balada (mencari) sepatu

Wednesday, January 14

saya tidak seperti kebanyakan perempuan yang seolah punya "mata" kesekian, yang membuat mereka bisa membedakan mana sepatu lucu dan mana sepatu yang lucu banget. sementara saya, taunya cuma mana sepatu yang enak dipakai, dan mudah membelinya. maka dari itu, semua sepatu kerja saya bermerk dan berjenis sama. merknya donatello, kenapa? karena tokonya dekat dari kantor. jadi saya bisa membelinya kapan saja, tidak memerlukan waktu khusus berjam-jam untuk berkeliling pusat perbelanjaan yang sering menyebabkan kegagalan fokus penglihatan. jenis sepatunya, loafer flat shoes titik. saya juga baru sadar belakangan ini kalau sepatu yang selalu saya beli adalah sepatu bersjenis loafer, tidak pernah yang lain. iya saya memang punya selera fesyen yang payah.

sebenarnya dari lubuk hati yang paling dalam, saya benci semua sepatu perempuan. sudah harganya mahal, seringnya tidak tahan banting pula. taruhan deh, mana ada flat shoes yang acap dipakai bisa tahan sampai bertahun-tahun. apalagi sebagai pengendara motor dimusim hujan seperti sekarang. saya sering pulang dalam keadaan basah kuyup karena kehujanan, maka sesungguhnya memakai sepatu perempuan itu sama sekali bukan pilihan tepat. hitungan bulan, pasti sudah ada saja rusaknya. kalau saja sepatu perempuan menjunjung tinggi prinsip converse, si sepatu kanvas yang makin belel makin sip tentu saya tidak perlu khawatir. tapi kenyataannya tidak demikian. meski semua sepatu kerja saya sudah disol ulang untuk memperkuat lapisannya. tetap saja, kalau jebol ya harus ganti kan?

saya curiga, beberapa barang yang diperuntukkan untuk wanita termasuk flat shoes, sengaja dijadikan tidak awet supaya bisa menaikkan indeks belanja para perempuan terhadap barang-barang itu sendiri. semacam konspirasi industri gitu deh. sering sih terbesit mencari sepatu tahan banting macam boot proyek sneakers, supaya saya hanya perlu membeli sepatu dua-tiga tahun sekali. tapi mencari sepatu sneakers yang pantas dipakai bekerja kantoran juga bukan perkara mudah. inginnya sih pakai columbia peakfreak, tapi kok gak tega kalau dibarengi sama stelan batik dan rok. meski saya yakin atasan saya tidak akan protes, tapi sepertinya saya merasa belum bisa senyetrik itu. kebanyakan tapi hahahahahaha. yah, intinya sih mencari sepatu kerja buat saya adalah hal yang cukup menyulitkan, disisi lain kesal karena daya tahannya yang tidak cukup baik. disisi lain mau gak mau ya butuh karena tuntutan sosial. ada saran?


No comments:

Post a Comment

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS