cerita pagi

10:22:00 am

alhamdulillah, akhirnya bulan ini pagi resmi jadi anak kecil yang tidak menyusui lagi. untuk sementara saya pensiun dari status sebagai ibu menyusui. terimakasih ya nak.. terimakasih atas dua puluh enam bulan penuh pelajaran yang membahagiakan. so now, we're ready for your little brother or sister, yakan bap? hahahahaha. oh iya, kalau ada yang tanya bagaimana rasanya setelah tidak menyusui lagi? jawabannya : biasa saja. bener deh, yang luar biasa hanya proses menyapihnya saja. setelah proses itu terlewati, ya biasa saja tidak ada perasaan bersalah yang tersisa seperti dugaan saya sebelumnya. mungkin karena memang sudah waktunya dan memang sudah seharusnya. jadi keputusan menyapih pagi di dua tahun dua bulan menurut saya adalah keputusan terbaik. alhmadulillah.

setelah disapih, pagi tetap lanjut meminum susu. kadang sehari bisa empat sampai enam kali. tidak banyak yang berubah termasuk soal terbangun ditengah malam, pagi masih terbangun karena lapar dan (mungkin) haus tapi seringnya hanya sekali. ritual tidurnya juga tetap sama, dulu harus menempel pada ibu, sekarang juga masih harus menempel ibu tapi bukan untuk menyusu, melainkan untuk dibacakan buku, atau bernyanyi atau bertanya apa saja yang kadang membuat ibunya kehabisan stok jawaban logis. tapi lucunya, indikator pagi mengantuk bukan rewel melainkan malah semakin berenergi. jadi ketika si anak kecil ini semakin semangat berlarian dijam tidurnya, maka itulah saat yang tepat mengajak pagi menuju kamar untuk tidur.

dan setelah tidak menyusui, saya tentu saja harus punya keahlian lebih, keahlian mengalihkan ketika pagi tiba-tiba menangis karena terjatuh atau karena mencari perhatian ibunya. biasanya kan tinggal ditawari menyusu, dan semua permasalahan di dunia ini akan selesai. kalau sekarang tentu tidak bisa lagi. maka 1001 satu hal menarik yang bisa mengalihkan perhatian harus sudah ada diluar kepala hahahaha. sejauh ini, saya selalu berhasil dengan mengajaknya melakukan kegiatan bersama-sama. membaca buku atau membuat sesuatu bersama-sama dan juga bermain. yang terakhir ini cakupannya bisa luas sekali, dan kalau saya ada dirumah biasanya pagi tidak terlalu tertarik dengan permainan yang sudah sering dia mainkan berasama emak, seperti balok susun atau bongkar pasang.

nah ini yang jadi pekerjaan rumah buat saya sekarang; bagaimana cara mengajak pagi bermain dengan permainan sederhana dan menyenangkan. sebenarnya sudah sejak lama saya puasa membelikan pagi mainan komersil. pokoknya tidak ada lagi mainan mahal kecuali buku (dan mungkin lego) tapi kalau kemarin-kemarin saya agak tertolong karena kami sering beraktivitas diluar rumah. setiap akhir pekan ada saja jadwal mengunjungi kebun atau taman kota atau apa saja. nah, akhir pekan lalu juga rencananya sama. pak ery mengajak kami pergi berkemah, tapi sejak pulang dari bekerja rabu dini hari, pak ery sakit dan menjelang weekend belum kunjung membaik. akhirnya rencana berkemah terpaksa ditunda dan libur tiga hari kami habiskan dirumah saja.

saya yang terlanjur tidak punya stok ide bermain dirumah jelas kelimpungan. kasihan juga kalau seharian hanya dihabiskan dengan membaca buku atau melakukan permainan yang itu-itu lagi. benar deh, bahwa menjadi ibu memang harus punya stok ide bermain dirumah yang mudah dieksekusi dan menyenangkan untuk keadaan darurat seperti kemarin. kalau saya pada dasarnya senang mengajak pagi membuat sesuatu bersama-sama, kalau banyak ibu yang membuat mainan ketika anak tidur, saya malah enggan. karena seringnya apa yang saya kerjakan sendiri tidak sebagus apa yang saya kerjakan bersama dengan pagi. pokoknya hasil karya buatan ibu, sering tidak instagram-able hahahahahaha.. tapi tentu saja saya tidak pernah kapok, karena semua terbayar lunas saat pagi dengan bangga memamerkan hasilnya sambil bilang "bapak lihat ini bagus! dibuatin ibu.." :)





You Might Also Like

2 comments