halo, rumah utara!

Friday, February 17

sudah satu bulan berjalan dari sejak pertama kami mulai membangun rumah utara. alhamdulillah. rasanya dulu tidak pernah menyangka kami akan sampai pada fase ini, berjuang untuk mewujudkan salah satu impian besar kami. tentang rumah tinggal yang untuk pak ery dan saya punya makna sangat filosofis. kami sama sekali tidak ingin membuatnya besar dan mewah, kami hanya ingin membuatnya tetap kecil dan selalu hangat. kami bisa menghabiskan banyak sekali waktu bersama untuk membahas soal rumah impian. mengumpulkan referensi, mencetak, menempelkannya pada papan tulis di ruang kerja pak ery, menjadikan kumpulan gambar tersebut sebagai afirmasi.

kami "nekat" membangun rumah utara tanpa bantuan jasa arsitek dan kontraktor. repot? sudah pasti, maka saat awal proses membangun rumah utara, kami sempat linglung dengan ritme yang baru. sebenarnya tegang karena ini pengalaman pertama. pak ery pastinya punya tambahan pekerjaan baru karena harus mengurus dan menyediakan semua keperluan membangun sendiri. memesan beberapa truk batu, pasir, semen sampai memastikan dengan baik jenis baja, atap, mendesain pintu dan juga jendela. tapi buat kami ada tambahan rasa bahagia yang sulit diceritakan dari keputusan mengurus-semuanya-sendiri itu. termasuk keputusan tidak lazim; menjadikan baja sebagai konstrusi utama rumah utara. 

soal konstruksi baja ini sudah kami pikirkan dengan sangat baik. rasanya tidak terhitung berapa kali dalam bulan-bulan terakhir kemarin, pak ery dan saya beradu argumen soal industrial home design yang ingin kami sematkan pada rumah utara. desain yang mungkin aneh bagi sebagaian besar orang, termasuk orang-orang terdekat kami. sebenarnya yang pertimbangan utama karena dengan baja pengerjaan konstruksi rumah utara bisa jauh lebih cepat ketimbang menggunakan besi beton tulangan. soal lebih mahal atau tidak, menurut kami relatif ya. tapi toh kenyataannya pak aceng, pemilik bengkel yang bertanggung jawab atas pemasangan konstruksi baja hanya perlu waktu kurang dari satu minggu untuk membuat tiang-tiang ini berdiri tegak dan lengkap. 

baru satu bulan, artinya kami masih akan melalui banyak sekali hari sampai nanti rumah utara benar-benar siap dihuni. sampai nanti bata bisa terbeli, listrik bisa terpasang, air bisa mengalir dengan baik. iya, kalau yang ini tentu saja erat kaitannya dengan pundi-pundi rupiah yang kami punya. sekali lagi kami harus berlapang dada menyadari bahwa keinginan kuat dan realita yang harus dihadapi belum tentu bisa selalu berjalan mesra bersama kan? hahahaha. tapi satu hal yang baru saya sadari, membangun rumah utara, menguatkan kami berdua. rasanya seperti sedang menanti datangnya buah hati ke-tiga, hampir tidak ada malam yang kami lewatkan tanpa berdiskusi tentang rumah utara.

oh iya, seorang teman pernah bertanya, kenapa kami menyebutnya rumah utara? sedikit bercerita, kami memang senang sekali memberi nama pada apa yang jadi bagian dalam keseharian kami. seperti teman-baik-bermesin-berisik untuk taft tua yang sehari-harinya nongkrong di garasi rumah, jarot untuk motor kepunyaan pak ery, dan masih banyak lagi. rasanya nama yang kami berikan, meskipun itu untuk sebuah benda mati, bisa memberi kedekatan tersendiri dan karena rumah ini nantinya menghadap utara, maka kami memberinya nama #rumahutara.

 bone structure!


18 comments:

  1. Semangat mba.. semangat membangun rumahnya.. 😍😍 semoga Allah selalu ngasih rezeky yah buat kedepannya..

    ReplyDelete
  2. alhamdulillah mba... semoga lancar ya. jadi aku bisa berkunjung ke sana 😃 mgkin kali inj akan berdua hahhahahahhaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiiin. hahahahaha. eiiyy.. eiyy siapa diaaaa :3

      Delete
  3. Keren! Smoga cepet rampung biar saya ada tempat numpang nginep kalo ke bandung 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiiin. ayoo main lagi ke bandung. kemarin belum sah karena belum ketemu pagi dan aksara :D

      Delete
  4. waahhh pasti asyik kalo rumahutara nya udah jadi, nanti boleh ya kita mampir numpang ngarujak ato ngaliwet hehehe... lancar ya buajeng ^.^

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiiin. boleeeeh.. nanti kita main di kebon sama-sama yaa nanduuut :D

      Delete
  5. Semoga lancar... Dan kita bisa kopdar di sana..
    Sedikit iri krn sampai sekarang, rumah impian ck masih nge blur. Kecuali 1, Punya Mobile Tiny House.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiiin, ayoook kopdaaaar. ngeliweeet.. tapi nanti kalau udah selesai hahahaha. akupun banyak inspirasi desainnya dari tiny house.. mobile tiny house pun aku sukaaaa <3

      Delete
  6. aaahhh.. ibuk, pak ery semoga dimudahkan semua prosesnya, dilimpahkan rezekinya, diberikan kesehatan kalian semua termasuk mamang-mamang yang membangun rumah utara. yuhuu, kami tunggu undangan syukuran rumah utaranya ah~

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiiin. terimakasih bushelly.. insyaallah yaaa. doakaaaan <3

      Delete
  7. "keinginan kuat dan realita yang harus dihadapi belum tentu bisa selalu berjalan mesra bersama" aaaaak suka kalimat ini,dan sedang dalam fase merasakan ini hahahahaha, terkadang keinginan terbentur sama pundi2 rupiah yang kalo kita "puasa" jajan aja masih belum bisa "terlaksana" sepenuh nya hiiks..
    Mari semangaaaat buk, bersakit-sakit dahulu bersenang2 kemudian...insyaAllah pasti diberi kemudahan ^^

    ReplyDelete
  8. Waaah ������ kutunggu undangan housewarming-nya dari sekarang! Hahahaha! Semoga rumah utara lancar terbangun, kokoh, dan membawa levih banyak lagi kebaikan untuk Buajeng sekeluargaa!

    ReplyDelete
  9. Semoga rumah utara mampu memberikan ketentraman kesejahteraan serta kebahagiaan utk buajeng dan keluarga.

    Sampaikan salam pada rumah utara, semoga rumah mansu pun segera berdiri aamiin 😍

    ReplyDelete
  10. Aemoga segera bisa ditempati rumah utaranya yaa bu ajeng...

    ReplyDelete
  11. aaa seru banget mbak bisa bangun rumah sendiri :) semoga dimudahkan yaa

    ReplyDelete

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS