sandal dari emak

10:13:00 pm

kalau bisa dibilang beruntung, saya adalah satu dari sedikit ibu bekerja yang beruntung dalam hal mencari asisten rumah tangga. emak, wanita berusia senja yang mengasuh pagi sekarang adalah sosok asisten rumah tangga idaman para ibu bekerja. bagaimana tidak, pengalaman emak sebagai ibu dari 3 anak, nenek dari 9 cucu dan uyut dari 1 cicit tentu sudah tidak diragukan lagi. meski usianya sudah cukup senja, tapi jam terbang yang sedemikian tinggi membuat emak masih terlihat tangkas dan cekatan.

awalnya, saya tidak punya ekspektasi berlebih terhadap emak. sekedar menjaga pagi selama saya bekerja saja sudah cukup. tidak perlu menyelesaikan pekerjaan melelahkan seperti mencuci dan menyetrika, yang penting hal-hal prinsip seperti cara memberikan asip, mpasi dan penggunaan clodi wajib ditaati. sisanya saya pasrah saja.. urusan jam tidur, jam minum susu, jam makan, sampai "manajemen" tangisan pagi saya serahkan sepenuhnya pada emak. sejak awal saya berusaha untuk menekan idealisme yang tak perlu, toh ibu bekerja kalau kebanyakan standar jadinya malah stress sendiri kan?

beruntung karena semakin hari, emak dan pagi semakin klop, saya? tentu saja bahagia. ketika beberapa teman masih disibukkan dengan derama art yang hilang, saya malah makin santai dan makin percaya sama emak. tidak hanya bisa dipercaya, emak juga baiknya luar biasa..  hampir setiap hari emak selalu membeli kue basah semacam pukis, nagasari, apem atau bubur lemu untuk pagi. emak membeli dengan uangnya sendiri dan selalu menolak kalau diganti. musim lebaran tempo hari, emak membelikan pagi sandal helo-kiti berwarna ungu. sandal yang menurut pengakuan emak ditukar dengan selembar uang dua puluh ribu rupiah menjadi sandal kesayangan pagi sebelum akhirnya tidak bisa dipakai lagi karena kekecilan. kebaikan emak tidak cukup sampai disitu, malam ini sepulang lembur, saya lihat pagi dengan bahagia memamerkan sandal barunya, sandal jepit berwarna merah.. yang lagi-lagi dibelikan emak.

selain baik, emak juga ekspresif sekali.. pernah suatu hari saya dan pagi meninggalkan bandung lima hari untuk menjenguk ibu di lampung, emak menangis.. katanya beliau tidak sanggup membayangkan lima hari kedepan tanpa pagi. tapi walaupun sedih karena kami tinggal, emak tetap tak lupa membeli sesisir pisang lumut untuk oleh-oleh ibu dilampung. saya pernah juga memergoki emak menangis sambil memijat pagi yang kala itu sedang tertidur karena sakit. emak memijat pagi dengan penuh rasa sayang, menggunakan ramuan tradisional yang dibuatnya sendiri dan dipercaya bisa membantu proses penyembuhan.. hal-hal sederhana semacam ini yang membuat saya yakin bahwa emak adalah asisten rumah tangga terbaik yang pernah saya temui.

ini mungkin berlebihan, tapi kenyataannya memang lebih mudah memilih presiden ketimbang mencari art yang cocok dan pas dihati. seringnya tidak pas.. giliran pas terkadang malah muncul perasaan iri. iri karena sementara kita bekerja, art malah punya lebih banyak waktu berkualitas bersama anak. tapi kalau saya percaya tidak ada yang bisa menggantikan posisi saya dihati pagi, pun posisi emak dihatinya karena kami adalah dua individu yang berbeda. saya mengijinkan pagi memberi ruang dihatinya untuk menyangi emak, sebagaimana dia menyediakan satu ruang khusus dihatinya untuk menyangi saya :)

You Might Also Like

3 comments

  1. huaaaaaaaaaaaaa, jadi mellow.. hihihihi

    ReplyDelete
  2. aku selalu suka dengan bahasamu mba..
    tidak menye-menye.. minim drama dan sangat dewasa.. i wish, bisa seperti mu mba..

    ReplyDelete
  3. @feni : iyah. cerita tentang emak memang selalu mengharukan :')

    @harumwardhani : hihi, amiiin. terimakasih mbak..

    ReplyDelete