soal mimpi dan #halopagi

Monday, August 25



ceritanya mau sombong karena sekarang sudah mulai terbiasa dengan jam tidur yang maksimal hanya enam jam, walaupun pernah juga kecolongan tidur dari habis isya sampai subuh. ya anggep aja rapel kak, tunjangan kinerja aja boleh dirapel kan, masa tidur gak boleh hahahahaha. soal manajemen waktu memang sudah tidak se-ekstrim awal-awal kemarin walaupun rangkaian adaptasi masih terus berlangsung. beberapa kali masih kesiangan dua tiga menit pas absen kantor, tapi kaitannya sama hal teknis macam ngantri kamar mandi atau pagi yang nempel kelamaan. emm, paling sama satu lagi, belum dapet clue untuk urusan masak. pengennya sih semua dikerjain sendiri, tapi belum nemu selahnya. mesti rajin cari resep masakan yang bergizi, sudah pasti enak dan bisa selesai kurang dari setengah jam. emang ada ya? :p

kalau sabtu-minggu dari bangun tidur sampai sore, insyaallah masih mengutamakan keluarga. masih sering pergi kemana-mana sepaket lengkap bertiga. kalau pas sedang dirumah kadang disambi motong bahan, keluar rumah sebentar untuk ngobras tepi kain, atau nyiapin renda, benang dan kain untuk dijahit malam harinya. saya sebisa mungkin melibatkan pagi dalam semua kegiatan yang berkaitan dengan halopagi, supaya dia tau apa saja yang dikerjakan ibuknya. kalau saya menjahit, sesekali pagi saya pangku. kalau mulai cranky, biasanya saya mengalah, berhenti menjahit dan menemani dia bermain benang, menghitung kancing dalam botol atau bermain lipat kain. kebayang gak sih, kumpulan benang dan kancing, tumpukan kain yang tadinya sudah tersusun rapi, "dirapikan" lagi oleh si tangan mungil. capeknya double, tapi bahagianya juga kok.

walaupun pada praktiknya usaha menciptakan harmoni seperti apa yang saya sebutkan tadi sering tidak berjalan mulus, hehehe. tapi setidaknya saya berusaha agar pagi tidak terlalu sering kehilangan saya. setelah sudah tentu kehilangan saat saya bekerja, masa sih harus merasakan kehilangan untuk kedua kalinya saat saya menjahit. kalau masery? sejauh ini alhamdulillah belum terlihat keberatan dengan tambahan aktivitas baru saya. padahal sering banget saya cuekin kalau lagi asik menjahit. masery malah mendukung dengan membuatkan logo halopagi yang super keceh dan sesekali ngasih ide supaya halopagi cepat tumbuh besar dan "sehat". mungkin hal itu masuk kedalam kategori sikap romantis versinya sendiri. ihik, terimakasih ya pak suami.

soal mimpi, inginnya suatu hari nanti halopagi bisa jadi tempat saya menuang karya, bisa punya ciri khasnya sendiri seperti teh tarlen (vitarlenology) dan mbak dita (cemprut) oh i so adore you both!! memang sebenarnya masih terlalu dini kalau ingin bercerita banyak soal apa dan bagaimana nanti halopagi. ibarat anak, halopagi yang sekarang ini masih bayi. masih ingin mencoba banyak hal sebelum akhirnya nanti mantap memilih warnanya sendiri. tapi yang jelas sama sekali bukan persoalan berapa banyak pundi yang bisa saya hasilkan dari a-happy-side-job ini, tapi soal seberapa saya harus "keras kepala" untuk mewujudkan apa yang sudah menjadi mimpi saya selama bertahun-tahun. dan dari semua proses yang baru berjalan ini ada kalimat yang akan selalu saya ingat; live your dream and share your passion.


ayo mulai (!)

Thursday, August 21

diantara semua dakwah yang sering disampaikan sama beberapa ulama, yang saat ini paling sering menohok saya adalah soal hijab syar'i. gimana enggak saya sudah memakai kerudung sejak duduk di sekolah menengah pertama, artinya sudah 16 tahun lebih saya berproses. lama banget kan? selama (banget) itu juga saya bertransformasi mulai dari cuma pakai kerudung kalau di sekolah saja, lalu pakai kerudung dengan kombinasi kaos dan jeans ngepas, lalu kaos dan celana khakis, lalu pelan-pelan menurunkan panjang baju sampai sebatas lutut seperti yang sekarang saya pakai sehari-hari.

soal pemakaian kerudung alhamdulillah dari dulu sih gak pernah kepengen yang aneh-aneh. malah salut sama orang-orang yang mahir memodifikasi kerudung setiap hari, rasanya pengen tanya "kok sempet sih mbak?" hahahahahaha. karena ngebayangin persiapannya aja kok udah males duluan. eh, dulu sekali saya sempat sering pakai rok kemana-mana, bahkan walaupun ke kantor dengan menggunakan sepeda, saya membawa baju ganti berupa rok dan atasan yang cukup girly. tapi dalam seminggu jelas bisa dihitung berapa kali saya "berkostum" seperti itu, sisanya hari lainnya ya tetap mengenakan celana panjang.

kalau harus berubah drastis gitu memang agak susah sih ya, karena tentu berhubungan dengan biaya pengadaan juga. tapi dari sekarang sih udah mulai menahan diri untuk tidak membeli berbagai jenis celana walaupun masih sering khilaf mampir ke outlet giordano buat sekedar "nengokin" koleksi celana khakisnya sambil pelan-pelan mensugesti diri, daripada beli celana mending beli rok aja deh. atau kalaupun masih pakai celana pengennya sih jangan sampai terlalu jauh dari kata syar'i. malu banget deh sama yang berhijab belakangan tapi syar'i duluan.

yuk ah, mari diniati dan dimulai pelan-pelan.

(tidak) fokus pada banyak hal

Wednesday, August 13

benar kata banyak orang, yang namanya fokus, ya cuma satu. tidak ada fokus ke dua hal apalagi lebih. nah, semenjak nekat membangun mimpi berwujud "halo pagi!" mau tidak mau fokus saya terpecah. terlebih karena saya belum bisa menerapkan manajemen waktu dengan baik. bangun sesubuh mungkin untuk menyiapkan keperluan pagi, lalu keperluan saya sendiri, lalu pergi bekerja, pulang kerumah mengisi ulang energi dengan bermain bersama pagi, lalu menina-bobokan, setelah aman, saya menyiapkan makan malam, makan kemudian memanfaatkan sisa waktu sebelum tidur dengan menjahit. capek tapi seru tapi capek.

saya sadar saya punya banyak sekali keterbatasan waktu, maka saya tidak mau terlalu ngoyo. yang penting buat saya sekarang adalah mempertahankan konsistensi berkarya. saya menjahit ya karena saya suka. toh, dari awal tujuan saya membangun "halo pagi!" bukan sebagai ladang materi. saya hanya mencegah supaya tidak terperangkap dalam zona nyaman pegawai negeri yang akhirnya bisa bikin kreatifitas mati. ah, pokoknya apapun yang sedang saya usahakan untuk tekuni saat ini saya berusaha untuk tidak mengorbankan waktu bersama pagi kecil. jadi memangkas jam tidur dan sesekali mengabaikan alarm lelah tubuh adalah pilihan mutlak yang harus saya ambil. mudah-mudahan Allah selalu paring sehat. amiiin :)
 


  
 

foto lebaran

Monday, August 4

sebagai keluarga muda masa kini, rasanya kurang afdol  kalau lebaran gak pake acara foto keluarga. jadi taqoballahu minna wa minkum ya semuanya. semoga kita masih diberi kesempatan untuk bertemu ramadhan dan hari raya idul fitri tahun depan, tahun depannya lagi, lagi, lagi ... 


oh iya sama seperti tahun kemarin, lebaran kali inipun saya di bandung saja. bedanya tahun kemarin memang "jatah" saya bersama keluarga masery, kalau tahun ini "jatah" saya jadi tuan rumah buat keluarga sendiri yang niatnya memang berlibur ke kota ini. seru? banget. capek apalagi hahahaha. tunggu cerita selengkapnya yaa :D

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS