istri bahagia

Wednesday, October 28

beberapa teman facebook saya mungkin familiar dengan artikel yang membahas soal perbedaan uang belanja dan nafkah untuk istri. sebenarnya asal muasal dan tujuan artikel sendiri itu menurut saya baik-baik saja sih. hanya terlihat lucu ketika beberapa diantaranya menyalahartikan bahwa nafkah istri (yang selanjutnya saya sebut nafkah ekslusif) adalah sesuatu yang hukumnya wajib dibayarkan oleh para suami.

jujur kalau saya kurang sepaham dengan semua suami dianggap harus bisa memberikan dan membedakan antara uang belanja dan nafkah ekslusif. beruntunglah kita yang memang disediakan fasilitas berupa pemberian dengan dua pos pengeluaran berbeda, tapi beberapa istri diluar sana tidak. kenyataannya ada berapa banyak suami yang sudah membanting tulang sekeras yang mereka bisa, tapi jangankan penghasilan untuk memberi nafkah ekslusif, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari berupa uang belanja saja kadang masih kurang dan tambal sana sini. jika kita ada diposisi mereka apa harus tetap menuntut terpenuhinya nafkah ekslusif?

buat saya, nafkah untuk istri itu bukan semata-mata diukur dari kemampuan suami memberi kelebihan materi. tapi ada banyak lagi parameter lain yang mendukung. kalau saya dan pak ery berprinsip hidup adalah udunan. baik materi maupun tenaga. dalam hal materi, kebetulan karena saya bekerja.. apa yang bisa saya bantu ya saya bantu. kami sama-sama mengumpulkan pundi rupiah demi rumah idaman, kami berdiskusi soal pengeluaran, pemasukan dan apa-apa yang ingin kami wujudkan. dalam hal tenaga buat pak ery, memandikan pagi, menyapu halaman, mencuci piring adalah hal yang biasa dilakukan setiap pagi. kami bekerjasama melebur dalam satu sistem bernama rumah tangga. meskipun tetap ada batas-batas prinsip yang harus kami patuhi.

saya setuju kalau sebagai perempuan yang sudah berkeluarga kita harus tetap cantik, setidaknya tetap menyenangkan jika dilihat. normal kalau berbagai cara ditempuh yang katanya; demi suami. seperti sebagian yang menjadwalkan rutin berkunjung ke salon, beberapa memilih wajib update fashion supaya selalu terlihat segar dan kekinian. tapi saya kenal banyak ibu yang cantik dengan cara mereka sendiri, tanpa harus blow rambut setiap hari dan menjadi fashionable setiap saat. mereka menurut saya adalah istri-istri sederhana yang bahagia. yang ikhlas menjalani kehidupan rumah tangga, bersyukur dengan apa yg diberikan Allah lewat tangan suami dalam bentuk apapun dan dengan jumlah berapapun. 

4 comments:

  1. Buat aku yang namanya uang dari suami itu namanya nafkah, berapapun jumlahnya dan apapun peruntukannya.

    Menjalani rumah tangga tanpa "itung-itungan" buat aku sih lebih bikin bahagia, tapi ya balik lagi semua orang punya cara sendiri menjalani rumah tangganya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss teh. Lagian punya suami yang mau urun bantu meringankan urusan rumah tangga jaaaaaauhh lebih menyenangkan ketimbang yang kasih materi lebih tapi terima beres kan?

      Delete
  2. WORDS!!!!!

    dan setuju. itungan2an dalam hal berumah tangga, menurutku itu bikin capek! hahahahahaha

    ReplyDelete
  3. apa kita dan suami kita yang terlalu modern ya buni? abisan doi mau aja gitu dimintain tolong beberes rumah. istri macam apa.. hahahaha

    ReplyDelete

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS