akhir pekan untuk pagi

Tuesday, December 23

entah kenapa sejak punya pagi, saya merasa jadi lebih menghargai akhir pekan. kalau dulu, saat bertemu hari libur ya saya senang. lagi pula memangnya siapa yang tidak suka akhir pekan? tapi ya sekedar senang. kalau sekarang beda, karena sudah ada anak kecil yang bisa diajak bermain, berkunjung dan melihat banyak hal menarik. terlebih karena saya bekerja, jadi akhir pekan adalah satu-satunya waktu yang sepenuhnya bisa saya habiskan bersama pagi. maka setiap jumat malam saya dan masery seperti punya teka teki yang harus dipecahkan "besok kita ajak pagi kemana ya?" dan setelah melalui proses pertimbangan singkat, biasanya masery selalu punya solusi dan jawaban jitu yang akhrinya jadi kesepakatan kami bersama.

sebenarnya salah satu rizki yang sampai saat ini membuat saya bersyukur adalah; saya dan keluarga tinggal di bandung. karena sepertinya hanya dikota ini saya bisa mengajak pagi bermain sepuasnya dengan budget seminimnya.. tidak percaya? sepanjang tahun ini saja kami sudah membuktikan beberapa diantaranya. seperti pergi ke cicalengka dengan kereta, bermain air di gunung puntang, mengunjungi taman hutan raya, dan bermain tumpukan daun pinus di bukit bintang. kesemuanya murah meriah, naik kereta dengan harga tiket yang hanya sepuluh ribu rupiah, dan tiket masuk ketiga tempat lainnya yang tidak lebih dari retribusi parkir di mall selama tiga jam. itu baru empat tempat, belum ditambah kunjungan kami ke taman-taman kota yang ada di bandung. cibeunying park, taman lansia, babakan siliwangi atau sekedar melihat tupai di kampus ITB jalan ganesha yang semuanya gratis. bahagia kan?

meskipun tempat-tempat kunjungan akhir pekan kami kebanyakan ada di ruang terbuka, sejujurnya kami bukan keluarga anti mall kok. kalau di bandung, kami sering mampir ke ibcc... mmm, itu bukan mall ya. hahahahaha habisnya kami memang sering berkunjung kesana.. tidak pernah bosan melihat barang-barang dengan desain keren dan jenius yang diciptakan oleh orang-orang brilian. walaupun kalau kesana seringnya hanya window shoping saja, pulang tanpa membawa apapun tapi tetap bahagia hahahaha. nah, kalau berkunjung ke mall yang beneran mall ya trans studio mall yang selanjutnya tetap akan saya sebut sebagai BSM *gagal move on*. mall ini adalah mall yang paling ramah versi kami. tempat parkirnya manusiawi, keramaiannya juga masih bisa diprediksi. kalau mall yang lain, kami angkat tangan deh.

balik lagi ke tema akhir pekan murah meriah versi kami. harus diakui bahwa kami memang hampir tidak pernah menghabiskan akhir pekan di mall karena sebisa mungkin keperluan ke mall itu diselesaikan ketika weekdays. bukannya apa, mall dan weekend itu seringnya blunder, ya macet ya ramai akhirnya malah jadi duet maut perusak mood akhir pekan. lagi pula seperti kata mbak leija; buat anak batita SELURUH DUNIA adalah satu playground besar untuk mereka. Everything is so new and so exciting for the kid, sehingga nggak wajib bawa anak ke taman bermain, toko mainan atau tempat sejenisnya supaya dia hepi. mbak ayo kita toss mbak. saya juga percaya untuk anak sekecil pagi.. apapun yang dia lihat adalah hal yang menarik. bahkan melihat bapaknya ganti baju tidur super belel saja, pagi bisa takjub dan terkagum-kagum sambil bilang "waaaah, baguuusss..". karena anak kecil memang tidak seperti orang dewasa. mereka jauh lebih bisa menghargai hal-hal sederhana yang ada dan terjadi disekitarnya :)


saya dan politik hore

Monday, December 15

saya bukan termasuk perempuan dengan pengetahuan politik diatas rata-rata. dibanding pak suami yang menjadikan majalah politik sebagai bacaan rutin mingguan, tentu kemampuan saya beranalisa soal politik malah bisa dibilang ada dibawah standar. saya masih sok tau, pendapat saya soal langkah dan kebijakan-kebijakan pemerintah saat ini sering tidak disertai pemikiran panjang. saya juga masih emosional, saya jengkel kalau pemerintah tidak mengambil kebijakan populer atau yang sering disebut dengan kebijakan pro rakyat, tanpa mencari tau kenapa dan untuk apa kebijakan tersebut diambil.

itu sebabnya saya jarang sekali berpendapat dan berkomentar di sosial media soal kejadian politik yang sedang hangat terjadi, bukan tidak tertarik, saya hanya takut salah. jaman sekarang penggiringan opini publik sudah masuk ke level mengerikan. susah untuk membedakan mana berita benar dan mana berita yang dibuat seolah benar. lagi pula saya juga sudah malas berdebat. saya cukup puas dengan pengalaman mendebat senior-senior saat menyusun laporan pertanggung jawaban yang dibahas di musyawarah besar himpunan mahasiswa dulu. sekarang sebisa mungkin saya menghindari itu. terlebih karena saat ini apa-apa yang berkaitan dengan isu politik hampir bisa dipastikan punya tingkat sensitifitas yang tinggi. orang gampang terpancing, gampang emosi.

tapi bukan berarti saya tidak pernah membahas situasi perpolitikan saat ini, ada satu akun messenger yang icon-nya selalu menyala available untuk membahas dan mengkritik habis pemerintahan kapanpun saya mau membahas. kami semacam brother sister in crime.. bersama-sama membahas apapun yang sedang hangat diberitakan dari sudut pandang dan teori ke-sok-tau-an kami. jangan membayangkan kami akur setiap saat, sama sekali tidak. bahkan beberapa hari yang lalu kami sempat saling adu argumen dengan keras, saling melontarkan komentar pedas yang membuat hati panas. tapi setelah emosi meluap puas, kami "kembali ke bumi" menurunkan ego dan saling meminta maaf. voilaaa ~ suasana kembali seperti semula.

sekarang ini menahan keinginan untuk tidak berkomentar dan berdebat soal apa yang dilakukan oleh tokoh tokoh perpolitikan (dan tentu saja keluarganya) memang jauh lebih berat ketimbang sekedar menahan lapar dan haus saat berpuasa. sayangnya, iya sayangnya. tidak banyak orang yang setelah drama adu pendapat dalam perdebatan bisa mengembalikan suasana hati dan pikirannya ke kondisi semula. kebanyakan dari mereka berpendapat, yang tidak setuju dengan pendapat saya adalah pihak oposisi. dan sampai kapapun pihak oposisi tidak akan pernah bisa ikhlas menerima pendapat apalagi kritikan. tapi alhamdulillah di sekitar saya tidak banyak yang seperti itu.

postingan blog ini memang saya dedikasikan untuk beberapa teman yang mungkin pernah saya sanggah opininya. walaupun seingat saya tidak lebih dari lima orang. percayalah saat itu saya khilaf dan saat ini berjanji untuk tidak mengulanginya lagi hahahahaha. santai gaes, santai.. menurut saya politik itu selingan. ini bukan soal berapa kali pak jokowi mengingkari janjinya, atau tentang kenapa ibu puan maharani yang diragukan banyak kalangan itu bisa jadi menteri koordinator, apalagi tentang pak yudhi crisnandi yang dengan luar biasanya bisa mengatur jumlah undangan pada resepsi pernikahan pegawai negeri sipil. yang terpenting buat saya sama sekali bukan soal itu. tapi soal bagaimana kita, bisa tetap santai berteman meski pandangan dan ke-sok-tauan kita tentang politik saling membelakangi.



tentang kebahagiaan

Wednesday, December 3


belakangan ini banyak teman facebook saya membagi tautan yang berisi video dengan tajuk the happy muslim. sebenarnya tautan video ini sudah beredar sejak lama, namun baru pagi tadi saya berniat menyimak video tersebut.. dan benar saja. semua yang dikatakan dan dijabarkan dalam video itu menusuk sekali. pak iskandar, pria yang ada di video itu adalah seorang muslim yang menceritakan pandangannya tentang kebahagian yang bisa didapatkan dari perilaku dan hubungan baik kita sebagai manusia terhadap lingkungan sekitar, juga hubungan manusia dengan manusia lainnya. beliau bilang sekarang ini kebahagian manusia lebih banyak ditentukan oleh produk hasil industri.

pak iskandar bilang
"this is a problem of our ego, we feel happiness is something that is within your hand"
iya gak sih? *nyari temen* kita ngerasa kebahagian adalah apa yang kita dapatkan. saya masih begitu.. masih banget. saya masih sering kecewa kalau apa yang saya ingin tidak bisa saya dapatkan. saya masih sering memasang target mau beli ini dan ingin punya itu. saya masih menggantungkan kebahagian saya pada apa yang saya dapat, yang saya pakai dan yang saya konsumsi. padahal seharusnya
"the happiness is something that basically even if you give you feel happy, it's not when you get that you feel happy"
duh, daleeeeem. ini kalau bukan pak iskandar yang bilang mungkin jadinya teori banget ya. tapi hasil berburu beberapa artikel yang terkait dengan beliau akhirnya membuat saya percaya, kenapa? karena beliau benar-benar melakukannya. pak iskandar bukan sekedar mengajarkan tapi juga membuktikan bahwa kebijaksanaan dan keterampilan yang diwariskan dari tradisi-tradisi luhur sebenarnya dapat kita pelajari dan sudah seharusnya kita aplikasikan kembali dalam kehidupan sehari-hari. bahwa seharusnya teknologi hadir untuk jadi solusi, bukan malah jadi awal permasalahan. beliau bilang kebahagiaan adalah keseimbangan, dan bahwa berbagi adalah hal yang paling membahagiakan.

akhirnya, pria paruh baya pemilik bumilangit intitute ini sukses bikin saya gamang, lalu flash back dan mengirim pertanyaan bertubi-tubi ke diri sendiri. tentang apa yang sudah saya lakukan? apa hal paling bermanfaat yang sudah saya bagi ke orang-orang disekitar saya? saya memang nyaris (nyaris, berarti kadang masih) tidak pernah iri dengan orang-orang yang berlimpah materi, tapi saya selalu sukses iri dengan orang-orang seperti pak iskandar, yang bisa berdamai dengan dirinya sendiri, dengan alam dan lingkungan sekitarnya.

saya juga sepakat sama kalimat "nature is where the best resources of happiness exist"  itulah kenapa saya dan masery senang sekali mengajak pagi berinteraksi dengan alam. karena kami percaya alam dan lingkungan adalah guru terbaik, darinya kita bisa belajar tentang banyak hal termasuk kebahagiaan. terakhir yang paling saya suka adalah kalimat penutupnya, bahwa kebahagian itu bukan hanya bagian dari islam, tapi universal, semua agama, semua budaya, semua orang bisa merasakannya.

video ini sengaja saya masukkan kedalam blog supaya suatu hari saat ego materi saya mulai meninggi, saya bisa mengingatkan diri dengan membuka lagi postingan ini. dan tentu saja tulisan ini bukan saya buat untuk membandingkan siapa lebih bahagia dari siapa, tapi tentang cara dan pilihan untuk menjadi bahagia :)



jadi sederhana

Monday, December 1


dipenghujung tahun saat banyak orang mereview resolusi, target dan meyiapkan tiket untuk liburan besar akhir tahun, saya dan masery malah resmi menyadur sapa mas dan mbak di spbu pertamina; "dimulai dari nol ya.." hahahahaha. bagaimana tidak, tepat dibulan november ini, pundi-pundi rupiah yang sedari dulu kami kumpulkan habis terpakai untuk melunasi sebidang tanah yang sudah jadi impian kami sejak lama. yang tersisa di buku tabungan hanya tinggal record angka pemindah bukuan dengan jumlah bilangan seadanya. sebidang tanah yang tidak terlalu luas ini adalah satu dari sekian banyak mimpi kami. drama negosiasi jual belinya nyaris berlangsung selama satu tahun. sampai akhirnya saya harus percaya kata-kata masery bahwa dalam hidup, kita akan berjodoh pada tiga hal; 1. pasangan, 2. kendaraan, 3. hunian.

dan alhamdulillah kami berjodoh. lalu setelah semua proses pindah kepemilikan ini hampir selesai, kami seolah mendapat energi berlipat untuk menata kembali skala prioritas dan merapikan susunan mimpi-mimpi kami. lagi pula ini semacam titik balik untuk saya. sejujurnya saya bukan istri/ibu yang cakap dalam kegiatan hemat berhemat. walaupun saya tidak sering membeli baju dan tidak punya banyak pilihan sepatu, pengeluaran "entertain"-pun tidak besar, saya tidak suka menonton bioskop, tidak harus mengabsen restoran ternama setiap akhir pekan, juga tidak suka bermanja-manja di salon langganan. memang sekilas tampak sederhana, tapi.. kacaunya saya tidak pernah membuat batas maksimal pengeluaran dalam satu bulan dan terlebih tidak pernah mengevaluasi jika dalam satu bulan jumlah uang yang saya keluarkan menjadi berlipat.

hari ini tepat satu bulan menuju tahun yang baru, saya mencoba keluar dari zona nyaman, saya ingin mulai belajar teratur, dan solusi termudah adalah mencatat. apapun, sekecil apapun, supaya semuanya bisa terukur. dan mungkin resolusi saya tahun depan akan dikemas jadi lebih sederhana, berkebun misalnya, memulai hidup sehat, membuat jadwal memasak dan meningkatkan intensitas berkemah atau sekedar piknik hore. harapan untuk memanggul ransel dan menginjakkan kaki di kathmandu tentu tetap ada, tapi tidak lagi utama mengingat kami masih harus ekstra menabung dan mengencangkan ikat pinggang supaya satu atau dua tahun lagi bisa membangun rumah mungil berhalaman yang luas dengan yu sing sebagai arsiteknya. amiiin :)


 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS