304M untuk Path

Wednesday, January 15

semua orang yang kenal saya pasti setuju kalau harus memberi label pada saya sebagai ajeng si hantu social media. pokoknya ada socmed terbaru jenis apapun, saya tidak perlu menunggu waktu lama untuk registrasi, beradaptasi lalu kemudian eksis setiap hari. hampir semua social media yang hits saat ini, saya punya akunnya. mau apa? instagram, twitter, facebook, G+, path.. saya punya semua. tak lupa aplikasinya terinstall sempurna di ponsel pintar kesayangan. bertengger dilayar paling depan sebagai most used application :D

jujur saja social media yang akhir-akhir ini ngetrend adalah path, si socmed yang membatasi jumlah teman hanya sampai 150 saja. jauh berbeda dengan facebook yang bisa memiliki jumlah teman sampai 5000 atau twitter yang mengijinkan jutaan ribu follower. tapi 150 teman (saja) ini justru menjadi nilai lebih path, karena dengan jumlah teman yang dibatasi kita akan lebih selektif untuk berbagi, dan logikanya teman dekat atau kerabat pastilah jadi prioritas. masuk akal sekali ya?

oke balik lagi ke pembahasan awal, saya juga sempat punya akun path dan hampir setiap hari eksis di social media yang satu itu, mulai dari sekedar share status, mengunggah foto, sampai iseng tagging place kalau lagi nganggur berat :p nah, sempat punya artinya sekarang sudah tidak lagi. iya, saya memang tidak punya lagi akun path, saya resmi menghapus akun path secara permanen sejak berita dibawah ini dirilis.

saya bukan pengamat politik, bukan juga kritikus yang serba tau sepak terjang para politikus yang ada di indonesia. tapi sebagai yang sering melihat berita tentang lumpur lapindo, korban dan kerugian yang diderita masyarakat disana beberapa tahun lalu saya ngenes baca berita ini. katakan saya juga awam terhadap peluang bisnis raksasa seperti ini, tapi pak a-er-be.. daripada membeli path seharga 304 milyar, lebih baik hal-hal yang menyangkut hak dan kehidupan manusia diselesaikan dulu, seperti lapindo dan klaim asuransi bakrie life yang menjadi hutang ratusan milyar itu.

beberapa teman dan orang terdekat memutuskan hal yang sama dengan saya, memang ditinggalkan oleh segelintir orang tidak akan serta merta membuat Dave Morin sebagai pemilik path merasa rugi, bahkan mungkin sama sekali tak ada pengaruhnya. tapi setidaknya saya cukup lega karena tidak ikut membuat beberapa pihak mendulang kaya tanpa melaksanakan kewajibannya. well sikap dan tulisan ini murni lahir dari pendapat pribadi saya sendiri. sama sekali tidak bermaksud menghakimi siapapun yang memilih untuk tetap mengaktifkan akun path-nya. jelas saya tidak punya hak untuk itu kan? jadi silahkan saja :)

2 comments:

  1. pas baca berita itu juga aku lsg stop pk path mba. eh tp skrg malah pake lagi. tapi isi tulisan yg ini kurang lebih sama dengan apa yg aku rasain.

    kangen sama apdetan cerita perkembangan pagi yg biasanya muncul di path hehehe

    ReplyDelete
  2. Ahhh ini rupanya yg bikin akuu g bisa liat muka gembil pagii dan bertukar resep lagi sama ibuk nyaa...huhuhu semoga tetep xsist di media lain yak supaya bisa tukeran resep lagii :)

    ReplyDelete

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS