sekolah lagi

Friday, July 14

Siapa yang punya keinginan melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana? Saya termasuk yang belum, mmmm tapi itu beberapa bulan lalu. Kemudian berubah pikiran setelah didukung oleh banyak orang baik di sekitar saya. Sejujurnya, sebagai ibu bekerja dengan dua anak, untuk menjadi mahasiswi program magister di salah satu institusi terbaik kok rasanya ngeri-ngeri sedap. Iya, sampai detik ini saya masih secemen itu. Tapi setelah banyak berdiskusi dengan pak ery, atasan di tempat saya bekerja dan dosen pembimbing saat kuliah dulu yang luar biasa baiknya, rasanya malu kalau saya masih kekurangan semangat. 

Akhirnya bulan mei lalu, dengan sadar saya mengeluarkan diri sendiri dari zona nyaman. Saya mendaftar kuliah (lagi). Nah sebagai yang terakhir menjadi mahasiswa nyaris 10 tahun lalu, ujian masuk pascasarjana ITB jadi tantangan sendiri buat saya. Dibilang susah buat sebagian orang mungkin enggak, tapi buat saya.. gak bisa dibilang mudah juga. Makanya saya bercerita sedikit pengalaman saya selama mengikuti ujian masuk pascasarjana. Siapa tau nanti ada yang berminat melanjutkan sekolah di kampus berlambang gajah :D

Untuk masuk pascasarjana di ITB, salah satu syaratnya adalah nilai ELPT minimal 71 (atau untuk TOEFL setara 475). ELTP yang merupakan sebuah test kemampuan berbahasa inggris sebagai tes prediksi dari TOEFL®ITP. Di Indonesia baru ada dua perguruan tinggi yang punya izin untuk melaksanakan test ini, ITB dan UNAIR. Kalau boleh bilang, ELTP ini testnya lebih mudah dari TOEFL, biayanya juga terhitung murah, hanya tujuh puluh lima ribu rupiah saja. Lagi pula test ELPT ini diadakan setiap minggu, jadi jika minggu ini tidak lulus.. minggu depannya bisa diulang lagi, begitu seterusnya. Ini penting banget untuk menjaga semangat dan optimisme calon mahasiswa yang sudah bukan remaja seperti saya hahahahaha. 

Sub testnya mirip seperti TOEFL; Listening, Structure dan Reading. Sebelum test saya banyak belajar mencari tips mengerjakan ELTP ahahahahaha. Eh tapi buat yang persiapannya kurang matang kayak saya kemarin, tips yang bertebaran di internet itu bermanfaat banget loh. Misalnya ketika listening jangan hanya fokus kepada isi percakapan, tapi juga mulai mengartikan jawaban. Lalu untuk untuk reading.. jangan langsung membaca semua artikel pada soal, karena selain panjang artikel, waktu yang dibutuhkan untuk menjawab soal sangat terbatas. jadi, disarankan membaca dulu pertanyaan, baru cari jawabannya di artikel yang dimaksud. 

Syarat yang kedua yaitu Test Potensi Akademik yang diselenggarakan oleh bappenas. Test ini bisa diikuti di ITB atau langsung datang ke penyelenggara test yaitu koperasi Bappenas. Nilai minimumnya 450. Jenis soal testnya hampir sama seperti saat saya mengikuti ujian CPNS dulu, sub testnya terbagi tiga; Bahasa, Matematika dan Logika. Tapi yang ini tingkat kesulitan soalnya lebih sadis menurut saya, entah karena faktor usia juga sih ya tua. Soal TPA sendiri sepertinya selalu berkembang dari tahun ketahun. Jadi buat yang niat banget belajar TPA, saran saya belajar matematika dasar dan logikanya aja deh. Karena jumlah soalnya paling banyak dan paling susah buat ditembak jawabannya hahahahaha. 

Ada 250 soal yang dikerjakan dalam waktu 180 menit. Jadi satu soal, gak sampai satu menit. Terlihat sepele? tunggu sampai bertemu lembar soal berwarna merah. Mau pura-pura pingsan aja deh rasanya hahahahaha. Tips dari saya, jangan lupa sarapan, kerjakan soal yang benar-benar bisa, PASS soal yang kita ragu/gak yakin bisa dan jangan pernah berfikir lebih dari satu menit untuk satu soal. CATET! Trus nasib soal yang gak dijawab gimana? Tenang, pilih satu opsi jawaban untuk menjawab semua soal yang tidak bisa dikerjaan, atau bahasa premannya "tembak ajaaa udaaaah.. tembaaaak.." ahahahaha, eh ini serius loh. menjawab dengan satu opsi jawaban punya peluang benar yang lebih besar ketimbang kita menembak jawaban dengan acak. 

Setelah kedua test tersebut selesai, masih ada test internal program studi yang harus dilewati. Pada program studi yang saya ambil, masih ada Test matematika diskrit, Pengetahuan teknologi informasi dan Wawancara yang kesemuanya dilakukan dalam satu hari. Untuk matematika diskritnya tarik nafas panjang aja deh. Soalnya susah pake banget hahahahahha. Pakai sistem minus pula. pengetahuan teknologi informasi semua soal dan jawabannya dalam bahasa inggris, begitupun wawancaranya. Pertanyaan wawancara memang gak sulit, tapi buat saya menjabarkannya menjadi sebuah definisi dalam bahasa inggris itu PR banget. Keringetan deh pokoknya selama wawancara hahahahaha. 

Alhamdulillah semua sudah terlewati, saya sudah melakukan usaha terbaik semampu saya. Meskipun sempat pasrah what ever will be will be, selepas test TPA yang jawabannya banyak sekali saya tembak hahahahahaha. Tapi alhamdulillah (lagi) kemarin sudah dapat kabar baik, saya diterima sebagai mahasiswa pascasarjana di salah satu sekolah keteknikan di ITB, memang kepastian soal beasiswa belum ada. Tapi setidaknya satu langkah sudah terpenuhi, sudah berikhtiar sebaik yang saya bisa. Tinggal berdoa semoga apa yang saya inginkan, sama seperti apa yang Allah takdirkan. aamiiin. Doakan saya ya!


8 comments:

  1. Semangat Bu Ajeng! Semoga beasiswanya dapet juga :)
    Ta2t

    ReplyDelete
  2. Baca ini saya jadi ikut termotivasi juga ^_^
    tp masih mikir, mau lanjut kuliah dulu nikah dlu hahahahaha
    Semangat Mbak, semoga yang diinginkan tercapai ya Mbak. Amin Ya RAbbal Alamin

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiiin, terima kasih mbak!
      semangat juga melanjutkan sekolah yuk!

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
  3. Selamaaaat! Sangat senang mendengarnya, insya Allah beasiswa akan segera mendekat. Amiiiinnn!

    Ohiya kalo di UGM nama tes bhs inggrisnya Acept, tp menurut saya justru lebih sulit dr Toefl hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiiin, terimakasih mas..
      doakan beasiswanya nyangkut. biar gak harus ganggu dana perabotan rumahutara hahahaha

      Delete
  4. Ajeeeenggggg, huhuhu kok aku terharu ya baca post ini. Semoga selalu dimudahkan, dilancarkan, beasiswa cepet dapet, lulus tepat waktu :)

    Doaku buat kamooohhh :*

    ReplyDelete

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS