sekolah bagus (dan mahal)

10:00:00 pm

berawal saat beberapa waktu lalu saya membagikan salah satu posting blog tentang biaya masuk beberapa SD swasta favorit di bandung, yang menuai banyak respon, maka malam ini saya mau meracau tentang dunia pendidikan. eh tapi sebelum mulai nulisnya saya mau bilang terimakasih dulu sama pemilik blog yang link-nya sudah saya bagikan di laman facebook, hatur nuhun informasinya ya mbak ines ;)

sebenarnya sejak pendidikan anak menjadi hot topic dikalangan ibu-ibu muda di kantor, pertanyaan "sekolah dimana?" nyaris selalu terlontar disetiap obrolan makan siang disertai pertanyaan lain yang berkaitan, seperti "ada jemputan gak?", "bayarannya gimana?" dan lain sebagainya. sebenarnya pagi memang belum akan masuk sekolah dasar, mungkin masih 3 atau 4 tahun lagi. pagi bukan juga yang pasti saya daftarkan untuk duduk disalah satu sekolah dalam daftar tersebut. saya baru melihat nama-nama sekolah beserta tabel biayanya saja kok, meski itu sudah cukup untuk membuat pegawai negeri seperti saya senyum-senyum pasrah sambil membatin "apa kabar angka-angka ini tiga tahun lagi?" hahahahaha

saya dan pak ery sepakat, sejauh ini belum  punya niatan mendaftarkan pagi disekolah terbaik dan termahal menurut daftar di blognya mbak ines. alasan pertama jujur saja karena biaya yang tidak sesuai dengan anggaran belanja rumah tangga kami, alasan kedua sebenarnya saya lebih berharap bisa menemukan sekolah yang sesuai dengan karakter pagi. bukan semata-mata terpaku dari review kualitas dan biaya pendidikannya. terlebih saya sendiri sampai sekarang belum yakin, apa iya mahal dan mutu akan selalu berjalan beriringan? seperti apa output yang "pantas" saya harapkan jika anak-anak saya bersekolah disana kelak?

kalau ibu saya bilang, jadi orangtua jaman sekarang lebih "repot", lebih banyak pertimbangan ini dan itu. berbeda dengan jaman ibu membesarkan saya dan kakak-kakak dulu. kami bebas main tanpa rasa cemas berlebihan yang menghantui ibu. apalagi tinggal di kota kecil seperti bandar lampung di tahun 90an, urusan sekolah? serahkan pada sekolah negeri. soal kurikulum dan nilai, tinggal ikut aturan dan standar pemerintah. beres. tidak ada ketakutan berlebihan seperti banyak orangtua jaman sekarang. baru akan masuk TK saja galaunya sudah level dewa hahahaha.. benar juga. tapi memang tidak fair jika membandingkan kehidupan sekarang dengan dulu. saat ini suka ataupun tidak yang namanya teknologi, pemikiran, pun kecemasan berkembang beriringan.

balik lagi ke soal sekolah, intinya saya tidak ingin ego saya dan pak ery sebagai orangtua jadi alasan untuk mendaftarkan pagi (dan adik-adiknya nanti) ke sekolah yang (katanya) terbaik dari berbagai segi itu. kami tidak ingin membuatnya terlihat lebih agamis, lalu jadi alasan untuk mendaftarkannya ke sekolah berbasis islam. kami tidak ingin menuntutnya bernilai akademis tinggi, sehingga jadi alasan untuk mendaftarkan mereka mengikuti les ini dan itu. kami ingin memberikan pilihan senetral dan sebanyak mungkin.. kemudian membiarkan mereka menentukan sendiri apa-apa yang menurut mereka baik dan menyenangkan. kami ingin anak-anak bisa menjadi dirinya sendiri, menjadi individu bahagia dan berbeda dari kami orangtuanya.


You Might Also Like

2 comments

  1. Haduuhhh...jaman gue ngurus anak kelak gimanaaaaa? *kemudian setres*

    ReplyDelete
  2. jangan sekarang stressnya rin.. simpen buat nanti kalo udah waktunya hahahaha..

    ReplyDelete