bulan pertama halopagi

3:35:00 pm



usia halopagi memang baru satu bulan tapi setidaknya saya sudah belajar banyak hal baru. terutama soal manajemen waktu. mungkin memang benar untuk sebagian orang menjadi karyawan sepenuhnya adalah perihal nyaman yang tak terelakkan. asal bekerja sesuai peraturan, mengerahkan seluruh kemampuan, menjaga hubungan baik antar rekan sepekerjaan, maka semua aman. tinggal sabar menunggu gajian, tidak perlu repot mempertahankan harga dalam proses tawar menawar dan memikirkan testimoni tentang kualitas barang yang kita produksi. tapi buat sebagian orang yang ngeyel seperti saya, keluar dari zona nyaman tentu jauh lebih penting dari sekedar menunggu tanggal gajian. artinya ragam risiko dan sepaket hal lainnya harus siap diterima.

dari sebulan ini, saya menghitung sudah beberapa kali mendapati hal menarik soal hubungan antara penjual dan pembeli. sudah tidak perlu dibahas soal pembeli yang menawar dengan harga sekenanya, lumrah lah itu. namanya juga seni berdagang. tapi lucunya ada pembeli yang hitung berhitung modal berdasarkan versinya sendiri.. lalu bertanya dengan modal xx kenapa saya menjual dengan harga xxy? menjawabnyapun perlu helaan nafas panjang yang tidak cukup satu kali. atau ketika beberapa lainnya mengira orang seperti saya yang saya berkecimpung di dunia kain, benang dan jarum artinya bisa menjahit apapun. tidak ada alasan untuk menolak request membuat sesuatu selagi masih berbahan dasar kain, benang dan jarum juga. jika menolaknya, maka ragam labelpun saya dapatkan, mulai dari tidak mau berinovasi sampai menolak rejeki. hahahahaha.. lucu.

siang ini tadi saya terpancing dengan berkeluh kesah mengenai "konsumen rewel" di twitter. habis sudah rasanya kelapangan saya, sudah lelah, berusaha menjawab dengan ramah masih juga dibilang kurang usaha karena tidak mau meluangkan waktu mencari lagi bahan seperti yang diminta oleh salah satu calon pembeli. sampai ingin sekali rasanya saya menjawab dengan caps lock menyala. tapi sudahlah ya.. benar kata kak romdhi bahwa calon pembeli seperti yang saya sebutkan diatas tadi cukup di maintenance saja, tidak perlu diributkan. ada baiknya jadi catatan untuk diri saya sendiri, sebagai konsumen yang sedang belajar jadi produsen, percayalah bahwa untuk sebagian orang aktivitas jual beli itu bukan melulu soal berapa pundi dan keuntungan yang didapat setelahnya, tapi juga soal kerja keras dan passion.

diluar cerita itu semua, alhamdulillah ada banyaaaak sekali konsumen yang menyenangkan. biasanya tipe yang seperti ini sering membuat hati saya hangat dan jadi mood booster tidak hanya seharian, bahkan seminggu penuh. ah terpujilah wahai kalian. intinya masing-masing dari kita pasti pernah jadi konsumen dan (suatu hari mungkin akan jadi) produsen, jadi mari belajar saling menghargai dan memposisikan diri #notetomyself

masih semangat jeng? masih dong! \m/

You Might Also Like

3 comments

  1. Semangat terus Halo Pagi. Kalo mau liat produknya dimana sih Jeng? :D

    ReplyDelete
  2. @buni : ahahahak aku malas upload, paling di halo-pagi.blogspot.com

    ReplyDelete
  3. ehehehe,,
    semangaat teh ajeeng,, seneeng yah udah tau passion nya dimanaa.. :D

    ReplyDelete