syafakillah ibuk

Friday, March 14

siang kemarin saya mendapat kabar duka. ibuk jadi korban kecelakaan motor, ditabrak oleh pengendara lain dari belakang. sehingga beberapa bagian tubuhnya memar, dan yang paling parah tulang lengannya patah. duh, rasanya ngilu sekali begitu mendapat kabar itu dari mbak sari. bapak yang kebetulan sedang ada di bandung, langsung memutuskan untuk pulang ke lampung, mengejar kereta ke jakarta lalu menyambungnya dengan bus dan kapal laut.

malam setelah kejadian, diputuskan ibuk akan menjalani operasi pemasangan pen keesokan hari (hari ini). tapi sampai saya mengetik postingan ini, tensi darah ibu masih 160/100 terlalu tinggi untuk seorang pasien yang akan menjalani operasi. saya sendiri masih ada dikantor dengan perasaan yang tak karuan. dilema, kalaupun pulang, menempuh perjalanan belasan jam dan membawa pagi kecil. lagipula bayi kan tidak boleh dibawa masuk kedalam rumah sakit. nah lalu? siapa yang akan menjaga pagi selama saya menemani ibuk di rumah sakit?

sementara yang bisa saya lakukan hanya mengiirim doa sebanyak-banyaknya. semoga ibuk lekas diberi kesembuhan. saya kenal sekali karakter beliau yang tidak bisa berhenti dari aktifitas menjahit dan menemani anak-anak asuhannya di daycare. sementara ujian ini membuat ibu harus berbaring diam tanpa aktifitas, tentu membosankan sekali. tapi bukankah dari setiap kejadian pasti ada hikmahnya? syafakillah syifaan ajilan, syifaan la yughadiru ba'dahu saqaman, ibuku :)


No comments:

Post a Comment

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS