cerita pagi

Thursday, April 30

alhamdulillah, akhirnya bulan ini pagi resmi jadi anak kecil yang tidak menyusui lagi. untuk sementara saya pensiun dari status sebagai ibu menyusui. terimakasih ya nak.. terimakasih atas dua puluh enam bulan penuh pelajaran yang membahagiakan. so now, we're ready for your little brother or sister, yakan bap? hahahahaha. oh iya, kalau ada yang tanya bagaimana rasanya setelah tidak menyusui lagi? jawabannya : biasa saja. bener deh, yang luar biasa hanya proses menyapihnya saja. setelah proses itu terlewati, ya biasa saja tidak ada perasaan bersalah yang tersisa seperti dugaan saya sebelumnya. mungkin karena memang sudah waktunya dan memang sudah seharusnya. jadi keputusan menyapih pagi di dua tahun dua bulan menurut saya adalah keputusan terbaik. alhmadulillah.

setelah disapih, pagi tetap lanjut meminum susu. kadang sehari bisa empat sampai enam kali. tidak banyak yang berubah termasuk soal terbangun ditengah malam, pagi masih terbangun karena lapar dan (mungkin) haus tapi seringnya hanya sekali. ritual tidurnya juga tetap sama, dulu harus menempel pada ibu, sekarang juga masih harus menempel ibu tapi bukan untuk menyusu, melainkan untuk dibacakan buku, atau bernyanyi atau bertanya apa saja yang kadang membuat ibunya kehabisan stok jawaban logis. tapi lucunya, indikator pagi mengantuk bukan rewel melainkan malah semakin berenergi. jadi ketika si anak kecil ini semakin semangat berlarian dijam tidurnya, maka itulah saat yang tepat mengajak pagi menuju kamar untuk tidur.

dan setelah tidak menyusui, saya tentu saja harus punya keahlian lebih, keahlian mengalihkan ketika pagi tiba-tiba menangis karena terjatuh atau karena mencari perhatian ibunya. biasanya kan tinggal ditawari menyusu, dan semua permasalahan di dunia ini akan selesai. kalau sekarang tentu tidak bisa lagi. maka 1001 satu hal menarik yang bisa mengalihkan perhatian harus sudah ada diluar kepala hahahaha. sejauh ini, saya selalu berhasil dengan mengajaknya melakukan kegiatan bersama-sama. membaca buku atau membuat sesuatu bersama-sama dan juga bermain. yang terakhir ini cakupannya bisa luas sekali, dan kalau saya ada dirumah biasanya pagi tidak terlalu tertarik dengan permainan yang sudah sering dia mainkan berasama emak, seperti balok susun atau bongkar pasang.

nah ini yang jadi pekerjaan rumah buat saya sekarang; bagaimana cara mengajak pagi bermain dengan permainan sederhana dan menyenangkan. sebenarnya sudah sejak lama saya puasa membelikan pagi mainan komersil. pokoknya tidak ada lagi mainan mahal kecuali buku (dan mungkin lego) tapi kalau kemarin-kemarin saya agak tertolong karena kami sering beraktivitas diluar rumah. setiap akhir pekan ada saja jadwal mengunjungi kebun atau taman kota atau apa saja. nah, akhir pekan lalu juga rencananya sama. pak ery mengajak kami pergi berkemah, tapi sejak pulang dari bekerja rabu dini hari, pak ery sakit dan menjelang weekend belum kunjung membaik. akhirnya rencana berkemah terpaksa ditunda dan libur tiga hari kami habiskan dirumah saja.

saya yang terlanjur tidak punya stok ide bermain dirumah jelas kelimpungan. kasihan juga kalau seharian hanya dihabiskan dengan membaca buku atau melakukan permainan yang itu-itu lagi. benar deh, bahwa menjadi ibu memang harus punya stok ide bermain dirumah yang mudah dieksekusi dan menyenangkan untuk keadaan darurat seperti kemarin. kalau saya pada dasarnya senang mengajak pagi membuat sesuatu bersama-sama, kalau banyak ibu yang membuat mainan ketika anak tidur, saya malah enggan. karena seringnya apa yang saya kerjakan sendiri tidak sebagus apa yang saya kerjakan bersama dengan pagi. pokoknya hasil karya buatan ibu, sering tidak instagram-able hahahahahaha.. tapi tentu saja saya tidak pernah kapok, karena semua terbayar lunas saat pagi dengan bangga memamerkan hasilnya sambil bilang "bapak lihat ini bagus! dibuatin ibu.." :)





karena (cara) menyapih adalah pilihan

Friday, April 10

halo! 
ini sudah hari kelima sejak saya dan masery menjalani keseharian kami tanpa pagi. saya merelakan pagi menghabiskan sepuluh hari penuh di lampung bersama eyang putri juga dua kakak sepupunya. duh, sudah jangan ditanya rasanya berpisah berhari-hari. sebagian besar hati ini seperti kosong dan hilang. tapi kalau balik lagi ke tujuan utama, ya harus ikhlas dan berbesar hati sih. toh ini karena ketidakmampuan saya sendiri. jadi memang misi utama saya adalah menyapih pagi.

kalau dulu sekali saya punya cita-cita akan terus menyusui sampai nanti, sampai pagi yang memutuskan untuk menyelesaikan kebiasaannya sendiri. mengingat perjuangan menyusui di awal-awal kelahiran pagi dulu, rasanya tidak rela kalau harus cepat menyapih. tapi kalau dilihat berapa minggu kebelakang.. pagi semakin sering bangun malam, semakin susah makan, semakin latah untuk menempel terus pada ibunya. ntahlah, saya percaya semua itu berkaitan dengan extended breastfeeding-nya. jadi gagasan menyapih memang muncul dari situ. walaupun selain itu juga harus diakui kalau saya mulai lelah dan mmmm.. bosan.

soal cara menyapih, saya mengaku amat cemen. meski di usia pagi ke 25 bulan kemarin, saya pernah mencoba menyapih dan langsung menyerah. saya tidak sanggup jika harus mengulang dan mencoba melakukannya lagi. jadi setelah melewati proses diskusi yang cukup panjang, saya dan masery memutuskan untuk mengambil cara menyapih yang ini. lagipula sudah sejak lama ibu menawarkan membantu proses menyapih pagi. jadi kebetulan sekali kan? pertimbangan utamanya juga karena ibu mempunyai daycare. disana pagi bisa punya banyak teman dan bermain dengan fasilitas cukup, artinya pagi punya banyak pengalih yang menyenangkan. semoga.

dan benar saja, sejak hari pertama ditinggal, masalah utama pagi hanya saat memulai tidur. karena memang terbiasa tidur dengan menyusu, ketika saya tidak ada, ya dia tidak punya pengantar tidur. tapi alhamdulillah drama pengantar tidurnya hanya berlangsung tiga hari. selebihnya pagi mulai terbiasa tidur sendiri. bahkan tidur siang-pun sudah tidak perlu "diantar" lagi. mungkin karena meniru teman-temannya yang memang dibiasakan tidur sendiri. tapi, pagi masih bangun malam, sambil menangis tentu saja. meski frekuensinya sudah tidak sesering saat masih menyusui dulu.

ini sudah hari kelima, rencananya kemarin, saya dan masery akan menjemput pagi di jumat ini. tapi ibu menyarankan kami bersabar, toh dalam keseharian pagi tidak pernah rewel mencari saya. nafsu makannya membaik, sudah mau minum susu (tadinya tidak sama sekali) dan yang paling penting, setiap hari pagi gembira sekali karena punya banyak teman baru. dibilang rela, rela kok.. tapi ya rindu sekali. jadi mulai malam ini saya mulai menghitung hari.. tak sabar bertemu hari dimana saya bisa menjemput pagi. insyallah minggu depan ibu bapak ke lampung ya anak baik.

so, kalau diluaran sana ada banyak ibu yang berhasil menyapih dengan cinta, saya salut atas kesabarannya. yang juga sukses menyapih dengan "tega" karena memang sudah waktunya, saya angkat jempol atas kebesaran hatinya. karena saya bukan keduanya. tapi saya percaya every mom has her own battle, kan? termasuk soal cara menyapih :)


 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS