Sena Kinnaur Aksara

Monday, February 29

ini cerita tentang mencari nama. berbeda dengan saat dulu menentukan nama untuk Pagi, kami sudah menyiapkan nama jauh sebelum Pagi lahir, Aksara tidak. kami hanya tau akan memberi nama Aksara, tapi sama sekali belum menyiapkan nama panjangnya. bahkan saat sedang kontraksi dalam proses persalinan aksara, saya masih sempat memegang ponsel dan browsing antar situs untuk mencari inspirasi nama, saya juga sampai nyaris khatam membaca kamus bahasa sansekerta dan masih belum dapat yang sreg juga. maka kali ini kami benar-benar dikejar deadline akikah hahahaha.

tapi akhirnya nama Sena Kinnaur Aksara kami sepakati didetik-detik terakhir menyetor nama untuk akikah. hari ke-enam, dalam perjalanan menuju bumi ambu untuk kontrol pasca persalinan. Sena artinya bercahaya, kami mengambilnya dari bahasa jawa, Kinnaur adalah nama depan salah satu puncak pegunungan himalaya; Kinnaur Kailash. Kinnaur juga bisa berarti desa kecil yang berlokasi didataran tinggi himalaya. Aksara sendiri bermakna sama seperti Pagi, ada dan tidak bisa lepas dalam keseharian setiap manusia. secara keseluruhan nama mereka punya makna yang sama, seperti puncak gunung dan suasana awal hari; tenang dan bercahaya. begitupun doa kami yang juga tetap sama; semoga mereka bisa tumbuh bersama dengan sederhana dan bahagia.

tentang aksara

sejak awal kehamilan, saya dan pak ery berkomitmen untuk selalu melibatkan pagi disetiap kegiatan yang berhubungan dengan calon adiknya nanti. kami mencari dokter kandungan yang praktek di akhir pekan supaya bisa selalu mengajak pagi melihat perkembangan adiknya dalam perut ibu. kami banyak bercerita tentang seperti apa adik bayi nanti, kenapa ibu harus membeli ini dan itu untuk dipakai adik bayi. maka setiap habis berbelanja keperluan bayi, saya selalu meminta pagi yang membuka bungkusnya, memeriksa isi dan memasukkan kedalam keranjang cuci atau menyusunnya dalam tempat yang sudah kami siapkan. sejak awal kehamilan juga saya sudah tau dimana dan siapa yang saya pilih untuk mendampingi proses melahirkan aksara. bumi ambu dan teh okke, sepaket. dan itu spesial buat kami. teh okke adalah bidan yang membantu proses melahirkan pagi tiga tahun lalu. waktu itu teh okke adalah bidan utama di klinik bersalin galenia. saya lupa kapan tepatnya, teh okke resmi membuka praktek sendiri di kawasan gedebage, yang jaraknya tidak dekat dari tempat kami tinggal.

melakukan persalinan di bumi ambu seperti memilih jodoh, langsung klik dan tidak ingin pindah kelain hati. memilih persalinan di bumi ambu juga artinya kami harus punya rujukan rumah sakit terdekat. untuk antisipasi kejadian yang tidak diduga. jadi, selama kehamilan, saya memilih dokter indah yang berpraktek di al-islam. saya mengunjungi bumi ambu satu kali diusia kehamilan sekitar 20 minggu, selebihnya saya hanya melakukan komunikasi via pesan online dengan teh okke. hamil pagi dan aksara tidak jauh berbeda, saya tetap tidak punya pantangan. saya memakan nanas manis, sesekali mengkonsumsi mie instan, melahap duren di trisemester kedua dan sering makan steak di usia akhir kehamilan. saya juga tidak banyak mengkonsumsi obat-obatan, kebetulan dokter indah juga bukan tipikal dokter dengan sederet resep obat, yang penting saya doyan makan dan tidak mual, insyaallah nutrisi terpenuhi, begitu katanya.

prediksi kelahiran aksara jatuh di tanggal 7 maret 2016, tiga minggu sebelumnya, saya melakukan kontrol rutin ke dokter indah dan diprediksi berat bayi baru 2500gram. cukup, namun terlalu kecil jika dibandingkan pagi yang dulu mencapai 3300gram. berat badan memang hanya prediksi, jika ternyata diatas itu, tentu lebih baik. tapi jika kurang? maka sejak itu, pekerjaan rumah saya adalah menggenjot berat badan aksara. keesokan minggunya, sabtu 20 februari 2016 adalah jadwal kami berkunjung ke bumi ambu, selain kontrol tentu saja saya ingin mengisi birth plan, bertanya soal kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi, dan lain sebagainya. hasil kontrol hari itu; aksara sudah ada diposisi terbaik untuk lahir, kepalanya sudah masuk panggul dan beratnya sudah naik menjadi 2700gram. saya ingat sebelum kami pamit pulang, teh okke bilang "dijaga moodnya, dijaga emosinya. ini tinggal nunggu sambil doa ya teh.."

sabtu malam seperti biasa, saya masih sempat mengerjakan pekerjaan kantor dan mengirim email. lalu menyiapkan keperluan melahirkan, mencocokan dengan list dan memasukkan semua kedalam tas. kebetulan ada bapak dan ibu yang mengunjungi kami selepas liburan dari belitung. tapi rencananya minggu sore mereka akan kembali ke lampung. saya juga tidur dijam biasa, dan beberapa kali terbangun karena buang air kecil. saya ingat jam 1 malam saya terbangun dan susah untuk kembali tidur, saya menyalakan ponsel dan mulai browsing, cukup lama sampai tiba-tiba saya merasakan ada cairan mengalir lepas. seperti mengulang pengalaman saat melahirkan pagi dulu, saya 100% yakin itu adalah cairan ketuban, dan sudah 80% yakin akan melahirkan hari ini juga. saya membangunkan pak ery, melakukan komunikasi dengan teh hanny (salah satu bidan di bumi ambu) dan bersiap berangkat. tidak lupa menitipkan pagi pada ibu bapak dan berpesan agar beliau membatalkan kepulangannya. bener deh, allah maha pengatur.

saya dan pak ery sampai di bumi ambu tidak lama setelah adzan subuh berkumandang, saya belum merasakan mules, atau sebenarnya sudah tapi saya lupa apakah seperti itu rasanya. cek pembukaan, bukaan 3 menuju 4. teh hanny bilang cek pembukaan akan dilakukan lagi jam 8 pagi, jika ada kemajuan, maka kami bisa melanjutkan proses persalinan di bumi ambu, tapi jika tidak maka saya harus di rujuk ke al islam. tapi entah kenapa pagi itu saya tenang sekali, sebelum pukul 9, teh okke kembali melakukan cek pembukaan. pembukaan 4 menuju lima, alhamdulillah.. artinya saya tidak perlu dirujuk ke al islam. saat itu sedikit demi sedikit saya mulai merasakan mules teratur. oh iya, tidak lama setelahnya, pagi datang diantar ibu dan bapak. saya memang berencana mengajak pagi ikut dalam proses persalinan, buat saya pagi adalah penyemangat nomor satu. karena menduga prosesnya masih akan berlangsung lama, ibu dan bapak memutuskan untuk pulang dan akan kembali selepas ashar.

sekitar pukul 11 siang saya mulai merasakan mules yang kuat. mules yang paling ditunggu sekaligus yang paling ingin segera dilalui. saya masih cenderung tenang, mungkin ini pengaruh ada pagi juga. jadi setiap dia tanya "ibu sakit?" saya menggeleng, hahaha gengsi dong. dan semakin kuat rasanya semakin saya ingat lagi ternyata rasanya seperti ini hahahahaha telat banget ya. sekitar jam 12 cek pembukaan kembali dilakukan, sambil tersenyum teh okke bilang "bukaan sembilan ya teh.." duh antara bersyukur dan merintih jadi satu. bersyukur karena proses ini akan berakhir sebentar lagi, merintih karena rasanya yang luar biasa. saya tidak diinstruksikan untuk mengejan, semua proses dilewati senormal dan sealami mungkin. proses yang jauh lebih singkat dibanding proses melahirkan pagi dulu. 13.39, alhamdulillah aksara lahir dengan sehat dan selamat dilanjutkan dengan inisiasi menyusui dini dan delay clamping yang dilakukan selama 2 jam.

saya terlalu takjub untuk bisa menceritakan detailnya. buat saya proses melahirkan aksara adalah sebuah proses yang sangat tenang dan indah. mungkin karena itu juga proses recovery pasca melahirkan saya jauh lebih cepat dibanding proses melahirkan sebelumnya. karena sudah punya pengalaman melahirkan, karena suasana dan aura positif para pendamping persalinannya. percaya deh, kalau kita sudah merasa nyaman, maka rasa tenang dan percaya diri akan muncul dengan sendirinya. duh semua ibu hamil harus banget kenal sama teh okke, teh hanny, kak dani dan teh poppy, benar-benar sosok bidandari idaman. mereka semacam diciptakan dengan level kesabaran setinggi angkasa hahahaha. mungkin seperti itulah karakter orang-orang yang sangat mencintai profesinya. tulus banget, banget. persalinan aksara juga membuat saya benar yakin akan pernyataan "ibu hamil bukan orang sakit.."

maka setiap ditanya kenapa bumi ambu? jawaban saya teralu banyak, mungkin kalau disimpulkan akan sama seperti tagline-nya; karena semua tentang rasa.

:)

menjadi kaya

Wednesday, February 17

masih pada inget gak obsesi masa mudanya apa?
saya masih. jadi orang yang berlebih secara materi salah satunya.
dulu, saya berfikir tidak ada satupun orang di dunia ini yang tidak ingin jadi orang kaya. makanya saya menganggap obsesi saya dulu normal saja, namanya juga anak muda visi misinya masih gak bisa jauh dari gengsi. pokoknya bertekad sekolah yang bener, kuliah yang bener, cari kerja yang bener, berkarir dan dapat gaji delapan digit. karena dalam kacamata remaja saat itu, menjadi kaya sama artinya dengan menjadi sukses, dua kata yang identik dengan tujuan hidup banyak orang yaitu; bahagia. 

tapi itu dulu. 
sekarang saya menyadari bahwa cita-cita menjadi kaya itu terlalu lucu. lucu, karena saya bahkan tidak pernah tau, setelah jadi orang kaya, lalu saya mau apa? jawaban awalnya mungkin ingin punya gadget canggih, lalu kendaraan, lalu hunian di lokasi strategis yang lusa harganya naik, lalu menyekolahkan anak-anak ditempat paling bergengsi sebandung raya, lalu berlibur kesana kemari tanpa pusing memikirkan dari mana uangnya. sudah cukup? tentu belum, karena semakin tinggi pendapatan maka lima jawaban tadi akan terus di-upgrade levelnya. beli gadget keluaran terbaru, beli mobil yang lebih mahal, tujuan destinasi liburan-pun sampai ke ujung dunia, terus menambah dan meninggikan daftar keinginan lagi dan lagi. percayalah, tidak pernah ada jawaban akhir untuk satu pertanyaan itu saja.

saya sendiri pada akhirnya jadi ragu, kalau saya jadi orang kaya.. apa iya saya tetap bisa biasa-biasa saja? yakin gak bakal nambah keinginan lagi dan lagi? yakin gak bakal upload foto tangan yang memakai jam mahal dengan latar tas jutaan yang merk-nya sengaja diblur dengan efek tilt shift-nya instagram tapi tetap kelihatan. atau update current situation saat berlibur yang kalau kata daniel radcliffe "isn't about having a good time, it's about SHOWING PEOPLE you're having a good time" jadi mungkin tuhan tidak belum menjadikan saya kaya karena saya masih punya potensi besar untuk menjadi menyebalkan seperti itu. lalu pertanyaannya jadi bertambah.. sebenarnya sekedar ingin kaya? atau butuh pengakuan dari orang lain bahwa kita kaya?

oke balik lagi soal orang kaya. teman saya, bobby pernah tiba-tiba mengirim pesan singkat pada saya demi mengutarakan teorinya "jeng, menurut gue.. orang kaya adalah orang yang gak punya cicilan apapun" saat itu saya cuma tertawa. tapi setelah lama dipikir, eh bener juga.. 

seorang petugas pengantar surat disalah satu unit kantor saya, mungkin jadi salah satu contoh orang kaya seperti yang dimaksud bobby. konon ceritanya, sejak dulu sampai usianya jelang purna bakti sekarang ini, beliau belum pernah kenal dengan yang namanya hutang, apalagi cicilan. tapi tetap bisa punya rumah, tetap bisa menyekolahkan dan mengantar anak-anaknya ke kehidupan yang lebih baik. keren kan? mungkin si bapak pengantar surat tidak memegang gadget keluaran terbaru seperti kita tapi beliau adalah contoh orang kaya yang sebenarnya. kalau ditanya "kok bisa sih?", maka dengan santai beliau menjawab "sabar dan jangan banyak maunya, neng.." oh jleb. jawaban yang cukup untuk membuat saya berfikir dan mulai menggugurkan satu persatu daftar keinginan tidak tau diri saya hahahahaha.

sebenarnya kita semua kaya, asal pandai bersyukur. klise. tapi memang benar kok, kalau tolak ukurnya hanya pendapatan, mungkin orang yang berpenghasilan lima puluhan juta perbulan-pun belum bisa disebut kaya dan sukses, selama bill gates dan warren buffett masih eksis di dunia persilatan. tapi kenyatannya dua kata itu punya definisi yang luas, luas sekali. sepertinya teori masa muda saya menjadi terbalik, bukan kekayaan dan kesuksesan yang membuat kita bersyukur lalu bahagia, tapi karena bersyukur dan bahagia maka dengan sendirinya kita menjadi kaya tanpa harus mendapat pengakuan dari orang lain. karena langit tidak perlu menjelaskan bahwa dirinya tinggi, people know you're good, if you're good :)

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS