mengurangi

Monday, July 11

dua pekan ini, beranda laman facebook saya dipenuhi tautan tentang kehidupan minimalis yang menjadi tren masyarakat jepang. tentang Fumio Sasaki yang konon hanya memiliki tiga kemeja, empat pasang celana, empat pasang kaos kaki dan sejumlah kecil barang-barang lain. ekstrim? iya. sangat ekstrim menurut saya. saya sendiri yakin, nyaris tidak mungkin untuk saya bisa menyamai level Fumio Sasaki. lah, mau dikemanakan puluhan buku, kain-kain yang menurut saya masuk kedalam kategori investasi masa depan itu? tapi jujur saja semakin membaca banyak tautan beritanya, saya semakin gelisah dan diam-diam setuju dengan alasan mengapa kita harus mengurangi jumlah kepemilikan barang.

beberapa waktu sebelum gaya hidup minimalis masyarakat jepang ini jadi perbincangan hangat di sosial media, beberapa teman yang masuk kedalam golongan orang-orang yang akan kekurangan oksigen jika tidak membuat kesibukan (red. sebut saja mereka shelly, guli, tehanil dan rinda) sudah berdiskusi ringan soal kepemilikan barang dalam rumah. intinya, kami merasa memiliki banyak barang dan merasa barang-barang tersebut harus "dikeluarkan" dari rumah tanpa mengurangi nilai manfaatnya. sebenarnya bisa saja kami memakai solusi umum; kumpulkan, sumbangkan. tapi apa iya dengan begitu barang-barang tadi akan kembali pada fungsinya? atau malah hanya memindahkan tumpukan dari rumah kita, ke rumah orang lain? isu tersebut yang akhirnya membuat salah satu dari kami mencetus ide, membuat satu gerakan untuk mengurangi jumlah barang di rumah dengan konsep menawarkan atau saling bertukar barang yang di butuhkan.

malam ini tadi, saya mulai gerakan mengurangi dengan membongkar keranjang mainan pagi. dengan dibantu pagi, kami memisahkan mainan. menjelaskan dengan kalimat sederhana alasan kenapa harus mengurangi jumlah mainan yang dia punya, kenapa dia harus memilih, dan kenapa mainan yang tidak dipilih perlu dikeluarkan dari keranjang mainannya. diusia pagi yang sekarang, saya yakin betul, masih sangat jauh untuk dia mengerti tentang kebutuhan dan keinginan secara harfiah. terbukti dengan beberapa kali dia menengok ke arah mainan yang tadi tidak dipilihnya sambil berkata "ibu, ini aku (masih) mau.." saya mengangguk, mempersilakan pagi mengambilnya kembali. meskipun tidak signifikan mengurangi, setidaknya malam dia sudah belajar dua hal, berbagi dan merelakan.

sekarang pekerjaan rumah terberat justru bersumber dari saya. menahan diri dari perasaan butuh yang ternyata semu *tsah*. memang mengurangi bukan berarti tidak boleh membeli dan mempunyai keinginan itu manusiawi sekali kok. kalau memang perlu dan ada manfaatnya kenapa tidak? itu yang sering diutarakan pak ery ketika saya mengajukan "proposal" pembelian barang baru, tapi syaratnya tidak boleh membeli barang dengan terburu-buru dan harus disertai 8 sampai 10 alasan kenapa harus membeli barang tersebut. jika masuk akal, proposal disetujui. biasanya pengajuan ini berlaku untuk pembelian barang yang over budget atau tidak ada dalam rencana pengeluaran bulanan rumah tangga kami. kenyataannya saya sering tidak bisa menyebutkan bahkan sekedar 5 alasan saja dan akhirnya berujung pada tabungan yang terselamatkan hahahahahaha. ngomong-ngomong tips ampuh mempertahankan saldo tabungan dari pengeluaran impulsif ini boleh di coba loh. that works for me :)



2 comments:

  1. Kebetulan lagi pengen sesuatu dan alasannya ternyata ga bisa lebih dari 3, makasih buat tips untuk menyelamatkan tabungannya. That works for me too ! :)

    ReplyDelete
  2. Selamat Siang,

    Saya sedang blogwalking dan menemukan blog anda. Sounds good. Saya tertarik dengan gaya hidup minimalis itu. Makasih buat tautan link nya.
    Saya Soraya dari http://serumah.com.
    Saat ini trend berbagi ruangan/roomsharing sangat gencar. Kami berinisiatif untuk membuat situs pencari teman sekamar agar orang-orang yang ingin menyewa rumah dapat berbagi tempat tinggal dan mengurangi biaya pengeluaran untuk tempat tinggal. Berawal dari ide tersebut, website serumah.com diluncurkan sejak awal tahun 2016.

    Saat ini saya membutuhkan bantuan anda untuk memberikan review mengenai serumah.com di situs blog anda. Kami sangat menghargai jika Anda bersedia untuk memberikan review terhadap website kami dan menerbitkan di blog anda.

    Mohon hubungi saya jika ada pertanyaan lebih lanjut. Saya ucapkan terima kasih atas waktu dan kesempatannya.

    Soraya F.
    Cataga Ltd.
    soraya.serumah@gmail.com
    http://serumah.com/

    ReplyDelete

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS