jodoh dan komunitas

Sunday, November 13

bisa dibilang organisasi serius pertama yang saya ikuti adalah saat sekolah menengah atas dulu, tahun 2001 alih-alih menjadi siswa baik-baik dengan bergabung di organisasi karya ilmiah remaja atau pasukan bendera saya malah memilih untuk menjadi siswa pecinta alam yang hampir semua anggotanya punya cap khusus sebagai siswa nakal istimewa. saya sendiri dulu tak terhitung berapa kali harus berdiri menghadap tiang bendera sepanjang siang. penyebabnya beragam; mendukung teman berkelahi, mangkir upacara 17 agustus karena memilih mendaki gunung, sampai yang paling remeh dan paling sering; membolos kelas karena malas hahahaha. memang sering berbuat onar sekaligus kritis adalah ciri sebagian besar anggota pecinta alam sekolah saat itu. tapi kalau boleh jujur, organisasi pecinta alam inilah yang punya peran besar membentuk pola berfikir juga karakter saya sampai hari ini.
 
tahun 2004, status sebagai mahasiswa baru membuat runutan acara himpunan mahasiswa seolah wajib untuk saya ikuti. jadi sebenarnya saat itu tidak ada motivasi khusus menjadi anggota himpunan mahasiswa selain kepasrahan. mulai dari orientasi dan pengenalan kampus, sampai malam silaturahmi yang menampilkan senior-senior berbadan besar dan bersuara lantang di puncak acaranya saya ikuti dengan penuh hikmat. penderitaan tentu belum berakhir, menjabat sebagai pengurus himpunan, mengadakan berbagai kegiatan selama satu tahun, lalu menghadapi senior dengan pertanyaan-pertanyaan menyudutkan menggemaskan saat laporan pertanggung jawaban membuat kami semua sadar, dunia tidak selalu indah seperti apa yang kami impikan setiap hari hahahaha. tapi kepasrahan saya dulu berbuah manis kok, sampai saat ini setelah belasan tahun berlalu teman-teman himpunan mahasiswa masih menjadi yang terbaiks! teman-teman yang sangat bully-able dan masih menjadi tempat bercerita juga berdiskusi tentang apa saja.  

lepas dari status mahasiswa di tahun 2007, saya menjadi anggota Rotaract Club Bandung Sentral Kota Kembang. klab yang membuka mata saya, sekaligus membuat saya sadar bahwa kota Bandung adalah surganya komunitas, nyatanya kota ini memang menjadi "hidup" karena berbagai komunitasnya. mau cari komunitas apa saja disini, rasanya semua ada. mulai dari komunitas sehat, seperti yoga, renang, bersepeda dengan spesifikasi khusus seperti fixie, folding sampai downhill, komunitas kreatif seperti merajut, berkreasi dengan clay, origami, hand lettering, komunitas literasi, yang rutin mengadakan kegiatan bedah buku dan film, komunitas yang bergerak di bidang sosial-enterpreneur yang selalu berbaris paling depan dalam urusan kemanusiaan, sampai komunitas yang menggawangi isu-isu lingkungan, semua ada. kita hanya tinggal tentukan minat, lalu silahkan merapat ke barisan.

menjadi anggota rotaract membuat saya sering berinteraksi dengan banyak komunitas di bandung. yang tadinya tidak tau sama sekali, kemudian kenal dengan beberapa anggotanya. jadi memahami dan sedikit tergambar tentang apa yang menjadi tujuan mereka berkomunitas. menurut saya aktif bergabung pada komunitas yang kita minati bisa menjadi hiburan ditengah rutinitas keseharian kita. serius deh, bertemu banyak orang baru dengan latar belakang pendidikan dan pekerjaan yang berbeda itu menyenangkan sekali. gong dari kegemaran saya berkegitan, terjadi delapan tahun lalu saat menjabat sebagai sekretaris dan mewakili presiden klab untuk ikut rapat koordinasi hari bumi di WALHI Jabar yang saat itu sekretariatnya masih berada di Jalan Bengawan. tempat bersejarah yang menjadi lokasi bertemunya saya dengan pak ery, sang koordinator aksi. duh, bahkan saya masih ingat betul tanggal, jam dan detail rapat saat itu.

tentang pak ery, koordinator aksi sekaligus pempimpin rapat yang menyebalkan karena datang terlambat, tentang penampilan yang seadanya, tentang rambut gondrong dan suaranya yang pelan, tentang pertanyaan "ajeng dari mana?" yang dilontarkan oleh pak ery ketika kami bertemu di sela antrian wudhu. hal ini masih sering jadi topik bahasan antara saya dan pak ery. kalau sudah mulai menyebalkan, dia selalu menggoda saya tentang siapa diantara kami yang sebenarnya sangat berharap kami berjodoh. saya yang masih ingat secara detail kejadian bulan april delapan tahun silam, atau pak ery yang begitu lihat tulisan saya pada daftar hadir langsung inisiatif menyimpan nomor ponsel saya. hhh.., padahal tanpa dibahas siapa yang jatuh hati lebih dulu-pun saat ini Pagi dan Aksara sudah benar nyata ada diantara kami berdua kan? hahahahaha.  

memang bisa dibilang jalan hidup saya banyak "disponsori" oleh organisasi dan komunitas yang saya ikuti. saya tidak bisa membayangkan saya yang sekarang jika dulu tidak melalui hari-hari berat dalam diklat pecinta alam, bagaimana saya jika tidak pernah mengalami seharian duduk didepan dengan tudingan pertanyaan menyudutkan dari para alumni saat musyawarah besar himpunan mahasiswa dulu, atau seperti apa saya hari ini jika tidak pernah bertemu dengan koordinator aksi hari bumi yang dulu terlihat sangat menyebalkan itu. jadi  jangan pernah ragu bergabung dengan sebuah komunitas yang baik. karena ada banyak sekali nilai-nilai kehidupan yang bisa kita dapat dan rasakan, yang tidak pernah kita pelajari sebelumnya dalam ruang kelas. pertemanan, pengalaman, life skill dan kalau beruntung seperti saya, mungkin juga jodoh ;)

16 comments:

  1. Cerita nostalgilanya menyenangkaaaaan. Titip salam utk pak ery, jd pengen salaman dgn beliau kalau nanti saya ada waktu ke bandung hehe

    ReplyDelete
  2. Jodoh tuh emang gak kemana ya Jeng hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul bu nov. yang gak mungkin, jadi mungkin kalau Allah berkehendak.

      Delete
  3. Hehehe, jadi kangen Bandung dengan beragam komunitasnya :')

    ReplyDelete
  4. Hiyaaa..
    buajeng panitia hari bumi tahun berapa?

    Aku sama Tatat pernah juga ikutan bantu juga.
    Hahahaha..kami dulu anak Green Student Movement (udah gda kayaknya sekarang mah ya..)
    :)))

    -- MarQ --

    ReplyDelete
    Replies
    1. tahun 2008 deh kalo gak salah..
      waa.. GSM dulu pasti sering berhubungan sama YPBB besutannya teh anil yaaa?

      Delete
  5. Aku juga ketemu jodoh di komunitas alias Unit Kegiatan Mahasiswa :)) Hidup berjodoh di komunitaaasss!

    ReplyDelete
  6. waaahh pecinta alam juga buajeng? Saya SMA juga ikut pecinta alam, iya betul.. anak2 Pecinta Alam kekeluargaannya seumur hidup.. dan jujur dr semua club/komunitas yg pernah saya ikuti, hanya sama Pecinta Alam yg sampe saat ini masih kompak.. karena komunitas itu bikin kita jadi punya sodara di seluruh Indonesia bahkan luar juga.. hayuu kapan2 ekspedisi bareng buajeng ^^ salam kenal saya Dini dr Cirebon

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, sudah lama sekali gak ekspedisi. pak suami sih yang sesekali masih mendaki.
      kalau aku sekarang kemping hore aja sama anak-anak :D

      hayuk teh kapan main ke bandung nanti kita kemping bareng <3

      Delete
  7. jodoh itu ada di sekitaran kita. tapi koc belum ada yang terlihat ya....(pagi-pagi curhat hehehehehe)

    ReplyDelete
  8. aku #timajeng menang GA deh ah, sebagai geng berjodoh di walhi. hahahahahaha..

    ReplyDelete
  9. Jadi ketemu jodoh ya hehe.. Bener teh, life skill dari komunitas berpengaruh ya. Klo ekskul, pramuka sangat bermanfaat buat aku. Pecinta alam pas waktu SMA doang..salam knal teh

    ReplyDelete
  10. haha ternyata jaman SMA nya penuh hukuman juga wakakaka.. keren keren udah berani menghindar dari tiang bendera pas hari senin kikiki

    ReplyDelete

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS