cerita pagi, ransel kecil dan totebag mini

9:46:00 am

sejak pagi lahir, kami tidak pernah punya diaper bag. kami lebih memilih ransel kecil untuk mengemas semua perlengkapan pagi jika bepergian. kebetulan saat usia pagi masih hitungan minggu, kami mengunjungi salah satu toko outdoor di bandung, dan langsung jatuh cinta pada deuter waldfuch berwarna biru. singkat cerita, akhirnya ransel kecil inilah yang setia menemani kemanapun pagi (dan ibuk bapaknya) pergi. ransel kecil ini sebenarnya lebih dari cukup karena saya memang tidak pernah membawa banyak baju cadangan untuk pagi saat bepergian, sekedar dua atasan-bawahan untuk kejadian tak terduga dan satu stel baju untuk perjalanan pulang kalau berencana pergi seharian. meskipun berukuran kecil, ransel ini tetap masih terlalu besar untuk pagi bisa menggendongnya sendiri, mungkin nanti dua tiga tahun lagi. sementara sekarang kami cukup bahagia dengan membiarkan pagi dan ransel kecilnya merangkai cerita.

soal tumbuh kembang pagi, saat ini pertumbuhan dan keingintauan pagi sedang tumbuh bersama. semakin dia tumbuh besar, semakin besar juga rasa ingin taunya. setiap main di taman atau hutan kota, pagi selalu gembira karena banyak menemukan benda (yang menurutnya) baru seperti buah ceremai, pinus, daun sukun kering, biji pohon mahoni atau bahkan batu-batuan. entah kenapa pagi memang punya ketertarikan berlebih terhadap segala jenis bebatuan. mungkin karena bentuknya tidak pernah sama, jadi pagi selalu menganggap setiap batu itu unik. sayangnya setiap kali bermain ke taman itu pula saya selalu lupa membawa tempat untuk menyimpan hasil penemuannya. jadi setelah ditemukan, ya ditinggal begitu saja. makanya sudah lama saya ingin punya ember kecil, supaya pagi bisa membawa pulang hasil penemuannya. tapi ternyata mencari ember kecil yang sesuai bayangan saya, susah sekali.

sepulang dari tangerang sabtu malam kemarin, kami berencana mengajak pagi bermain sambil mencari tupai dikampus itb esok harinya. masalahnya saya belum juga menemukan wujud ember idaman, sebenarnya bukan jadi masalah besar ya, tapi suka ikut sedih kalau melihat pagi yang setiap selesai bermain pagi seolah meratap tidak rela, karena hasil-hasil temuan tidak bisa ikut pulang bersamanya. jadi saya sudah pasrah mau berbekal kantong plastik kecil saja untuk pagi. supaya dia bisa menyimpan dan membawa pulang hasil penemuannya. sampai tiba-tiba masery bilang "bikinin totebag aja.." NAH! yang tadinya sudah super lunglai karena menempuh perjalanan bandung-tangerang-bandung selama total empat belas jam langsung seger lagi dikasih ide begitu. membayangkan pagi akan punya satu totebag mini yang akan dibawa sendiri dan menjadi tanggung jawabnya sendiri, pasti lucu sekali.

berbekal sisa-sisa tenaga yang berkolaborasi dengan stok kain seadanya. tepat jam sebelas malam kemarin si ransel kecil resmi punya teman, totebag mini berhias kamera. niat awalnya si kamera mau dijahit manual pakai tangan biar lebih rapi dan match sama jenis bahannya. tapi mungkin karena saya sudah keburu capek, akhirnya malah gak bisa fokus, nyari jarum sulam ditempat biasa nyimpen gak ketemu, yasudahlah jahit mesin aja. dan namapun ibuk super drama, hiasan kamera diatas totebag mini ini tentu bukan tanpa filosofi. supaya pagi bisa merekam apapun hal baru yang dia temui. karena sekarang masih kecil, jadi gambarnya dulu ya nak. kalau sudah saatnya nanti, mudah-mudahan ibuk bisa belikan kamera sungguhan, biar bisa jadi teman perjalananmu kesana kemari :) 



You Might Also Like

0 comments