makan apa di lampung?

Wednesday, January 25

kalau diingat tahun 2017 ini artinya sudah 13 tahun lamanya saya meninggalkan bandar lampung. kota tempat saya lahir dan tumbuh sampai remaja. kota yang menjadi saksi betapa sdulu saya nakal istimewa sekali. mulai dari bolos upacara bendera demi mendaki gunung, dijemur saat panas terik karena mendukung teman berkelahi, tidak sekolah karena malas, berdiri didepan pintu karena menuai gaduh didalam kelas dan lain sebagainya. iya, lampung adalah kota kecil di pesisir pantai dulu saya tinggalkan dengan air mata yang tak kunjung habis sepanjang perjalanan lintas selatan menuju pelabuhan bakauheni.

rasanya lucu sekali tiap mengingat malam saat saya meninggalkan lampung, padahal saya ke bandung bukan untuk merantau sendirian. saya bersama bapak dan mas dimas yang kebetulan mendapat penugasan di bandung, juga mbak sari yang melanjutkan studi diplomanya di kota yang sama. bedanya, sejak itu juga saya berpaling, saya langsung jatuh cinta dengan bandung. sementara bapak pensiun, mas dimas harus berpindah ke kota lain untuk bertugas dan mbak sari kembali ke bandar lampung karena studinya sudah selesai. saya bergeming.

sampai saat ini ibu dan bapak masih menetap di kota kecil dengan matahari yang derma sekali membagi teriknya setiap hari. mas dimas menetap di batam, sementara mbak sari di kota ternate bersama suami dan tiga anaknya. kami sesekali pulang jika sudah rindu sekali dengan ibu dan bapak. dan saat pulang, kami akan menghabiskan setiap waktu dengan mengobrol di kamar, atau sambil duduk di halaman belakang, menonton burung-burung parkit yang dipelihara ibu beterbangan kesana kemari. pulang sudah tentu menjadi saat yang paling ditunggu, selain untuk mengurai rindu pada dua sosok idola kami, tentu saja juga untuk menyelesaikan misi bernama.. mmm, makan enak! :p

jadi buat saya, mas dimas juga mbak sari. apalah artinya pulang kalau tidak mengunjungi warung pecel lele mas yanto lamongan. pecel lele dengan sambal terasi yang diuleg dadakan pada coet kecil, juara-pake-banget. memfoto dan membagikannya pada aplikasi pesan grup sudah jadi kewajiban jika hanya salah satu diantara kami yang pulang. dijamin akan langsung disambut dengan emoticon menangis atau teriakan iri. dan yang membuat lebih istimewa, warung mas yanto lamongan ini bisa ditempuh hanya dalam waktu 5 menit dari rumah bapak.

tahun pertama saya tinggal di bandung, saya heran karena disini susah sekali menemukan nasi uduk sebagai menu sarapan. saat di lampung dulu, nasi uduk sudah jadi menu makan yang merakyat. di pinggir jalan, di rumah makan besar bahkan di kantin sekolah. mungkin nasi uduk di lampung, sama populernya dengan nasi kuning di bandung. di lampung nasi uduk favorit saya tetap satu, nasi uduk toha. walaupun lauknya sederhana tetap saja buat saya enak! enak banget.

buat yang sehari-harinya "berprofesi" sebagai hantu mie, kalau main ke bandar lampung mie ayam bandar lampung wajib banget dicoba deh. wiih.. ini juaranya. susah dijelasin, saya cari mie jenis begini di seantero bandung sih belum ketemu. mie-nya kuning dengan diameter yang lebih kecil dari mie yamien khas bandung. kuah mie-nya bening dan ngaldu banget. ciri khasnya, dari jaman saya belum bisa makan mie pake saus sambal karena masih piyik banget, sampe sekarang punya anak dua. tisu meja warung mie ayam ini gak berubah, tetap dari kerta buram berwarna abu-abu. 

biasanya kalau demen mie ayam, otomatis doyan juga sama bakso. nah di bandar lampung ada bakso fenomenal yang namanya bakso sony haji. saking populernya bakso sony haji, rasanya sudah jadi bakso wajib santap untuk semua yang mengunjungi bandar lampung. sepanjang saya meninggalkan bandar lampung, bakso sony haji sudah memiliki delapan cabang besar yang rasanya selalu penuh setiap hari raya. dan seolah membaca pasar masyarakat indonesia yang doyan banget ngebakso, sony haji juga menjual baksonya untuk oleh-oleh dalam kemasan praktis. bisa dibawa ke luar kota, dikemas per 100pcs sudah lengkap dengan bumbu bakso dan sambalnya. pokoknya tinggal tuang, rebus dan nikmat.
 
sebagai pecinta rujak, sudah tentu rujak gramedia lampung jadi salah satu list favorit saya. kalau belinya dijam makan siang, bisa antri panjaaaang sekali. ada yang bilang, rasa rujak dimana-mana sama saja, buat saya sih enggak. rujak lampung rata-rata pakai tambahan buah loba-lobi sebagai penguat rasa asam. bayangkan saja, ditengah cuaca panas, makan buah segar dengan rasa asam pedas yang berpadu pada bumbu rujak . cocok banget! srrrrlp.

naaah, yang terakhir pempek, memang bandar lampung bukan palembang, tapi berani jamin deh pempek kota ini juga gak kalah enak dengan pempek palembang. favorit saya namanya pempek 123, ini mungkin belum terkenal seperti bakso sony haji yang cabangnya saja sudah ada delapan. tapi buat saya enak! lokasinya sebelahan dengan pecel lele mas yanto lamongan, jadi habis dari mas yanto, bisa langsung bungkus kapal selam untuk cemilan malam. nyam ~

sayangnya dari kesemua makanan ini, tidak ada satupun yang dokumentasinya saya punya. pas sudah ditulis gini, baru kerasa menyesalnya. tapi lebaran tahun ini rencananya kami akan pulang. semoga saya tidak lupa untuk mendokumentasikan dan berbagi tautan fotonya pada tulisan ini. tapi meskipun belum ada penampakannya, kalau diantara kalian ada yang berkesempatan main ke kota bandar lampung, keenam makanan diatas boleh banget dijadikan rekomendasi kuliner loh :)

cerita ini saya tulis untuk memenuhi tema "kampung halamanku juga seru!" di #1minggu1cerita
 

12 comments:

  1. Nasi uduk, rujak, pempek. Kayaknya aku pengen ikut kalo Bu Ajeng mudik deh :d

    ReplyDelete
  2. Pempeeeeeeekkkk! Cukanya diseruput pelan-pelan. Nyam!

    ReplyDelete
    Replies
    1. makannya pake tangan, nikmaaat. soalnya kalo di bandung makan pempek dikasih sendok ahahaha..

      Delete
  3. Jadi sekarang menolak EYD dan EBI sekaligus ya... Hihihi... Maaf maaf... Galfok..

    ReplyDelete
    Replies
    1. bahahaha. enggak ih, cuma belum terbiasa dengan besar kecil huruf saja. trus baru sadar kalau judul postnya semua huruf besar ya ahahaha. gimana atuh, itumah bawaan template..

      Delete
  4. saya sedari kapan pengen banget ke lampung, hadooh!

    ReplyDelete
    Replies
    1. sini mas, pantainya bagus bagus dan dekaaaat dari rumah..

      Delete
  5. Saya pernah ke bakso Sony....enaaak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. tuh kan bener kan, enak yaaaa.. sekarang bisa dibungkus dan dijadiin oleh-oleh.. praktis :D

      Delete

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS