belajar dari kotor

Wednesday, May 7

jauh sebelum Pagi lahir, saya sudah punya tekad untuk tidak akan membuat Pagi "terjebak" dalam dunia pendidikan terlalu dini dan.... tidak akan memperkenalkan Pagi pada gadget, selama mungkin. alasannya sederhana, saya dan masery ingin Pagi puas menikmati waktu bermain dimasa kecilnya, kami ingin dia bermain diluar rumah sesering mungkin, kami ingin Pagi bersahabat dekat dengan alam untuk mencoba banyak hal baru yang seru dan pastinya kami ingin Pagi memiliki interaksi normal dengan banyak orang.

sebagai orangtua yang bekerja, saya hanya punya dua hari sabtu dan minggu untuk bisa full time mengajak Pagi bermain, pada prakteknya saya memang lebih senang mengajak Pagi bermain diluar ruangan. di usianya yang baru sepuluh bulan waktu itu, saya dan masery mengajak Pagi hiking ke hutan raya, pernah juga sekedar bermain, mencoba gimana rasanya naik kereta ke cicalengka. tapi jika kebetulan kami tidak punya banyak waktu dihari libur maka cukup dengan berjalan menyusuri jalan kecil disekitar komplek perumahan tempat kami tinggal, atau mengajak Pagi bermain di taman kota, mengumpulkan buah ceremai dan daun kering, memperhatikan banyak orang dan pedagang, berlarian kesana kemari. murah dan bahagia.

terlebih sudah sejak dulu saya setuju dengan semboyan Rinso "berani kotor itu baik", maka sejak Pagi menjelma jadi bayi-kecil-yang-selalu-ingin-tahu, saya menikmati hari-hari dimana selalu ada saja bagian baju/celananya yang terkena noda. saat mulai belajar menyuapkan makanannya sendiri, semua yang dimakannya hampir selalu mampir dibajunya, juga saat belajar merangkak mengelilingi rumah yang artinya sama dengan menyapu lantai menggunakan celana panjangnya. saya tidak histeris melihat Pagi duduk asik diatas rumput yang basah karena malamnya tersiram hujan, dan tersenyum ketika tangan mungilnya menawarkan buah pinus include ranting-ranting kecil dan tanah basah.

saya tidak ingin membuat Pagi enggan berurusan dengan semua hal yang menyebabkan bajunya kotor, apalagi ada saatnya nanti dia akan bertemu banyak orang dengan ragam profesi  seperti petugas pengangkut sampah, mekanik bengkel atau petani. jangan sampai karena enggan kotor, lalu dia memandang sebelah mata pada profesi yang kesehariannya memang "menghasilkan" pakaian kotor itu. jadi menurut saya, belajar kotor itu perlu, saya ingin Pagi mengerti bahwa kotor juga baik, makanya soal kotor-kotoran ini saya berusaha untuk tidak melarangnya, karena saya percaya dibalik baju kotornya ada banyak hal baru yang dicoba dan dipelajari oleh Pagi.

mengutip kalimat dari Dr. Ashok Jansari yang seorang psikolog dalam video ini :


"bermain adalah hal yang menarik dimana anak-anak mencoba hal-hal baru. dan dari mencoba itulah yang memberi mereka kesempatan untuk menguji batas kemampuan mereka. belajar hal baru, melakukan kesalahan, mencoba lagi, menjadi kreatif dengan cara baru, menjadi mudah beradaptasi. proses inilah yang memungkinkan keahlian-keahlian anak terus berkembang."

dan kalimat super penutup video ini "membiarkan anak bermain di luar, menjadi kotor dan penuh noda adalah hal yang sangat baik". gimana? setuju banget atau setuju sekali? coba deh ditonton video seru lainnya dari Rinso #KidsToday Project. dijamin bikin kita sebagai orangtua masa kini mengangguk-angguk setuju. jadi tunggu apalagi... main yuk!




tulisan ini diikutsertakan dalam #KidsTodayProject Blogger Competition 

1 comment:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS