simple miracles

Thursday, February 5

lusa lalu, saya membeli sebuah buku atas rekomendasi (lagi-lagi) irfan. buku ini unik menurut saya, karena dibagian awal buku saya dibuat ngeri-ngeri senang karena membahas soal hantu, bukan wujud hantu, tapi justru tentang suasana dan aura dunia yang lain itu. memang sesuai dengan tagline bukunya, doa dan arwah. tapi menurut saya kekuatan utama buku itu bukan soal arwah, tapi soal doa dan sosok ibu. benar saja kan, semalam saya menyelesaikan bagian akhir simple miracles, sambil menangis. ada perasaan sederhana yang nyata yang saya akui disana. saya melihat sosok yang sama, ibu yang ada didalam buku dan ibu yang selama ini hadir mendampingi saya. ibu yang kesehariannya penuh doa, tenang dan yang sebisa mungkin menghindari "konflik" antar anggota keluarga. ibu yang sederhana sekaligus bersahaja. persis.

saya sendiri merasa punya banyak kemiripan dengan sosok aku dalam buku itu. sebagai si bungsu, saya kala kecil dulu selalu takut kehilangan ibu. saya takut ibu pergi meninggalkan saya, sampai-sampai kalau menginap dirumah bude/pakde disurabaya misalnya, saya selalu tidur sambil memegang koper ibu. karena takut ketika saya tidur ibu membawa tas kopernya lalu pergi meninggalkan saya seorang diri. konyol hahahahahaha. sampai usia yang sudah nyaris di penghujung dua puluh, saya masih punya perasaan yang sama terhadap ibu. jika ibu berkunjung ke bandung, saya akan jadi pemalas kelas kakap. saya tidak punya semangat menjahit, bersih-bersih rumah apalagi memasak. semata-mata karena saya ingin selalu mengikuti dan diam didekat ibu. diam dalam artian yang sebenarnya, sama sekali tidak melakukan apa-apa, sekedar duduk memperhatikan ibu beraktivitas. pokoknya yang penting ada di dekat ibu.

saat ini, biar sudah menjadi ibu, rasa-rasanya saya masih jauh dari sosok ibu yang digambarkan oleh ayu utami dalam buku itu. sampai sekarang, jangankan menjadi bersahaja, mencerminkan sosok ibu yang tenang saja saya masih sering gagal. walaupun saya pikir setiap ibu pada akhirnya (semoga termasuk saya nanti) akan memiliki karakter yang khas. meski secara fisik tidak diciptakan untuk jadi sekuat bapak, ibu punya aura hangat yang siap menyelimuti keluarganya kapan saja. bagian akhir yang membuat saya tidak bisa menahan air mata adalah soal cerita seorang ibu yang ingin semua urusannya "selesai" sebelum dia pergi meninggalkan keluarganya. kalau bisa memilih, saya yakin semua ibu didunia ini memiliki keinginan yang sama. keinginan yang tidak asing, sudah sering saya dengar dan sebagai ibu, diam-diam juga saya amini :)


1 comment:

  1. Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
    Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

    Oh ya, di sana anda bisa dengan bebas mendowload music, foto-foto, video dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

    5t

    ReplyDelete

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS