tentang aksara

12:38:00 pm

sejak awal kehamilan, saya dan pak ery berkomitmen untuk selalu melibatkan pagi disetiap kegiatan yang berhubungan dengan calon adiknya nanti. kami mencari dokter kandungan yang praktek di akhir pekan supaya bisa selalu mengajak pagi melihat perkembangan adiknya dalam perut ibu. kami banyak bercerita tentang seperti apa adik bayi nanti, kenapa ibu harus membeli ini dan itu untuk dipakai adik bayi. maka setiap habis berbelanja keperluan bayi, saya selalu meminta pagi yang membuka bungkusnya, memeriksa isi dan memasukkan kedalam keranjang cuci atau menyusunnya dalam tempat yang sudah kami siapkan. sejak awal kehamilan juga saya sudah tau dimana dan siapa yang saya pilih untuk mendampingi proses melahirkan aksara. bumi ambu dan teh okke, sepaket. dan itu spesial buat kami. teh okke adalah bidan yang membantu proses melahirkan pagi tiga tahun lalu. waktu itu teh okke adalah bidan utama di klinik bersalin galenia. saya lupa kapan tepatnya, teh okke resmi membuka praktek sendiri di kawasan gedebage, yang jaraknya tidak dekat dari tempat kami tinggal.

melakukan persalinan di bumi ambu seperti memilih jodoh, langsung klik dan tidak ingin pindah kelain hati. memilih persalinan di bumi ambu juga artinya kami harus punya rujukan rumah sakit terdekat. untuk antisipasi kejadian yang tidak diduga. jadi, selama kehamilan, saya memilih dokter indah yang berpraktek di al-islam. saya mengunjungi bumi ambu satu kali diusia kehamilan sekitar 20 minggu, selebihnya saya hanya melakukan komunikasi via pesan online dengan teh okke. hamil pagi dan aksara tidak jauh berbeda, saya tetap tidak punya pantangan. saya memakan nanas manis, sesekali mengkonsumsi mie instan, melahap duren di trisemester kedua dan sering makan steak di usia akhir kehamilan. saya juga tidak banyak mengkonsumsi obat-obatan, kebetulan dokter indah juga bukan tipikal dokter dengan sederet resep obat, yang penting saya doyan makan dan tidak mual, insyaallah nutrisi terpenuhi, begitu katanya.

prediksi kelahiran aksara jatuh di tanggal 7 maret 2016, tiga minggu sebelumnya, saya melakukan kontrol rutin ke dokter indah dan diprediksi berat bayi baru 2500gram. cukup, namun terlalu kecil jika dibandingkan pagi yang dulu mencapai 3300gram. berat badan memang hanya prediksi, jika ternyata diatas itu, tentu lebih baik. tapi jika kurang? maka sejak itu, pekerjaan rumah saya adalah menggenjot berat badan aksara. keesokan minggunya, sabtu 20 februari 2016 adalah jadwal kami berkunjung ke bumi ambu, selain kontrol tentu saja saya ingin mengisi birth plan, bertanya soal kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi, dan lain sebagainya. hasil kontrol hari itu; aksara sudah ada diposisi terbaik untuk lahir, kepalanya sudah masuk panggul dan beratnya sudah naik menjadi 2700gram. saya ingat sebelum kami pamit pulang, teh okke bilang "dijaga moodnya, dijaga emosinya. ini tinggal nunggu sambil doa ya teh.."

sabtu malam seperti biasa, saya masih sempat mengerjakan pekerjaan kantor dan mengirim email. lalu menyiapkan keperluan melahirkan, mencocokan dengan list dan memasukkan semua kedalam tas. kebetulan ada bapak dan ibu yang mengunjungi kami selepas liburan dari belitung. tapi rencananya minggu sore mereka akan kembali ke lampung. saya juga tidur dijam biasa, dan beberapa kali terbangun karena buang air kecil. saya ingat jam 1 malam saya terbangun dan susah untuk kembali tidur, saya menyalakan ponsel dan mulai browsing, cukup lama sampai tiba-tiba saya merasakan ada cairan mengalir lepas. seperti mengulang pengalaman saat melahirkan pagi dulu, saya 100% yakin itu adalah cairan ketuban, dan sudah 80% yakin akan melahirkan hari ini juga. saya membangunkan pak ery, melakukan komunikasi dengan teh hanny (salah satu bidan di bumi ambu) dan bersiap berangkat. tidak lupa menitipkan pagi pada ibu bapak dan berpesan agar beliau membatalkan kepulangannya. bener deh, allah maha pengatur.

saya dan pak ery sampai di bumi ambu tidak lama setelah adzan subuh berkumandang, saya belum merasakan mules, atau sebenarnya sudah tapi saya lupa apakah seperti itu rasanya. cek pembukaan, bukaan 3 menuju 4. teh hanny bilang cek pembukaan akan dilakukan lagi jam 8 pagi, jika ada kemajuan, maka kami bisa melanjutkan proses persalinan di bumi ambu, tapi jika tidak maka saya harus di rujuk ke al islam. tapi entah kenapa pagi itu saya tenang sekali, sebelum pukul 9, teh okke kembali melakukan cek pembukaan. pembukaan 4 menuju lima, alhamdulillah.. artinya saya tidak perlu dirujuk ke al islam. saat itu sedikit demi sedikit saya mulai merasakan mules teratur. oh iya, tidak lama setelahnya, pagi datang diantar ibu dan bapak. saya memang berencana mengajak pagi ikut dalam proses persalinan, buat saya pagi adalah penyemangat nomor satu. karena menduga prosesnya masih akan berlangsung lama, ibu dan bapak memutuskan untuk pulang dan akan kembali selepas ashar.

sekitar pukul 11 siang saya mulai merasakan mules yang kuat. mules yang paling ditunggu sekaligus yang paling ingin segera dilalui. saya masih cenderung tenang, mungkin ini pengaruh ada pagi juga. jadi setiap dia tanya "ibu sakit?" saya menggeleng, hahaha gengsi dong. dan semakin kuat rasanya semakin saya ingat lagi ternyata rasanya seperti ini hahahahaha telat banget ya. sekitar jam 12 cek pembukaan kembali dilakukan, sambil tersenyum teh okke bilang "bukaan sembilan ya teh.." duh antara bersyukur dan merintih jadi satu. bersyukur karena proses ini akan berakhir sebentar lagi, merintih karena rasanya yang luar biasa. saya tidak diinstruksikan untuk mengejan, semua proses dilewati senormal dan sealami mungkin. proses yang jauh lebih singkat dibanding proses melahirkan pagi dulu. 13.39, alhamdulillah aksara lahir dengan sehat dan selamat dilanjutkan dengan inisiasi menyusui dini dan delay clamping yang dilakukan selama 2 jam.

saya terlalu takjub untuk bisa menceritakan detailnya. buat saya proses melahirkan aksara adalah sebuah proses yang sangat tenang dan indah. mungkin karena itu juga proses recovery pasca melahirkan saya jauh lebih cepat dibanding proses melahirkan sebelumnya. karena sudah punya pengalaman melahirkan, karena suasana dan aura positif para pendamping persalinannya. percaya deh, kalau kita sudah merasa nyaman, maka rasa tenang dan percaya diri akan muncul dengan sendirinya. duh semua ibu hamil harus banget kenal sama teh okke, teh hanny, kak dani dan teh poppy, benar-benar sosok bidandari idaman. mereka semacam diciptakan dengan level kesabaran setinggi angkasa hahahaha. mungkin seperti itulah karakter orang-orang yang sangat mencintai profesinya. tulus banget, banget. persalinan aksara juga membuat saya benar yakin akan pernyataan "ibu hamil bukan orang sakit.."

maka setiap ditanya kenapa bumi ambu? jawaban saya teralu banyak, mungkin kalau disimpulkan akan sama seperti tagline-nya; karena semua tentang rasa.


You Might Also Like

0 comments