less toys more play #pagimain

Thursday, May 21

beberapa hari lalu saya membaca sebuah kalimat yang ada didalam sejenak hening karya adjie silarius. buku yang lebih pantas dikategorikan sebagai buku psikologi. kalimatnya begini;
"kebanyakan kita saat ini sangat pintar dalam mempersiapkan hidup, namun tidak pintar menjalaninya" - adjie silarius
nyes. iya, saya harus mengakui kalau kemarin-kemarin saya ada dalam kalimat tersebut. saya adalah "kita" yang dimaksud oleh adjie silarius. saya sering terlalu fokus dengan masa depan. saya punya cita-cita yang tinggi, saya punya banyak mimpi untuk saya, mas ery dan tentu saja pagi. saya ingin semuanya dipersiapkan dengan baik dan minim kesalahan. tapi saya lupa, sementara saya sibuk menjalani persiapan masa depan, pagi juga sedang sibuk menjalani masa selalu-ingin-tau-nya, masa yang idealnya didampingi oleh saya. masa yang hanya terjadi saat ini, masa yang seharusnya jadi fokus dan tujuan utama. saya langsung merasa, duh.. kenapa baru tersadar sekarang? jadi selama ini saya kemana saja?

sebenarnya sejak awal saya sudah menyadari satu hal; bahwa saat ini dunia pagi adalah bermain dan (seharusnya) saya berperan sebagai pendamping sekaligus fasilitator. tapi kalau kemarin-kemarin saya menyerahkan tugas saya dengan mengajak pagi bermain bersama alam. hampir setiap akhir pekan kami mengajak pagi bermain ke kebun, hutan atau taman kota. jika bukan akhir pekan, maka saya menutup malam dengan sesi membaca buku. kemudian dengan serta merta saya merasa tugas saya "mengajak bermain" sudah cukup sampai disitu. padahal yang pagi perlukan lebih dari itu. memang untuk sampai ke titik yang sekarang saya harus melewati proses malas yang cukup panjang. tapi setelah puluhan kali melihat ibu-ibu kece nan kreatif di instagram dan dicekoki puluhan tutorial toddler art and craft di pinterest, saya luluh juga. akhirnya saya bertekad, meluangkan waktu mengajak pagi bermain dan membuat mainannya sendiri, setiap hari.

untungnya saya tidak kesulitan mencari bahan baku, ada balubur town square, surga art and craft yang letaknya berseberangan dengan kantor. tapi biasanya, saya hanya membeli bahan-bahan tambahan yang tidak bisa saya buat sendiri seperti pipe cleaner atau mata boneka. kalau bahan dasarnya justru saya kumpulkan dari berbagai bahan bekas yang sudah tidak terpakai dari kantor seperti kertas bekas, kardus bahkan yang terakhir kemarin, saya sampai khusus menitip pesan pada petugas toilet kantor untuk jangan membuang paper roll karena akan saya bawa pulang hahahaha. dan sejak itu, setiap tiga hari sekali saya selalu berhasil membawa pulang empat sampai enam paper roll. hore! saya juga sering membawa daun kering dengan warna unik yang saya temukan dijalan, atau ranting, atau bunga pinus. pokoknya apa saja, meski saat membawanya, saya belum tau akan dijadikan apa.

mengajak pagi bermain sungguh bukan perkara mudah, selain harus pintar mencari source, menyesuaikan ide dan bahan yang ada dirumah juga butuh kebesaran hati. karena seringnya kita sudah semangat 45 bikin ini itu, pas jadi anaknya malah tidak tertarik. dan akupun sukses patah hati hahahahahahaha. tapi sejauh ini patah hatinya gak lama kok, lebih banyak bahagianya. karena selalu ada saat-saat yang membuat hati luluh ketika mendengar ucapan terimakasih, merasakan cium kecil dipipi dan melihat sepasang mata berbinar memancar gembira. rasanya semua terbayar lunas. sebenarnya mungkin saya bisa punya solusi lain yang lebih mudah, membelikan pagi banyak mainan misalnya. toh tujuannya sama-sama untuk stimulasi dan edukasi. saya tentu tidak perlu repot, bisa tinggal duduk manis menemani dan mengarahkan cara bermainnya. tapi menurut saya, mengajak pagi membuat sendiri mainannya akan mengajarkan dia banyak hal. tentang kesabaran, tentang penghargaan sebuah proses, tentang menerima hasil dan yang terpenting adalah tentang kemauan untuk berkreasi :)



No comments:

Post a Comment

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS