balada ibu hamil

Saturday, December 12

semua yang kenal saya sejak awal kuliah dulu sampai sekarang sudah 10 tahun lebih, rata-rata tidak pernah pangling dengan penampilan saya. secara fisik, gaya dan wajah ya memang gini-gini aja sih hahahaha. kalaupun ada beberapa yang berubah, paling sekedar tidak pernah lagi memakai jeans sobek dan gelang yang menumpuk ditangan. selebihnya bisa dibilang sama, saya masih setia dengan all star, cenderung tidak fesyenebel dan tidak pernah tertarik dengan make-up. nah tapi tidak tertarik dengan make-up bukan berarti saya cuek dan gak peduli dengan perawatan kulit loh ya. terutama kulit wajah, buat saya tetap wajib.. lah kalau sudah gak ber-make-up ditambah wajah kusam yang biasanya sepaket sama jerawat kan gak bagus juga dong.

sejak punya penghasilan sendiri saya memang sudah rutin perawatan kulit wajah, meskipun tidak pernah cocok dengan satupun produk yang beredar dipasaran. kulit saya yang cenderung berminyak dan aktifitas berkendara roda dua membuat jerawat rajin banget mampir ke wajah. setelah tanya sana-sini, mulai deh coba-coba ke dokter kulit, tapi hanya bertahan kurang dari satu tahun, itupun dalam rangka mau jadi pengantin makanya dibetah-betahin. saya sebenarnya benci banget facial. buat saya slogan beauty is pain masih belum bisa diterima dengan logika hahahaha. akhirnya berhenti bertepatan dengan momen hamil pertama. yaudahlah ya.. udah dasarnya gampang banget jerawatan, ditambah hormon hamil dan tanpa treatment apapun, bye bye hamil cantik.

setelah melahirkan dan melewati masa asi ekslusif, saya bertekad menerapkan kembali perawatan kulit. kekhawatiran akan masalah jerawat seperti ini nih yang bikin saya yakin kalau saya benar perempuan normal hahahaha. oke, jadi waktu itu pilihannya jatuh ke klinik estetika asuhan dokter suud. konon katanya perawatan dilakukan tanpa facial dan gak perlu bolak balik konsultasi sama dokternya. mahal? iya hahahaha. pertama kali bayar harus rela membuat tabungan akhir tahun cuma mampir sebentar ke rekening. trus cocok? banget! jadi mahalnya terobati sekali dengan hasilnya. duh.. rasanya saat itu jadi masa-masa paling percaya diri datang ke kantor atau resepsi pernikahan hanya bermodal bedak dan lipstik tipis karena kulit wajah kinclong jauh dari problem jerawat.

februari 2015, kehamilan kedua mulai direncanakan. sejak hamil pagi, saya sudah sadar soal efek negatif produk kimia yang masuk/terserap kedalam tubuh ibu. jadi sejak saat merencanakan kehamilan kedua sayapun memlilih jalan yang sama, berhenti (lagi) melakukan perawatan wajah. satu dua bulan pertama sih belum terlalu berpengaruh, kalaupun ada jerawat paling dimasa-masa pms saja. nah seiring dengan kabar bahagia di bulan juni, hormon pendukung jerawat mulai menunjukkan eksistensinya. si jerawat datang dan pergi silih berganti, apalagi perut belum buncit kan ya, jadi tiap ketemu orang-orang pertanyaan paling populernya adalah "loh kok jadi jerawatan?"

sempat gundah gulana selama berbulan-bulan sih, rasanya rindu dokter suud. tapi sadar betul kok "keras"-nya krim malam untuk ibu hamil, bahkan dokternya sendiri sangat tidak merekomendasikan. jadi aku harus gimana? hayati lelah bang.. *ea* browsing sana sini, nyobain lagi produk yang beredar di pasaran yang terkenal karena ke-halal-annya, dengan harapan cocok. tapi ternyata hasilnya nihil. sempat berniat dan berencana menggunakan krim perawatan yang beredar di istagram, yang diklaim aman untuk ibu hamil dan menyusui, tapi ternyata saya tidak cukup nyali hahahaha.

sampai pada suatu hari setelah blog walking kemana-mana, saya nyangkut di hashtag #TBSBlogger dan langsung baca segala macem review produknya sampai khatam. the body shop! kenapa sih gak kepikiran dari dulu? sejujurnya kepikiran sih, lagi pula saya sudah setia dengan body mist dan lotionnya sejak awal menikah. tapi untuk produk yang lain, keburu minder duluan liat harganya, gak ada yang murah kak. hahahahahahaha. sebenarnya kalau di compare sama perawatan dokter mungkin sebelas dua belas sih. hanya saja karena TBS ini organik, jadi efeknya pasti gak bakal secepat dan sedahsyat produk kimia. tapi buat keadaan darurat seperti saya sekarang sih, yang penting aman titik.

jadi setelah melewati masa browsing setiap hari untuk meyakinkan apa yang harus dibeli dan bisa ditunda, maklum buat saya kalau beli sekaligus bisa bikin syok, jadi mesti pintar memilih mana yang prioritas. akhirnya saya memutuskan untuk beralih ke rangkaian tea trea-nya TBS. sebelum mulai dipakai, mesti belajar mengikhlaskan diri dulu, kalau-kalau sudah merelakan terkurasnya tabungan akhir tahun (lagi) trus tetep gak cocok hahahaha. tapi meskipun mungkin efeknya kurang signifikan, setidaknya tidak "meracuni" kan? cie.. iya deh belajar pasrah bijak. nah ketika saya menulis ini, artinya sudah memasuki minggu kedua pemakaian tea trea series-nya TBS. alhamdulillah cocok *menangis haru* meskipun gak langsung cling kayak treatment-nya dokter suud, tapi minimal masih bisa ngerasain hamil minim jerawat deh. 



secuil drama akhir tahun

Thursday, December 10

oh, hai blog!
bisa-bisanya saya gak posting dibulan istimewa kemarin, rasanya memang tidak butuh alasan apapun selain mm.. malas, hahahaha. terlebih ini akhir tahun, memangnya kenapa? ya masa-masanya kantor penuh drama kakak. ih luar biasa banget. sampai senin kemarin setelah tercatat sebagai hamil paling kebo, anti karat dan tahan disegala cuaca karena nyaris tidak pernah mengeluhkan apapun, akhirnya ibu hamil ini mengukir tragedi dikantor dengan menangis. iyaaa.. didepan bos juga loh kak, kurang drama apalagi coba? rasanya pengen bilang "hayati lelah bang.." hahahaha. besoknya bisa ditebak dong, dipanggil ke ruangan pak bos dan ditanya dengan ekspresi khawatir. dan saya harus bolak-balik meyakinkan bahwa "pak, saya gak kenapa-napa pak. bener deh."

memang bukan sekali dua kali sih urusan dan pekerjaan kantor berujung air mata, apalagi semenjak dapat amanat lebih, beban lainnya seolah mengikuti. load kerja semakin tinggi, tanggung jawab semakin banyak, penghasilan semakin besar sementara energi, tenaga dan emosi terbatas segitu-gitu saja kan. tapi biasanya saksi matanya cuma pak ery. kalau sudah sampai di puncak lelah, sampai rumah, nunggu si anak kecil tidur, trus nyungsep disebelah pak ery yang lagi nonton tv langsung deh sesegukan. saya sih sebenarnya cuma butuh meluapkan saja kok, gak perlu ditanggepin, nanti juga reda sendiri. kalau udah reda ya balik jadi waras lagi hahaha.

yagitu deh pokoknya :p




istri bahagia

Wednesday, October 28

beberapa teman facebook saya mungkin familiar dengan artikel yang membahas soal perbedaan uang belanja dan nafkah untuk istri. sebenarnya asal muasal dan tujuan artikel sendiri itu menurut saya baik-baik saja sih. hanya terlihat lucu ketika beberapa diantaranya menyalahartikan bahwa nafkah istri (yang selanjutnya saya sebut nafkah ekslusif) adalah sesuatu yang hukumnya wajib dibayarkan oleh para suami.

jujur kalau saya kurang sepaham dengan semua suami dianggap harus bisa memberikan dan membedakan antara uang belanja dan nafkah ekslusif. beruntunglah kita yang memang disediakan fasilitas berupa pemberian dengan dua pos pengeluaran berbeda, tapi beberapa istri diluar sana tidak. kenyataannya ada berapa banyak suami yang sudah membanting tulang sekeras yang mereka bisa, tapi jangankan penghasilan untuk memberi nafkah ekslusif, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari berupa uang belanja saja kadang masih kurang dan tambal sana sini. jika kita ada diposisi mereka apa harus tetap menuntut terpenuhinya nafkah ekslusif?

buat saya, nafkah untuk istri itu bukan semata-mata diukur dari kemampuan suami memberi kelebihan materi. tapi ada banyak lagi parameter lain yang mendukung. kalau saya dan pak ery berprinsip hidup adalah udunan. baik materi maupun tenaga. dalam hal materi, kebetulan karena saya bekerja.. apa yang bisa saya bantu ya saya bantu. kami sama-sama mengumpulkan pundi rupiah demi rumah idaman, kami berdiskusi soal pengeluaran, pemasukan dan apa-apa yang ingin kami wujudkan. dalam hal tenaga buat pak ery, memandikan pagi, menyapu halaman, mencuci piring adalah hal yang biasa dilakukan setiap pagi. kami bekerjasama melebur dalam satu sistem bernama rumah tangga. meskipun tetap ada batas-batas prinsip yang harus kami patuhi.

saya setuju kalau sebagai perempuan yang sudah berkeluarga kita harus tetap cantik, setidaknya tetap menyenangkan jika dilihat. normal kalau berbagai cara ditempuh yang katanya; demi suami. seperti sebagian yang menjadwalkan rutin berkunjung ke salon, beberapa memilih wajib update fashion supaya selalu terlihat segar dan kekinian. tapi saya kenal banyak ibu yang cantik dengan cara mereka sendiri, tanpa harus blow rambut setiap hari dan menjadi fashionable setiap saat. mereka menurut saya adalah istri-istri sederhana yang bahagia. yang ikhlas menjalani kehidupan rumah tangga, bersyukur dengan apa yg diberikan Allah lewat tangan suami dalam bentuk apapun dan dengan jumlah berapapun. 

kelas jauh, kampung cileeur

Tuesday, October 6

masih euphoria dengan keriaan rombongan sirkus akhir pekan kemarin. jadi, ceritanya rombongan sirkus adalah kami orang-orang dengan latar belakang yang sangat random. beberapa diantara kami berprofesi sebagai pengajar, ada juga penggerak lingkungan yang pertemuan semuanya bermula dari satu komunitas bernnama aleut. saya sendiri mengenal beberapa diantara mereka melalui pak ery. saat menikah dulu, opan dan budhi, adalah dua orang yang berjasa menjadi pemain musik dipernikahan kami. singkat cerita, rombongan sirkus yang jarang banget bertemu ini, dipertemukan kembali dalam acara pernikahan salah satu personilnya. yang mana kami semua tiba-tiba menjelma jadi panitia dekorasi profesyenel hahahaha, eh tapi acaranya sakssses loh! dan karena dianggap sukses (oleh kami sendiri), sebulan kemudian.. kami berkumpul kembali di acara pernikahan yang lain sebagai panitia dengan status yang tetap sama.

disela-sela mempersiapkan acara pernikahan teman baik kami itulah, muncul ide berkunjung ke cileeur, salah satu kampung di kawasan gunung patuha, jawa barat. beberapa diantara kami termasuk pak ery, sudah pernah berkunjung kesana. teh yuni, salah satu anggota rombongan sirkus adalah guru lepas yang banyak berbagi tenaga dan pikirannya untuk anak-anak di desa kecil tujuan kami itu. kebetulan momennya tepat berdekatan dengan hari raya qurban, jadi kami menyimpan sebagian daging kurban untuk dibagikan disana. setelah melalui proses rapat seadanya karena nyaris selalu dilakukan via ponsel pintar. akhirnya kami tiba pada hari H.

berjumlah 8 orang dewasa dan 1 anak kecil yang sedang ada dalam fase selalu ingin tau, kami berangkat hari sabtu menggunakan satu kendaraan yang alhamdulillah cukup, meskipun harus berdesakan dengan barang bawaan dan puluhan kantong daging hahahaha. bersyukur karena sepanjang perjalanan pagi cukup kooperatif, yaa.. kalau rewel dikit pasti ada, namanya anak kecil diajak bepergian dengan jarak tempuh jauh, waktu tempuh lama, medan tempuh cukup ekstrim dan menggunakan kendaraan yang minim kenyamanan pula. tapi, pada dasarnya pagi senang bepergian dan senang jika banyak orang dewasa yang turut pergi bersamanya. terlebih karena orang-orang disekitarnya gembira, maka pagipun mudah terbawa suasana. sepanjang jalan dia selalu bernyanyi dan hanya benar-benar berhenti ketika tidur.

perjalanan ditempuh nyaris selama 5 jam untuk sampai ketempat tujuan. haduh jangan tanya gimana rasanya ibu hamil berguncang berjam-jam diatas jalan rusak berbatu menggunakan landrover, rontok deh rasanya pinggang ini hahahaha.. tapi, senang sekali karena lelahnya perjalanan langsung terbayar lunas dengan apa yang tersaji didepan mata. kabut turun dan perkebunan teh hijau yang luas berbukit-bukit. desa persinggahan pertama kami bernama sintok, kami kesana untuk berkunjung kerumah pak ustad, beristirahat sholat dan... mmm, (numpang) makan siang. hahahahaha. disini pertama kalinya saya mengenal tumis pucuk waluh yang dipetik langsung dari kebun, dan langsung menjadikannya sebagai salah satu makanan surga dunia. ya ampun, enak banget *nangis haru*
 


diatas ini adalah foto kampung sintok dari kejauhan sesaat setelah kami meninggalkannya untuk menuju cileeur. berada di perkebunan ini kadang membuat saya tidak percaya bahwa ini adalah jawa barat, bahwa lokasi ini tidak terlalu jauh dari pusat keramaian kota, bahwa anak-anak disini kesulitan mendapat akses pendidikan yang layak dan bahwa kampung-kampung kecil berada diantara lembah hijau yang membentang dengan jalan berbatu yang kerusakannya mencapai 95%. kalau saya dengar cerita dari teh yuni, mereka yang tinggal disini memang bukan penduduk asli, melainkan pekerja perkebunan teh. jadi kampung-kampung mereka sebenarnya adalah kavling "rumah dinas" pekerja.

kami tiba di kampung cileeur sekitar 45 menit kemudian, alhamdulillah. kelegaan saya yang pertama adalah; akhirnya kami berhenti digoyang jalan berbatu. entahlah kalau perjalanan masih dua jam lagi, mungkin saya akan memutuskan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki saja, hahahahaha. kelegaan yang kedua, karena disini sama sekali tidak ada sinyal provider. kapan lagi bisa berkumpul dengan teman-teman baik yang kesemuanya berpuasa media sosial. iya kan? pagi kecil tentu saja langsung gembira, tidak perlu lama untuk dia beradaptasi dan berlarian kesana kemari. ada banyak tempat baru untuk bereksplorasi, ada banyak anjing kecil lucu dan malu-malu untuk disapa. kami akan menghabiskan malam disini, menginap disalah satu rumah penduduk yang baik hati berbagi tungku masak dan ruang seadanya untuk kami.

sore harinya kami berbagi tugas antar personil, ada yang bertugas membagikan daging, memasak, mengajak pagi bermain; ini termasuk bagian dari tugas karena anaknya gak bisa diem banget, hahahahaha. saya dan kris bertugas membuat hiasan kertas kokoru untuk pinsil yang akan dibagikan sebagai hadiah untuk anak-anak yang bisa menjawab pertanyaan kami disesi dongeng selepas magrib yang akan dipimpin bapak dongeng dunia, pak budhi. ah, rasanya hangat sekali melihat anak-anak duduk melingkar dan memperhatikan dengan antusias. menjelang pukul 9 malam, suhu kampung cileeur seolah turun drastis. satu persatu kami berguguran dalam kantung sleeping bag. sayup saya mendengar pak farhan sang tuan rumah masih bercerita banyak hal tentang kampungnya kepada beberapa diantara kami yang masih terjaga. saya masih bisa menangkap inti cerita meski tidak ikut terlibat dalam pembicaraan itu, inti cerita yang hampir selalu dialami setiap masyarakat dari kampung yang tertinggal; tentang kesejahteraan dan pendidikan layak untuk anak-anak. 


 


         


ngidam dulu dan sekarang

Monday, September 14

banyak orang bilang bahwa ngidam itu bawaan bayi. tapi mungkin ini sedikit gak berlaku buat saya, soalnya saya ini tipe yang gak ada bayi diperut saja sudah banyak maunya hahahahaha. makanya kalau dibilang ngidam mungkin enggak juga, lebih cocok dibilang sebagai karakter bawaan. apalagi saya ini kalau kepengen sesuatu masih bisa ditunda sampai berhari-hari. seperti saat pak ery dines ke malang dan saya pengen banget mie jawa tapi males kalau harus makan sendirian, jadi mesti menunggu pak ery pulang beberapa hari kemudian. yang seperti itu gak jadi bikin saya kepikiran apalagi sampai gak bisa tidur. pokoknya selama bisa digantikan dengan makanan lain, saya sih santai aja. toh yang penting sama-sama enak dan bikin kenyang.

waktu hamil pagi dulu, saya cenderung senang semua makanan yang manis.. saya suka pisang, sepertinya diantara semua jenis makanan.. yang paling sering saya beli itu pisang molen. kalau buah, saya suka sekali belimbing yang diiris tipis dan dibumbui garam buah. meski saya juga tetap suka semua makanan yang pedas tapi level kepedasan saya masih jauh lebih manusiawi dibanding sekarang. di hamil kedua ini, rasa pedas itu harga mati, saya sampai pernah makan pepaya yang ditaburi bubuk boncabe level 15. lalu saya juga suka semua jenis mie dan bistik. entah berapa kali saya membayangkan ramen, mie jawa dan mie ayam. kalau untuk mie ayam sebenarnya enteng saja ya.. selain bisa ditemui dimana saja, harganya juga sangat ramah kantong. nah, yang agak bahaya adalah bistik, dimana yang saya pengen itu hanya bistik pasedena dan harga seporsinya mencapai delapan puluh ribu rupiah. kebayang kan? kalau sering-sering gaji saya sebagai PNS dijamin gak balik modal hahahahaha.

selain ingin ini itu yang berbentuk makanan, setiap hamil saya juga selalu tiba-tiba menyukai lagu atau pemain band. kalau dulu saya tergila-gila sama lagu payung teduh dan semua arransement-nya balawan, yang sekarang saya demen banget lihat chris martin.. serius bukan coldplay-nya tapi spesifik sama chris martin, ya ampun.. ya ampun.. ya ampun. tiap nyetel youtube rasanya pengen teriak histeris saking senengnya. iya.. norak, tapi ini memang beneran kok. selera musik saya ini cenderung payah, dalam artian, biasanya saya suka lagu yang itu-itu lagi dengan penyanyi yang itu-itu juga. tapi terakhir saya ingat, saya masih suka memutar paradise-nya coldplay sebelum hamil. dan sekarang saya sama sekali gak tertarik dengan lagu itu hanya karena chris martin di videoklipnya pakai topeng gajah hahahahaha. jadi chris martin yang paling saya suka adalah yang ada dalam videoklip yellow. sementara komentar teman saya "kayak orang bangun tidur gitu serius lo demen?". iya!


ah, dasar ibu hamil. 

cerita pagi

Friday, September 4

kemarin seorang teman yang kuliah dijurusan psikologi bertanya pada saya "teh, pagi sudah kelihatan belum tertarik sama apa?" seketika saya ingat, sudah lama sekali tidak bercerita tentang pagi. bulan ini pagi melewati usianya yang ke dua tahun enam bulan. sudah mulai besar, sudah banyak sekali perkembangannya, sudah banyak bicara dan bertanya banyak hal. sudah bisa bercerita apa yang seharian dikerjakan bersama emak ketika saya bekerja. pokoknya sudah pintar macam-macam, termasuk pintar menguras emosi ibunya hahahaha. tapi sejauh ini, hanya saya loh yang terkuras emosinya, entah kenapa kalau pak ery selalu bisa terlihat adem ayem menghadapi se-crancky apapun pagi. iya, artinya memang saya kok yang mesti banyak intropeksi, hahahaha.

saya jadi flashback selama dua tahun kebelakang, pagi bukan temasuk anak yang perkembangan motorik kasarnya cepat. saat bayi dulu dia baru lancar duduk saat memasuki injury time dan baru bisa berjalan diusia lima belas bulan. sampai saat ini-pun, saya perhatikan pagi kurang bisa mengendalikan motorik kasarnya, dia cenderung sering terjatuh saat berlari, bahkan jika berjalan dengan kurang hati-hati. berbeda dengan saya, kalau emak, sebagai orangtua yang tidak mengenal teori ilmiah dan masih kental dengan mitos, meyakini bahwa pagi sering terjatuh semata-mata karena akan punya adik. lalu menyarankan supaya saya dan pak ery melakukan ritual ini dan itu, agar pagi segera bisa melewati periode berlari-dan-terjatuh-nya. kami hanya meng-iya-kan, sekedar untuk menghargai emak. tanpa pernah melakukan apapun ritual yang beliau sarankan.

sebaliknya, sejak dulu perkembangan motorik halus pagi terbilang baik. pagi kecil adalah penyuka hal-hal detail. dia selalu tertarik dengan benda yang nyaris tidak terlihat oleh orang dewasa. seperti pesawat terbang yang warnanya sudah nyaris blend dengan langit saking jauhnya, sehelai benang yang menyembul dibalik selimut, atau klip kecil yang terjatuh dilantai. diusianya yang baru menginjak 2 tahun, pagi sudah lancar meronce dengan lubang kancing yang kecil, dia bisa memisahkan manik-manik kecil berdasarkan bentuknya, menyusun balok dengan tinggi dan presisi juga mengupas kulit telur puyuh atau bawang merah dengan rapi. sekarang pagi mulai bisa melepas stiker tanpa bantuan saya, terakhir sore kemarin saya dibuat takjub dengan kemampuannya menyusun piramida gelas plastik dengan sempurna, sampai nyaris menyamai tinggi badannya sendiri.

sebenarnya, saya tidak punya tips khusus untuk menstimulasi motorik halus pagi. semboyan less toys more play dan hashtag #pagimain yang ada diinstagram adalah murni bersumber naluri. tidak seperti banyak ibu kreatif yang berpedoman pada teori montessori, saya bahkan sering tidak tau tujuan saya membuat mainan ini dan itu untuk pagi. saya hanya merasa senang ketika saya dan pagi bersama-sama menciptakan mainan versi kami sendiri, saya senang melihat pagi gembira memegang mainan hasil buatan kami, meski kadang bentuknya tidak sesuai harapan hahahaha. saya hanya sedang ingin mengajarkan pagi bahwa banyak mainan yang bisa kamu buat sendiri dan itu akan jauh lebih menyenangkan daripada menukarnya dengan beberapa lembar uang ditoko mainan. dan saya benar-benar bahagia karena setiap pulang bekerja ada anak kecil yang menyambut dengan wajah ceria sambil bertanya "ibu bawa apa? ibu mau bikin apa?"


 

untitled

Tuesday, September 1

awal september ini, saya punya resolusi sederhana.
  1. satu gelas air putih sebelum dan setelah tidur
  2. jalan kaki minimal 15 menit setiap hari atau tidak menggunakan lift (pagi hari)
  3. makan buah sebelum sarapan dan memasak sarapan sendiri
  4. membaca buku setiap malam
  5. tidur minimal 7 jam sehari
sederhana kan? meski saya sendiri gak yakin bisa konsisten menjalankannya hahahahaha. karena biasanya yang sederhana itu banyak godaannya. tapi saya percaya kok, sama seperti kebahagiaan, kesehatan itu sebenarnya hadir dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten dan terus menerus. 

ini semacam tantangan untuk diri sendiri, dua minggu lagi saya kasih reportnya deh ya :p
 

Pak Ery dan Pagi

yang kedua

Thursday, July 30

halo!
banyak sekali cerita yang belum sempat ditulis di blog selama bulan juli ini. ada cerita mudik bertiga dengan kendaraan pribadi yang baru pertama kali kami jalani, seru dan tentu saja melelahkan hahahaha. nanti deh, dibahas dalam satu posting.. kalau saya tidak malas hahahaha. nah, sekarang mari membahas soal berita utama, yaitu tentang garis dua pada alat pendeteksi kehamilan. alhamdulillah apa yang sudah direncanakan sejak bulan februari lalu dijawab diwaktu terbaik oleh Allah. saya, pak ery dan pagi dapat kabar gembira di akhir ramadhan kemarin. insyaallah kami bertiga akan punya status baru, pagi akan jadi teteh, pak ery akan jadi bapak dua anak dan saya jadi ibu hamil lagi. Alhamdulillah.

rasanya gimana? senang sekali! eh agak bingung juga sih, macam.. ini serius saya hamil lagi? nanti kontrolnya ke dokter siapa? lahirannya dimana? asli nge-blank kayak jaman pertama kali hamil. jadi siapa yang bilang hamil kedua perencanaannya dan mentalnya akan lebih matang? siapa? hahahahahaha. tapi secara keseluruhan bener kok senang sekali. dikasih kepercayaan lagi, dikasih kesempatan untuk kedua kalinya tanpa harus menunggu lama. alhamdulillah. lalu apa yang membuat kami memutuskan untuk menambah anggota keluarga? sebenarnya tidak ada alasan khusus selain, saya dan pak ery sama-sama senang punya saudara kandung. terlebih pak ery memang lahir dan tumbuh di keluarga yang super besar. buat kami saudara kandung adalah teman berbagi banyak hal. jadi punya anak lebih dari satu memang sudah jadi keinginan sejak awal menikah.

kalau soal kerepotan dan pembiayaan rumah tangga yang akan berlipat alhamdulillah saya dan pak ery tidak punya kekhawatiran berlebih soal itu. repot pastilah, anak satu saja sudah terasa kok, tapi kalau saya merasanya kita sekarang ini kan sudah hidup di jaman praktis, ada banyak pilihan untuk mengurangi kerepotan seorang ibu. kalau dulu ibu-ibu kita dengan keterbatasan biaya dan teknologi saja bisa "lulus" dengan beberapa anak, seharusnya kita bisa lebih baik kan? soal biaya yang akan jadi berlipat juga kami percaya rejeki sudah diatur, meski kami berdua bukan pasangan dengan pengahasilan berlebih, tapi kata ibu asal selalu bersyukur dan tidak pernah berusaha insyaallah rejeki bisa datang dari mana saja. saya sadar kok, mungkin ini masih teori sekali, karena toh sampai sekarang saya baru akan jadi ibu dua anak. tapi insyaallah, saya percaya semua proses ini akan bisa kami lewati dengan baik. amiiin.

oh iya, katanya setiap kehamilan akan punya ciri khasnya sendiri. tapi sejauh ini, saya merasa hamil yang dulu dan sekarang hampir sama. alhamdulillah sama-sama tidak rewel, saya cenderung bisa memakan apa saja, tapi seingat saya, waktu hamil pagi saya menyukai semua makanan manis, hamil yang sekarang saya jatuh cinta sekali sama rasa pedas. yang paling terasa bedanya hanya tingkat kemalasan yang naik drastis, ya ampuuun.. sungguh saya jadi pemalas sekali. saya yang biasanya mudah sekali bangun pagi sekarang sama sekali tidak. saya membiarkan pakaian kotor menumpuk dibelakang pintu, membiarkan baju-baju pada lemari pagi tidak tersusun rapi, saya tidak tertarik membersihkan dapur apalagi menjahit. tapi memang rencananya setelah picnic wedding project yang sedang saya kerjakan ini selesai, saya akan berhenti dulu dari aktifitas jahit menjahit komersil. mau menikmati masa kehamilan kedua tanpa banyak deadline.

jadi mohon doanya supaya kehamilan yang sekarang sehat dan lancar sampai nanti hari H melahirkan ya :)

ibu dan bapak

Thursday, July 2


tadi malam, mbak sari mengirimkan foto ini via messenger. foto yang baru diambil beberapa minggu lalu saat bapak dan ibu berkunjung ke pekanbaru. foto ini tiba-tiba membuat saya ingat bahwa sudah hampir sebelas tahun yang lalu sejak saya memutuskan "meninggalkan" rumah untuk menempuh pendidikan tinggi. sebelas tahun dari mulai saya jadi mahasiswa diploma, sarjana, aktif di komunitas ini dan itu, jadi volunteer, lalu cari kerja di berbagai kota, sampai akhirnya ditakdirkan jadi abdi negara, menikah, dikaruniai anak dan menetap di bandung.

saya menyadari tujuh belas tahun tinggal bersama ibu dan bapak adalah waktu yang sangat kurang, belum lagi kalau harus dipotong masa kecil yang belum mengerti apa-apa dan masa remaja yang ngeyelnya luar biasa. pasti ada banyak peristiwa bahagia yang dilalui ibu dan bapak berdua saja selama sebelas tahun belakangan. juga pasti ada banyak kesedihan dan kebimbangan yang disembunyikan ibu dan bapak dari kami anak-anaknya.

ibu terimakasih atas ilmu berkreasinya, atas kesabaran yang luar biasa karena baru ketika dewasa kami sadar, bahwa ternyata dulu kami bandel sekali. terimakasih atas senyum yang selalu ada meski lelah mengantar kami kesana kemari, seorang diri karena bapak berdinas, mengendarai katana yang ketika hujan, airnya akan masuk sampai kedalam. ibu, terimakasih atas maaf yang selalu tersedia meski si bungsu berkali-kali mendaki puncak gunung tanpa pamit demi ego masa sma. terimakasih karena sudah berlapangdada, mengijinkan anakmu ini "puas nakal" diwaktu remaja dulu.

bapak terimakasih atas isi kulkas yang selalu penuh setiap bapak pulang ke bandung, juga capcay, mie goreng, tahu kecap, sambel terasi dan semua masakan bapak yang rasanya super juara. terimakasih atas ajakan bermain dikantor ketika kami masih kecil, kami jadi bisa melihat dari dekat seperti apa wujud lokomotif dan gerbong-gerbong jika sedang diperbaiki, sehingga bisa jadi bekal cerita jumawa untuk teman-teman di sekolah dasar dulu. bapak, terimakasih karena tidak penah bosan mengajarkan kami tentang kesederhanaan dan bahwa bekerja bukan melulu soal uang, tapi soal integritas, kemampuan terbaik dan tanggung jawab.

ibu, bapak terimakasih karena tidak pernah menuntut kami jadi A, B atau C, jadi seperti X, Y atau Z. terimakasih karena mempersilahkan kami menjadi diri sendiri. terimakasih karena selalu memahami kenakalan sekaligus mimpi-mimpi kami, terimakasih karena tidak marah atas nilai-nilai akademis kami yang tidak pernah memuaskan, bahkan tertawa ketika melihat nilai merah untuk pelajaran biologi si anak bungsu karena tidak bisa menggambar anatomi belalang saat ujian. ibu, bapak terimakasih ya, matur nuwun, ngaturaken sungkem. semoga ibu dan bapak selalu dalam lindungan Allah. Amiiin.

pagi yang sederhana

Monday, June 22

ketika bangun dari tidur subuh tadi, pagi menangis. rewel mungkin karena belum kenyang tidurnya lalu harus terbangun dijam tanggung, sehingga serba salah, mau tidur lagi sudah tidak bisa, tidak tidur lagi masih mengantuk. buat anak-anak permasalah kurang tidur seperti itu bisa berefek domino kan? tapi sebagai ibu yang udah kebal sama rengek manja, tentu saja saya tidak terpengaruh. jadi tanpa respon berlebihan saya tawari menyetel lagu-lagu kesukaannya, mau. tapi cuma tahan sebentar, habis itu nangis lagi. diajak main gunting-gunting, gak mau. main balok gak mau. ok fine, tinggalin beberes di dapur *mamak kejam* ahahahahahaha.

tapi akhirnya saya goyah juga kok. saya memang sama sekali tidak berbakat jadi tiger mom. saya kembali lagi ke ruang TV, setelah ajakan bermain didalam rumah yang ditolak mentah-mentah, saya kembali mengajaknya bermain dengan mengubah lokasi bermain, kali ini menjadi dihalaman. nah karena pagi pada dasarnya anak outdoor, ditawari main dihalaman tentu saja langsung gembira dan lupa sama nangisnya. jadilah saya dan pagi bermain bola yang hanya berlangsung selama beberapa menit karena dilanjutkan dengan berjalan-jalan mencari harta karun di semak rumput sekitar rumah.

awalnya saya hanya berniat mengumpulkan bunga, ranting dan daun kering untuk dibawa pulang, tapi setelah dilihat lagi kok rasanya sayang ya, bunganya bagus, kecil dengan tangkai yang panjang. langsung deh kepikiran untuk dijadikan tiara. buru-buru ambil benang untuk merangkai tangkainya satu persatu. singkat cerita.. tarrraaaaa ~ jadilah tiara buatan ibu ajeng. reaksi pagi seperti biasa, selalu mengapresiasi apapun yang dibuat ibunya. hihihi.. anak baik. meskipun setelah beberapa menit dipakai si putri pagi memilih untuk melepaskan tiaranya dan lebih tertarik dengan ember, sabun, sponge perlengkapan tempur pak ery yang sedang mencuci mobil. 






rumah bermain jejakecil

Wednesday, June 17

halo! 
ini sudah minggu kedua sejak pagi ikut dalam kegiatan rumah bermain jejakecil yang ternyata seru sekali. ketagihan banget deh, bayangin dua puluh anak usia 2-5tahun bermain disatu tempat. riweuh, berisik dan lucu banget lihat tingkah polah mereka yang sering tidak mau ikut instruksi, keluar barisan, atau bahkan diam kebingungan karena gak ngerti harus ngapain hahahahaha gemes. serunya lagi di rumah bermain jejakecil orangtua juga ikut terlibat dan berpartisipasi, jadi kerasa banget deh heboh dan lelahnya mengajak anak bermain. tapi bukankah the toys a child can have is a parent who gets down on the floor and plays with them? jadi lelahnya insha allah terbayar sama gembiranya mereka kok.

oh iya, tema bermain di jejakecil selalu berganti setiap minggunya, jadi anak-anak dijamin tidak bertemu dengan rasa bosan. diminggu pertama kemarin pagi diajarkan untuk mengenal sayur-mayur lewat bernyanyi, lalu membuat stamp dan potongan sayur seperti kentang, brokoli dan jagung lalu berakhir dengan memakan popcorn bersama-sama. lain cerita ditema jeruk minggu lalu, anak-anak diajak untuk melempar bola yang penuh dengan cat air, mengupas jeruk, menempel kulit jeruk, membentuk monster jeruk dan belajar memeras jeruk untuk dijadikan juice. namun meski berbeda tema semua kegiatan disana selalu punya satu kesamaan, yaitu sama-sama berakhir dengan baju kotor dan tidur siang yang pulas karena lelah bermain hahahahaha.

kalau pagi sejauh ini tipe anak yang santai cenderung cuek, mungkin karena usianya baru menginjak dua tahun jadi diantara yang lain dia termasuk yang paling susah ikut instruksi. diminta jongkok dia berdiri, yang lain membentuk lingkaran dia duduk, teman-temannya main sama ibu ulat, dia mantap menuju bak pasir ahahahahaha kalau ngeyel gini resmi jadi anaknya ibu ajeng. oh iya, setelah dua kali bermain di jejakecil, pagi terlihat senang dan tertarik dengan apa yang diajarkan, beberapa kali saat dirumah, dia meminta saya menyanyikan kembali lagu untuk posisi berdoa dan lagu mengenal jemari yang pernah diajarkan oleh kak ulfa, salah satu kakak pembimbing di jejakecil. jadi sepertinya kami akan menjadikan hari-hari sabtu berikutnya sebagai hari bermain di jejakecil.





untuk yang mau ikut bergabung dan bermain disini, bisa menghubungi rumah bermain jejakecil di jalan bukit dago utara I nomor 13, bandung atau telpon di 088-218-002-150 dan instagram di @jejakecil. selamat bermain!


we're going to panaruban. yeay!

Monday, May 25

gaya banget ya judulnya. padahal seperti biasa, kami berangkat tanpa rencana alias serba mendadak hahahahaha. ciri khas keluarga pak ery banget deh, akhir pekan bangun pagi, mandi, lalu siap-siap meski belum tau mau kemana. setengah jam sebelum berangkat baru deh muncul ide tempat tujuan. dan kali ini pak ery mengajak kami piknik ke panaruban, subang. maka kami berangkat pukul 7.30 dengan bekal seadanya. seriously karena tanpa persiapan saya hanya membawa bekal susu, nasi dengan tahu dan ayam goreng dalam wadah kecil untuk pagi sarapan. sementara untuk saya dan pak ery kami mengganjal lapar dengan dua tangkup roti selai coklat. tapi kami membawa nasi putih dalam satu wadah tupperware besar. karena kami berencana membeli lauk untuk pendamping makan siang di warung makan mana saja yang kami temui dipinggir jalan. halo keluarga hemat bahagia hahahahaha

kami menempuh perjalanan selama kurang lebih dua jam, alhamdulillah meskipun tidak tidur sepanjang perjalanan pagi kooperatif sekali, tidak rewel dan terus bernyanyi. kami sampai didepan jalan tempat tujuan ketika menyadari bahwa jalan yang akan kami lalui adalah offroad berbatu. meski saya sudah beberapa kali ikut "menyiksa" kendaraan keluarga ini dengan melalui jenis jalan yang sama, tapi kali ini saya ciut nyali. pasalnya kami hanya pergi sendiri. terlebih tempo hari saya pernah melihat sebuah landrover terperosok kedalam semak berlubang besar saat perjalanan menuju tebing citatah, padalarang. nah, saya membayangkan jika kejadian itu menimpa kami. siapa yang akan membantu kami ditempat yang sedemikian jauh dari kota bandung ini? pak ery sempat beberapa kali turun dari bangku kemudi untuk memastikan jalan yang kami lalui aman dan bisa dilalui. meski diakhir perjalanan saya memilih turun dan berjalan kaki bersama pagi, membiarkan pak ery mengemudikan taftnya sendiri. iya, aku nyalinya tipis kak hahahahaha.

setelah sampai dijalan terakhir yang bisa dilalui mobil, kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki melewati jalan setapak kurang lebih 20 menit. sebenarnya bisa lebih cepat kalau saja si anak kecil sejak awal mau digendong. sayangnya hal ini tidak berlaku buat pagi, pokoknya mau jalan sendiri, berikut setiap berapa meter berhenti karena melihat belalang, atau capung, juga bunga semak yang harus banget ditiup dulu sebelum ditinggalkan hahahahaha. disepertiga perjalanan, akhirnya kami menyerah, kami gemas karena hari sudah semakin panas sementara kemajuan jarak yang kami tempuh tidak signifikan. akhirnya si anak kecil diangkut paksa supaya cepat. oh iya, saya dibuat kagum ketika sampai dilokasi curug mandala. sungainya bersih sekali. lokasinya rimbun dan tertata rapi seperti taman buatan. padahal  kata pak ery, ini asli bentukan alam. retribusi nya7500 rupiah saja, dan mungkin karena tempat ini tidak cukup terkenal, selama dua jam disana kemarin, tidak ada lagi pengunjung selain kami.

oh iya, menurut informasi dari penjaga tempat wisata curug mandala, ada jalan yang lebih bagus dan manusiawi ketimbang jalan yang tadi kami lalui. jarak tempuh kendaraannya memang jadi lebih jauh namun jika melewati jalan utama itu, kami tidak perlu berjalan kaki melewati semak dan tanah berbatu karena bisa langsung parkir didepan gerbang tempat wisata. mendengar penjelasan itu, saya dan pak ery hanya saling menatap kikuk, sambil melirik ke arah jalan tanah didepan gerbang masuk yang memang terlihat mulus sekali. ini yang namanya terlanjur adventure hahahaha.. tapi artinya ini jadi informasi untuk teman-teman yang ingin berkunjung ke curug mandala dengan city car. sepertinya asal lewat jalan utama bisa kok :)

less toys more play #pagimain

Thursday, May 21

beberapa hari lalu saya membaca sebuah kalimat yang ada didalam sejenak hening karya adjie silarius. buku yang lebih pantas dikategorikan sebagai buku psikologi. kalimatnya begini;
"kebanyakan kita saat ini sangat pintar dalam mempersiapkan hidup, namun tidak pintar menjalaninya" - adjie silarius
nyes. iya, saya harus mengakui kalau kemarin-kemarin saya ada dalam kalimat tersebut. saya adalah "kita" yang dimaksud oleh adjie silarius. saya sering terlalu fokus dengan masa depan. saya punya cita-cita yang tinggi, saya punya banyak mimpi untuk saya, mas ery dan tentu saja pagi. saya ingin semuanya dipersiapkan dengan baik dan minim kesalahan. tapi saya lupa, sementara saya sibuk menjalani persiapan masa depan, pagi juga sedang sibuk menjalani masa selalu-ingin-tau-nya, masa yang idealnya didampingi oleh saya. masa yang hanya terjadi saat ini, masa yang seharusnya jadi fokus dan tujuan utama. saya langsung merasa, duh.. kenapa baru tersadar sekarang? jadi selama ini saya kemana saja?

sebenarnya sejak awal saya sudah menyadari satu hal; bahwa saat ini dunia pagi adalah bermain dan (seharusnya) saya berperan sebagai pendamping sekaligus fasilitator. tapi kalau kemarin-kemarin saya menyerahkan tugas saya dengan mengajak pagi bermain bersama alam. hampir setiap akhir pekan kami mengajak pagi bermain ke kebun, hutan atau taman kota. jika bukan akhir pekan, maka saya menutup malam dengan sesi membaca buku. kemudian dengan serta merta saya merasa tugas saya "mengajak bermain" sudah cukup sampai disitu. padahal yang pagi perlukan lebih dari itu. memang untuk sampai ke titik yang sekarang saya harus melewati proses malas yang cukup panjang. tapi setelah puluhan kali melihat ibu-ibu kece nan kreatif di instagram dan dicekoki puluhan tutorial toddler art and craft di pinterest, saya luluh juga. akhirnya saya bertekad, meluangkan waktu mengajak pagi bermain dan membuat mainannya sendiri, setiap hari.

untungnya saya tidak kesulitan mencari bahan baku, ada balubur town square, surga art and craft yang letaknya berseberangan dengan kantor. tapi biasanya, saya hanya membeli bahan-bahan tambahan yang tidak bisa saya buat sendiri seperti pipe cleaner atau mata boneka. kalau bahan dasarnya justru saya kumpulkan dari berbagai bahan bekas yang sudah tidak terpakai dari kantor seperti kertas bekas, kardus bahkan yang terakhir kemarin, saya sampai khusus menitip pesan pada petugas toilet kantor untuk jangan membuang paper roll karena akan saya bawa pulang hahahaha. dan sejak itu, setiap tiga hari sekali saya selalu berhasil membawa pulang empat sampai enam paper roll. hore! saya juga sering membawa daun kering dengan warna unik yang saya temukan dijalan, atau ranting, atau bunga pinus. pokoknya apa saja, meski saat membawanya, saya belum tau akan dijadikan apa.

mengajak pagi bermain sungguh bukan perkara mudah, selain harus pintar mencari source, menyesuaikan ide dan bahan yang ada dirumah juga butuh kebesaran hati. karena seringnya kita sudah semangat 45 bikin ini itu, pas jadi anaknya malah tidak tertarik. dan akupun sukses patah hati hahahahahahaha. tapi sejauh ini patah hatinya gak lama kok, lebih banyak bahagianya. karena selalu ada saat-saat yang membuat hati luluh ketika mendengar ucapan terimakasih, merasakan cium kecil dipipi dan melihat sepasang mata berbinar memancar gembira. rasanya semua terbayar lunas. sebenarnya mungkin saya bisa punya solusi lain yang lebih mudah, membelikan pagi banyak mainan misalnya. toh tujuannya sama-sama untuk stimulasi dan edukasi. saya tentu tidak perlu repot, bisa tinggal duduk manis menemani dan mengarahkan cara bermainnya. tapi menurut saya, mengajak pagi membuat sendiri mainannya akan mengajarkan dia banyak hal. tentang kesabaran, tentang penghargaan sebuah proses, tentang menerima hasil dan yang terpenting adalah tentang kemauan untuk berkreasi :)



piknik hore (eps. desa narimbang)

Tuesday, May 5

ceritanya kami mengawali bulan mei dengan piknik hore ke desa narimbang, kabupaten sumedang. seperti biasa, semua tanpa rencana detail, hanya malam sebelumnya pak ery punya ide dan langsung dieksekusi ke esokan harinya. di sumedang kami akan mengunjungi salah satu teman baik pak ery, kang ajay namanya. saya sudah pernah bertemu sekali saat menikah dulu, tapi itu tiga tahun lalu dan tentu saja saya sudah lupa. ya sudahlah.. yang penting saya tau ceritanya kalau kang ajay ini sudah memiliki istri dan dianugrahi dua anak lucu. dari cerita pak ery juga saya tau kalau rumah kang ajay, tempat yang akan kami kunjungi nanti terletak sebuah desa kecil dengan sinyal provider seadanya. 

sebenarnya kami, terutama pak ery tidak asing dengan kota sumedang. keluarga besar apa (ayah mertua) masih ada disini, setiap lebaran haji-pun saya dan pak ery tidak pernah absen mengunjungi sumedang. apalagi dulu, pak ery sudah pernah mengunjungi rumah kang ajay. jadi berbekal rasa percaya diri dan naluri kayaknya-ini-deh-jalan-masuknya kami berhasil menemukan rumah kang ajay dan disambut hangat oleh tuan rumah beserta istrinya; teh prita dan dua anaknya; hamam (7 tahun) dan hanis (2.5 tahun). pagi sih standar ya, awalnya malu-malu dan baca situasi dulu.. lama-lama baru deh, gak afdol kalau gak rebut mainan hahahaha. untungnya teteh hanis cenderung lebih lapang dada kalau mainannya dipinjam pagi. tapi selebihnya dua anak perempuan ini manis sekali kok.. pagi senang bernyanyi dan hanis senang mengajak pagi bermain. adem deh liatnya.   

selepas sholat jumat kami menuju tempat tujuan, saya lupa namanya tapi kalau tidak salah dengar teh prita bilang; curug cikutra. dari rumah kang ajay kami hanya perlu berjalan kaki kurang lebih 15 menit. saya tadinya tidak punya ekpektasi berlebih, apalagi setelah tau bahwa tujuan kami adalah tempat wisata. karena kebanyakan tempat wisata yang dikelola penduduk setempat sering mengecewakan, biasanya sudah tereksploitasi dengan membabi buta. kealamiannya tidak terjaga, kebersihannya apalagi. tapi sepanjang perjalanan menuju kesana saya menemukan banyak sumber air jernih yang mengalir dengan leluasa disisi jalan. dan benar saja.. dugaan saya salah. tempat tujuan kami ternyata asik sekali!

karena mempertimbangkan dua anak kecil dan kondisi langit yang cenderung gelap, kami urung pergi sampai keatas curug. kami memutuskan cukup sampai anak sungai kecil yang lokasinya tidak terlalu jauh dari gerbang masuk. segini saja pemandangan yang disajikan sudah seru kok. semua serba hijau, air sungai yang mengalir jernih. nyaris tidak ada sampah dan masih banyak anjing penjaga kebun-kebun di hutan yang sesekali mengintip kami dari kejauhan. kamipun mendapat rejeki berupa sepetak lahan berkeramik siap pakai.. jadi kami memulai ritual piknik dengan segera, kang ajay mengelar alas daun pisang, pak ery memasak air untuk kopi diatas trangia, teh prita meramu sambel dadak. sementara saya? tentu saja. jadi pendamping pagi yang langsung drama, jejeritan pengen nyemplung sungai. nyahahahahaha anak siapa sih kamu nak.

sayangnya piknik tidak berlangsung lama, perlahan tapi pasti langit menurunkan gerimis. untung saja tujuan utama menemani pagi bermain air di sungai dan makan siang dengan nikmat sudah terlaksana. maka piknik hore kali ini ditutup dengan dua keluarga kecil yang berlarian menyusuri jalan setapak dengan gembira meski diburu hujan. terimakasih kang ajay dan teh prita, atas jamuan makan siangnya. teh tubruk, rangginang, keripik pisang, nasi hangat beralas daun pisang, tumis leunca, sambel dadak, asin peda dan pepes ayam dengan rasa yang super istimewa. juga untuk sekeresek opak sebagai buah tangan kami pulang ke bandung. semoga tidak kapok kalau suatu hari kami berkunjung lagi. dan untuk yang mengajak pergi piknik hari ini, yang rela menembus kemacetan jalan selama berjam-jam. dear pak ery, terimakasih ya! ibu dan pagi senang sekali :)





 


cerita pagi

Thursday, April 30

alhamdulillah, akhirnya bulan ini pagi resmi jadi anak kecil yang tidak menyusui lagi. untuk sementara saya pensiun dari status sebagai ibu menyusui. terimakasih ya nak.. terimakasih atas dua puluh enam bulan penuh pelajaran yang membahagiakan. so now, we're ready for your little brother or sister, yakan bap? hahahahaha. oh iya, kalau ada yang tanya bagaimana rasanya setelah tidak menyusui lagi? jawabannya : biasa saja. bener deh, yang luar biasa hanya proses menyapihnya saja. setelah proses itu terlewati, ya biasa saja tidak ada perasaan bersalah yang tersisa seperti dugaan saya sebelumnya. mungkin karena memang sudah waktunya dan memang sudah seharusnya. jadi keputusan menyapih pagi di dua tahun dua bulan menurut saya adalah keputusan terbaik. alhmadulillah.

setelah disapih, pagi tetap lanjut meminum susu. kadang sehari bisa empat sampai enam kali. tidak banyak yang berubah termasuk soal terbangun ditengah malam, pagi masih terbangun karena lapar dan (mungkin) haus tapi seringnya hanya sekali. ritual tidurnya juga tetap sama, dulu harus menempel pada ibu, sekarang juga masih harus menempel ibu tapi bukan untuk menyusu, melainkan untuk dibacakan buku, atau bernyanyi atau bertanya apa saja yang kadang membuat ibunya kehabisan stok jawaban logis. tapi lucunya, indikator pagi mengantuk bukan rewel melainkan malah semakin berenergi. jadi ketika si anak kecil ini semakin semangat berlarian dijam tidurnya, maka itulah saat yang tepat mengajak pagi menuju kamar untuk tidur.

dan setelah tidak menyusui, saya tentu saja harus punya keahlian lebih, keahlian mengalihkan ketika pagi tiba-tiba menangis karena terjatuh atau karena mencari perhatian ibunya. biasanya kan tinggal ditawari menyusu, dan semua permasalahan di dunia ini akan selesai. kalau sekarang tentu tidak bisa lagi. maka 1001 satu hal menarik yang bisa mengalihkan perhatian harus sudah ada diluar kepala hahahaha. sejauh ini, saya selalu berhasil dengan mengajaknya melakukan kegiatan bersama-sama. membaca buku atau membuat sesuatu bersama-sama dan juga bermain. yang terakhir ini cakupannya bisa luas sekali, dan kalau saya ada dirumah biasanya pagi tidak terlalu tertarik dengan permainan yang sudah sering dia mainkan berasama emak, seperti balok susun atau bongkar pasang.

nah ini yang jadi pekerjaan rumah buat saya sekarang; bagaimana cara mengajak pagi bermain dengan permainan sederhana dan menyenangkan. sebenarnya sudah sejak lama saya puasa membelikan pagi mainan komersil. pokoknya tidak ada lagi mainan mahal kecuali buku (dan mungkin lego) tapi kalau kemarin-kemarin saya agak tertolong karena kami sering beraktivitas diluar rumah. setiap akhir pekan ada saja jadwal mengunjungi kebun atau taman kota atau apa saja. nah, akhir pekan lalu juga rencananya sama. pak ery mengajak kami pergi berkemah, tapi sejak pulang dari bekerja rabu dini hari, pak ery sakit dan menjelang weekend belum kunjung membaik. akhirnya rencana berkemah terpaksa ditunda dan libur tiga hari kami habiskan dirumah saja.

saya yang terlanjur tidak punya stok ide bermain dirumah jelas kelimpungan. kasihan juga kalau seharian hanya dihabiskan dengan membaca buku atau melakukan permainan yang itu-itu lagi. benar deh, bahwa menjadi ibu memang harus punya stok ide bermain dirumah yang mudah dieksekusi dan menyenangkan untuk keadaan darurat seperti kemarin. kalau saya pada dasarnya senang mengajak pagi membuat sesuatu bersama-sama, kalau banyak ibu yang membuat mainan ketika anak tidur, saya malah enggan. karena seringnya apa yang saya kerjakan sendiri tidak sebagus apa yang saya kerjakan bersama dengan pagi. pokoknya hasil karya buatan ibu, sering tidak instagram-able hahahahahaha.. tapi tentu saja saya tidak pernah kapok, karena semua terbayar lunas saat pagi dengan bangga memamerkan hasilnya sambil bilang "bapak lihat ini bagus! dibuatin ibu.." :)





karena (cara) menyapih adalah pilihan

Friday, April 10

halo! 
ini sudah hari kelima sejak saya dan masery menjalani keseharian kami tanpa pagi. saya merelakan pagi menghabiskan sepuluh hari penuh di lampung bersama eyang putri juga dua kakak sepupunya. duh, sudah jangan ditanya rasanya berpisah berhari-hari. sebagian besar hati ini seperti kosong dan hilang. tapi kalau balik lagi ke tujuan utama, ya harus ikhlas dan berbesar hati sih. toh ini karena ketidakmampuan saya sendiri. jadi memang misi utama saya adalah menyapih pagi.

kalau dulu sekali saya punya cita-cita akan terus menyusui sampai nanti, sampai pagi yang memutuskan untuk menyelesaikan kebiasaannya sendiri. mengingat perjuangan menyusui di awal-awal kelahiran pagi dulu, rasanya tidak rela kalau harus cepat menyapih. tapi kalau dilihat berapa minggu kebelakang.. pagi semakin sering bangun malam, semakin susah makan, semakin latah untuk menempel terus pada ibunya. ntahlah, saya percaya semua itu berkaitan dengan extended breastfeeding-nya. jadi gagasan menyapih memang muncul dari situ. walaupun selain itu juga harus diakui kalau saya mulai lelah dan mmmm.. bosan.

soal cara menyapih, saya mengaku amat cemen. meski di usia pagi ke 25 bulan kemarin, saya pernah mencoba menyapih dan langsung menyerah. saya tidak sanggup jika harus mengulang dan mencoba melakukannya lagi. jadi setelah melewati proses diskusi yang cukup panjang, saya dan masery memutuskan untuk mengambil cara menyapih yang ini. lagipula sudah sejak lama ibu menawarkan membantu proses menyapih pagi. jadi kebetulan sekali kan? pertimbangan utamanya juga karena ibu mempunyai daycare. disana pagi bisa punya banyak teman dan bermain dengan fasilitas cukup, artinya pagi punya banyak pengalih yang menyenangkan. semoga.

dan benar saja, sejak hari pertama ditinggal, masalah utama pagi hanya saat memulai tidur. karena memang terbiasa tidur dengan menyusu, ketika saya tidak ada, ya dia tidak punya pengantar tidur. tapi alhamdulillah drama pengantar tidurnya hanya berlangsung tiga hari. selebihnya pagi mulai terbiasa tidur sendiri. bahkan tidur siang-pun sudah tidak perlu "diantar" lagi. mungkin karena meniru teman-temannya yang memang dibiasakan tidur sendiri. tapi, pagi masih bangun malam, sambil menangis tentu saja. meski frekuensinya sudah tidak sesering saat masih menyusui dulu.

ini sudah hari kelima, rencananya kemarin, saya dan masery akan menjemput pagi di jumat ini. tapi ibu menyarankan kami bersabar, toh dalam keseharian pagi tidak pernah rewel mencari saya. nafsu makannya membaik, sudah mau minum susu (tadinya tidak sama sekali) dan yang paling penting, setiap hari pagi gembira sekali karena punya banyak teman baru. dibilang rela, rela kok.. tapi ya rindu sekali. jadi mulai malam ini saya mulai menghitung hari.. tak sabar bertemu hari dimana saya bisa menjemput pagi. insyallah minggu depan ibu bapak ke lampung ya anak baik.

so, kalau diluaran sana ada banyak ibu yang berhasil menyapih dengan cinta, saya salut atas kesabarannya. yang juga sukses menyapih dengan "tega" karena memang sudah waktunya, saya angkat jempol atas kebesaran hatinya. karena saya bukan keduanya. tapi saya percaya every mom has her own battle, kan? termasuk soal cara menyapih :)


belajar dari jatuh dan terluka

Saturday, March 21

bisa dibilang saya bukan tipe ibu dengan perlindungan menyeluruh terhadap anak. saya ibu yang cenderung penuh risiko dalam artian begini, ketika pagi bisa berjalan.. saya lebih banyak membiarkan dia berjalan sendiri, tujuannya sederhana, supaya dia bisa lebih banyak bereksplorasi. meskipun dengan begitu saya tau peluangnya untuk terjatuh akan jadi semakin tinggi, dan terbukti memang begitu. tak jarang jatuhnya sampai menghasilkan lebam biru atau luka gores yang lumayan, tapi saya percaya dengan terjatuh pagi belajar. belajar bahwa dia tidak boleh berlari dijalan menurun, belajar untuk tidak terburu-buru ketika berjalan diatas tanah yang malamnya terguyur hujan.

begitu pula saat kami memutuskan untuk mengadopsi kana, si kucing berwarna abu. kalau soal kebersihan memang tak bisa kompromi, tapi kami ingin mengajarkan pagi tentang hubungan antara hewan dan manusia lewat kisah yang nyata. maka kami selalu bilang bahwa kana akan baik, jika pagi tidak mengganggunya. dan sebaliknya, dia akan mencakar jika pagi terlalu gemas menarik ekornya. langsung berhasil? tentu saja tidak, beberapa kali kami menemukan gores panjang di tangan dan kaki pagi. tapi pagi hampir tidak pernah menangis soal luka ini, mungkin dia mengerti bahwa sebenarnya kana hanya ingin mengajak bermain. meski pada akhirnya kami juga menghukum kana dengan mengurungnya didapur belakang :D

lain kisah lain cerita, kalau yang ini hampir setiap hari, pagi melihat aktivitas dapur ketika saya menyiapkan sarapan. dia melihat bagaimana saya mengupas bawang dengan menggunakan pisau, bagaimana saya memotong tempe menjadi iris-irisan kecil, pun menyaksikan saya mengulek ragam bumbu jadi satu didalam coet batu. itu baru pagi hari, malamnya, dia juga hampir selalu menemani saya menjahit, sehingga tau betul bagaimana caranya menggunakan gunting untuk memotong. dan tidak ada yang bisa membantah bahwa anak kecil adalah mesin scanner kualitas super. mereka memindai apapun kebiasaan orang dewasa yang terjadi dalam keseharian, lalu mencoba meniru dengan sangat yakin sekaligus keras kepala.

maka mau tidak mau, sejak umurnya belum genap dua tahun, saya mengijinkan pagi menggunakan gunting juga pisau sungguhan dengan syarat; dalam pengawasan. saya yakin ada banyak ibu yang histeris ketika melihat anak-anak kecilnya memegang benda tajam seperti gunting dan pisau, nah entah kenapa saya tidak. saya percaya bahwa memberi mereka kepercayaan jauh lebih baik ketimbang membatasi mereka dalam banyak hal. saya juga punya keyakinan bahwa anak-anak kecil adalah mahluk lucu sekaligus pintar meski mereka belum paham betul apa dan bagaimana cara berhati-hati.

malam ini pagi kembali belajar, dia terluka saat menggunakan gunting untuk memotong kertas bekas. ini adalah luka dengan darah mengalir pertamanya. saya sempat kaget, sepersekian detik. sampai saya menyadari bahwa pagi tidak mengangis histeris. kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah "ibuk.. sakit.." disusul dengan air mata yang mengalir perlahan tanpa suara. naluri keibuan saya mengatakan bahwa saya harus berbuat seolah semua akan baik-baik saja, meski didetik-detik pertama kali saya gelisah dengan mengintip darah yang mengalir dari tangan kecilnya.

ini adalah pelajaran kesekian pagi tentang terluka, bohong kalau saya tidak ngilu melihat tangan kecilnya disinggahi plester. tapi saya percaya pagi akan belajar banyak dari apa yang terjadi malam ini, lagi-lagi soal hati-hati, kali ini ditambah soal teliti. kalau ditanya apa besok saya tetap mengijinkannya menggunakan gunting? saya akan dengan mantap menjawab "iya.." dan jika malam ini ada perasaan yang membuat haru adalah bukan karena melihat tangannya terluka melainkan karena menyadari bahwa ternyata saya juga sedang dalam proses belajar, belajar untuk berjiwa besar dan menerima kenyataan bahwa semakin hari pagi semakin besar dan pintar :)


diet swalayan

Thursday, March 19

sudah sejak akhir tahun kemarin, saya dan masery memutuskan untuk berdiet swalayan. ide ini muncul dengan tidak disengaja saat kami berbicara tentang cost pengeluaran bulanan terbesar keluarga yang menurut kami disebabkan oleh kunjungan ke swalayan. memang sih, kebutuhan bulanan rumah tangga tetap tidak bisa dihindari. tapi setidaknya dengan diet swalayan saya tidak punya alasan untuk memasukkan banyak item tak terduga kedalam keranjang belanja dengan dalih lapar mata ketika berkeliling swalayan.

jadi kami kembali pada cara lama, membuat list kebutuhan setiap bulan dan mampir ke toko grosir jika memang ada kesempatan. hasilnya? tentu saja masih berantakan hahahahahahaha. seperti minggu lalu, saya kehabisan margarin selama berhari-hari dan baru saja kemarin saya lupa membeli garam dapur yang menyebabkan masery harus berkunjung ke warung terdekat disubuh buta. sedikit kecau karena memang sebelumnya kami terbiasa membeli apa saja dalam satu tempat, sekarang tidak lagi. tapi ada kalanya menunda membeli sesuatu yang dibutuhkan itu lebih baik ketimbang harus membeli sesuatu hanya karena merasa butuh saja, iya kan?

seorang teman bertanya soal selisih harga yang harus kami bayar jika berbelanja di toko grosir, pasti ada sih. tapi sejauh ini menurut saya tidak signifikan, berkisar 500 sampai (paling mahal) 1500 rupiah untuk satu item keperluan rumah tangga yang saya butuhkan. jika saya membeli 20 item dikali dengan selisih harga termahal artinya saya harus membayar 30000 lebih mahal. bandingkan jika saya berbelanja di swalayan, saya akan menghabiskan lebih dari 50000 rupiah untuk memenuhi hasrat lapar mata seorang ibu rumah tangga.

diet swayalan ini juga berlaku untuk kebutuhan sayur mayur. saya ingat ketiga pagi memulai mpasinya dulu, saya mengunjungi swalayan setidaknya tiga kali dalam seminggu untuk membeli bahan masakan (yang terlihat) segar, termasuk sayur mayur. kalau dulu alasan saya; hanya supermarket yang buka sampai malam, swalayan/supermarket bisa "menunggu" sampai saya selesai bekerja. waktu itu sama sekali tidak terpikir untuk bangun lebih pagi, mengunjungi mang mamat si tukang sayur yang menggelar dagangannya di lapangan basket komplek perumahan. kalau sekarang sih beda, saya sudah setia sama gerobak mang mamat, mulai ayam kampung sampai ubi cilembu siap makan semua ada, juwara!

eh saya bukan (atau belum) anti swayalan loh ya, apalagi untuk beberapa bahan makanan seperti sosis, nugget atau butter dengan merk tertentu, agak sulit ditemukan dipasar tradisional. jadi sesekali saya masih mampir swalayan untuk memburu minyak goreng diskon membeli yang benar-benar tidak bisa dicari ditoko grosir. dan menurut saya sejauh ini keputusan kami berdiet swalayan menantang sekaligus menyenangkan, meski karena belanja yang "dicicil" itu beberapa kali saya lupa membawa kantong belanja sendiri, nanti kalau masa adaptasinya sudah selesai, gak bakal lupa lagi kok *salim sama aktifis lingkungan seindonesia*

belum ikhlas jadi mantan

Wednesday, March 18

maret bisa dibilang bulan sibuk yang tak terduga, sampai saya terpaksa harus merelakan berminggu-minggu tanpa menulis. jangankan merangkai kata menjadi cerita, mengetik dua tiga kalimat saja, saya enggan. energi seolah terkuras habis sepanjang delapan jam dikantor, begitu sampai dirumah, sisa-sisa tenaga saya habiskan untuk menemani pagi bermain, lalu mengantarnya tidur dan tentu saja segera setelah itu saya ikut menyusul. saya meliburkan sesi menjahit dengan penuh kepasrahan, meninggalkan tumpukan kain dan antrian pesanan. tak jarang ritual makan malam juga ikut terlewat begitu saja. iya, lalu saya mengucapkan selamat datang di dunia pekerja kantoran.. dunia yang entah kenapa bisa saya cintai.

awal maret kemarin adalah mula cerita. setelah diijinkan libur berdinas menginap selama dua tahun penuh oleh pak bos baik hati, tanggal 6 maret lalu batas cuti dinas saya berakhir.. sesuai kesepakatan, saya harus berangkat, menginap, tiga hari dua malam. rasanya tidak pantas menolak.. sudah diijinkan bebas tugas menginap selama dua tahun saja bersyukur sekali, masih tega untuk minta lebih? coba.. kantor mana yang bosnya bisa sebaik bos saya? rela menggantikan bawahannya berdinas kemana-mana selama dua tahun, demi memenuhi permohonan saya untuk bisa menyusui selama dua tahun penuh. tapi, memenuhi surat perintah tugas itu juga berarti drama buat saya. pagi belum disapih, dan saya memang belum ingin menyapih. itu masalah utamanya.

seminggu sebelum berangkat, saya mencoba menyapih dadakan. salah, iya saya mengakui itu. menyapih tiba-tiba tanpa mau memberikan obat merah, atau plester atau mengoleskan bratawali. keras kepala, yes i am. entah kenapa saya sangat menghindari menyapih dengan cara-cara seperti itu.. menurut saya, akan jauh lebih bijak (dan tentu saja lebih sulit) berterus terang pada anak mengenai alasan kenapa dia harus berhenti menyusu, ketimbang harus membohonginya dengan cara halus. dan untuk hal ini, masery sependapat. maka yang terjadi selanjutnya adalah drama sepanjang malam hahahahahahahhaha..

singkat cerita, kami sudah melewati masa begadang karena harus menunggu pagi mengantuk. saya sudah berkali-kali berurai air mata karena tidak tega melihat pagi kehilangan sesuatu yang biasanya membuat dia nyaman. jam tidur pagi berkurang drastis, yang biasanya jam 7 malam sudah tidur, kali ini jam 10 malam masih gelisah. belum lagi kalau malam harus terbangun karena ritual minum susu yang tidak terpenuhi. pagi akan menangis, disusul kemudian oleh saya. duh, rasanya saat itu ingin segera melompati waktu. meskipun saya tau, mengkhayal tentang mesin percepat waktu yang mustahil itu malah akan membuat saya lebih terbebani.

sampai akhirnya hari H tiba. saya berkali-kali mengucap terimakasih pada masery yang bersedia menjaga pagi selama saya berdinas. saya pergi dengan berbekal satu hal sakti yang bernama sugesti. katanya, suasana hati anak sama dengan suasana hati ibunya. jadi saya berusaha ikhlas sambil terus mensugesti diri bahwa pagi akan baik-baik saja. benar saja, malam pertama berjalan mulus.. pagi lancar tertidur tanpa menangis mencari ibu. begitupun malam kedua yang akhirnya berlalu begitu saja. saya tidak menyangka, ternyata pagi jauh lebih pintar dan lebih pengertian dari yang saya duga. alhamdulillah. sepulang dari berdinas, saya kembali pada peran lama. banyak yang menyayangkan, termasuk ibu saya sendiri. tapi untuk yang satu ini, saya memang belum rela, saya belum ikhlas berganti status dari ibu menyusui menjadi mantan ibu menyusui :)


mudah (tapi sulit)

Friday, February 27

tau gak apa yang sebenarnya mudah tapi sulit? membiasakan bergaya hidup ramah lingkungan. saya yakin sekarang ini sudah banyak orang yang sadar bahwa menjaga lingkungan itu sangat baik. tapi tentu bukan berarti cukup dibayar lunas dengan hanya tidak membuang sampah sembarangan. dalam lingkaran besarnya, ramah lingkungan bukan cuma soal kewajiban membuang sampah pada tempatnya. tapi soal seberapa banyak "penghematan" sampah rumah tangga yang sudah kita lakukan, juga soal seberapa bijak kita mengendalikan kebutuhan sandang kita. karena gaya hidup ramah lingkungan seharusnya berbanding lurus dengan gaya hidup fungsional.

saya pernah membaca tautan link yang bercerita tentang lauren, perempuan muda yang dengan bahagianya bisa berkata "i haven't made any trash in 2 years". super cool! beneran lauren ini kecenya udah level dewa. saya sendiri masih jaaaaaauuuuh sekali dari zero waste lifestyle meski sudah menyediakan tas kain didalam ransel dan selalu berusaha untuk membawa bekal makan atau minum sendiri kemanapun saya pergi.. tapi tetap saja, ketika tiba-tiba ingin membeli camilan atau makanan karena malas memasak, saya akan dengan rela pergi ke warung makan dan membungkus semuanya dengan kantong plastik makan. padahal hobi menimbun tupperware didasari niat akan membawa kemanapun mereka dalam keadaan kosong untuk mengantisipasi keinginan bungkus makanan yang sering terjadi tiba-tiba :D

kalau disekitar saya, sudah banyak orang-orang kece nan inspiratif dengan gaya hidup ramah lingkungan yang jempolan banget. mulai dari yang paling sederhana, membawa tas kain, bekal makan dan minum sendiri.. sampai yang dengan niatnya membuat sendiri sabun cuci juga sabun mandi. sebagai perempuan dengan jiwa kompetitif yang sangat tinggi, awalnya saya gak mau kalah dong ya. pengen juga bikin body butter sendiri trus dipamerin di instagram. maka pagi ini saya coba browsing tutorialnya, ternyata.... ribet sodara-sodara *tutupin tab firefox* maksudnya untuk orang dengan tingkat kesabaran sangat rendah seperti saya, kayaknya gak cocok deh bikin-bikin begitu. atau sepertinya sih, saya memang harus konsisten berdiet kantong plastik dulu, baru bisa naik level membuat segala sesuatu dengan label homemade :p

tahun kedua

Sunday, February 8



Halo Pagi!
Selamat memasuki dunia selalu ingin tau di tahun kedua-mu. Tumbuhlah nak, tumbuhlah dengan sederhana dan bahagia :)

simple miracles

Thursday, February 5

lusa lalu, saya membeli sebuah buku atas rekomendasi (lagi-lagi) irfan. buku ini unik menurut saya, karena dibagian awal buku saya dibuat ngeri-ngeri senang karena membahas soal hantu, bukan wujud hantu, tapi justru tentang suasana dan aura dunia yang lain itu. memang sesuai dengan tagline bukunya, doa dan arwah. tapi menurut saya kekuatan utama buku itu bukan soal arwah, tapi soal doa dan sosok ibu. benar saja kan, semalam saya menyelesaikan bagian akhir simple miracles, sambil menangis. ada perasaan sederhana yang nyata yang saya akui disana. saya melihat sosok yang sama, ibu yang ada didalam buku dan ibu yang selama ini hadir mendampingi saya. ibu yang kesehariannya penuh doa, tenang dan yang sebisa mungkin menghindari "konflik" antar anggota keluarga. ibu yang sederhana sekaligus bersahaja. persis.

saya sendiri merasa punya banyak kemiripan dengan sosok aku dalam buku itu. sebagai si bungsu, saya kala kecil dulu selalu takut kehilangan ibu. saya takut ibu pergi meninggalkan saya, sampai-sampai kalau menginap dirumah bude/pakde disurabaya misalnya, saya selalu tidur sambil memegang koper ibu. karena takut ketika saya tidur ibu membawa tas kopernya lalu pergi meninggalkan saya seorang diri. konyol hahahahahaha. sampai usia yang sudah nyaris di penghujung dua puluh, saya masih punya perasaan yang sama terhadap ibu. jika ibu berkunjung ke bandung, saya akan jadi pemalas kelas kakap. saya tidak punya semangat menjahit, bersih-bersih rumah apalagi memasak. semata-mata karena saya ingin selalu mengikuti dan diam didekat ibu. diam dalam artian yang sebenarnya, sama sekali tidak melakukan apa-apa, sekedar duduk memperhatikan ibu beraktivitas. pokoknya yang penting ada di dekat ibu.

saat ini, biar sudah menjadi ibu, rasa-rasanya saya masih jauh dari sosok ibu yang digambarkan oleh ayu utami dalam buku itu. sampai sekarang, jangankan menjadi bersahaja, mencerminkan sosok ibu yang tenang saja saya masih sering gagal. walaupun saya pikir setiap ibu pada akhirnya (semoga termasuk saya nanti) akan memiliki karakter yang khas. meski secara fisik tidak diciptakan untuk jadi sekuat bapak, ibu punya aura hangat yang siap menyelimuti keluarganya kapan saja. bagian akhir yang membuat saya tidak bisa menahan air mata adalah soal cerita seorang ibu yang ingin semua urusannya "selesai" sebelum dia pergi meninggalkan keluarganya. kalau bisa memilih, saya yakin semua ibu didunia ini memiliki keinginan yang sama. keinginan yang tidak asing, sudah sering saya dengar dan sebagai ibu, diam-diam juga saya amini :)


curug nini daruji

Tuesday, February 3

yuhu!
saya memang paling semangat kalau bertemu akhir pekan dengan segudang rencananya. kali ini rencana kami adalah piknik hore bersama keluarga rokenrol yang sekaligus calon tetangga. suami istri; kang tian, mbak ning dan dua anaknya; kahla, naura. gimana ceritanya kami bisa saling kenal dan akhirnya bisa janjian main kesini, nanti saya ceritakan dalam episode lain di blog ini ya. yang jelas sabtu kemarin, perjalanan kami dimulai pukul 7 pagi. saya sendiri saat itu, sebenarnya tidak tau pasti akan diajak kemana. kata kunci yang saya dapat hanya dua; kita akan ke curug, lokasi curugnya diatas dago resort. itu saja. soal seperti apa medan perjalanannya, sebesar apa curugnya saya benar-benar clueless. memang satu-satunya anggota piknik yang tau persis lokasi dan arah jalan cuma kang tian.

lokasi curug ini tidak terlalu jauh dari rumah kami. hanya saja, untuk menuju kesana tidak disarankan memakai kendaraan manis macam city car. ya walaupun kondisi jalannya tidak terlalu ekstrim, tapi cukup untuk membuat empat roda mobil taft kami bekerja sesuai fungsinya. kalau waktu tempuh perjalanannya sih tidak terlampau lama, kira-kira dua puluh menit dihitung dari start awal, kendaraan kami sudah menepi disisi tanah lapang dan kami melanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak. sayangnya saya tidak punya dokumentasi kondisi jalan setapak yang kami lalui, pertama saya kesulitan memegang kamera karena harus berjalan sambil menggendong pagi, alasan yang kedua karena akhirnya saya jatuh tergelincir, sehingga mengakibatkan kesalahan kostum saya sahih. sudah tau mau hiking pakai celana warna khakis,  jatuh dijalan tanah yang basah pula. sempurna.

selain jalan setapak yang licin, untuk sampai kesini kami juga harus melewati kebun milik warga. dengan kemiringan tanah yang mungkin lebih dari tujuh puluh lima derajat, kami jadi ikut memikirkan bagaimana cara para petani ini memanen hasil kebunnya. oh iyah, mungkin karena malam sebelumnya turun hujan, air terjun di curug ini jadi berwarna kecoklatan. tapi tentu tidak menyurutkan niat anak-anak nyemplung dong ya.. sayang deh udah jauh-jauh kesini kalau gak "nyicip" airnya. saya dan mbak ning sih hanya duduk dipinggir curug sambil mengawasi bapak-bapak yang ngasuh anak-anak. tapi kita gak lama disini, karena kurang lengkap membawa logistik. airnya dingin, plus kalau kata masery, kurang trangia dan kopi.. kalau kata saya, kurang nasi timbel, asin peda dan sambal terasi. mungkin bisa dikondisikan untuk piknik hore selanjutnya :D    





** dalam perjalanan pulang, masery bertanya pada warga nama curug yang baru saja kami kunjungi. seorang ibu paruh baya yang ramah menjawabnya dengan yakin "curug nini daruji, sep.."

bersepeda (lagi)

Friday, January 30

akhirnya! ini benar seperti prestasi buat saya. setelah libur super panjang untuk bike to work, hari ini saya mulai bersepeda lagi. percaya gak sih, niat bersepeda ke kantor itu sudah ada dari dua tiga bulan jelang akhir tahun kemarin. tapi realisasinya baru hari ini. terlalu banget kan ya? hahahaha.

jadi gini, kira-kira awal tahun 2011, saya dapat kado sepeda dari mas dimas sang kakak baik hati. sepeda gunung berwarna abu dengan merk polygon. senang sekali pasti.. apalagi saat itu baru awal-awal musim hobi bersepeda. kan jadi ikut kekinian gitu ya.. bahagia juga karena bisa ikut trend tapi gak harus keluar modal buat beli sepeda hahahahaha. meskipun tidak setiap hari, saat itu saya terbilang cukup rutin bersepeda. ya seminggu dua tiga kali lah. saat itu juga saya punya geng sepeda angin-anginan bersama teman semasa kuliah, bobby, bardjo dan iduy. kadang pagi hari di akhir pekan kami berkeliling kota, kadang hari biasa sepulang bekerja kami menyempatkan untuk mampir kampus, makan batagor atau sekedar duduk sambil ngobrol kesana kemari di toko eskrim. dulu sih masih lajang.. jadi tanggung jawab hidup masih lebih ringan :p

awal tahun 2012 saya menikah. kami jadi punya dua sepeda.. sepeda masery dan sepeda saya sendiri. hal ini tidak langsung membuat kami menjadi pasangan bikers. dua bulan pertama mesti melewati penyesuaian siklus baru kehidupan berumahtangga kan ya? yang awalnya sendiri, jadi punya partner in crime dalam banyak hal. lalu bulan ketiga diawal pernikahan, saya menempuh diklat prajabatan nyaris genap satu bulan. setelah saya pulang, gantian masery yang merambah hutan kalimantan untuk beberapa minggu. setelah itu.. alhamdulillah saya hamil. sampai sembilan bulan saya hamil, saya tidak dijinkan mengendarai motor (apalagi sepeda) karena itu masery adalah petugas setia yang mengantar dan menjemput saya ke kantor. keadaan itu yang akhirnya membuat masery ikut cuti bersepeda. dua sepeda kami-pun berdebu dengan susksesnya.

februari 2013 kami dititipkan rizki, bayi perempuan lucu yang kami beri nama pagi, yang tentu saja membalik siklus kehidupan kami seratus delapan puluh derajat. terlebih di awal-awal kelahiran pagi, saya masih sering pulang saat istirahat untuk menyusui. impian kembali rutin bersepeda, semakin jauh dipandang mata. sampai berganti ke tahun 2014, saya masih ciut untuk memulai bersepeda (lagi). kali ini dengan alasan kami tidak punya asisten rumah tangga yang menginap. emak, perempuan paruh baya yang sehari-hari menjaga pagi, bekerja sesuai jam berangkat dan kepulangan saya. sedangkan jika bersepeda, saya harus berangkat lebih pagi untuk menghindari keterlambatan, waktu tempuh akan jadi lebih panjang, artinya emak harus datang lebih awal dan pulang lebih lama dari biasanya. saya sudah banyak dibantu emak, jadi rasanya egois ya kalau ngotot tetap ingin bersepeda.

sekarang tahun 2015 dimulai dan cita-cita saya banyak sekali. salah satunya kembali bersepeda, pertimbangannya pagi sudah cukup besar, sudah bisa diajak komunikasi, sehingga sudah bisa ditinggal agak lama bersama masery. saya bisa berangkat ke kantor lebih pagi tanpa harus meminta emak mengikuti jam pergi saya. langsung semangat? tentu saja tidak. masih banyak pertimbangan lain lain lain, terutama soal saya tidak punya teman bersepeda. eh beneran, saya bukan seperti hipster yang makin beda makin percaya diri. saya malah agak risih kalau terlalu terlihat lain. mengingat segedung kantor sepertinya tidak ada ibu-ibu yang bersusah payah menuju kantor dengan menggunakan sepeda, memboyong seransel baju ganti dan juga perlengkapan mandi.

tapi akhirnya hari ini saya mematahkan semua keraguan *duile ini bahasanya* pada akhirnya kebutuhan akan olah raga mengalahkan segalanya. terdengar seperti pencitraan gak sih ini hahahahahaha. tapi beneran, saya sadar diri kok, saya kurang bisa menjaga pola makan super sehat, ditambah jadi pegawai duduk diam delapan jam setiap hari selama lima hari dalam seminggu, minim aktivitas yang menyehatkan. meskipun untuk sementara saya baru menyusun niat bersepeda paling banyak dua kali dalam seminggu. masih kalah jauh sama orang-orang keren diluaran sana yang menjadikan sepeda sebagai bagian dari aktivitasnya. tapi setidaknya kata irfan, bersepeda itu memberi warna lain dalam rutinitas. biar gak gampang bosan dan biar bahagia. karena beneran deh, olahraga itu bikin bahagia :D




soal hastag #satubulanduabuku

Monday, January 19

sesuai janji saya (pada diri sendiri) bahwa setiap bulan saya akan membaca dan mereview setidaknya dua buku demi kejayaan hashtag #satubulanduabuku yang baru saya ciptakan diawal tahun kemarin. niatnya sih, saya mau melahap semua buku pak suami dengan pertimbangan; bukunya masery itu banyak banget. banget. jadi daripada saya beli buku sendiri yang mana itu akan mengurangi jatah kekhilafan saya terhadap pembelian kain katun di pasar baru, mending saya baca saja buku-buku yang sudah ada. iya kan? tapi sayangnya, tidak ada satupun dari bukunya masery yang bergenre teenlit, atau novel romantis yang bisa dibaca sambil lalu dalam hitungan beberapa jam aktif. inilah yang membuat target #satubulanduabuku agak sulit diwujudkan. akhirnya prinsip agak digeser dengan mengganti target membaca, jadi membaca satu buku koleksi masery, dan satu buku pilihan saya sendiri. deal.

saya sendiri memang mengklasifikasikan buku dalam tiga kategori; buku yang (saking berbobotnya sehingga) tidak mungkin saya baca, buku berkualitas, dan buku bagus.

kategori pertama itu buku-buku semisal buku edisi kelima kalkulus dan geometri yang ditulis oleh edwin purcell, atau buku C programming second edition yang ditulis michael vine, meskipun masuk kedalam kategori for the absolute beginner, alhamdulillah saya tidak tertarik untuk membacanya. kategori kedua adalah buku berkualitas, ini adalah kategori untuk menggambarkan buku-buku koleksi masery. buku yang ketika membacanya saya harus duduk diam dan tenang dan biasanya memerlukan waktu yang agak lama buat menyelesaikan ratusan cetak halamannya. yang baru saya baca kemarin ring of fire, kalau dulu sempat tamat membaca winnetou-nya karl may juga beberapa karya remy silado yang sampai detik ini saya sudah lupa bagaimana alur ceritanya. kategori terakhir adalah buku bagus, nah ini biasanya novel fiksi ringan. seperti selera musik saya yang prinsipnya asal-enak-didengar, saya juga tidak punya paham keras terhadap satu penulis tertentu. buat saya, dewi lestari, tere liye, raditya dika, aditya mulya dan asma nadia sama bagusnya.

perihal mereview buku, ini semata-mata untuk pengingat diri saya sendiri sih. jadi maksudnya gini, saya ini kan level pelupanya udah nyaris tak terkalahkan ya *bangga*, jadi sepertinya mereview tentang buku yang saya baca adalah salah satu cara untuk memperpanjang ingatan saya tentang isi buku tersebut. terlepas dari banyak atau tidak pembaca tidak setia blog ini. saran saya sih, dari pada baca reviewan dari saya yang kemungkinan besar dikemas dalam bahasa yang tidak bisa diambil hikmahnya dan sudah pasti spoiler, jadi mending baca review dari goodreads aja deh. beneran hahahahaha.

sebenarnya saya ini tipe orang yang kalau sudah melakukan hal yang disukai, susah berhentinya. pada akhirnya lebih cenderung menyiksa diri sendiri gitu sih. kalau rasa penasaran sudah tak bisa dibendung, saya bisa menghabiskan malam sampai jelang pagi demi menyelesaikan sebuah buku. kalau sudah begitu, esoknya, saya akan terlambat bangun, menyiapkan segala sesuatu keperluan pagi, masery dan keperluan saya sendiri dengan amat terburu-buru, datang ke kantor dengan jam mesin absen yang sudah menunjukkan kelebihan angka sepuluh sampai dua puluh menit. lalu tidak kondusif bekerja karena mengantuk. saya tau itu adalah kebiasaan buruk, oleh karenanya saya (hanya) membuat target #satubulanduabuku supaya dalam satu bulan saya tetap bisa imbang mengerjakan banyak kegemaran lain seperti menjahit, berkebun dan (mungkin) membuat kue :D

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS