berproses bersama #semipalar

Friday, August 5

minggu lalu, pagi melalui tiga hari trial di rumah belajar semipalar. gimana? kalau pagi sih standar anak seusianya. ada excited-nya pun ada episode berurai air mata karena merasa insecure di tempat baru. bahkan di hari terakhir pagi sempat menyatakan tidak mau kembali ke semipalar, saya sendiri tidak kaget mengingat pagi tipikal anak dengan mood yang fluktuatif sekali persis ibunya tapi setelah melakukan negosiasi damai, toh akhirnya dia melewati hari terakhirnya dengan cukup baik. malah pulang kerumah dengan membawa banyak cerita. setelah proses trial ini selesai, kami tinggal menunggu hasil pengamatan dari kakak pendampingnya.  

tentang trial dari sudut pandang saya;

saya hanya bisa mendampingi pagi selama dua hari masa trial tapi satu yang saya perhatikan, di kelas kelompok bermain, pergantian aktivitas berlangsung cukup cepat. sisi positifnya, anak-anak tidak sempat merasa bosan. tapi buat anak bertipe mesin diesel yang lima belas menit pertamanya dilalui dengan malu-malu seperti pagi, ritme ini mungkin agak membingungkan. semacam; baru juga asik, sudah berganti kegiatan. tapi mungkin ini hanya soal terbiasa atau tidak saja. oh iya, hampir semua kegiatan di semipalar dilakukan tanpa alas kaki. ini salah satu yang jadi filosofi mereka, bahwa bersentuhan langsung dengan alam merupakan suatu bentuk komunikasi batin antara manusia dengan "ibu"nya (mother earth).

selebihnya bermain diluar ruangan, mendongeng, bercerita, melukis dengan cat air, bernyanyi dan makan bersama menurut saya dilakukan dengan seru karena kakak-kakak pendamping yang ekspresif sekali. anak-anak kelompok bermain diajak terlibat dalam sekecil apapun kegiatan yang mereka lakuan seperti menyusun tempat bekal pada rak yang sudah disediakan, menyiapkan perangkat bermain, membereskan sampai menaruhnya lagi ketempat semula. yang sempat saya lihat saat sesi melukis dengan cat air, fungsi kakak pendamping/fasilitator memang sesuai namanya, benar hanya mendampingi dan memfasilitasi setiap kegiatan sementara anak-anak memiliki kebebasan penuh atas bagaimana dan pilihan warna apa yang akan dituangkan kedalam kertas.

soal penampilan para fasilitator di semipalar jadi salah satu concern saya. asik. mereka semua jauh dari kesan pengajar di sekolah kita dulu. berpakaian santai dan apa adanya, rata-rata berkostum kaos dan celana jeans, bahkan kak andy sebagai "kepala sekolah" berapa kali saya dapati mengenakan celana pendek. tak lupa mereka semua kesana kemari tanpa alas kaki. oh iya, sama seperti sekolah pada umumnya, semipalar selalu memulai dan mengakhiri kegiatan dengan berdoa dan karena semipalar adalah sekolah heterogen, maka semua doa dilafalkan dalam bahasa indonesia.

tentang hasil trial pagi;

kemarin, kami bertemu dengan kak nisa dan kak mahesti, kakak pendamping kelompok bermain, kak MJ sebagai koordinator jenjang usia dini dan kak andy untuk membahas hasil trial pagi minggu lalu. buat saya pertemuan ini menjadi kemewahan tersendiri, ditengah banyak sekolah yang sekedar menjual jasa pendidikan, semipalar memilih meluangkan waktu untuk duduk bersama orang tua. dengan intim berbagi cerita tentang karakter dan keseharian anak, tentang seperti apa gambaran sekolah dan pendidikan dalam kacamata saya dan pak ery, juga tentang harapan apa yang ingin kami wujudkan bersama kelak.

hasil trial pagi diceritakan pada selembar kertas yang berisi kotak-kotak grafik dengan jumlah bintang diatasnya. semakin banyak jumlah bintang, maka pada poin tersebutlah potensi anak paling terlihat. hasilnya nyaris sama seperti dugaan saya. motorik halus, keterlibatan berkarya dan respon terhadap lawan bicara pagi memang baik sekali, kami sudah melihatnya sejak usia pagi belum genap dua tahun. pagi tipe anak yang betah duduk diam sambil mengerjakan sesuatu, dia bisa bermain secara mandiri dan mudah memahami instruksi. sebaliknya motorik kasar dan kemampuan untuk mengungkapkan perasaannya masih jadi pekerjaan rumah untuk saya dan pak ery. ketidakmampuan pagi untuk mengungkapkan perasaannya itulah yang kami duga sebagai penyebab utama fluktuasi emosinya. 

tentang pendidikan menurut kami;

sebenarnya kalau ditanya seperti apa gambaran sekolah dan pendidikan menurut saya dan pak ery, jawabannya bisa jadi panjang sekali. seimbang adalah satu "syarat" mutlak dari kami. sejak dulu saya dan pak ery percaya ada yang jauh lebih penting untuk dipelajari setiap individu ketimbang sekedar menghafal barisan huruf dan angka. pemahaman spiritual, mengenali potensi diri sendiri, mendalami nilai-nilai kemanusiaan, dan menyelaraskan kehidupan dengan alam, harus berjalan beriringan dengan keinginan untuk mempelajari ilmu pengetahuan. dan (masih) menurut kami semipalar adalah tempat yang bisa menerjemahkan itu semua kedalam satu proses pendidikan.

kami berkesempatan mengikuti kegiatan bersama para orangtua murid yang disebut taki taki. kegiatan ini secara garis besar memaparkan visi (tujuan) dan orientasi pendidikan. sepengetahuan saya setiap tahunnya semipalar mengangkat tema berbeda yang dijadikan semacam benang merah pembelajaran dan tahun ini kata kuncinya adalah transisi (transition movement). dalam sesi pleno taki taki, kami disuguhi beberapa video singkat yang membahas tentang kehidupan berkelanjutan, tentang pola konsumerisme masyarakat modern juga ketergantungan manusia terhadap industri. tentu saja setelahnya ada sesi diskusi antar orangtua. saling berbagi cerita tentang apa hal nyata yang sudah dilakukan dan komitmen apa yang akan dibuat untuk mewujudkan sustainable living itu tadi.

kegiatan bersama orangtua seperti ini menjadi salah satu dari sekian banyak alasan kenapa saya dan pak ery memilih semipalar. kami memang mencari sekolah yang banyak "merepotkan" dan melibatkan orangtua dalam setiap kegiatannya. karena saya dan pak ery percaya, pendidikan anak sepenuhnya adalah tanggung jawab kami. jadi baik pihak sekolah, anak (pagi), pun kami sebagai orangtua harus belajar dan berproses bersama. mungkin prinsip pendidikan ditangan orangtua ini juga yang membuat waktu belajar di semipalar lebih singkat dari sekolah swasta kebanyakan. saat tren full day school semakin semarak, semipalar malah menjadwal waktu belajar hanya dua sampai lima jam untuk jenjang kelompok bermain sampai sekolah dasar. 

tentang berproses bersama;

setelah mengikuti banyak kegiatan dan melalui hari-hari penuh diskusi panjang, akhirnya pagi resmi terdaftar sebagai salah satu murid kelompok bermain di semipalar. pagi, begitu juga kami akan berproses bersama (di) semipalar. saya dan pak ery sepakat untuk menata kembali prioritas keluarga kecil kami. mulai serius memikirkan pola sustainable living sederhana dalam kehidupan sehari-hari untuk dikenalkan pada pagi. membatasi konsumerisme, dimulai dari mengurangi jumlah makanan ringan berkemasan, dan mungkin dalam waktu dekat akan mengajak pagi berkebun (lagi).


 
salah satu video pendek yang diputar saat sesi taki taki memberi sedikit gambaran tentang apa itu transition movement.

6 comments:

  1. "dimulai dari mengurangi jumlah makanan ringan berkemasan"

    JUWARAAAAAA emang semipalar~

    ReplyDelete
  2. "pola sustainable living dan membatasi konsumerisme" --- eta pisaan!! keren.. semoga makin banyak sekolah2 yang mengajarkan prinsip ini, termasuk sekolah2 negeri sejuta umat. Go Pagi! Semangat sekolahnya yaa :)

    ReplyDelete
  3. Sekolah chika belum full kaya gitu, tapi memang mirip-mirip...
    Nice choice.. semoga Anaknya semakin betah, pastinya bakalan sih..

    ReplyDelete
  4. Keren!!!
    Sangat berharap sekolah seperti ini lebih banyak lagi.

    Selamat, bermain sambil belajar, Pagi.. :)

    ReplyDelete
  5. sekolah nya asli keren mba, ya iya lah Pagi dominan motorik halus, turunan ibuk nya "KREATIP" heehehhe.. semangat teteh Pagi, sing betah ya geulis :)

    ReplyDelete
  6. wah kayaknya keren sekali sekolahnya... mau ih anakku juga.

    ReplyDelete

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS