pagi yang sederhana

Monday, June 22

ketika bangun dari tidur subuh tadi, pagi menangis. rewel mungkin karena belum kenyang tidurnya lalu harus terbangun dijam tanggung, sehingga serba salah, mau tidur lagi sudah tidak bisa, tidak tidur lagi masih mengantuk. buat anak-anak permasalah kurang tidur seperti itu bisa berefek domino kan? tapi sebagai ibu yang udah kebal sama rengek manja, tentu saja saya tidak terpengaruh. jadi tanpa respon berlebihan saya tawari menyetel lagu-lagu kesukaannya, mau. tapi cuma tahan sebentar, habis itu nangis lagi. diajak main gunting-gunting, gak mau. main balok gak mau. ok fine, tinggalin beberes di dapur *mamak kejam* ahahahahahaha.

tapi akhirnya saya goyah juga kok. saya memang sama sekali tidak berbakat jadi tiger mom. saya kembali lagi ke ruang TV, setelah ajakan bermain didalam rumah yang ditolak mentah-mentah, saya kembali mengajaknya bermain dengan mengubah lokasi bermain, kali ini menjadi dihalaman. nah karena pagi pada dasarnya anak outdoor, ditawari main dihalaman tentu saja langsung gembira dan lupa sama nangisnya. jadilah saya dan pagi bermain bola yang hanya berlangsung selama beberapa menit karena dilanjutkan dengan berjalan-jalan mencari harta karun di semak rumput sekitar rumah.

awalnya saya hanya berniat mengumpulkan bunga, ranting dan daun kering untuk dibawa pulang, tapi setelah dilihat lagi kok rasanya sayang ya, bunganya bagus, kecil dengan tangkai yang panjang. langsung deh kepikiran untuk dijadikan tiara. buru-buru ambil benang untuk merangkai tangkainya satu persatu. singkat cerita.. tarrraaaaa ~ jadilah tiara buatan ibu ajeng. reaksi pagi seperti biasa, selalu mengapresiasi apapun yang dibuat ibunya. hihihi.. anak baik. meskipun setelah beberapa menit dipakai si putri pagi memilih untuk melepaskan tiaranya dan lebih tertarik dengan ember, sabun, sponge perlengkapan tempur pak ery yang sedang mencuci mobil. 






No comments:

Post a Comment

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS