tentang kebahagiaan

3:48:00 pm


belakangan ini banyak teman facebook saya membagi tautan yang berisi video dengan tajuk the happy muslim. sebenarnya tautan video ini sudah beredar sejak lama, namun baru pagi tadi saya berniat menyimak video tersebut.. dan benar saja. semua yang dikatakan dan dijabarkan dalam video itu menusuk sekali. pak iskandar, pria yang ada di video itu adalah seorang muslim yang menceritakan pandangannya tentang kebahagian yang bisa didapatkan dari perilaku dan hubungan baik kita sebagai manusia terhadap lingkungan sekitar, juga hubungan manusia dengan manusia lainnya. beliau bilang sekarang ini kebahagian manusia lebih banyak ditentukan oleh produk hasil industri.

pak iskandar bilang
"this is a problem of our ego, we feel happiness is something that is within your hand"
iya gak sih? *nyari temen* kita ngerasa kebahagian adalah apa yang kita dapatkan. saya masih begitu.. masih banget. saya masih sering kecewa kalau apa yang saya ingin tidak bisa saya dapatkan. saya masih sering memasang target mau beli ini dan ingin punya itu. saya masih menggantungkan kebahagian saya pada apa yang saya dapat, yang saya pakai dan yang saya konsumsi. padahal seharusnya
"the happiness is something that basically even if you give you feel happy, it's not when you get that you feel happy"
duh, daleeeeem. ini kalau bukan pak iskandar yang bilang mungkin jadinya teori banget ya. tapi hasil berburu beberapa artikel yang terkait dengan beliau akhirnya membuat saya percaya, kenapa? karena beliau benar-benar melakukannya. pak iskandar bukan sekedar mengajarkan tapi juga membuktikan bahwa kebijaksanaan dan keterampilan yang diwariskan dari tradisi-tradisi luhur sebenarnya dapat kita pelajari dan sudah seharusnya kita aplikasikan kembali dalam kehidupan sehari-hari. bahwa seharusnya teknologi hadir untuk jadi solusi, bukan malah jadi awal permasalahan. beliau bilang kebahagiaan adalah keseimbangan, dan bahwa berbagi adalah hal yang paling membahagiakan.

akhirnya, pria paruh baya pemilik bumilangit intitute ini sukses bikin saya gamang, lalu flash back dan mengirim pertanyaan bertubi-tubi ke diri sendiri. tentang apa yang sudah saya lakukan? apa hal paling bermanfaat yang sudah saya bagi ke orang-orang disekitar saya? saya memang nyaris (nyaris, berarti kadang masih) tidak pernah iri dengan orang-orang yang berlimpah materi, tapi saya selalu sukses iri dengan orang-orang seperti pak iskandar, yang bisa berdamai dengan dirinya sendiri, dengan alam dan lingkungan sekitarnya.

saya juga sepakat sama kalimat "nature is where the best resources of happiness exist"  itulah kenapa saya dan masery senang sekali mengajak pagi berinteraksi dengan alam. karena kami percaya alam dan lingkungan adalah guru terbaik, darinya kita bisa belajar tentang banyak hal termasuk kebahagiaan. terakhir yang paling saya suka adalah kalimat penutupnya, bahwa kebahagian itu bukan hanya bagian dari islam, tapi universal, semua agama, semua budaya, semua orang bisa merasakannya.

video ini sengaja saya masukkan kedalam blog supaya suatu hari saat ego materi saya mulai meninggi, saya bisa mengingatkan diri dengan membuka lagi postingan ini. dan tentu saja tulisan ini bukan saya buat untuk membandingkan siapa lebih bahagia dari siapa, tapi tentang cara dan pilihan untuk menjadi bahagia :)



You Might Also Like

0 comments