april (yang) kesekian

9:55:00 am

ini april, iya ini april. bulan dimana enam tahun lalu saya bertemu dengan sosok menyebalkan dalam satu rapat koordinasi aksi hari bumi. sayangnya yang menyebalkan karena datang terlambat itu si koordinator sekaligus pemimpin rapat. yang saya ingat waktu itu si pemimpin rapat memimpin dengan penjelasan yang kurang bisa saya pahami. habisnya sudah datang terlambat, memimpin rapat dengan suara tidak keras pula, jauh dari kesan garang yang selama ini menempel pada banyak aktivis lingkungan.

terlalu pendiam cenderung angkuh adalah kalimat pertama yang saya sematkan pada si pemimpin rapat. jelas jauh dari tipe laki-laki idaman saya pada waktu itu : murah senyum, berkemeja rapi dan mengantongi id card perusahaan ternama. membayangkan akan menjadi istrinya saja saya tidak pernah. lagi pula waktu itu kami berjarak dalam arti yang sebenarnya, dia gelapnya hutan kalimantan dan saya di gemerlapnya kota bandung. jadi kami memang tidak pernah terlalu lama bertemu. secara teori harusnya memang tidak ada celah yang bisa membuat kami akhirnya bersatu seperti sekarang kan?

tapi kenyataannya banyak hal didunia ini yang akhirnya ditentukan oleh waktu yang berjalan, termasuk kami dalam hal ini. orang yang tadinya bukan-tipe-saya-banget itu perlahan membuat saya memahami banyak hal, terutama soal kesederhanaan. yang saya ingat, pertama kali saya merasa he's mr.right adalah adalah ketika diajak berjalan kaki keliling bandung. menyusuri aspal basah, keluar masuk gang-gang sempit, dan berakhir di pusat jual buku bekas. waktu itu rasanya senang sekali.. padahal bukan kencan nonton film box office di bioskop, bukan pula ngobrol soal masa depan disebuah di cafe dengan pertunjukan live musik romantis.

dan ya seperti tadi saya bilang, waktu terus berlalu.. yang enam tahun lalu adalah orang-yang-saya-benci-setengah-mati sekarang adalah orang-yang-saya-cintai-sepenuh-hati. orang yang dengan diamnya bisa membuat saya kesal sekaligus nyaman. orang yang dengan bicaranya yang tenang bisa membuat saya gemas sekaligus bersyukur. orang yang dengan senang hati membantu saya memandikan pagi lalu mengajaknya bermain sementara saya sibuk berurusan dengan kulkas, kompor dan dapur.
 


You Might Also Like

3 comments

  1. April memang selalu menyenangkan :D
    that's jodoh itu jorok ya mbak :p

    ReplyDelete
  2. selamat bulan aprik yang kesekian mbak Ajeng dan mas Eri..

    romantic couple, i think :)

    ReplyDelete
  3. Saya gak inget kapan pertama kalinya saya bertemu "kembali" dg calon istri saya ...

    ReplyDelete