengatur dan mengendalikan diri sendiri untuk menjadi produktif. Duh gak kebayang euy. Ketika sebagian orang merasa tidak bisa menjadi dirinya sendiri saat berada dilingkungan yang penuh aturan, saya malah sebaliknya. Percayalah, memang ada kok orang yang tidak cocok bekerja secara lepas, dan saya salah satunya :p

Tapi karena kadang rumput tetangga selalu lebih hijau, sesekali ada kok keinginan untuk punya waktu yang lebih fleksibel. Apalagi kalau membaca beberapa cerita tentang betapa bahagianya menjadi ibu yang tidak bekerja penuh waktu. Tapi Pak Ery, laki-laki terbaik yang sehari-hari mendampingi saya selalu berbicara dengan gerak tubuhnya, semacam; Apapun, apapun yang kamu pilih, jalani dan berbahagialah. Termasuk ketika Pak Ery menyemangati saya untuk melanjutkan studi. Bahkan ketika ditengah jalan saya merasa tidak harus melanjutkan semua proses pendaftaran karena ragu akan banyak hal, Ia terus meyakinkan bahwa saya mampu.

Setelah akhirnya mengambil keputusan besar untuk keluar dari zona nyaman dan melanjutkan studi, saya sepenuhnya sadar kalau saya bukan seperti kebanyakan orang. Selain sekolah, saya menyandang status sebagai istri, tentu saja ibu dari dua anak yang juga (tetap) bekerja. Pasti perlu perjuangan lebih untuk bisa "menyamakan" langkah kaki mahasiswa lain, yang mungkin lebih muda dan lebih punya banyak waktu dan energi untuk fokus menjalani studinya. Ini sama sekali tidak mudah, tapi sangat layak untuk diperjuangkan. Doakan, doakan saya berhasil melewati drama kehidupan selama dua tahun kedepan yang tentunya akan semakin sering tayang hahahaha.

Oh iya, rabu pagi kemarin, kabar yang saya tunggu selama beberapa minggu datang dalam wujud Surat Keputusan. Saya ditetapkan sebagai penerima beasiswa oleh kementerian tempat saya bekerja. Alhamdulillah, semoga saya bisa menikmati dan mengambil banyak manfaat dari dua tahun proses pembelajaran yang akan saya tempuh. Dan pada suatu hari nanti dear Pagi dan Aksara, bersama Bapak, Insyaa Allah kalian akan duduk menghadiri sidang kelulusan Ibu di Sasana Budaya Ganesha :)


gambar dari sini

You Might Also Like

7 comments

  1. Selaluuu ngiri dengan orang yang sukses dapat beasiswa huhuhu...
    imangsimple.blogspot.com

    ReplyDelete
  2. barakallahu ya mba ajeng. harus semangat
    semoga bias menyusul, masih kepikiran ini atau itu dulu ya.. ~~~~
    hehee

    ReplyDelete
  3. Alhamdulillah, turut senang.

    Dan bangga kenal dg pak Ery Meb yg keren eta. Hedop kang Eri!

    ReplyDelete
  4. Hai. Bu ajeng dapet beasiswa darimana? Selamat ya.

    Success never came from comfort zone. Semangat. *kurang lebih kita samaan

    ReplyDelete
  5. MashaAllah Buuu Ajeeeeng.. Semoga mengejar ilmunya berkaah.. 2 tau gak berasa, enjoooy..
    Pak Eri, Pagi dan aksara bakal buangaaaaa :)

    ReplyDelete