we're going to panaruban. yeay!

Monday, May 25

gaya banget ya judulnya. padahal seperti biasa, kami berangkat tanpa rencana alias serba mendadak hahahahaha. ciri khas keluarga pak ery banget deh, akhir pekan bangun pagi, mandi, lalu siap-siap meski belum tau mau kemana. setengah jam sebelum berangkat baru deh muncul ide tempat tujuan. dan kali ini pak ery mengajak kami piknik ke panaruban, subang. maka kami berangkat pukul 7.30 dengan bekal seadanya. seriously karena tanpa persiapan saya hanya membawa bekal susu, nasi dengan tahu dan ayam goreng dalam wadah kecil untuk pagi sarapan. sementara untuk saya dan pak ery kami mengganjal lapar dengan dua tangkup roti selai coklat. tapi kami membawa nasi putih dalam satu wadah tupperware besar. karena kami berencana membeli lauk untuk pendamping makan siang di warung makan mana saja yang kami temui dipinggir jalan. halo keluarga hemat bahagia hahahahaha

kami menempuh perjalanan selama kurang lebih dua jam, alhamdulillah meskipun tidak tidur sepanjang perjalanan pagi kooperatif sekali, tidak rewel dan terus bernyanyi. kami sampai didepan jalan tempat tujuan ketika menyadari bahwa jalan yang akan kami lalui adalah offroad berbatu. meski saya sudah beberapa kali ikut "menyiksa" kendaraan keluarga ini dengan melalui jenis jalan yang sama, tapi kali ini saya ciut nyali. pasalnya kami hanya pergi sendiri. terlebih tempo hari saya pernah melihat sebuah landrover terperosok kedalam semak berlubang besar saat perjalanan menuju tebing citatah, padalarang. nah, saya membayangkan jika kejadian itu menimpa kami. siapa yang akan membantu kami ditempat yang sedemikian jauh dari kota bandung ini? pak ery sempat beberapa kali turun dari bangku kemudi untuk memastikan jalan yang kami lalui aman dan bisa dilalui. meski diakhir perjalanan saya memilih turun dan berjalan kaki bersama pagi, membiarkan pak ery mengemudikan taftnya sendiri. iya, aku nyalinya tipis kak hahahahaha.

setelah sampai dijalan terakhir yang bisa dilalui mobil, kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki melewati jalan setapak kurang lebih 20 menit. sebenarnya bisa lebih cepat kalau saja si anak kecil sejak awal mau digendong. sayangnya hal ini tidak berlaku buat pagi, pokoknya mau jalan sendiri, berikut setiap berapa meter berhenti karena melihat belalang, atau capung, juga bunga semak yang harus banget ditiup dulu sebelum ditinggalkan hahahahaha. disepertiga perjalanan, akhirnya kami menyerah, kami gemas karena hari sudah semakin panas sementara kemajuan jarak yang kami tempuh tidak signifikan. akhirnya si anak kecil diangkut paksa supaya cepat. oh iya, saya dibuat kagum ketika sampai dilokasi curug mandala. sungainya bersih sekali. lokasinya rimbun dan tertata rapi seperti taman buatan. padahal  kata pak ery, ini asli bentukan alam. retribusi nya7500 rupiah saja, dan mungkin karena tempat ini tidak cukup terkenal, selama dua jam disana kemarin, tidak ada lagi pengunjung selain kami.

oh iya, menurut informasi dari penjaga tempat wisata curug mandala, ada jalan yang lebih bagus dan manusiawi ketimbang jalan yang tadi kami lalui. jarak tempuh kendaraannya memang jadi lebih jauh namun jika melewati jalan utama itu, kami tidak perlu berjalan kaki melewati semak dan tanah berbatu karena bisa langsung parkir didepan gerbang tempat wisata. mendengar penjelasan itu, saya dan pak ery hanya saling menatap kikuk, sambil melirik ke arah jalan tanah didepan gerbang masuk yang memang terlihat mulus sekali. ini yang namanya terlanjur adventure hahahaha.. tapi artinya ini jadi informasi untuk teman-teman yang ingin berkunjung ke curug mandala dengan city car. sepertinya asal lewat jalan utama bisa kok :)

less toys more play #pagimain

Thursday, May 21

beberapa hari lalu saya membaca sebuah kalimat yang ada didalam sejenak hening karya adjie silarius. buku yang lebih pantas dikategorikan sebagai buku psikologi. kalimatnya begini;
"kebanyakan kita saat ini sangat pintar dalam mempersiapkan hidup, namun tidak pintar menjalaninya" - adjie silarius
nyes. iya, saya harus mengakui kalau kemarin-kemarin saya ada dalam kalimat tersebut. saya adalah "kita" yang dimaksud oleh adjie silarius. saya sering terlalu fokus dengan masa depan. saya punya cita-cita yang tinggi, saya punya banyak mimpi untuk saya, mas ery dan tentu saja pagi. saya ingin semuanya dipersiapkan dengan baik dan minim kesalahan. tapi saya lupa, sementara saya sibuk menjalani persiapan masa depan, pagi juga sedang sibuk menjalani masa selalu-ingin-tau-nya, masa yang idealnya didampingi oleh saya. masa yang hanya terjadi saat ini, masa yang seharusnya jadi fokus dan tujuan utama. saya langsung merasa, duh.. kenapa baru tersadar sekarang? jadi selama ini saya kemana saja?

sebenarnya sejak awal saya sudah menyadari satu hal; bahwa saat ini dunia pagi adalah bermain dan (seharusnya) saya berperan sebagai pendamping sekaligus fasilitator. tapi kalau kemarin-kemarin saya menyerahkan tugas saya dengan mengajak pagi bermain bersama alam. hampir setiap akhir pekan kami mengajak pagi bermain ke kebun, hutan atau taman kota. jika bukan akhir pekan, maka saya menutup malam dengan sesi membaca buku. kemudian dengan serta merta saya merasa tugas saya "mengajak bermain" sudah cukup sampai disitu. padahal yang pagi perlukan lebih dari itu. memang untuk sampai ke titik yang sekarang saya harus melewati proses malas yang cukup panjang. tapi setelah puluhan kali melihat ibu-ibu kece nan kreatif di instagram dan dicekoki puluhan tutorial toddler art and craft di pinterest, saya luluh juga. akhirnya saya bertekad, meluangkan waktu mengajak pagi bermain dan membuat mainannya sendiri, setiap hari.

untungnya saya tidak kesulitan mencari bahan baku, ada balubur town square, surga art and craft yang letaknya berseberangan dengan kantor. tapi biasanya, saya hanya membeli bahan-bahan tambahan yang tidak bisa saya buat sendiri seperti pipe cleaner atau mata boneka. kalau bahan dasarnya justru saya kumpulkan dari berbagai bahan bekas yang sudah tidak terpakai dari kantor seperti kertas bekas, kardus bahkan yang terakhir kemarin, saya sampai khusus menitip pesan pada petugas toilet kantor untuk jangan membuang paper roll karena akan saya bawa pulang hahahaha. dan sejak itu, setiap tiga hari sekali saya selalu berhasil membawa pulang empat sampai enam paper roll. hore! saya juga sering membawa daun kering dengan warna unik yang saya temukan dijalan, atau ranting, atau bunga pinus. pokoknya apa saja, meski saat membawanya, saya belum tau akan dijadikan apa.

mengajak pagi bermain sungguh bukan perkara mudah, selain harus pintar mencari source, menyesuaikan ide dan bahan yang ada dirumah juga butuh kebesaran hati. karena seringnya kita sudah semangat 45 bikin ini itu, pas jadi anaknya malah tidak tertarik. dan akupun sukses patah hati hahahahahahaha. tapi sejauh ini patah hatinya gak lama kok, lebih banyak bahagianya. karena selalu ada saat-saat yang membuat hati luluh ketika mendengar ucapan terimakasih, merasakan cium kecil dipipi dan melihat sepasang mata berbinar memancar gembira. rasanya semua terbayar lunas. sebenarnya mungkin saya bisa punya solusi lain yang lebih mudah, membelikan pagi banyak mainan misalnya. toh tujuannya sama-sama untuk stimulasi dan edukasi. saya tentu tidak perlu repot, bisa tinggal duduk manis menemani dan mengarahkan cara bermainnya. tapi menurut saya, mengajak pagi membuat sendiri mainannya akan mengajarkan dia banyak hal. tentang kesabaran, tentang penghargaan sebuah proses, tentang menerima hasil dan yang terpenting adalah tentang kemauan untuk berkreasi :)



piknik hore (eps. desa narimbang)

Tuesday, May 5

ceritanya kami mengawali bulan mei dengan piknik hore ke desa narimbang, kabupaten sumedang. seperti biasa, semua tanpa rencana detail, hanya malam sebelumnya pak ery punya ide dan langsung dieksekusi ke esokan harinya. di sumedang kami akan mengunjungi salah satu teman baik pak ery, kang ajay namanya. saya sudah pernah bertemu sekali saat menikah dulu, tapi itu tiga tahun lalu dan tentu saja saya sudah lupa. ya sudahlah.. yang penting saya tau ceritanya kalau kang ajay ini sudah memiliki istri dan dianugrahi dua anak lucu. dari cerita pak ery juga saya tau kalau rumah kang ajay, tempat yang akan kami kunjungi nanti terletak sebuah desa kecil dengan sinyal provider seadanya. 

sebenarnya kami, terutama pak ery tidak asing dengan kota sumedang. keluarga besar apa (ayah mertua) masih ada disini, setiap lebaran haji-pun saya dan pak ery tidak pernah absen mengunjungi sumedang. apalagi dulu, pak ery sudah pernah mengunjungi rumah kang ajay. jadi berbekal rasa percaya diri dan naluri kayaknya-ini-deh-jalan-masuknya kami berhasil menemukan rumah kang ajay dan disambut hangat oleh tuan rumah beserta istrinya; teh prita dan dua anaknya; hamam (7 tahun) dan hanis (2.5 tahun). pagi sih standar ya, awalnya malu-malu dan baca situasi dulu.. lama-lama baru deh, gak afdol kalau gak rebut mainan hahahaha. untungnya teteh hanis cenderung lebih lapang dada kalau mainannya dipinjam pagi. tapi selebihnya dua anak perempuan ini manis sekali kok.. pagi senang bernyanyi dan hanis senang mengajak pagi bermain. adem deh liatnya.   

selepas sholat jumat kami menuju tempat tujuan, saya lupa namanya tapi kalau tidak salah dengar teh prita bilang; curug cikutra. dari rumah kang ajay kami hanya perlu berjalan kaki kurang lebih 15 menit. saya tadinya tidak punya ekpektasi berlebih, apalagi setelah tau bahwa tujuan kami adalah tempat wisata. karena kebanyakan tempat wisata yang dikelola penduduk setempat sering mengecewakan, biasanya sudah tereksploitasi dengan membabi buta. kealamiannya tidak terjaga, kebersihannya apalagi. tapi sepanjang perjalanan menuju kesana saya menemukan banyak sumber air jernih yang mengalir dengan leluasa disisi jalan. dan benar saja.. dugaan saya salah. tempat tujuan kami ternyata asik sekali!

karena mempertimbangkan dua anak kecil dan kondisi langit yang cenderung gelap, kami urung pergi sampai keatas curug. kami memutuskan cukup sampai anak sungai kecil yang lokasinya tidak terlalu jauh dari gerbang masuk. segini saja pemandangan yang disajikan sudah seru kok. semua serba hijau, air sungai yang mengalir jernih. nyaris tidak ada sampah dan masih banyak anjing penjaga kebun-kebun di hutan yang sesekali mengintip kami dari kejauhan. kamipun mendapat rejeki berupa sepetak lahan berkeramik siap pakai.. jadi kami memulai ritual piknik dengan segera, kang ajay mengelar alas daun pisang, pak ery memasak air untuk kopi diatas trangia, teh prita meramu sambel dadak. sementara saya? tentu saja. jadi pendamping pagi yang langsung drama, jejeritan pengen nyemplung sungai. nyahahahahaha anak siapa sih kamu nak.

sayangnya piknik tidak berlangsung lama, perlahan tapi pasti langit menurunkan gerimis. untung saja tujuan utama menemani pagi bermain air di sungai dan makan siang dengan nikmat sudah terlaksana. maka piknik hore kali ini ditutup dengan dua keluarga kecil yang berlarian menyusuri jalan setapak dengan gembira meski diburu hujan. terimakasih kang ajay dan teh prita, atas jamuan makan siangnya. teh tubruk, rangginang, keripik pisang, nasi hangat beralas daun pisang, tumis leunca, sambel dadak, asin peda dan pepes ayam dengan rasa yang super istimewa. juga untuk sekeresek opak sebagai buah tangan kami pulang ke bandung. semoga tidak kapok kalau suatu hari kami berkunjung lagi. dan untuk yang mengajak pergi piknik hari ini, yang rela menembus kemacetan jalan selama berjam-jam. dear pak ery, terimakasih ya! ibu dan pagi senang sekali :)





 


 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS