balada ibu hamil

Saturday, December 12

semua yang kenal saya sejak awal kuliah dulu sampai sekarang sudah 10 tahun lebih, rata-rata tidak pernah pangling dengan penampilan saya. secara fisik, gaya dan wajah ya memang gini-gini aja sih hahahaha. kalaupun ada beberapa yang berubah, paling sekedar tidak pernah lagi memakai jeans sobek dan gelang yang menumpuk ditangan. selebihnya bisa dibilang sama, saya masih setia dengan all star, cenderung tidak fesyenebel dan tidak pernah tertarik dengan make-up. nah tapi tidak tertarik dengan make-up bukan berarti saya cuek dan gak peduli dengan perawatan kulit loh ya. terutama kulit wajah, buat saya tetap wajib.. lah kalau sudah gak ber-make-up ditambah wajah kusam yang biasanya sepaket sama jerawat kan gak bagus juga dong.

sejak punya penghasilan sendiri saya memang sudah rutin perawatan kulit wajah, meskipun tidak pernah cocok dengan satupun produk yang beredar dipasaran. kulit saya yang cenderung berminyak dan aktifitas berkendara roda dua membuat jerawat rajin banget mampir ke wajah. setelah tanya sana-sini, mulai deh coba-coba ke dokter kulit, tapi hanya bertahan kurang dari satu tahun, itupun dalam rangka mau jadi pengantin makanya dibetah-betahin. saya sebenarnya benci banget facial. buat saya slogan beauty is pain masih belum bisa diterima dengan logika hahahaha. akhirnya berhenti bertepatan dengan momen hamil pertama. yaudahlah ya.. udah dasarnya gampang banget jerawatan, ditambah hormon hamil dan tanpa treatment apapun, bye bye hamil cantik.

setelah melahirkan dan melewati masa asi ekslusif, saya bertekad menerapkan kembali perawatan kulit. kekhawatiran akan masalah jerawat seperti ini nih yang bikin saya yakin kalau saya benar perempuan normal hahahaha. oke, jadi waktu itu pilihannya jatuh ke klinik estetika asuhan dokter suud. konon katanya perawatan dilakukan tanpa facial dan gak perlu bolak balik konsultasi sama dokternya. mahal? iya hahahaha. pertama kali bayar harus rela membuat tabungan akhir tahun cuma mampir sebentar ke rekening. trus cocok? banget! jadi mahalnya terobati sekali dengan hasilnya. duh.. rasanya saat itu jadi masa-masa paling percaya diri datang ke kantor atau resepsi pernikahan hanya bermodal bedak dan lipstik tipis karena kulit wajah kinclong jauh dari problem jerawat.

februari 2015, kehamilan kedua mulai direncanakan. sejak hamil pagi, saya sudah sadar soal efek negatif produk kimia yang masuk/terserap kedalam tubuh ibu. jadi sejak saat merencanakan kehamilan kedua sayapun memlilih jalan yang sama, berhenti (lagi) melakukan perawatan wajah. satu dua bulan pertama sih belum terlalu berpengaruh, kalaupun ada jerawat paling dimasa-masa pms saja. nah seiring dengan kabar bahagia di bulan juni, hormon pendukung jerawat mulai menunjukkan eksistensinya. si jerawat datang dan pergi silih berganti, apalagi perut belum buncit kan ya, jadi tiap ketemu orang-orang pertanyaan paling populernya adalah "loh kok jadi jerawatan?"

sempat gundah gulana selama berbulan-bulan sih, rasanya rindu dokter suud. tapi sadar betul kok "keras"-nya krim malam untuk ibu hamil, bahkan dokternya sendiri sangat tidak merekomendasikan. jadi aku harus gimana? hayati lelah bang.. *ea* browsing sana sini, nyobain lagi produk yang beredar di pasaran yang terkenal karena ke-halal-annya, dengan harapan cocok. tapi ternyata hasilnya nihil. sempat berniat dan berencana menggunakan krim perawatan yang beredar di istagram, yang diklaim aman untuk ibu hamil dan menyusui, tapi ternyata saya tidak cukup nyali hahahaha.

sampai pada suatu hari setelah blog walking kemana-mana, saya nyangkut di hashtag #TBSBlogger dan langsung baca segala macem review produknya sampai khatam. the body shop! kenapa sih gak kepikiran dari dulu? sejujurnya kepikiran sih, lagi pula saya sudah setia dengan body mist dan lotionnya sejak awal menikah. tapi untuk produk yang lain, keburu minder duluan liat harganya, gak ada yang murah kak. hahahahahahaha. sebenarnya kalau di compare sama perawatan dokter mungkin sebelas dua belas sih. hanya saja karena TBS ini organik, jadi efeknya pasti gak bakal secepat dan sedahsyat produk kimia. tapi buat keadaan darurat seperti saya sekarang sih, yang penting aman titik.

jadi setelah melewati masa browsing setiap hari untuk meyakinkan apa yang harus dibeli dan bisa ditunda, maklum buat saya kalau beli sekaligus bisa bikin syok, jadi mesti pintar memilih mana yang prioritas. akhirnya saya memutuskan untuk beralih ke rangkaian tea trea-nya TBS. sebelum mulai dipakai, mesti belajar mengikhlaskan diri dulu, kalau-kalau sudah merelakan terkurasnya tabungan akhir tahun (lagi) trus tetep gak cocok hahahaha. tapi meskipun mungkin efeknya kurang signifikan, setidaknya tidak "meracuni" kan? cie.. iya deh belajar pasrah bijak. nah ketika saya menulis ini, artinya sudah memasuki minggu kedua pemakaian tea trea series-nya TBS. alhamdulillah cocok *menangis haru* meskipun gak langsung cling kayak treatment-nya dokter suud, tapi minimal masih bisa ngerasain hamil minim jerawat deh. 



secuil drama akhir tahun

Thursday, December 10

oh, hai blog!
bisa-bisanya saya gak posting dibulan istimewa kemarin, rasanya memang tidak butuh alasan apapun selain mm.. malas, hahahaha. terlebih ini akhir tahun, memangnya kenapa? ya masa-masanya kantor penuh drama kakak. ih luar biasa banget. sampai senin kemarin setelah tercatat sebagai hamil paling kebo, anti karat dan tahan disegala cuaca karena nyaris tidak pernah mengeluhkan apapun, akhirnya ibu hamil ini mengukir tragedi dikantor dengan menangis. iyaaa.. didepan bos juga loh kak, kurang drama apalagi coba? rasanya pengen bilang "hayati lelah bang.." hahahaha. besoknya bisa ditebak dong, dipanggil ke ruangan pak bos dan ditanya dengan ekspresi khawatir. dan saya harus bolak-balik meyakinkan bahwa "pak, saya gak kenapa-napa pak. bener deh."

memang bukan sekali dua kali sih urusan dan pekerjaan kantor berujung air mata, apalagi semenjak dapat amanat lebih, beban lainnya seolah mengikuti. load kerja semakin tinggi, tanggung jawab semakin banyak, penghasilan semakin besar sementara energi, tenaga dan emosi terbatas segitu-gitu saja kan. tapi biasanya saksi matanya cuma pak ery. kalau sudah sampai di puncak lelah, sampai rumah, nunggu si anak kecil tidur, trus nyungsep disebelah pak ery yang lagi nonton tv langsung deh sesegukan. saya sih sebenarnya cuma butuh meluapkan saja kok, gak perlu ditanggepin, nanti juga reda sendiri. kalau udah reda ya balik jadi waras lagi hahaha.

yagitu deh pokoknya :p




 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS