soal hastag #satubulanduabuku

Monday, January 19

sesuai janji saya (pada diri sendiri) bahwa setiap bulan saya akan membaca dan mereview setidaknya dua buku demi kejayaan hashtag #satubulanduabuku yang baru saya ciptakan diawal tahun kemarin. niatnya sih, saya mau melahap semua buku pak suami dengan pertimbangan; bukunya masery itu banyak banget. banget. jadi daripada saya beli buku sendiri yang mana itu akan mengurangi jatah kekhilafan saya terhadap pembelian kain katun di pasar baru, mending saya baca saja buku-buku yang sudah ada. iya kan? tapi sayangnya, tidak ada satupun dari bukunya masery yang bergenre teenlit, atau novel romantis yang bisa dibaca sambil lalu dalam hitungan beberapa jam aktif. inilah yang membuat target #satubulanduabuku agak sulit diwujudkan. akhirnya prinsip agak digeser dengan mengganti target membaca, jadi membaca satu buku koleksi masery, dan satu buku pilihan saya sendiri. deal.

saya sendiri memang mengklasifikasikan buku dalam tiga kategori; buku yang (saking berbobotnya sehingga) tidak mungkin saya baca, buku berkualitas, dan buku bagus.

kategori pertama itu buku-buku semisal buku edisi kelima kalkulus dan geometri yang ditulis oleh edwin purcell, atau buku C programming second edition yang ditulis michael vine, meskipun masuk kedalam kategori for the absolute beginner, alhamdulillah saya tidak tertarik untuk membacanya. kategori kedua adalah buku berkualitas, ini adalah kategori untuk menggambarkan buku-buku koleksi masery. buku yang ketika membacanya saya harus duduk diam dan tenang dan biasanya memerlukan waktu yang agak lama buat menyelesaikan ratusan cetak halamannya. yang baru saya baca kemarin ring of fire, kalau dulu sempat tamat membaca winnetou-nya karl may juga beberapa karya remy silado yang sampai detik ini saya sudah lupa bagaimana alur ceritanya. kategori terakhir adalah buku bagus, nah ini biasanya novel fiksi ringan. seperti selera musik saya yang prinsipnya asal-enak-didengar, saya juga tidak punya paham keras terhadap satu penulis tertentu. buat saya, dewi lestari, tere liye, raditya dika, aditya mulya dan asma nadia sama bagusnya.

perihal mereview buku, ini semata-mata untuk pengingat diri saya sendiri sih. jadi maksudnya gini, saya ini kan level pelupanya udah nyaris tak terkalahkan ya *bangga*, jadi sepertinya mereview tentang buku yang saya baca adalah salah satu cara untuk memperpanjang ingatan saya tentang isi buku tersebut. terlepas dari banyak atau tidak pembaca tidak setia blog ini. saran saya sih, dari pada baca reviewan dari saya yang kemungkinan besar dikemas dalam bahasa yang tidak bisa diambil hikmahnya dan sudah pasti spoiler, jadi mending baca review dari goodreads aja deh. beneran hahahahaha.

sebenarnya saya ini tipe orang yang kalau sudah melakukan hal yang disukai, susah berhentinya. pada akhirnya lebih cenderung menyiksa diri sendiri gitu sih. kalau rasa penasaran sudah tak bisa dibendung, saya bisa menghabiskan malam sampai jelang pagi demi menyelesaikan sebuah buku. kalau sudah begitu, esoknya, saya akan terlambat bangun, menyiapkan segala sesuatu keperluan pagi, masery dan keperluan saya sendiri dengan amat terburu-buru, datang ke kantor dengan jam mesin absen yang sudah menunjukkan kelebihan angka sepuluh sampai dua puluh menit. lalu tidak kondusif bekerja karena mengantuk. saya tau itu adalah kebiasaan buruk, oleh karenanya saya (hanya) membuat target #satubulanduabuku supaya dalam satu bulan saya tetap bisa imbang mengerjakan banyak kegemaran lain seperti menjahit, berkebun dan (mungkin) membuat kue :D

1 comment:

  1. Wah semangat mba Ajeng, hahaha sama pelupanya ternyata kita...

    Jadi ikutan semangat membaca lagi nih ( ^,^)9

    ReplyDelete

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS