akhirnya..

4:17:00 pm

senin, 28 april 2014. untuk pertama kalinya pagi bertemu tante dokter :)

saya dan masery bukan pasangan yang anti dokter, tapi kenyataannya pagi memang termasuk bayi yang jarang sakit, kalaupun sedang sakit sejujurnya saya lebih percaya pada intuisi saya sebagai seorang ibu. jadi saya lebih memilih mengamati gejalanya, merekam, lalu mencari informasi sebanyak-banyaknya. lagi pula saya dikasih rejeki berupa dua kakak ipar dan satu sahabat sejak kecil yang berprofesi sebagai dokter. jadi, kalau ragu sama hasil googling, tinggal pegang handphone bisa langsung konsultasi, gratis dan terpercaya pula :D

selama satu tahun dua bulan ini, baru dua sakit "besar" yang dialami pagi. saya sebut besar karena dari hasil konsultasi dan membaca banyak artikel, saya menemukan nama ilmiah penyakitnya. yang pertama impetigo bullosa, dan yang kedua roseola infantum. dua-duanya sukses saya lewati tanpa drama. lainnya pernah sih beberapa kali demam dan flu, tapi yang seperti itu tidak membuat saya terlalu khawatir, ya namapun anak kecil, rasanya gak afdol kalau tidak pernah terkena demam dan flu.

garis khawatir saya itu sebenarnya ada di nafsu makan. jadi, selama pagi masih mau makan sekedar sumeng dan flu ringan saja sih saya masih santai dan percaya "ah.. dua tiga hari lagi juga sembuh..". bukan melangkahi profesi dokter nih ya, tapi sekarang ini sudah banyak forum ibu-ibu cerdas nan kece yang pengalamannya bisa dijadikan bahan pembelajaran menghadapi anak sakit. jadi intinya, asal-masih-mau-makan. karena saya percaya makanan sehat itu menyembuhkan.. paling tidak meredakan gejala. tapi kali ini ceritanya lain...

diawali diare sekitar dua minggu lalu, ini adalah pertama kali pagi terkena diare. awalnya saya cukup puas hanya dengan membaca, googling berbagai artikel tentang penyakit umum yang satu ini. sudah? sudah begitu saja. apalagi waktu itu pagi masih senang makan, jadi bisa dibilang saya tak ambil pusing. kebetulan berdekatan dengan "momen" diare itu, cuti saya untuk pulang ke lampung disetujui olah pak direktur. sempat memang ada rasa khawatir karena waktu itu saya akan melakukan perjalanan jauh dan lama, hanya berdua saja dengan pagi.

alhamdulillah, sehari sebelum berangkat ke lampung, diarenya berhenti. maka saya pulang ke kota kelahiran saya dengan tenang sambil membawa rasa kangen yang luar biasa pada ibu. singkat cerita, setelah lima hari di lampung saya kembali ke bandung.. dan sedihnya pagi kembali diare. senin sampai kamis, diarenya berlanjut, tapi masih mau makan. jumat sore sepulang kerja, suhu badannya meningkat disertai laporan dari emak "alim mamam neng.." deg!

hari-hari selanjutnya keadaan rumah sepi dari tawa riang dan jerit nakal pagi. yang biasanya tidak mau diam, mendadak jadi pendiam sekali. maunya cuma digendong dan kalau digendong, kepalanya merebah didada saya, matanya sendu, suaranyapun lirih. nafsu makan? drop sampai membuat saya kebingungan. ini pertama kalinya pagi melancarkan aksi gerakan tutup mulut terhadap apapun, bahkan tahu. makanan kesukaan yang dari dulu tidak pernah ditolaknya. dan bisa ditebak, tidak perlu waktu lama untuk membuat berat badannya merosot tajam.  

senin pagi, saya ijin ngantor dan kami memutuskan untuk membawa pagi ke dokter. periksa rongga mulut kemudian cek lab feses. hasilnya ditemukan sariawan dan infeksi bakteri diperutnya. terjawab sudah penyebab gerakan tutup mulut dan diare yang tak kunjung sembuh selama ini. tapi saya tidak menyerah begitu saja.. dalam satu hari saya bisa memasak 3-5 menu untuk pagi, berharap ada satu saja yang dia mau, walaupun hasilnya nihil dan berujung masuk perut sendiri, daripada dibuang kan? :D 

ah, ini rabu artinya sudah hari ke lima, rasanya rindu sekali mendengar tawa dan senyum gembiranya. kalau pagi sedang tidur, seringnya saya perhatikan sambil saya ciumi. pagi kecil yang jadi belahan jiwa saya, yang selama sembilan bulan mendengar detak jantung saya dari dalam. dan adegan seperti ini biasanya selalu berujung airmata. duh, begini ternyata rasanya jadi ibu. tidak bisa ikut merasa sakit, tapi selalu ikut merasa sedih. hanya bisa berdoa semoga cepat sehat lagi ya nak, biar bisa main ditaman, cari buah ciremai sama bapak.


sun sayang
ibuk. 

You Might Also Like

0 comments