bersepeda (lagi)

11:05:00 am

akhirnya! ini benar seperti prestasi buat saya. setelah libur super panjang untuk bike to work, hari ini saya mulai bersepeda lagi. percaya gak sih, niat bersepeda ke kantor itu sudah ada dari dua tiga bulan jelang akhir tahun kemarin. tapi realisasinya baru hari ini. terlalu banget kan ya? hahahaha.

jadi gini, kira-kira awal tahun 2011, saya dapat kado sepeda dari mas dimas sang kakak baik hati. sepeda gunung berwarna abu dengan merk polygon. senang sekali pasti.. apalagi saat itu baru awal-awal musim hobi bersepeda. kan jadi ikut kekinian gitu ya.. bahagia juga karena bisa ikut trend tapi gak harus keluar modal buat beli sepeda hahahahaha. meskipun tidak setiap hari, saat itu saya terbilang cukup rutin bersepeda. ya seminggu dua tiga kali lah. saat itu juga saya punya geng sepeda angin-anginan bersama teman semasa kuliah, bobby, bardjo dan iduy. kadang pagi hari di akhir pekan kami berkeliling kota, kadang hari biasa sepulang bekerja kami menyempatkan untuk mampir kampus, makan batagor atau sekedar duduk sambil ngobrol kesana kemari di toko eskrim. dulu sih masih lajang.. jadi tanggung jawab hidup masih lebih ringan :p

awal tahun 2012 saya menikah. kami jadi punya dua sepeda.. sepeda masery dan sepeda saya sendiri. hal ini tidak langsung membuat kami menjadi pasangan bikers. dua bulan pertama mesti melewati penyesuaian siklus baru kehidupan berumahtangga kan ya? yang awalnya sendiri, jadi punya partner in crime dalam banyak hal. lalu bulan ketiga diawal pernikahan, saya menempuh diklat prajabatan nyaris genap satu bulan. setelah saya pulang, gantian masery yang merambah hutan kalimantan untuk beberapa minggu. setelah itu.. alhamdulillah saya hamil. sampai sembilan bulan saya hamil, saya tidak dijinkan mengendarai motor (apalagi sepeda) karena itu masery adalah petugas setia yang mengantar dan menjemput saya ke kantor. keadaan itu yang akhirnya membuat masery ikut cuti bersepeda. dua sepeda kami-pun berdebu dengan susksesnya.

februari 2013 kami dititipkan rizki, bayi perempuan lucu yang kami beri nama pagi, yang tentu saja membalik siklus kehidupan kami seratus delapan puluh derajat. terlebih di awal-awal kelahiran pagi, saya masih sering pulang saat istirahat untuk menyusui. impian kembali rutin bersepeda, semakin jauh dipandang mata. sampai berganti ke tahun 2014, saya masih ciut untuk memulai bersepeda (lagi). kali ini dengan alasan kami tidak punya asisten rumah tangga yang menginap. emak, perempuan paruh baya yang sehari-hari menjaga pagi, bekerja sesuai jam berangkat dan kepulangan saya. sedangkan jika bersepeda, saya harus berangkat lebih pagi untuk menghindari keterlambatan, waktu tempuh akan jadi lebih panjang, artinya emak harus datang lebih awal dan pulang lebih lama dari biasanya. saya sudah banyak dibantu emak, jadi rasanya egois ya kalau ngotot tetap ingin bersepeda.

sekarang tahun 2015 dimulai dan cita-cita saya banyak sekali. salah satunya kembali bersepeda, pertimbangannya pagi sudah cukup besar, sudah bisa diajak komunikasi, sehingga sudah bisa ditinggal agak lama bersama masery. saya bisa berangkat ke kantor lebih pagi tanpa harus meminta emak mengikuti jam pergi saya. langsung semangat? tentu saja tidak. masih banyak pertimbangan lain lain lain, terutama soal saya tidak punya teman bersepeda. eh beneran, saya bukan seperti hipster yang makin beda makin percaya diri. saya malah agak risih kalau terlalu terlihat lain. mengingat segedung kantor sepertinya tidak ada ibu-ibu yang bersusah payah menuju kantor dengan menggunakan sepeda, memboyong seransel baju ganti dan juga perlengkapan mandi.

tapi akhirnya hari ini saya mematahkan semua keraguan *duile ini bahasanya* pada akhirnya kebutuhan akan olah raga mengalahkan segalanya. terdengar seperti pencitraan gak sih ini hahahahahaha. tapi beneran, saya sadar diri kok, saya kurang bisa menjaga pola makan super sehat, ditambah jadi pegawai duduk diam delapan jam setiap hari selama lima hari dalam seminggu, minim aktivitas yang menyehatkan. meskipun untuk sementara saya baru menyusun niat bersepeda paling banyak dua kali dalam seminggu. masih kalah jauh sama orang-orang keren diluaran sana yang menjadikan sepeda sebagai bagian dari aktivitasnya. tapi setidaknya kata irfan, bersepeda itu memberi warna lain dalam rutinitas. biar gak gampang bosan dan biar bahagia. karena beneran deh, olahraga itu bikin bahagia :D




You Might Also Like

1 comments

  1. kalo bawa barang banyak mending pake panniers, pegel kalo bawa ransel emang hehe

    ReplyDelete