mencatat ide

10:14:00 pm

pasti pernah dong, mengalami satu masa dimana tiba-tiba kita jadi semangat banget melakukan banyak hal. tiba-tiba kepikiran banyak sekali ide (yang kita anggap) cemerlang, ide-ide yang bermunculan dalam waktu yang nyaris bersamaan, dengan jumlah yang sering tak hingga. tentu saja sepaket dengan perasaan menggebu-gebu juga keyakinan semesta akan mendukung dan dunia berpihak pada kita. tsah, cakep.

yang bikin gak cakep adalah, (selalu) ketika si ide itu terlalu deras mengalir kita mulai halu. tidak bisa membedakan mana yang sebenarnya paling masuk akal untuk segera di realisasikan dan yang sebenarnya bisa ditunda bahkan sampai satu dua tahun kedepan. tidak bisa mengurutkan prioritas, semua utama, semua ingin segera. lalu berujung dengan tragis, gagal fokus. si ide melebar ambyar gak karuan. sounds familiar? iya. dulu saya juga sering jadi "korban" dari ide yang terlalu banyak itu. kalimat too much idea will kill you buat saya nyata adanya. si ide yang terlalu banyak seringnya malah bikin capek mikir, apalagi status sebagai pekerja kantoran membuat saya sering mencari pembenaran untuk akhirnya tidak merealisasikan ide-ide tersebut. kalau orang bilang "zona nyaman" bikin otak kanan banyak nganggur, mau tidak mau saya setuju.

minggu-minggu ini adalah masa dimana saya kebanjiran ide. tiba-tiba saya rindu menjahit, tiba-tiba saya merasa #HaloPagi harus mulai produksi ini ini ini dan ini lagi. saya mencuri waktu untuk merealisasikan ide-ide itu disela keriaan mendampingi satu balita dan bayi mungil berusia dua bulan yang tentu saja sudah menguras 75% energi saya setiap hari. dan saya sadar sepenuhnya, bahwa dengan keadaan saya yang sekarang ide-ide ini tidak bisa dibiarkan menghuni kepala saja. bisa-bisa tertumpuk dengan urusan biaya sekolah pagi dan rencana masak apa seminggu kedepan :p
maka saya memilih melakukan manajemen ide dengan cara "tradisional". karena secanggih apapun teknologi, saya tetap jatuh hati dengan kertas dan pena. sampai sekarang saya masih setia dengan jurnal catatan gado-gado yang seringnya saya gunakan untuk mencatat hasil rapat, padahal didalamnya kertas berisi tulisan dan gambar yang sama sekali tidak relevan dengan pekerjaan kantor hahahaha *salim pak direktur*. karena memang menurut saya menyimpan catatan di media digital itu kurang greget (lah trus kenapa ngeblog? hahahaha) maksudnya untuk kasus-kasus mencatat pikiran dadakan, lebih seru dituangkan diatas kertas, bisa kelihatan spontanitas dan jejaknya, karena di kertas tidak ada tombol delete dan backspace.

selain itu mencatat ide juga bisa membuat kita lebih selo dan waras, karena ketika dibaca ulang, kita akan otomatis merunut ulang mana yang memungkinkan atau masuk akal dan mana yang sebaiknya ditunda atau bahkan dicoret dari daftar. pengalaman saya sih, kalau membaca ulang catatan ide, rencana dan target jadinya malah banyak yang dicoret karena disesuaikan dengan keadaan saat ini. seringnya jadi makin mengerucut dan makin fokus. malah jauh lebih baik kan? jadi, sudahkah anda mencatat ide yang muncul tiba-tiba hari ini?



You Might Also Like

0 comments