memberi juga menghargai

Sunday, April 9

bulan april ini, insyallah kami akan menyelenggarakan lagi maparin tuangeun. kegiatan yang dulunya sempat diawali dengan rasa ragu dan berfikir berkali-kali, ini tepat atau tidak? yang dulu cuma kuat udunan nasi rames dengan lauk telur balado (yang dibagi dua pada porsi porsi terakhir) dan dengan jumlah yang tidak lebih dari 60 porsi makan siang. yang dulu juga sempat takut diusir karena tidak mengantongi ijin "buka lapak" di taman kota. alhamdulillah sekarang malah sudah berlangsung rutin untuk yang ke sembilan kalinya. oh iya, untuk yang ingin tau apa itu maparin tuangeun, bisa membaca posting saya sebelumnya tentang kebaikan kecil dan berbagi opor, atau bisa melihat dokumentasi kegiatannya disini.

jadi kalau boleh mengulang cerita, maparin tuangeun lahir dari dari rasa bosan kami akan reuni bulanan yang biasanya sekedar duduk manis bertukar cerita dari satu kafe ke kafe lain. memang kami dulu berasal dari "atap" yang sama sebagai anak nongkrong hima. bertahun-tahun lalu kami sempat merasakan senasib sepenanggungan sebagai mahasiswa "lulusan" malam silaturahmi himpunan mahasiswa teknik, mmm..., tidak perlu diceritakan, tapi pasti paham kan gimana proses silaturahminya? hahahaha. setelah sebelumnya membentuk grup kecil pada aplikasi pengirim pesan online, akhirnya kami merumuskan maparin tuangeun pertama dengan harapan yang tidak muluk, semoga berjalan lancar dan tepat sasaran.

lalu kenapa kami memilih "repot" membuka lapak makan gratis dengan segala persiapannya? bukan sekedar membagikan nasi yang sudah terbungkus atau terpaket lengkap dengan air minum dalam kemasan dan buah?

sejak awal tujuan maparin tuangeun adalah melayani, mungkin rasanya akan jauh berbeda ketika kita mempersilakan duduk, mengambilkan makan siang, menyajikan minum, menyuguhi buah dan kudapan manis. memanusiakan manusia, berusaha menghargai juru parkir, pedagang asongan, kusir delman, pengayuh becak, penjual balon, tukang sol sepatu, petugas kebersihan taman dengan status sosial yang sama. maka kami memilih untuk melayani. dan percayalah mengajak dhuafa juga tunawisma untuk duduk bersama dan beristirahat sejenak sambil menikmati makan siang mampu mempertajam rasa syukur dan naluri kita sebagai manusia. 
 
tentang menu istimewa yang setiap bulan berganti juga jadi cerita tersendiri. dulu saat maparin tuangeun pertama kali berlangsung, kami tidak berani membayangkan menu apa yang akan kami suguhkan bulan depan. yang penting saat itu kami punya cukup dana untuk berbagi makan siang gratis, terlepas dari apapun menu makan siang yang bisa "terbeli" dengan dana yang kami punya. tapi kemudian maparin tuangeun membuat kami percaya bahwa energi kebaikan itu besar dan misterius sekali. alhamdulillah sampai hari ini kami dikelilingi orang-orang yang tidak segan berbagi kebaikan. yang akhirnya bisa membuat kami menyajikan menu-menu istimewa setiap bulannya sebagai bentuk penghargaan untuk banyak orang hebat yang kami temui disetiap maparin tuangeun. 

ini akan jadi bulan kesembilan maparin tuangeun, setelah melalui proses perundingan menu akhir bulan lalu, akhirnya kami memilih gulai sapi istimewa dengan acar dan kerupuk emping. akan ada juga es kelapa jeruk, buah segar dan ragam kudapan manis sebagai pelengkap maparin tuangeun sembilan. oh iya, sila kunjungi http://kbif.net/menularkankebaikan/ untuk informasi donasi dan partisipasi atau bisa hubungi saya untuk lebih banyak cerita tentang maparin tuangeun. sampai bertemu di maparin tuangeun 9, sabtu 22 april 2017 di taman kandaga puspa, bandung! dan dari kami, salam semangat berbagi :)

 
maparin tuangeun 8 bulan maret 2017, di taman simpang buah batu - soekarno hatta

2 comments:

  1. MaasyaaAllah.. Terharu. Baraakallahu fiiki bu Ajeng..

    ReplyDelete
  2. Inpirasinya luar biasa....
    Good job!

    ReplyDelete

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS