sesederhana (berjalan kaki) keliling kota

Monday, April 17

long weekend!
buat ibu bekerja seperti saya, pastilah jadi saat yang ditunggu. pasalnya bonus libur tambahan akhir pekan bisa membuat saya punya lebih banyak waktu untuk uyel-uyelan sama pagi dan aksara. meskipun tetap harus menunaikan kewajiban-kewajiban yang melekat, setidaknya tidak harus melakukannya dengan terburu-buru. akhir pekan kemarin, saya memilih untuk menonaktifkan jaringan internet pada ponsel pintar saya. sebenarnya tidak punya tujuan apapun sih, hanya sekedar ingin tau seperti apa rasanya menghabiskan waktu tanpa tau dunia dan tanpa dunia perlu tau.

akhir pekan panjang sudah tentu dihabiskan (khususnya) keluarga muda untuk berlibur, mulai dari yang paling jauh, sampai liburan lokal antar kota dalam provinsi. ah, pasti menyenangkan sekali. kalau saya dan pak ery demi terwujudnya satu mimpi besar bernama rumah utara, harus rela menunda keinginan untuk berlibur, selama mmm.. hampir lima tahun :p untung saja, pak ery selalu punya cara membahagiakan istri dan anak-anaknya dengan sesekali mengajak kami menghabiskan hari dengan berkemah, mengunjungi desa kecil, bermain air di sungai atau sekedar berjalan kaki berkeliling kota. 

berkeliling kota dengan berjalan kaki mungkin aneh untuk sebagian (besar) orang. dengan pertanyaan lanjutan kemana? lihat apa? dan seterusnya. tapi buat kami berjam-jam berjalan kaki diatas trotoar tanpa tujuan, menyebrang jalan, melewati rel kereta, keluar masuk gang yang tidak tau dimana ujungnya, menurut kami menyenangkan sekali kok. ya selain karena kami juga percaya, kegiatan apapun yang dilakukan bersama pasti menyenangkan sih. 

alasan lain membuat senang berkeliling kota dengan berjalan kaki sebenarnya hanya karena kami punya banyak sekali pilihan. meskipun punya tujuan akhir yang sama kami bisa memilih melewati jalan lengkong, asia afrika, otto iskandar dinata atau gang kecil yang tidak kami ingat namanya untuk bisa sampai di jalan asia afrika. mempersingkat jarak tempuh tanpa harus peduli dengan lajur kendaraan yang hanya satu arah, pun tak perlu memikirkan bisa tidaknya dilalui oleh si teman-baik-bermesin-berisik yang kami punya.

seperti kemarin, setelah sebelumnya bergegas sepagi yang kami bisa. kami memarkir kendaraan dihalaman kantor, setelah mengisi perut dengan bubur ayam dan berbekal sedikit kue, kami memulai perjalanan dari taman sari - dago - merdeka - braga - asia afrika - dalem kaum dan cibadak, duduk di depan toko yang masih tutup untuk membuka perbekalan dan beristirahat sebentar. kemudian kami melanjutkan berjalan kaki sampai astana anyar, menyambung perjalanan dengan naik bus kota ke purnawarman dan menjadi pelanggan rujak bebek kedua di toko roti abadi, yeay pencapaian! hahahahaha.

sepanjang perjalanan kemarin saya, pak ery dan pagi mengobrol tentang apa saja. mengomentari crane besar yang sedang beroperasi, melihat banyak orang dan kendaraan berlalu lalang, bermain tebak kendaraan, membantu pagi mengingat tempat-tempat yang sebelumnya sudah pernah ia kunjungi. sementara aksara, selain belum mengerti tentang tempat-tempat yang kami lalui, separuh perjalanan juga ia lewati dengan tertidur lelap dalam gendongan hahahahaha.  setelah hampir tiga jam berjalan kaki, kami menyudahi perjalanan. nyatanya memang bahagia itu sederhana, sesederhana menghabiskan minggu dengan berjalan kaki keliling kota :)



memberi juga menghargai

Sunday, April 9

bulan april ini, insyallah kami akan menyelenggarakan lagi maparin tuangeun. kegiatan yang dulunya sempat diawali dengan rasa ragu dan berfikir berkali-kali, ini tepat atau tidak? yang dulu cuma kuat udunan nasi rames dengan lauk telur balado (yang dibagi dua pada porsi porsi terakhir) dan dengan jumlah yang tidak lebih dari 60 porsi makan siang. yang dulu juga sempat takut diusir karena tidak mengantongi ijin "buka lapak" di taman kota. alhamdulillah sekarang malah sudah berlangsung rutin untuk yang ke sembilan kalinya. oh iya, untuk yang ingin tau apa itu maparin tuangeun, bisa membaca posting saya sebelumnya tentang kebaikan kecil dan berbagi opor, atau bisa melihat dokumentasi kegiatannya disini.

jadi kalau boleh mengulang cerita, maparin tuangeun lahir dari dari rasa bosan kami akan reuni bulanan yang biasanya sekedar duduk manis bertukar cerita dari satu kafe ke kafe lain. memang kami dulu berasal dari "atap" yang sama sebagai anak nongkrong hima. bertahun-tahun lalu kami sempat merasakan senasib sepenanggungan sebagai mahasiswa "lulusan" malam silaturahmi himpunan mahasiswa teknik, mmm..., tidak perlu diceritakan, tapi pasti paham kan gimana proses silaturahminya? hahahaha. setelah sebelumnya membentuk grup kecil pada aplikasi pengirim pesan online, akhirnya kami merumuskan maparin tuangeun pertama dengan harapan yang tidak muluk, semoga berjalan lancar dan tepat sasaran.

lalu kenapa kami memilih "repot" membuka lapak makan gratis dengan segala persiapannya? bukan sekedar membagikan nasi yang sudah terbungkus atau terpaket lengkap dengan air minum dalam kemasan dan buah?

sejak awal tujuan maparin tuangeun adalah melayani, mungkin rasanya akan jauh berbeda ketika kita mempersilakan duduk, mengambilkan makan siang, menyajikan minum, menyuguhi buah dan kudapan manis. memanusiakan manusia, berusaha menghargai juru parkir, pedagang asongan, kusir delman, pengayuh becak, penjual balon, tukang sol sepatu, petugas kebersihan taman dengan status sosial yang sama. maka kami memilih untuk melayani. dan percayalah mengajak dhuafa juga tunawisma untuk duduk bersama dan beristirahat sejenak sambil menikmati makan siang mampu mempertajam rasa syukur dan naluri kita sebagai manusia. 
 
tentang menu istimewa yang setiap bulan berganti juga jadi cerita tersendiri. dulu saat maparin tuangeun pertama kali berlangsung, kami tidak berani membayangkan menu apa yang akan kami suguhkan bulan depan. yang penting saat itu kami punya cukup dana untuk berbagi makan siang gratis, terlepas dari apapun menu makan siang yang bisa "terbeli" dengan dana yang kami punya. tapi kemudian maparin tuangeun membuat kami percaya bahwa energi kebaikan itu besar dan misterius sekali. alhamdulillah sampai hari ini kami dikelilingi orang-orang yang tidak segan berbagi kebaikan. yang akhirnya bisa membuat kami menyajikan menu-menu istimewa setiap bulannya sebagai bentuk penghargaan untuk banyak orang hebat yang kami temui disetiap maparin tuangeun. 

ini akan jadi bulan kesembilan maparin tuangeun, setelah melalui proses perundingan menu akhir bulan lalu, akhirnya kami memilih gulai sapi istimewa dengan acar dan kerupuk emping. akan ada juga es kelapa jeruk, buah segar dan ragam kudapan manis sebagai pelengkap maparin tuangeun sembilan. oh iya, sila kunjungi http://kbif.net/menularkankebaikan/ untuk informasi donasi dan partisipasi atau bisa hubungi saya untuk lebih banyak cerita tentang maparin tuangeun. sampai bertemu di maparin tuangeun 9, sabtu 22 april 2017 di taman kandaga puspa, bandung! dan dari kami, salam semangat berbagi :)

 
maparin tuangeun 8 bulan maret 2017, di taman simpang buah batu - soekarno hatta

ibu gambar-gambar

Tuesday, March 21

beberapa tahun lalu, saat sedang ramai buku mewarnai untuk dewasa, seperti kebanyakan orang saya juga punya keinginan membeli salah satu dari sekian banyak buku-buku tersebut. rasanya mewarnai memang bisa jadi satu kegiatan healing yang bisa dilakukan dimana saja, kapan saja. tapi setelah mencari dibanyak toko buku, saya tidak menemukan buku mewarnai yang gambarnya "saya banget". rata-rata buku-buku tersebut memiliki gambar yang rumit dan detail sekali. sementara selera saya benar-benar gambar simpel yang bisa diwarnai dengan sesuka hati tanpa harus memikirkan perpaduan dan kombinasi warnanya. 

lalu mulai berfikir untuk menggambar dan mewarnai sendiri, mungkin akan jauh lebih menyenangkan. berbekal satu sketchbook merk lyra dan ballpoint boxy. saya menggambar apa saja yang ada di pikiran saya. bahasa kerennya sih doodling. jadi selama berapa bulan saya doodling dan mewarnai sesuka hati. rasanya sampai habis lima ballpoint dan satu buku yang penuh dengan gambar warna-warni. tak lama setelahnya aksara lahir dengan segala keseruan dan drama ibu baru yang jadi satu. dengan sendirinya aktifitas gambar menggambar berhenti untuk sementara. kala itu tidak tau kapan bisa mulai menggambar lagi, dan memang gak terlalu kepikiran juga sih. tapi kalau penasaran seperti apa gambar yang saya buat. taddaaaa.. ini dia! yes, i'm forever kindergarten hahahahahaha.


setelah berbulan-bulan terbiasa dan "lulus" melewati masa adaptasi kelahiran aksara, saya mulai mencari "kesenangan" lagi. untuk sementara dan sampai batas waktu yang tidak ditentukan, membaca buku belum bisa dimasukkan sebagai list kegiatan menyenangkan. karena saya bisa sangat lupa waktu jika sudah membaca buku. sementara jam malam sangat terbatas dan jam bangun harus dimulai sepagi mungkin. pilihan awalnya sih menjahit, mengingat stok kain yang masih mendominasi isi lemari. tapi aksara tidak seperti pagi dulu yang tetap lelap meskipun saya menjahit disebelahnya sekalipun. aksara tidak terbiasa dengan suara berisik mesin jahit. jadi demi rumah tetap aman, tentram dan terkendelai saat malam hari, saya urung melakukan kegiatan jahit-menjahit. 

sempat mencoba brush lettering karena rasanya kok ikut bahagia tiap lihat feni kuas-kuasan. tapi dicoba beberapa kali kok aku gak berbakat seperti dirimu sih fen *insert emoticon patah hati*. ditambah bukan tipe mantengin workshop, lah gimana mau workshop karena kalau bepergian akhir pekan, artinya harus sepaket dengan rombongan hore-hore; saya, pak ery, pagi dan aksara. yakali bisa workshop sambil dipanjatin aksara atau sambil disuguhi pertanyaan-pertanyaan pagi yang level mikir jawabannya melebihi soal pilihan ganda saat ujian nasional dulu. yasudah, lambaikan tangan sama huruf-huruf latin bold dan quote-able yang lucu-lucu itu.  

entah kapan mulainya, akhirnya balik lagi menggambar, tapi karena spidol masa kejayaan dulu sudah banyak yang "dikaryakan" pagi dan masih gak rela kalau harus beli lagi, akhirnya beli cat air. beli yang murah karena minim informasi, eh ternyata menyenangkan sekali. juga entah kenapa kalau menggambar pakai cat air, rasanya hasil gambarnya jadi lebih dewasa dan sesuai usia ya hahahahaha. tapi memang beneran seru deh, beberapa kali curi-curi waktu menonton video tutorial di laman youtube, supaya bisa menggambar jenis hewan, bunga dan daun lebih banyak lagi. inginnya bisa lebih konsisten, minimal bisa konsisten menggambar untuk kartu ucapan bahagia menyambut pernikahan atau kelahiran teman, atau untuk memenuhi dinding studio menjahit di rumah utara suatu hari nanti. aamiiin.



mengartikan Pagi dan Aksara

Sunday, March 12

rasanya saya sudah pernah menulis tentang arti nama dua anak kecil yang sekarang memeriahkan isi rumah kami. tapi karena satu minggu satu cerita kali ini menentukan tema arti sebuah nama untuk tulisan minggu ini, tidak ada salahnya untuk mengulang kembali ceritanya. jadi setelah satu tahun usia pernikahan kami, awal tahun 2013, kami kedatangan anggota keluarga baru. bayi perempuan kecil yang kami beri nama Pagi, ia lahir dalam segala pengalaman pertama pun ketidaktauan saya tentang menjadi ibu. setelah melahirkan lalu apa dan bagaimana? kala itu satu-satunya yang saya tau dengan pasti, saya dan tentu saja pak ery harus memberi nama yang indah. sejujurnya saat itu kami sama sekali bukan mencari nama unik, atau tidak umum. justru kami hanya berbekal keyakinan bahwa nama adalah sebaik-baik hal pertama yang bisa kita berikan pada anak (anak).

tepat di hari ke tujuh setelah kelahiran, kami memberi nama Gauri Binaring Pagi. tidak sedikit orang yang heran, kemudian bertanya kenapa kami memberi nama Pagi? sebagian besar menebak sebelum kami benar memberi penjelasan "pasti lahirnya pagi ya.." dan sayangnya bukan itu jawabannya. Pagi memang tidak lahir di pagi hari, dia bahkan lahir disaat matahari sedang ada di puncak tertinggi. nama pagi ada karena saya dan pak ery menyukai pagi hari, yang merupakan satu dari sedikit kesamaan saya dan pak ery. saya senang memanggil pagi dengan dua kata pada namanya, Binaring Pagi. artinya pagi yang bersinar. Gauri yang menjadi nama depannya mempunyai arti menenangkan. kalau sering memperhatikan waktu selepas subuh ketika belum banyak orang beraktifitas, saat matahari perlahan mulai naik dan memberi terang, seperti itulah Pagi yang kami maksud. Pagi yang bersinar terang dan menenangkan.

singkat cerita, Aksara lahir berselang tiga tahun usia Pagi, Aksara lahir di bulan yang sama dengan kakaknya. kami memilih memberi nama aksara juga dengan alasan yang sederhana. saya senang menulis, meskipun tidak menjadikan menulis sebagai pekerjaan seperti yang dilakukan pak ery. buat saya merangkai aksara menjadi kata, kata menjadi kalimat yang membentuk cerita untuk kemudian dibaca ulang dikemudian hari merupakan satu hal yang membahagiakan. nama depannya, Sena, mempunyai arti bercahaya. Kinnaur diambil dari nama Kinnaur Kailash, salah satu puncak tertinggi di pegunungan himalaya, belakangan kami baru mengetahui bahwa ada sebuah desa dengan sungai jernih berwarna kehijauan di kaki gunung himalaya yang bernama Kinnaur District. sejak itu, kami selalu menyelipkan doa semoga suatu hari bisa mengajak Aksara mengunjungi desa kecil yang kami jadikan nama tengahnya.

oh iya, meskipun keseluruhan nama Pagi dan Aksara memiliki makna yang sama, sejak kecil, karakter Pagi dan Aksara sudah terlihat jauh berbeda. Pagi sangat ekspresif, ia terbiasa mengeluarkan dan mengungkapkan isi hati dengan bercerita, tertawa dan menangis jika dirasa perlu. Aksara lebih santai, sedikit bicara banyak bekerja. asal kenyang, tidur cukup dan banyak wilayah yang diijinkan untuk dijelajahi, maka ia menganggap tidak ada lagi yang perlu dipermasalahkan di dunia ini hahahaha. secara tidak sengaja, Gauri Binaring Pagi dan Sena Kinnaur Aksara memang memiliki makna nama yang sama. sama-sama bercahaya dan memberi ketenangan seperti puncak gunung. dan karena nama adalah bagian dari doa, saya dan pak ery punya harapan yang sama besar untuk mereka, untuk Pagi dan Aksara dua nama yang selalu hadir dan melekat dalam keseharian manusia.

satu tahun aksara

Sunday, February 26

tanggal 21 februari kemarin, usia aksara genap satu tahun. lalu beberapa teman menanggapi "waah, gak kerasa ya?" hahahaha.. alhamdulillah ya, kerasa bangeeeet. rasanya pengalaman pahit manis setelah satu tahun memiliki dua anak memang perlu saya ceritakan dalam satu tulisan lain. yang jelas punya dua anak membuat saya percaya happy mom happy family itu benar adanya. seorang ibu wajib bahagia, catat :p

oke, jadi apa yang sudah terjadi selama satu tahun kemarin? banyak sekali. dimulai dengan kelahiran aksara yang mendadak. proses persalinan yang cukup cepat, adaptasi psikis dan juga fisik di bulan-bulan pertama, merasakan kebahagiaan berlipat setiap melihat pagi dan aksara tumbuh bersama. tentu saja, hal ini berlaku dikala mereka sedang akur ya. kalau pagi sedang tidak mau mengalah, dan keisengan aksara sedang diatas rata-rata, rasanya ingin segera masuk kamar, tidur berselimut dan membiarkan mereka menyelesaikan persoalannya sendiri hahahahaha..

eh tapi memang sejak kecil aksara memang cenderung easy going. bayi santai banget lah, drama air mata rasanya bisa dihitung jari. meskipun tetap menangis jika ada yang tidak sesuai dengan keinginannya, atau kesal jika kami tidak mengerti benda apa yang ia inginkan, tapi biasanya yang seperti itu tidak pernah berlangsung lama. sisanya senyam-senyum, makan, main, tertawa, minum susu, tidur senyam-senyum, mandi. selagi perut kenyang, pokoknya aman dunia persilatan. bayi kecil ini semacam punya prinsip keep it simple, make it easy. 

aksara sudah terlihat suka makan sejak usianya belum genap enam bulan. wajar saja, mengingat pagi, kakaknya baik hati sekali. saya ingat dulu saat aksara belum bisa duduk sendiri, pagi dengan gembira bercerita kalau dia baru saja menyuapi aksara dengan kue ape kesukaannya, dan ia merasa pantas bahagia karena ternyata aksara juga suka. saat itu saya hanya bisa tersenyum getir dan berdoa semoga keesokan harinya aksara baik-baik saja hahahaha. karena percuma berdebat soal ini dengan pagi yang meyakini jika ia punya sesuatu yang bisa dibagi, maka harus dibagi.

oh iya, aksara punya jam tidur yang panjaaaang. ya ampun, ini sungguh meringankan deh. terimakasih ya aksara! jadi aksara ini kalau tidur siang bisa dua sampai tiga jam. tidur malamnya juga panjang..  biasanya sudah mulai tidur sebelum jam delapan, bangun malam satu kali untuk menyusu, itupun sudah menjelang subuh. jadi kalau tidak kalah sama rasa ngantuk ibu bisa sekalian bangun untuk menyiapkan sarapan dan keperluan lain.

soal dugaan saya dan pak ery tujuh-delapan bulan lalu tentang aksara yang terlihat lebih tenang dibanding pagi ternyata salah hahahahaha. aksara malah jauh lebih aktif pun semakin hari bakat berani ambil risikonya semakin nyata terlihat. kalau saat bayi dulu yang dipanjat bantal pembatas, makin kesini malah semakin ekstrim memanjat kursi lalu naik ke meja, gak bisa liat tumpukan kardus nganggur, langsung diuji coba. beberapa kali terjatuh jatuh, menangis sebentar, kemudian diulang lagi. begitu terus terus sampai pagi berganti siang, siang berganti malam hahahaha. 

aksara sangat mengidolakan pagi, apapun alasannya, jika pagi tertawa maka aksara akan ikut tertawa. saya dan pak ery sering dibuat takjub dengan hubungan misterius ini. aksara akan sangat senang memperhatikan pagi yang sedang menari, atau bernyanyi, atau berlarian sambil tertawa. selama satu tahun ini, mereka berdua memang belum pernah berpisah hitungan hari sih.. jadi meskipun pagi sering mengeluh kalau aksara menggodanya, tetap saja ia senang karena ada adik kecil yang selalu mengapresiasi apapun yang ia lakukan.   

kadang rasanya ingin segera ada dimasa mereka berdua bisa bermain bersama tanpa perdebatan, atau ingin lekas menikmati wangi lembar demi lembar buku baru yang dibaca. tapi percayalah jauh lebih besar keinginan untuk menikmati hari-hari bersama pagi dan aksara dengan waktu yang dibuat melambat. ini baru tahun pertama, insyaallah masih ada banyak hari di depan sana yang akan kita lalui bersama ya nak. semoga selalu sehat dan tumbuh bahagia dalam kesederhanaan dear sena kinnaur aksara. we love you so much adek bakso!


halo, rumah utara!

Friday, February 17

sudah satu bulan berjalan dari sejak pertama kami mulai membangun rumah utara. alhamdulillah. rasanya dulu tidak pernah menyangka kami akan sampai pada fase ini, berjuang untuk mewujudkan salah satu impian besar kami. tentang rumah tinggal yang untuk pak ery dan saya punya makna sangat filosofis. kami sama sekali tidak ingin membuatnya besar dan mewah, kami hanya ingin membuatnya tetap kecil dan selalu hangat. kami bisa menghabiskan banyak sekali waktu bersama untuk membahas soal rumah impian. mengumpulkan referensi, mencetak, menempelkannya pada papan tulis di ruang kerja pak ery, menjadikan kumpulan gambar tersebut sebagai afirmasi.

kami "nekat" membangun rumah utara tanpa bantuan jasa arsitek dan kontraktor. repot? sudah pasti, maka saat awal proses membangun rumah utara, kami sempat linglung dengan ritme yang baru. sebenarnya tegang karena ini pengalaman pertama. pak ery pastinya punya tambahan pekerjaan baru karena harus mengurus dan menyediakan semua keperluan membangun sendiri. memesan beberapa truk batu, pasir, semen sampai memastikan dengan baik jenis baja, atap, mendesain pintu dan juga jendela. tapi buat kami ada tambahan rasa bahagia yang sulit diceritakan dari keputusan mengurus-semuanya-sendiri itu. termasuk keputusan tidak lazim; menjadikan baja sebagai konstrusi utama rumah utara. 

soal konstruksi baja ini sudah kami pikirkan dengan sangat baik. rasanya tidak terhitung berapa kali dalam bulan-bulan terakhir kemarin, pak ery dan saya beradu argumen soal industrial home design yang ingin kami sematkan pada rumah utara. desain yang mungkin aneh bagi sebagaian besar orang, termasuk orang-orang terdekat kami. sebenarnya yang pertimbangan utama karena dengan baja pengerjaan konstruksi rumah utara bisa jauh lebih cepat ketimbang menggunakan besi beton tulangan. soal lebih mahal atau tidak, menurut kami relatif ya. tapi toh kenyataannya pak aceng, pemilik bengkel yang bertanggung jawab atas pemasangan konstruksi baja hanya perlu waktu kurang dari satu minggu untuk membuat tiang-tiang ini berdiri tegak dan lengkap. 

baru satu bulan, artinya kami masih akan melalui banyak sekali hari sampai nanti rumah utara benar-benar siap dihuni. sampai nanti bata bisa terbeli, listrik bisa terpasang, air bisa mengalir dengan baik. iya, kalau yang ini tentu saja erat kaitannya dengan pundi-pundi rupiah yang kami punya. sekali lagi kami harus berlapang dada menyadari bahwa keinginan kuat dan realita yang harus dihadapi belum tentu bisa selalu berjalan mesra bersama kan? hahahaha. tapi satu hal yang baru saya sadari, membangun rumah utara, menguatkan kami berdua. rasanya seperti sedang menanti datangnya buah hati ke-tiga, hampir tidak ada malam yang kami lewatkan tanpa berdiskusi tentang rumah utara.

oh iya, seorang teman pernah bertanya, kenapa kami menyebutnya rumah utara? sedikit bercerita, kami memang senang sekali memberi nama pada apa yang jadi bagian dalam keseharian kami. seperti teman-baik-bermesin-berisik untuk taft tua yang sehari-harinya nongkrong di garasi rumah, jarot untuk motor kepunyaan pak ery, dan masih banyak lagi. rasanya nama yang kami berikan, meskipun itu untuk sebuah benda mati, bisa memberi kedekatan tersendiri dan karena rumah ini nantinya menghadap utara, maka kami memberinya nama #rumahutara.

 bone structure!


menjadi ibu itu memaafkan

Sunday, February 12

lima tahun lalu, rasanya saya tidak pernah membayangkan ada diposisi saat ini. menjadi ibu dari dua anak perempuan. dulu saat pertama kali memutuskan ingin memiliki anak-pun, saya tidak pernah tau alasannya selain : setelah menikah selanjutnya ya punya momongan, kan? kemudian semua mengalir begitu saja, sejujurnya saya tidak pernah benar-benar mempersiapkan mmm.. lebih tepatnya, tidak tau harus mempersiapkan apa?

satu tahun usia pernikahan, pagi kecil yang kami tunggu-tunggu, hadir melengkapi kehidupan saya dan pak ery. tentu saja kami bahagia. tapi kami, terutama saya, tidak banyak menyiapkan kedatangan pagi. sehingga masih ingat betapa dulu, saya kaget sekali menghadapi bulan-bulan pertama pasca kelahiran. baby blues, menangis tanpa sebab, tidak tau harus berbuat apa dan bagaimana. bahkan saya sempat merasa kesal ketika dengan tamu yang berdatangan, saya lelah, rasanya saya ingin menutup pintu dan mengatakan bahwa saat ini yang saya butuhkan hanya istirahat.

ada rasa sesal yang timbul karena ketidaktahuan, bahwa selain bahagia, menjadi ibu baru juga artinya menguras energi dan pikiran. bersyukur karena pak ery selalu ada disaat saya harus melewati masa-masa paling drama dalam hidup. sampai akhirnya, semakin lama saya semakin terlatih beradaptasi dengan status sebagai ibu. apa kemudian persoalan selesai dan setiap detik berjalan indah? tentu tidak. setelah drama berakhir, muncul episode baru yang tak kalah menguras air mata yaitu perasaan bersalah.

tentu ada banyak sekali perasaan bersalah yang pernah dialami seorang ibu. mulai dari yang hal-hal remeh, sampai yang paling membekas di hati, versi saya saat memutuskan untuk menyapih pagi di usianya yang ke 26 bulan. saya menyapih pagi dengan mengantar dan meninggalkannya bersama ibu selama dua minggu, di lampung. padahal saat itu saya tau betul menyapih adalah satu fase terberat yang dihadapi seorang anak. harusnya, saya mendampingi. harusnya saya ada untuk meyakinkan pagi bahwa ini tidak akan berlangsung lama dan bahwa ia akan baik-baik saja.

cukup sampai disitu?

tentu tidak. masih ada pasal utama yang saya duga selamanya akan saya rasakan. apalagi kalau bukan karena saya seorang ibu bekerja. tentu saja saya bohong jika mengaku tidak pernah merasa bersalah atau tidak pernah merasa sangat sedih meninggalkan pagi dan aksara dirumah, terlebih ketika mereka sakit, atau ketika masa-masa awal pagi beradaptasi dengan sekolah barunya, sementara saya tidak bisa menemani karena the show must go on. memilih menjadi ibu bekerja, memang salah satu keputusan paling dilematis dalam hidup. tapi.. saya masih percaya (setidaknya untuk saat ini) bekerja adalah hal terbaik yang bisa saya lakukan dan tolong jangan ajak saya berdebat tentang ini :D

maka sejak menjadi ibu, saya tau, salah satu yang terbaik yang bisa saya lakukan adalah belajar memaafkan diri sendiri atas banyak keputusan yang saya ambil. keputusan untuk weaning with (no) love, keputusan untuk bekerja, keputusan untuk membeli masakan cepat saji ketika saya enggan memasak, keputusan untuk melewatkan rutinitas membaca ketika saya sedang sangat lelah, keputusan untuk menaikkan intonasi suara ketika lapisan sabar saya sudah sangat tipis. keputusan yang mungkin tidak tepat, atau bahkan salah. apapun itu, saya terus belajar untuk memperbaiki dan tentu saja, memaafkan diri sendiri.



ibu biasa

Sunday, February 5

minggu lalu, saya berbagi tautan pada beranda facebook. kurang lebih isinya tentang ungkapan penyemangat dan pemakluman untuk ibu. sosok perempuan yang menjadi sumber kebahagiaan keluarga. ibu yang "dari luar" selalu terlihat kuat, dengan energi dan kasih sayang yang sepertinya tak terbatas. terlihat sempurna ya? padahal tidak sedikit ibu yang melakukan hal yang mungkin menurut sebagian orang sudah "tidak seharusnya" lagi. tapi untuk beberapa kasus, tentu dengan banyak sekali pembenaran, saya masih sering melakukannya.

nyatanya saya pernah, berlama-lama di kamar mandi hanya untuk duduk di kloset. diam saja. sekedar untuk "menjeda" nafas setelah seharian rasanya lelah sekali. saya tau toilet bukan tempat yang nyaman, tapi menurut saya toilet adalah tempat terbaik untuk sesaat bersembunyi. setidaknya, toilet adalah tempat yang cukup dimengerti oleh pagi, kenapa ibunya ada didalam sana :p

saya juga pernah, menunggu anak-anak tidur untuk menikmati gula-gula yang saya beli sepulang bekerja, yang sebelumnya saya sembunyikan di dalam bagasi motor. melahap dua eskrim di malam hari. menghabiskan satu bungkus besar keripik kentang rasa rumput laut sendirian. sementara saya melarang pagi memakan semua itu sekaligus dalam jumlah besar. yes, call me crafty mommy.

saya pernah akhirnya kalah menghadapi rengekan pagi. lebih banyak memberikan reward, kehilangan konsistensi dan aturan yang sebelumnya saya buat sendiri. seperti membelikan egg surprise tiga kali dalam satu minggu, membiarkannya berlama-lama memutar video play doh pada ponsel pintar saya dan mengabaikan aturan screen time ala ibu yang sudah khatam mengikuti parenting class bersama psikolog ternama.

saya pernah, menutup pintu kamar, membiarkan pagi "berkreasi" mengeluarkan seluruh isi lemari, sementara saya memilih menunaikan tidur siang, memulihkan energi tentu saja demi kewarasan tetap terjaga. saya juga pernah membiarkan banyak sekali mainan berserakan di lantai sementara saya merasa scrolling timeline sosial media akan jauh lebih menyenangkan ketimbang membereskan mainan. iya, saya pernah semalas itu.

saya pernah merasa menangis adalah satu-satunya jalan keluar yang paling baik ketika saya sadar mengeluarkan emosi tidak akan membuat keadaan menjadi lebih baik, sementara membiarkannya mengalir begitu saja tak membuat perasaan lega kunjung datang. yang lebih membingungkan, saya tidak tau kenapa dan untuk apa saya menangis saat itu. pokoknya ingin menangis, lalu saya menangis dan merasa lega setelahnya, itu saja.

saya pernah berencana memasak menu sehat untuk pagi, capcay dengan perkedel jagung, sayur lodeh dengan ayam goreng atau cah brokoli jamur dengan daging teriyaki. rencana indah yang berakhir dengan delivery service petugas restoran cepat saji, kemudian merasa bahagia karena pagi lahap sekali memakan menu "tidak sehat"nya.

saya sering melakukan sesuatu yang sepenuhnya saya sadari bahwa itu adalah sebuah kesalahan, sampai tak terhitung berapa kali saya menyesalinya. saya ibu yang juga pernah mengeluh, merasa lelah, mensugesti diri sendiri bahwa suatu saat nanti pagi dan aksara akan tumbuh besar, bahwa masa-masa ini tidak akan berlangsung lama.

lalu apa saya bahagia? absolutely yes. percayalah, selalu ada masa-masa sulit yang dihadapi seorang ibu, sebahagia apapun ia. saya juga percaya, setiap ibu.. iya, setiap ibu, pasti sudah memperjuangkan segala hal terbaik yang bisa mereka lakukan untuk keluarganya. tapi, setiap ibu pastilah juga ibu biasa. so be kind, every mom you meet is fighting a battle you know nothing about.



makan apa di lampung?

Wednesday, January 25

kalau diingat tahun 2017 ini artinya sudah 13 tahun lamanya saya meninggalkan bandar lampung. kota tempat saya lahir dan tumbuh sampai remaja. kota yang menjadi saksi betapa sdulu saya nakal istimewa sekali. mulai dari bolos upacara bendera demi mendaki gunung, dijemur saat panas terik karena mendukung teman berkelahi, tidak sekolah karena malas, berdiri didepan pintu karena menuai gaduh didalam kelas dan lain sebagainya. iya, lampung adalah kota kecil di pesisir pantai dulu saya tinggalkan dengan air mata yang tak kunjung habis sepanjang perjalanan lintas selatan menuju pelabuhan bakauheni.

rasanya lucu sekali tiap mengingat malam saat saya meninggalkan lampung, padahal saya ke bandung bukan untuk merantau sendirian. saya bersama bapak dan mas dimas yang kebetulan mendapat penugasan di bandung, juga mbak sari yang melanjutkan studi diplomanya di kota yang sama. bedanya, sejak itu juga saya berpaling, saya langsung jatuh cinta dengan bandung. sementara bapak pensiun, mas dimas harus berpindah ke kota lain untuk bertugas dan mbak sari kembali ke bandar lampung karena studinya sudah selesai. saya bergeming.

sampai saat ini ibu dan bapak masih menetap di kota kecil dengan matahari yang derma sekali membagi teriknya setiap hari. mas dimas menetap di batam, sementara mbak sari di kota ternate bersama suami dan tiga anaknya. kami sesekali pulang jika sudah rindu sekali dengan ibu dan bapak. dan saat pulang, kami akan menghabiskan setiap waktu dengan mengobrol di kamar, atau sambil duduk di halaman belakang, menonton burung-burung parkit yang dipelihara ibu beterbangan kesana kemari. pulang sudah tentu menjadi saat yang paling ditunggu, selain untuk mengurai rindu pada dua sosok idola kami, tentu saja juga untuk menyelesaikan misi bernama.. mmm, makan enak! :p

jadi buat saya, mas dimas juga mbak sari. apalah artinya pulang kalau tidak mengunjungi warung pecel lele mas yanto lamongan. pecel lele dengan sambal terasi yang diuleg dadakan pada coet kecil, juara-pake-banget. memfoto dan membagikannya pada aplikasi pesan grup sudah jadi kewajiban jika hanya salah satu diantara kami yang pulang. dijamin akan langsung disambut dengan emoticon menangis atau teriakan iri. dan yang membuat lebih istimewa, warung mas yanto lamongan ini bisa ditempuh hanya dalam waktu 5 menit dari rumah bapak.

tahun pertama saya tinggal di bandung, saya heran karena disini susah sekali menemukan nasi uduk sebagai menu sarapan. saat di lampung dulu, nasi uduk sudah jadi menu makan yang merakyat. di pinggir jalan, di rumah makan besar bahkan di kantin sekolah. mungkin nasi uduk di lampung, sama populernya dengan nasi kuning di bandung. di lampung nasi uduk favorit saya tetap satu, nasi uduk toha. walaupun lauknya sederhana tetap saja buat saya enak! enak banget.

buat yang sehari-harinya "berprofesi" sebagai hantu mie, kalau main ke bandar lampung mie ayam bandar lampung wajib banget dicoba deh. wiih.. ini juaranya. susah dijelasin, saya cari mie jenis begini di seantero bandung sih belum ketemu. mie-nya kuning dengan diameter yang lebih kecil dari mie yamien khas bandung. kuah mie-nya bening dan ngaldu banget. ciri khasnya, dari jaman saya belum bisa makan mie pake saus sambal karena masih piyik banget, sampe sekarang punya anak dua. tisu meja warung mie ayam ini gak berubah, tetap dari kerta buram berwarna abu-abu. 

biasanya kalau demen mie ayam, otomatis doyan juga sama bakso. nah di bandar lampung ada bakso fenomenal yang namanya bakso sony haji. saking populernya bakso sony haji, rasanya sudah jadi bakso wajib santap untuk semua yang mengunjungi bandar lampung. sepanjang saya meninggalkan bandar lampung, bakso sony haji sudah memiliki delapan cabang besar yang rasanya selalu penuh setiap hari raya. dan seolah membaca pasar masyarakat indonesia yang doyan banget ngebakso, sony haji juga menjual baksonya untuk oleh-oleh dalam kemasan praktis. bisa dibawa ke luar kota, dikemas per 100pcs sudah lengkap dengan bumbu bakso dan sambalnya. pokoknya tinggal tuang, rebus dan nikmat.
 
sebagai pecinta rujak, sudah tentu rujak gramedia lampung jadi salah satu list favorit saya. kalau belinya dijam makan siang, bisa antri panjaaaang sekali. ada yang bilang, rasa rujak dimana-mana sama saja, buat saya sih enggak. rujak lampung rata-rata pakai tambahan buah loba-lobi sebagai penguat rasa asam. bayangkan saja, ditengah cuaca panas, makan buah segar dengan rasa asam pedas yang berpadu pada bumbu rujak . cocok banget! srrrrlp.

naaah, yang terakhir pempek, memang bandar lampung bukan palembang, tapi berani jamin deh pempek kota ini juga gak kalah enak dengan pempek palembang. favorit saya namanya pempek 123, ini mungkin belum terkenal seperti bakso sony haji yang cabangnya saja sudah ada delapan. tapi buat saya enak! lokasinya sebelahan dengan pecel lele mas yanto lamongan, jadi habis dari mas yanto, bisa langsung bungkus kapal selam untuk cemilan malam. nyam ~

sayangnya dari kesemua makanan ini, tidak ada satupun yang dokumentasinya saya punya. pas sudah ditulis gini, baru kerasa menyesalnya. tapi lebaran tahun ini rencananya kami akan pulang. semoga saya tidak lupa untuk mendokumentasikan dan berbagi tautan fotonya pada tulisan ini. tapi meskipun belum ada penampakannya, kalau diantara kalian ada yang berkesempatan main ke kota bandar lampung, keenam makanan diatas boleh banget dijadikan rekomendasi kuliner loh :)

cerita ini saya tulis untuk memenuhi tema "kampung halamanku juga seru!" di #1minggu1cerita
 

rapor pertama

Monday, January 16

sebenarnya dan (mungkin) seharusnya, cerita ini sudah ada sejak pertengahan desember kemarin. tapi percayalah, akhir tahun kemarin itu melelahkan sekali. rasanya, energi saya terkuras berkali lipat, jam kerja setiap harinya semakin panjang, tak lupa semua pekerjaan sudah tentu harus diselesaikan segera. sesampainya dirumah, jangankan buka laptop untuk menulis.. rutinitas ngobrol malam bersama pak ery-pun terpaksa absen selama berminggu-minggu karena saya memilih beristirahat lebih awal. memasuki awal tahun januari ini, meskipun efek akhir tahun kemarin masih belum tuntas lunas sepenuhnya, setidaknya sudah bisa bernafas lega karena tidak ada lagi jadwal mengunjungi kantor gajah di akhir pekan.

pertengahan desember lalu ada minggu spesial buat saya dan pak ery, pagi kecil mendapat rapor pertamanya. rapor yang sangat istimewa untuk kami yang baru pertama kali menerimanya. sedikit cerita, tahun 2016 kemarin saya dan pak ery memang banyak menghadapi lompatan besar, salah satunya kesepakatan untuk menyekolahkan pagi di rumah berlajar semipalar. sama sekali tidak mudah menangani adaptasi pagi diawal masa sekolah, terlebih minggu awal sekolah saat itu bertepatan dengan terbangnya pak ery ke hutan kalimantan selama dua minggu, pokoknya drama sekali. maka setelah bernafas lega karena telah berhasil melewati hari-hari penuh air mata diawal kegiatan sekolah tempo hari, rabu 14 desember lalu menjadi salah satu hari yang paling saya tunggu.

sesampainya di sekolah kami mengikuti pengarahan dari kak andy sebagai kepala sekolah, pengarahan memang hanya ditujukan untuk kami orangtua kelompok belajar yang baru pertama kali menerima rapor. sebentar saja, lalu setelahnya kami menuju ruang kelas untuk bertemu kakak pendamping. kak nisa dan kak mahes yang mendampingi sahabat anoa (sebutan untuk anak-anak jenjang kelompok belajar) mengajak kami mengobrol sebentar, kemudian membagikan bingkisan besar berisi kardus kostum robot dan buku besar kurang lebih seukuran A3 yang didalamnya terdapat lembaran-lembaran portofolio pagi. hasil karyanya melukis, menggambar, menggunting, membuat topeng juga menjahit dan menempel. beberapa karya pagi dan teman-temannya pernah dipamerkan saat minggu bebarengan dalam pameran gelaran karya anak-anak jenjang usia dini.

yang paling membuat spesial, kami mendapat satu buku kecil yang berisi cerita tentang pagi disekolah. tentang apa yang selama ini ia alami. tentang perubahan baik yang terlihat secara kasat mata, tentang kalimat spontan dan doa apa yang ia panjatkan saat melihat tumbuhan yang ditanam bersama teman-temannya rusak setelah terkena hujan besar. tentang potensi apa yang sudah terlihat selama satu semester kemarin, juga tentang pekerjaan rumah apa yang harus kami kerjakan agar proses tumbuh kembang pagi semakin baik dan utuh. saya perlu lebih dari tiga kali untuk membaca buku rapor pagi dan bohong kalau saya tidak berkaca-kaca membacanya. time flies. anak kecil yang dulu mudah tantrum, murah air mata sekaligus pemalu, sekarang tumbuh jadi pagi yang jauh lebih berani dan berhati besar.

perjalanan tentu masih sangat panjang, masih banyak sekali pekerjaan rumah untuk saya dan pak ery. tapi sejujurnya kami senang menemukan tempat berkegiatan yang pas di hati pagi, pun di hati saya dan pak ery. senin lalu, setelah libur panjang tiga minggu lamanya. pagi memulai kembali rutinitas sekolahnya. saya kembali mendengar cerita sekolah dari pagi setiap hari, tentang rana yang akhir-akhir ini selalu ingin dekat dengannya, tentang ardi yang senang berlari-lari, tentang shaima yang belum bisa masuk sekolah karena sedang sakit, tentang shoji yang rambutnya dikuncir dan-menurut-pagi-itu-keren-sekali, tentang kak nisa, kak mahes dan kak dania yang suka memeluknya, juga tentang kiki si kelinci yang ternyata tinggal di bulan ❤







 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS