akhir pekan untuk pagi

Tuesday, December 23

entah kenapa sejak punya pagi, saya merasa jadi lebih menghargai akhir pekan. kalau dulu, saat bertemu hari libur ya saya senang. lagi pula memangnya siapa yang tidak suka akhir pekan? tapi ya sekedar senang. kalau sekarang beda, karena sudah ada anak kecil yang bisa diajak bermain, berkunjung dan melihat banyak hal menarik. terlebih karena saya bekerja, jadi akhir pekan adalah satu-satunya waktu yang sepenuhnya bisa saya habiskan bersama pagi. maka setiap jumat malam saya dan masery seperti punya teka teki yang harus dipecahkan "besok kita ajak pagi kemana ya?" dan setelah melalui proses pertimbangan singkat, biasanya masery selalu punya solusi dan jawaban jitu yang akhrinya jadi kesepakatan kami bersama.

sebenarnya salah satu rizki yang sampai saat ini membuat saya bersyukur adalah; saya dan keluarga tinggal di bandung. karena sepertinya hanya dikota ini saya bisa mengajak pagi bermain sepuasnya dengan budget seminimnya.. tidak percaya? sepanjang tahun ini saja kami sudah membuktikan beberapa diantaranya. seperti pergi ke cicalengka dengan kereta, bermain air di gunung puntang, mengunjungi taman hutan raya, dan bermain tumpukan daun pinus di bukit bintang. kesemuanya murah meriah, naik kereta dengan harga tiket yang hanya sepuluh ribu rupiah, dan tiket masuk ketiga tempat lainnya yang tidak lebih dari retribusi parkir di mall selama tiga jam. itu baru empat tempat, belum ditambah kunjungan kami ke taman-taman kota yang ada di bandung. cibeunying park, taman lansia, babakan siliwangi atau sekedar melihat tupai di kampus ITB jalan ganesha yang semuanya gratis. bahagia kan?

meskipun tempat-tempat kunjungan akhir pekan kami kebanyakan ada di ruang terbuka, sejujurnya kami bukan keluarga anti mall kok. kalau di bandung, kami sering mampir ke ibcc... mmm, itu bukan mall ya. hahahahaha habisnya kami memang sering berkunjung kesana.. tidak pernah bosan melihat barang-barang dengan desain keren dan jenius yang diciptakan oleh orang-orang brilian. walaupun kalau kesana seringnya hanya window shoping saja, pulang tanpa membawa apapun tapi tetap bahagia hahahaha. nah, kalau berkunjung ke mall yang beneran mall ya trans studio mall yang selanjutnya tetap akan saya sebut sebagai BSM *gagal move on*. mall ini adalah mall yang paling ramah versi kami. tempat parkirnya manusiawi, keramaiannya juga masih bisa diprediksi. kalau mall yang lain, kami angkat tangan deh.

balik lagi ke tema akhir pekan murah meriah versi kami. harus diakui bahwa kami memang hampir tidak pernah menghabiskan akhir pekan di mall karena sebisa mungkin keperluan ke mall itu diselesaikan ketika weekdays. bukannya apa, mall dan weekend itu seringnya blunder, ya macet ya ramai akhirnya malah jadi duet maut perusak mood akhir pekan. lagi pula seperti kata mbak leija; buat anak batita SELURUH DUNIA adalah satu playground besar untuk mereka. Everything is so new and so exciting for the kid, sehingga nggak wajib bawa anak ke taman bermain, toko mainan atau tempat sejenisnya supaya dia hepi. mbak ayo kita toss mbak. saya juga percaya untuk anak sekecil pagi.. apapun yang dia lihat adalah hal yang menarik. bahkan melihat bapaknya ganti baju tidur super belel saja, pagi bisa takjub dan terkagum-kagum sambil bilang "waaaah, baguuusss..". karena anak kecil memang tidak seperti orang dewasa. mereka jauh lebih bisa menghargai hal-hal sederhana yang ada dan terjadi disekitarnya :)


saya dan politik hore

Monday, December 15

saya bukan termasuk perempuan dengan pengetahuan politik diatas rata-rata. dibanding pak suami yang menjadikan majalah politik sebagai bacaan rutin mingguan, tentu kemampuan saya beranalisa soal politik malah bisa dibilang ada dibawah standar. saya masih sok tau, pendapat saya soal langkah dan kebijakan-kebijakan pemerintah saat ini sering tidak disertai pemikiran panjang. saya juga masih emosional, saya jengkel kalau pemerintah tidak mengambil kebijakan populer atau yang sering disebut dengan kebijakan pro rakyat, tanpa mencari tau kenapa dan untuk apa kebijakan tersebut diambil.

itu sebabnya saya jarang sekali berpendapat dan berkomentar di sosial media soal kejadian politik yang sedang hangat terjadi, bukan tidak tertarik, saya hanya takut salah. jaman sekarang penggiringan opini publik sudah masuk ke level mengerikan. susah untuk membedakan mana berita benar dan mana berita yang dibuat seolah benar. lagi pula saya juga sudah malas berdebat. saya cukup puas dengan pengalaman mendebat senior-senior saat menyusun laporan pertanggung jawaban yang dibahas di musyawarah besar himpunan mahasiswa dulu. sekarang sebisa mungkin saya menghindari itu. terlebih karena saat ini apa-apa yang berkaitan dengan isu politik hampir bisa dipastikan punya tingkat sensitifitas yang tinggi. orang gampang terpancing, gampang emosi.

tapi bukan berarti saya tidak pernah membahas situasi perpolitikan saat ini, ada satu akun messenger yang icon-nya selalu menyala available untuk membahas dan mengkritik habis pemerintahan kapanpun saya mau membahas. kami semacam brother sister in crime.. bersama-sama membahas apapun yang sedang hangat diberitakan dari sudut pandang dan teori ke-sok-tau-an kami. jangan membayangkan kami akur setiap saat, sama sekali tidak. bahkan beberapa hari yang lalu kami sempat saling adu argumen dengan keras, saling melontarkan komentar pedas yang membuat hati panas. tapi setelah emosi meluap puas, kami "kembali ke bumi" menurunkan ego dan saling meminta maaf. voilaaa ~ suasana kembali seperti semula.

sekarang ini menahan keinginan untuk tidak berkomentar dan berdebat soal apa yang dilakukan oleh tokoh tokoh perpolitikan (dan tentu saja keluarganya) memang jauh lebih berat ketimbang sekedar menahan lapar dan haus saat berpuasa. sayangnya, iya sayangnya. tidak banyak orang yang setelah drama adu pendapat dalam perdebatan bisa mengembalikan suasana hati dan pikirannya ke kondisi semula. kebanyakan dari mereka berpendapat, yang tidak setuju dengan pendapat saya adalah pihak oposisi. dan sampai kapapun pihak oposisi tidak akan pernah bisa ikhlas menerima pendapat apalagi kritikan. tapi alhamdulillah di sekitar saya tidak banyak yang seperti itu.

postingan blog ini memang saya dedikasikan untuk beberapa teman yang mungkin pernah saya sanggah opininya. walaupun seingat saya tidak lebih dari lima orang. percayalah saat itu saya khilaf dan saat ini berjanji untuk tidak mengulanginya lagi hahahahaha. santai gaes, santai.. menurut saya politik itu selingan. ini bukan soal berapa kali pak jokowi mengingkari janjinya, atau tentang kenapa ibu puan maharani yang diragukan banyak kalangan itu bisa jadi menteri koordinator, apalagi tentang pak yudhi crisnandi yang dengan luar biasanya bisa mengatur jumlah undangan pada resepsi pernikahan pegawai negeri sipil. yang terpenting buat saya sama sekali bukan soal itu. tapi soal bagaimana kita, bisa tetap santai berteman meski pandangan dan ke-sok-tauan kita tentang politik saling membelakangi.



tentang kebahagiaan

Wednesday, December 3


belakangan ini banyak teman facebook saya membagi tautan yang berisi video dengan tajuk the happy muslim. sebenarnya tautan video ini sudah beredar sejak lama, namun baru pagi tadi saya berniat menyimak video tersebut.. dan benar saja. semua yang dikatakan dan dijabarkan dalam video itu menusuk sekali. pak iskandar, pria yang ada di video itu adalah seorang muslim yang menceritakan pandangannya tentang kebahagian yang bisa didapatkan dari perilaku dan hubungan baik kita sebagai manusia terhadap lingkungan sekitar, juga hubungan manusia dengan manusia lainnya. beliau bilang sekarang ini kebahagian manusia lebih banyak ditentukan oleh produk hasil industri.

pak iskandar bilang
"this is a problem of our ego, we feel happiness is something that is within your hand"
iya gak sih? *nyari temen* kita ngerasa kebahagian adalah apa yang kita dapatkan. saya masih begitu.. masih banget. saya masih sering kecewa kalau apa yang saya ingin tidak bisa saya dapatkan. saya masih sering memasang target mau beli ini dan ingin punya itu. saya masih menggantungkan kebahagian saya pada apa yang saya dapat, yang saya pakai dan yang saya konsumsi. padahal seharusnya
"the happiness is something that basically even if you give you feel happy, it's not when you get that you feel happy"
duh, daleeeeem. ini kalau bukan pak iskandar yang bilang mungkin jadinya teori banget ya. tapi hasil berburu beberapa artikel yang terkait dengan beliau akhirnya membuat saya percaya, kenapa? karena beliau benar-benar melakukannya. pak iskandar bukan sekedar mengajarkan tapi juga membuktikan bahwa kebijaksanaan dan keterampilan yang diwariskan dari tradisi-tradisi luhur sebenarnya dapat kita pelajari dan sudah seharusnya kita aplikasikan kembali dalam kehidupan sehari-hari. bahwa seharusnya teknologi hadir untuk jadi solusi, bukan malah jadi awal permasalahan. beliau bilang kebahagiaan adalah keseimbangan, dan bahwa berbagi adalah hal yang paling membahagiakan.

akhirnya, pria paruh baya pemilik bumilangit intitute ini sukses bikin saya gamang, lalu flash back dan mengirim pertanyaan bertubi-tubi ke diri sendiri. tentang apa yang sudah saya lakukan? apa hal paling bermanfaat yang sudah saya bagi ke orang-orang disekitar saya? saya memang nyaris (nyaris, berarti kadang masih) tidak pernah iri dengan orang-orang yang berlimpah materi, tapi saya selalu sukses iri dengan orang-orang seperti pak iskandar, yang bisa berdamai dengan dirinya sendiri, dengan alam dan lingkungan sekitarnya.

saya juga sepakat sama kalimat "nature is where the best resources of happiness exist"  itulah kenapa saya dan masery senang sekali mengajak pagi berinteraksi dengan alam. karena kami percaya alam dan lingkungan adalah guru terbaik, darinya kita bisa belajar tentang banyak hal termasuk kebahagiaan. terakhir yang paling saya suka adalah kalimat penutupnya, bahwa kebahagian itu bukan hanya bagian dari islam, tapi universal, semua agama, semua budaya, semua orang bisa merasakannya.

video ini sengaja saya masukkan kedalam blog supaya suatu hari saat ego materi saya mulai meninggi, saya bisa mengingatkan diri dengan membuka lagi postingan ini. dan tentu saja tulisan ini bukan saya buat untuk membandingkan siapa lebih bahagia dari siapa, tapi tentang cara dan pilihan untuk menjadi bahagia :)



jadi sederhana

Monday, December 1


dipenghujung tahun saat banyak orang mereview resolusi, target dan meyiapkan tiket untuk liburan besar akhir tahun, saya dan masery malah resmi menyadur sapa mas dan mbak di spbu pertamina; "dimulai dari nol ya.." hahahahaha. bagaimana tidak, tepat dibulan november ini, pundi-pundi rupiah yang sedari dulu kami kumpulkan habis terpakai untuk melunasi sebidang tanah yang sudah jadi impian kami sejak lama. yang tersisa di buku tabungan hanya tinggal record angka pemindah bukuan dengan jumlah bilangan seadanya. sebidang tanah yang tidak terlalu luas ini adalah satu dari sekian banyak mimpi kami. drama negosiasi jual belinya nyaris berlangsung selama satu tahun. sampai akhirnya saya harus percaya kata-kata masery bahwa dalam hidup, kita akan berjodoh pada tiga hal; 1. pasangan, 2. kendaraan, 3. hunian.

dan alhamdulillah kami berjodoh. lalu setelah semua proses pindah kepemilikan ini hampir selesai, kami seolah mendapat energi berlipat untuk menata kembali skala prioritas dan merapikan susunan mimpi-mimpi kami. lagi pula ini semacam titik balik untuk saya. sejujurnya saya bukan istri/ibu yang cakap dalam kegiatan hemat berhemat. walaupun saya tidak sering membeli baju dan tidak punya banyak pilihan sepatu, pengeluaran "entertain"-pun tidak besar, saya tidak suka menonton bioskop, tidak harus mengabsen restoran ternama setiap akhir pekan, juga tidak suka bermanja-manja di salon langganan. memang sekilas tampak sederhana, tapi.. kacaunya saya tidak pernah membuat batas maksimal pengeluaran dalam satu bulan dan terlebih tidak pernah mengevaluasi jika dalam satu bulan jumlah uang yang saya keluarkan menjadi berlipat.

hari ini tepat satu bulan menuju tahun yang baru, saya mencoba keluar dari zona nyaman, saya ingin mulai belajar teratur, dan solusi termudah adalah mencatat. apapun, sekecil apapun, supaya semuanya bisa terukur. dan mungkin resolusi saya tahun depan akan dikemas jadi lebih sederhana, berkebun misalnya, memulai hidup sehat, membuat jadwal memasak dan meningkatkan intensitas berkemah atau sekedar piknik hore. harapan untuk memanggul ransel dan menginjakkan kaki di kathmandu tentu tetap ada, tapi tidak lagi utama mengingat kami masih harus ekstra menabung dan mengencangkan ikat pinggang supaya satu atau dua tahun lagi bisa membangun rumah mungil berhalaman yang luas dengan yu sing sebagai arsiteknya. amiiin :)


pertanyaan ibuk, jawaban bapak

Friday, November 14

karena baca blognya feni trus jadi ikut mengunjungi sumbernya disini, trus jadi pengen ikut ngasih pertanyaan-pertanyaan ini ke masery. sebagai suami dengan karakter pendiam luar biasa, masery memang nyaris tidak pernah bercerita tentang apa yang dirasakan secara detail. eh tapi memang benar saya dan masery adalah tipe pasangan yang baik-baik saja meski kami jarang terlihat ngobrol serius. urusan komunikasi kami lebih percaya dengan hati dan intuisi. tapi, bukan berarti kami sama sekali gak pernah ngobrol ya. nah kali ini saya penasaran ingin tau kalau diajak ngobrol ringan gini, jawaban masery seperti apa dan ini beneran jawaban asli tanpa rekayasa.

1. Apa sih yang pertama kali kepikiran saat Pagi baru lahir?
Saya jadi bapak. Kadang (pun sampe saat ini) masih suka tidak percaya.

2. Were you prepared?
Dibiarkan mengalir saja. Karena saya meyakini proses belajar (menjadi bapak) akan kita serap dengan sendirinya ketika kita menyelaminya.

3. Selama hampir 2 tahun jadi bapak, apa hal yang paling memorable?
Setiap kali anak memanggil kita 'bapak' dan datang menghampiri, tak mau lepas.

4. Apa memori favorit tentang Pagi?
Ketika berkomunikasi secara dua arah, saling menimbali, walau dengan bahasanya yang masih tidak jelas.

5. What’s your favorite thing about being a dad?
Memandikannya.

6. Apa hal paling memorable dari masa kecil yang ingin diulang ke Pagi?
Memberinya kepercayaan penuh ketika dia hendak pergi ke luar dari zona nyaman. Karena saya percaya, alam/lingkungan merupakan guru terbaik.

7. Apa visi buat Pagi?
Sama dengan jawaban no 9

8. Apa yang ingin dilakukan bersama Pagi saat dia sudah besar?
Backpacking ke dataran tinggi di Irlandia, bersama anggota keluarga yang lain tentunya

9. Apa yang mau masery tanamkan ke Pagi?
Jadilah orang yang membumi

10. What parts of yourself do you hope Pagi ends up with?
Hidup dalam kesederhanaan, setinggi apapun kedudukan kita di masyarakat

11. If you could do this all over again, what would you change?
Not to change, just receive that. Because all is God plans

yang sering bikin iri tentu saja nomor 3, hampir semua orang yang mengenal kami secara dekat setuju bahwa pagi dan masery adalah paket yang nyaris tidak bisa dipisahkan. mereka benar-benar klop secara karakter dan punya benang merah yang mengikat, membuat keduanya seolah saling mengisi. masery tanpa pagi tidak akan utuh, pun sama jika pagi tanpa masery. dan paling bikin #jleb adalah jawaban nomor 10. saya kenal dan saya mengagumi kesederhanaan masery yang sampai saat ini masih belum bisa saya imbangi. maka saya juga punya harapan yang sama untuk pagi. supaya kelak menjadi siapapun dia, apapun yang dia tekuni dan jalani, dia tetap jadi pribadi yang sederhana. ah.. terharu deh jadinya, terimakasih karena sudah memberikan semua yang terbaik yang dimiliki untuk kami berdua ya bap. ini mungkin penutup surat cinta yang standar, tapi beneran deh.. we love you bap. to the moon and back :)


pagi di bukit bintang

Thursday, November 13

segala sesuatu yang tidak terencana seringnya memang lebih menyenangkan. untuk beberapa hal menurut saya, hal-hal yang tidak direncanakan itu mencegah perasaan kecewa. sebenarnya bukan mencegah sih ya, tapi karena tidak terencana, jadi kita tidak punya ekspektasi lebih terhadap apa yang akan kita jalani dan hadapi. kalau ternyata jadinya seru, kita pasti senang sekali.. kalau ternyata biasa-biasa saja, kita lebih maklum, karena yaaa.. namanya juga tanpa rencana. sudah tak terhitung berapa kali kami pergi tanpa rencana, dan herannya kami tidak pernah jera. padahal bepergian tanpa perbekalan tentu saja berujung rasa lapar. ah buat saya yang penting pagi sudah makan.. kalau masery dan (terutama) saya sih asal piranti dokumentasi menyala sudah cukup. lagi pula kami sudah terbiasa dengan rasa lapar dalam praktek kegiatan survival ala pecinta alam tempo dulu. dulu sekali hahahahaha.

minggu pagi kemarin, tiba-tiba masery mengajak kami pergi ke daerah caringin. caringin tilu adalah salah satu dataran tinggi di bandung timur, kira-kira lima tahun lalu saya pernah kesana.. waktu itu malam hari, dan menakjubkan sekali. disana kita bisa memandang ribuan kerlip lampu kota dari atas bukit yang memiliki tinggi 1.200an meter diatas permukaan laut. tapi justru karena malam hari dan menggunakan mobil yang pengemudinya baru saja lulus dari ujian sim a, saya malah sama sekali tidak menikmati perjalanan. yang ada malah sibuk berdoa karena jalanan sempit yang diapit lembah tinggi membuat kadar cemas meningkat drastis. maka kali ini dengan sedikit analisa, masery memutuskan akan lebih mudah jika kami pergi dengan mengendarai sepeda motor karena jika ditempuh dari rumah ada jalan memotong menuju tempat tujuan yang membuat jarak tempuh jadi lebih dekat dan masery menduga jalan tersebut tidak bisa dilewati kendaraan roda empat.

sepanjang perjalanan, beberapa kali masery menepikan motor untuk bertanya pada penduduk setempat, arah jalan menuju caringin tilu. iya, kami memang pernah kesana tapi waktu itu menggunakan jalur umum yang tergambar di peta resmi kabupaten bandung. kami belum pernah melewati jalan pintas yang karakter jalannya bermacam-macam seperti kemarin. beberapa kilometer kami menemukan jalan menanjak yang ramah karena permukaannya rata oleh aspal beton. tapi kemudian kami harus menempuh jalan liku berbatu yang membuat mesin motor matic tua yang kami tumpangi mengeluh dan guncangan suspensinya jadi lebih dramatis. beberapa kali saya sempat tidak yakin dengan kemampuan motor dan menawarkan untuk turun, berjalan kaki sambil menggendong pagi, supaya masery lebih mudah mengendalikan laju motornya. tapi alhamdulillah sampai tempat tujuan, saya cukup turun satu kali, itupun karena kami salah jalan dan harus memutar dijalan yang sempit.

dan perjalanan tanpa rencana kami terbayar lunas dengan memandang barisan pohon pinus di kawasan bukit bintang, caringin tilu. masyaallah, kereeeen sekali. kata masery, kawasan ini memang dikelola oleh perhutani. dan memang terbilang baru dibuka untuk umum. jadi mungkin karena itu juga tempatnya bersih dan tertata rapi. keranjang tempat sampah dari jalinan bambu tersedia dihampir setiap meter, membuat pengunjung tidak punya alasan untuk membuang sampah sembarangan. pokoknya bersih, di tanahnya nyaris tidak ada sampah kecuali daun-daun pinus yang menumpuk mengering. katakan saya berlebihan, tapi hari itu saya bahagia sekali dan saya yakin pagi juga. selama disana dia gembira sekali lari kesana-kemari, lalu berhenti sebentar untuk mengumpulkan ranting-ranting kering (tetep) dan berlari lagi. jadi memang benar, sejauh ini menurut kami memang belum ada tempat yang lebih menyenangkan untuk mengajak pagi bermain selain taman kota dan hutan raya.




sandal dari emak

Tuesday, November 4

kalau bisa dibilang beruntung, saya adalah satu dari sedikit ibu bekerja yang beruntung dalam hal mencari asisten rumah tangga. emak, wanita berusia senja yang mengasuh pagi sekarang adalah sosok asisten rumah tangga idaman para ibu bekerja. bagaimana tidak, pengalaman emak sebagai ibu dari 3 anak, nenek dari 9 cucu dan uyut dari 1 cicit tentu sudah tidak diragukan lagi. meski usianya sudah cukup senja, tapi jam terbang yang sedemikian tinggi membuat emak masih terlihat tangkas dan cekatan.

awalnya, saya tidak punya ekspektasi berlebih terhadap emak. sekedar menjaga pagi selama saya bekerja saja sudah cukup. tidak perlu menyelesaikan pekerjaan melelahkan seperti mencuci dan menyetrika, yang penting hal-hal prinsip seperti cara memberikan asip, mpasi dan penggunaan clodi wajib ditaati. sisanya saya pasrah saja.. urusan jam tidur, jam minum susu, jam makan, sampai "manajemen" tangisan pagi saya serahkan sepenuhnya pada emak. sejak awal saya berusaha untuk menekan idealisme yang tak perlu, toh ibu bekerja kalau kebanyakan standar jadinya malah stress sendiri kan?

beruntung karena semakin hari, emak dan pagi semakin klop, saya? tentu saja bahagia. ketika beberapa teman masih disibukkan dengan derama art yang hilang, saya malah makin santai dan makin percaya sama emak. tidak hanya bisa dipercaya, emak juga baiknya luar biasa..  hampir setiap hari emak selalu membeli kue basah semacam pukis, nagasari, apem atau bubur lemu untuk pagi. emak membeli dengan uangnya sendiri dan selalu menolak kalau diganti. musim lebaran tempo hari, emak membelikan pagi sandal helo-kiti berwarna ungu. sandal yang menurut pengakuan emak ditukar dengan selembar uang dua puluh ribu rupiah menjadi sandal kesayangan pagi sebelum akhirnya tidak bisa dipakai lagi karena kekecilan. kebaikan emak tidak cukup sampai disitu, malam ini sepulang lembur, saya lihat pagi dengan bahagia memamerkan sandal barunya, sandal jepit berwarna merah.. yang lagi-lagi dibelikan emak.

selain baik, emak juga ekspresif sekali.. pernah suatu hari saya dan pagi meninggalkan bandung lima hari untuk menjenguk ibu di lampung, emak menangis.. katanya beliau tidak sanggup membayangkan lima hari kedepan tanpa pagi. tapi walaupun sedih karena kami tinggal, emak tetap tak lupa membeli sesisir pisang lumut untuk oleh-oleh ibu dilampung. saya pernah juga memergoki emak menangis sambil memijat pagi yang kala itu sedang tertidur karena sakit. emak memijat pagi dengan penuh rasa sayang, menggunakan ramuan tradisional yang dibuatnya sendiri dan dipercaya bisa membantu proses penyembuhan.. hal-hal sederhana semacam ini yang membuat saya yakin bahwa emak adalah asisten rumah tangga terbaik yang pernah saya temui.

ini mungkin berlebihan, tapi kenyataannya memang lebih mudah memilih presiden ketimbang mencari art yang cocok dan pas dihati. seringnya tidak pas.. giliran pas terkadang malah muncul perasaan iri. iri karena sementara kita bekerja, art malah punya lebih banyak waktu berkualitas bersama anak. tapi kalau saya percaya tidak ada yang bisa menggantikan posisi saya dihati pagi, pun posisi emak dihatinya karena kami adalah dua individu yang berbeda. saya mengijinkan pagi memberi ruang dihatinya untuk menyangi emak, sebagaimana dia menyediakan satu ruang khusus dihatinya untuk menyangi saya :)

hutan raya episode dua

Tuesday, October 21


sabtu kemarin kami pergi ke taman hutan raya, sebenarnya acara ini agak meleset dari rencana sebelumnya mengunjungi bumi perkemahan cikole. gak tau kenapa, akhir pekan kali ini saya dan masery sedang sangat sehati.. kami sama-sama tidak berminat pergi ke tempat yang membutuhkan waktu lama dan effort tenaga lebih. ini akhir pekan dan cikole itu jalur wisata, terjebak kemacetan bersama para wisatawan lokal ditengah suhu kota bandung yang sedang meningkat tajam tentu bukan cara menghabiskan akhir pekan yang baik. tapi dari pada tidak pergi sama sekali? akhirnya kami putuskan menemani pagi bermain ditempat yang dekat-dekat saja yaitu taman hutan raya.

kali ini kami tidak berjalan sampai jauh seperti kunjungan kami sebelumnya, karena diusianya yang sekarang pagi sudah mulai tidah betah duduk diam. pengalaman akhir pekan kali ini membuat angan-angan kami mengajak pagi bersepeda semakin jauh tak tergapai hahahaha. kalau nanti sedang bersepeda jauh dari rumah trus dia minta turun? piye? beneran, dia cuma tahan sebentar di baby carrier, selebihnya  bolak balik request minta turun karena ingin jalan sendiri. sementara pas kita turunin dia cuma jalan berapa meter, jongkok.. ngambil ranting, jalan lagi sebentar.. jongkok lagi ngambil daun, gitu terus. kebayang kan kita jadinya bukan capek jalan, tapi capek ngegiring si-anak-kecil-yang-gak-mau-digendong sampai tempat tujuan hahahaha..

kemarin ini hutan raya juanda agak lebih kering dari biasanya. mungkin karena musim kemarau juga sih ya, jadi suasananya kurang rimbun. banyak pohon yang meranggas, jalan setapak pun dipenuhi daun kering kecoklatan. tidak ada suasana hutan yang biasanya basah dan lembab. tapi kemarin kami beruntung karena bisa menonton dua monyet liar bergelantungan di pohon besar. yah, cukup puas dengan duduk dan menonton monyet-monyet dari kejauhan. selebihnya kami memilih bermain di taman bermain anak di hutan raya.. ada jungkat jungkit, tali yang terjalin untuk memanjat, ayun-ayun, dinding panjat mini dan lapangan luas untuk pagi berlarian kesana kemari.

setelah pagi terlihat mengantuk, kami memutuskan pulang. agenda berkunjung ke hutan raya kali ini memang singkat sekali. mungkin nanti kalau musim penghujan tiba kami akan kesini lagi demi mencium aroma tanah basah dan menjumpai kehidupan kecil dibalik lumut-lumut yang menempel dipohon :D

a morning with Gauri Binaring Pagi

Monday, October 13

sudah seminggu sejak senin lalu, saya punya pekerjaan tambahan yaitu mengawas ujian cpns. ujian dijadwalkan oleh kementerian pusat berlangsung selama tujuh hari dimulai pukul tujuh pagi hingga menjelang enam sore. itu jadwal peserta, jadwal pengawas tentu saja berbeda... maju satu jam lebih awal dan mundur satu jam lebih lama. dengan catatan tidak ada hal-hal mendesak yang harus diselesaikan segera, kalau ada.. jadwal bisa mundur sampai dua tiga jam kebelakang tergantung kebijaksanaan dan sudah-selesai-apa-belum-kerjaannya. maka selama ujian ini berlangsung bisa dipastikan quality time saya untuk pagi nyaris tidak ada. setelah subuh, saya hanya bertemu hitungan menit dan harus sudah berangkat. malamnya, saya baru bertemu sebentar dan si anak kecil menggemaskan sudah keburu menguap ngantuk. jadi jangan ditanya gimana rindunya saya.

untungnya si jadwal mengawas kosong di hari minggu, meskipun tetep kurang lengkap karena masery punya jadwal menghadiri undangan resepsi pernikahan teman baiknya diluar kota. karena itu, jauh-jauh hari saya sudah merancang jadwal main berdua bersama pagi di hari minggu. kebetulan waktunya bertepatan dengan beberapa teman rotaract yang mengadakan event bandung street children di kawasan car free day dago. jadi setidaknya saya punya tempat tujuan awal, tempat kunjungan lain tinggal menyesuaikan kondisi dan mood pagi saja. berbekal satu ransel dan baby carrier kami berangkat dari rumah tepat pukul tujuh pagi dengan menggunakan ojek dan tentu saja angkot hahaha. nekat? enggak juga sih, malah seru menurut saya. kapan lagi bisa mengajak pagi melihat banyak orang dan menikmati perjalanan didalam mobil yang bukan mobil bapnya. mengajarkan bagaimana dia harus duduk manis dan tertib selama perjalanan karena harus menghargai orang lain disekitarnya.

setelah berangkot ria, kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki ke lokasi event rotaract, tapi cuma mampir sebentar trus akunya laper ahahahaha yaudah cari sarapan sekalian cari nursery room di rs. borromeus. setelah itu kembali lagi ke booth rotaract, membiarkan pagi menggambar diatas kertas daur ulang dengan crayon dan membeli permen. setelahnya saya mengajak pagi berjalan kaki lagi menuju chatime dago plaza dan superindo untuk main game kereta favorit pagi. eh kalau kita jalan kaki itu beneran jalan kaki loh. saya dan juga pagi, entah mungkin karena mengikuti jejak bapaknya, saya perhatikan pagi termasuk anak yang senang berjalan kaki, meskipun karena kesenangannya itu saya harus ekstra pengawasan.

alhamdulillah sepanjang acara nge-date, pagi kooperatif sekali.. misalnya saat main game kereta di superindo, kami membuat kesepakatan kalau dia hanya bisa mengulang main kereta paling banyak empat kali, karena harus bergantian dengan teman lain yang juga ingin main, lagi pula saya bilang kalau setelah main game, kami masih akan mampir ke toko mainan untuk membeli balon. pagi mengangguk setuju, dan setelah putaran ke empat, pagi dengan rela turun dari kereta dan pulang tanpa drama. di toko mainan pun sama, setelah memegang bungkus balon tiup, pagi hanya berkeliling toko mainan, sesekali dia memegang mobil-mobilan sambil melihat ke arah saya meminta persetujuan dan tentu saja saya menggeleng tidak setuju. bukannya apa, bawanya susah.. kan kita ngangkot nak hahahahaha.

setelah dialog tawar menawar absurd, pagi setuju mengganti mobil-mobilan dengan dengan satu set lilin malam modern, saya bilang modern karena dijaman saya dulu, si lilin malam ini cuma dikemas dalam plastik transparan. kalau sekarang kemasannya jauh lebih eye cathing, maka dengan mudah pagi beralih dari mobil-mobilan ke kemasan warna warni si lilin malam. etapi ibuknya juga bahagia ding karena satu set play doh cuma dua belas ribu rupiah saja hahahahaha murah. 

well, setelah semua janji terpenuhi dan hutang terlunasi baru deh saya nyetop angkot. sepanjang perjalanan pulang pagi sudah terlihat mengantuk, capek juga sih kayaknya karena selama nge-date dia memang banyakan jalan sendiri. tapi akhirnya dia baru benar-benar tidur saat kami naik ojek pulang menuju rumah. kesimpulan acara girls morning out kemarin berjalan sakseeees dan membuat saya ingin mengulang lagi, sekaligus jadi makin percaya kalau a daughter is a little girl who grows up to be a best friend. nanti gedean dikit siap-siap dicurhatin deh kamu sama ibuk :p



#20factsaboutme

Wednesday, September 24


  1. an eating machine. saya suka makan dan suka hampir semua jenis makanan. 
  2. i adore mas ery so much! buat saya, masery adalah lelaki terbaik yang "ditugaskan" untuk mengajarkan saya banyak hal
  3. pelupa, yah kira-kira satu level dibawah tupai
  4. sangat menikmati aktivitas apapun yang dilakukan bertiga, apapun. meski cuma main bola di lapangan komplek
  5. libur gak libur tetep bangun pagi
  6. banyak nanya, banyak komentar
  7. saya bukan ibu yang drama. saya jarang sekali panik untuk urusan anak karena saya percaya intuisi seorang ibu itu kuat sekali.
  8. belum berani nyupir mobil di bandung meskipun bisa dan punya sim A
  9. sering banget beli baju salah ukuran, padahal buat anak sendiri
  10. saya payah sekali dalam urusan menabung.
  11. saya percaya kalau every mom has her own battle. jadi saya menghormati apapun pilihan yang diambil dan dijalani seorang ibu. jadi jangan ajak saya berdebat apalagi nyinyir soal itu.
  12. i love breastfeeding dan masih belum kebayang kalau harus menyapih nanti.. 
  13. blogger. saya senang menulis dan berbagi cerita, gak peduli ada yang baca atau enggak hahahaha.
  14. saya mengagumi mereka yang dominan otak kanan juga mereka yang melakukan aktifitas sehari-hari dengan bersepeda dan berjalan kaki
  15. texting person. saya gak suka ngobrol berlama-lama di telfon.
  16. saya masih dan akan terus percaya sama kalimat "bahagia itu sederhana"
  17. punya cita-cita meransel ke kathmandu as soon as possible
  18. halopagi! adalah satu dari sekian banyak mimpi yang sedang coba saya wujudkan
  19. pengen punya rumah kecil dengan halaman luas yang di-arsitek-in sama yu sing. 
  20. pengen punya pabrik kain sendiri, supaya bisa produksi kain sendiri dengan motif yang lucu. amiiin.
selesai!

posting kayak gini harusnya di instagram, karena sebenarnya saya kena tag sama chici via instagram. tapi, ngerasa kayaknya agak kurang maksimal ya kalau posting foto plus penjabarannya disana. jadi saya mencoba mengikuti jejak blogger kece diana rika sari yang posting #20factsaboutme di blognya. uhuk. dan kepada nina lestari dan arie widiaputra  yang saya tag di facebook, silahkan melakukan hal mainstream yang sama, boleh pilih kok mau di blog apa di instagram hahahaha.

ibu gamang

Thursday, September 18

hari ini entah kenapa rasanya berat sekali meninggalkan pagi untuk berangkat kerja. ketika saya mulai berkemas isi tas dan memakai jaket hendak mengeluarkan motor, pagi menghampiri sambil bilang "ibuk.. ikut.." lalu berjalan ke arah rak sepatu dan memilih sepatunya sendiri. sambil bercanda saya tawarkan sepatu yang dipilihnya untuk berganti dengan sepatu lain pilihan saya, pagi bilang "bukan.." dan tetap ingin memakai sepatu pilihannya sendiri. saya sukses terharu dibuatnya. duh nak, kenapa kamu seolah cepat sekali tumbuh besar.

mungkin benar kata banyak orang bahwa sebenarnya masa terberat meninggalkan anak untuk kembali bekerja adalah bukan saat selesai cuti, tapi justru saat anak sudah mulai mengerti kemana ibunya pergi, saat mereka sudah bisa punya keinginan untuk ikut bersama ibunya. saya rasa sepuluh detik pagi hari tadi adalah masa tergamang sepanjang karir saya sebagai seorang ibu. sebagai yang terkenal dengan ibu yang jarang sekali drama, saya memang belum pernah seperti hari ini, yang sepanjang perjalanan menuju kantor membayangkan mata pagi yang menatap saya pergi. ah, semoga perasaan ini cepat normal kembali.

tidak, saya tidak berharap pagi cepat mengerti kemana dan untuk apa saya pergi. tapi saya selalu berharap semoga saat pagi besar nanti provider blog ini masih ada, supaya pagi tau kalau sepanjang tumbuh kembangnya saya sering bercerita tentangnya, meninggalkan jejak rindu yang dalam dari sudut belakang sebuah kantor disebelah jembatan layang.

kana the cat

Wednesday, September 17


sudah sejak lama saya dan masery ingin punya hewan peliharaan, dengan tujuan supaya bisa jadi teman pagi tumbuh besar. pilihan pertama, jelas yang paling kami suka yaitu kucing. ketika pagi belum genap setahun tempo hari, kami pernah membawa pulang kucing kampung yang kami beri nama afrika. namun tidak bertahan lama, si kucing menghilang, entah kemana. lalu saat kunjungan ke rumah abah di musim lebaran kemarin, kami melihat barisan kura-kura berjemur diatas kolam, nah! saat itu saya langsung terfikir untuk memelihara hewan bertempurung itu dengan pertimbangan perawatan yang mudah dan usianya cukup panjang. tapi kesibukan lain-lain membuat saya akhirnya lupa pada niatan membeli kura-kura.

sampai akhirnya minggu lalu masery bercerita bahwa ada seorang teman yang ingin memberi kami kucing keturunan angora. singkat cerita, kamis malam lalu kana the cat tiba dirumah dengan selamat. ah, dasar rejeki.. saya tidak menyangka kalau ternyata kana lucu sekali, bulunya panjang halus dan berwarna abu-abu gelap. butuh beberapa hari untuk kana melepas rasa insecure-nya karena menempati rumah baru. dihari pertama kana hanya sibuk berkeliling rumah dengan telinga dan mata yang super waspada. dia hanya bisa tidur jika bersembunyi dibawah tangga dan akan kembali ketempat yang sama setiap mendengar suara yang menurutnya tidak biasa. sekedar suara membuka pintu atau menghidupkan mesin kendaraan saja sudah bisa membuatnya kaget dan lari bersembunyi.

memasuki hari ketiga kana mulai terbiasa dengan suasana rumah, dia mulai menemukan spot favorit, dibawah meja, makan dalam jumlah yang banyak dan mulai sering berinteraksi dengan kami. saya juga jadi tau apa yang menurutnya paling menarik untuk dijadikan permainan; kaki dibalik selimut. duh yaa.. kalau nemu yang seperti ini, kana gembira bukan kepalang. udah deh, itu kaki bakal habis jadi bulan-bulanan.. gak peduli itu kaki saya, masery atau pagi. selain itu seperti kucing pada umumnya, kana senang segala sesuatu benda yang bergerak meskipun tau kalau yang bergerak ya itu-itu saja, lucu deh. pokoknya yang jelas kami senang, kami berharap semoga pagi dan kana bisa tumbuh besar bersama. supaya pagi belajar menghargai kehidupan lain seperti tumbuhan dan juga hewan. 

balada bbm bersubsidi

Wednesday, September 10

jujur saja, baru awal agustus kemarin saya mulai membiasakan si kendaraan pribadi mengkonsumsi bbm non subsidi. kenapa? karena memang baru sekarang saya ingin menjadi bagian dari solusi permasalahan negara ini. terdengar sedikit naif, tapi benar, sepenuh hati saya ingin mendukung pemerintahan yang sekarang. saya memang masih masuk kedalam golongan kelas menengah, tapi saya tidak mau menjadi bagian dari kelas-menengah-ngehek. punya mobil bagus, gadget canggih, tujuan liburan lombok, bali, singapore, ngopi haha hihi di cafe setiap minggu tapi sekalinya bbm naik, atau jadi langka sehingga harus isi petramax langsung merasa dirugikan oleh pemerintah. posting status keluh kesah  menunggu antrian bbm subsidi, didalam mobil pribadi dengan menggunakan perangkat komunikasi yang baderol harganya tiga bahkan sampai delapan jutaan. seems familiar? iya, di timeline facebook saya masih banyak yang seperti itu.

berganti konsumsi bahan bakar menjadi petramax memang tidak murah. saya juga tidak menyalahkan mereka yang pada akhirnya masih memilih bbm bersubsidi. teman saya yang bekerja disalah satu bank swasta ternama secara terang-terangan menyatakan tidak sanggup jika kendaraannya harus "jajan" bahan bakar non subsidi, dengan teori beban kpr, biaya hidup sehari-hari dan ongkos yang harus dia keluarkan setiap minggu untuk mengunjungi istri tercintanya. oke, fair gak masalah kok. yang masalah itu kalau sudah memakai bahan bakar subsidi tapi masih jadi menyebalkan dengan mengumpat, menyalahkan, menyerahkan semuanya sebagai tanggung jawab pemerintah. gerombolan orang-orang seperti ini sepertinya tidak pernah mengambil pelajaran berharga atas kekejaman senior saat ospek dulu.

saya sama sekali tidak mendukung pemerintah mencabut subsidi bbm jika kondisinya tidak dibarengi dengan pembenahan-pembenahan lain, semacam "mempersulit" proses kepemilikan kendaraan pribadi. seorang teman bercerita bahwa ketika musim lebaran kemarin, di salah satu pasar tradisional ada gelaran promo kendaraan roda dua. siapa yang berminat tinggal bermodal kartu tanda penduduk, kartu keluarga dan uang tunai dua ratus lima puluh ribu rupiah saja sudah bisa membawa pulang kendaraan gress.. fresh from the dealer. masalahnya masih banyak masyarakat indonesia yang belum bisa mengukur kemampuan finansialnya sampai dua tiga tahun kedepan. dengan bangga mengambil cicilan motor baru, satu tahun pertama lancar, tahun kedua pembayaran tersendat, tahun ketiga bunga cicilan bersemi lalu berujung penyitaan. motor melayang hutang terpampang nyata. tragis.

sebenarnya menurut saya, yang paling penting dari balada tak bertepi ini adalah soal penyediaan transportasi publik yang memadai, pemerintah harusnya memang tidak pernah menyerah pada usaha perbaikan transportasi publik. memang harus diakui masih banyak masyarakat yang ogah naik kereta, metromini, transjakarta bahkan angkot. alasan pembelaannya bisa macam-macam mulai dari angkot ngetem memakan waktu tempuh lebih lama sampai soal keamanaan transportasi publik yang rawan sekali. tapi ditengah ngetemnya angkot, ngebulnya emisi bus damri tua beberapa teman kece yang saya kenal masih konsisten menggunakan transportasi publik, atau beberapa teman lain yang lebih memilih bersepeda dengan sehat dan bahagia bahkan ada sekolompok yang membentuk komunitas pejalan kaki meski trotoar jalan sering termakan separuh oleh pedagang kaki lima.

beberapa dari kita mungkin masih jauh dari predikat keren seperti teman-teman pengguna transportasi publik dan sepeda. saya sendiri sama, dengan beberapa alasan untuk kegiatan sehari-hari saya berpendapat masih lebih efisien jika menggunakan kendaraan roda dua. yaaah.. intinya masing-masing harus mulai sadar bahwa kita semua, iya KITA SEMUA adalah bagian dari sistem. kalau menuntut semua membaik tapi tidak memulainya dari diri sendiri ya akan percuma jadinya. jangan bermental bossy, apa-apa maunya selesai tuntas, cepat dan menguntungkan. jangan jadi generasi yang tinggal terima hasil tidak peduli seperti apa kerumitan prosesnya. dan yang terpenting jangan jadi beban teman-teman baik disekitar kita dengan menebar energi negatif :D

  

bulan pertama halopagi

Monday, September 8



usia halopagi memang baru satu bulan tapi setidaknya saya sudah belajar banyak hal baru. terutama soal manajemen waktu. mungkin memang benar untuk sebagian orang menjadi karyawan sepenuhnya adalah perihal nyaman yang tak terelakkan. asal bekerja sesuai peraturan, mengerahkan seluruh kemampuan, menjaga hubungan baik antar rekan sepekerjaan, maka semua aman. tinggal sabar menunggu gajian, tidak perlu repot mempertahankan harga dalam proses tawar menawar dan memikirkan testimoni tentang kualitas barang yang kita produksi. tapi buat sebagian orang yang ngeyel seperti saya, keluar dari zona nyaman tentu jauh lebih penting dari sekedar menunggu tanggal gajian. artinya ragam risiko dan sepaket hal lainnya harus siap diterima.

dari sebulan ini, saya menghitung sudah beberapa kali mendapati hal menarik soal hubungan antara penjual dan pembeli. sudah tidak perlu dibahas soal pembeli yang menawar dengan harga sekenanya, lumrah lah itu. namanya juga seni berdagang. tapi lucunya ada pembeli yang hitung berhitung modal berdasarkan versinya sendiri.. lalu bertanya dengan modal xx kenapa saya menjual dengan harga xxy? menjawabnyapun perlu helaan nafas panjang yang tidak cukup satu kali. atau ketika beberapa lainnya mengira orang seperti saya yang saya berkecimpung di dunia kain, benang dan jarum artinya bisa menjahit apapun. tidak ada alasan untuk menolak request membuat sesuatu selagi masih berbahan dasar kain, benang dan jarum juga. jika menolaknya, maka ragam labelpun saya dapatkan, mulai dari tidak mau berinovasi sampai menolak rejeki. hahahahaha.. lucu.

siang ini tadi saya terpancing dengan berkeluh kesah mengenai "konsumen rewel" di twitter. habis sudah rasanya kelapangan saya, sudah lelah, berusaha menjawab dengan ramah masih juga dibilang kurang usaha karena tidak mau meluangkan waktu mencari lagi bahan seperti yang diminta oleh salah satu calon pembeli. sampai ingin sekali rasanya saya menjawab dengan caps lock menyala. tapi sudahlah ya.. benar kata kak romdhi bahwa calon pembeli seperti yang saya sebutkan diatas tadi cukup di maintenance saja, tidak perlu diributkan. ada baiknya jadi catatan untuk diri saya sendiri, sebagai konsumen yang sedang belajar jadi produsen, percayalah bahwa untuk sebagian orang aktivitas jual beli itu bukan melulu soal berapa pundi dan keuntungan yang didapat setelahnya, tapi juga soal kerja keras dan passion.

diluar cerita itu semua, alhamdulillah ada banyaaaak sekali konsumen yang menyenangkan. biasanya tipe yang seperti ini sering membuat hati saya hangat dan jadi mood booster tidak hanya seharian, bahkan seminggu penuh. ah terpujilah wahai kalian. intinya masing-masing dari kita pasti pernah jadi konsumen dan (suatu hari mungkin akan jadi) produsen, jadi mari belajar saling menghargai dan memposisikan diri #notetomyself

masih semangat jeng? masih dong! \m/

cerita pagi, ransel kecil dan totebag mini

Monday, September 1

sejak pagi lahir, kami tidak pernah punya diaper bag. kami lebih memilih ransel kecil untuk mengemas semua perlengkapan pagi jika bepergian. kebetulan saat usia pagi masih hitungan minggu, kami mengunjungi salah satu toko outdoor di bandung, dan langsung jatuh cinta pada deuter waldfuch berwarna biru. singkat cerita, akhirnya ransel kecil inilah yang setia menemani kemanapun pagi (dan ibuk bapaknya) pergi. ransel kecil ini sebenarnya lebih dari cukup karena saya memang tidak pernah membawa banyak baju cadangan untuk pagi saat bepergian, sekedar dua atasan-bawahan untuk kejadian tak terduga dan satu stel baju untuk perjalanan pulang kalau berencana pergi seharian. meskipun berukuran kecil, ransel ini tetap masih terlalu besar untuk pagi bisa menggendongnya sendiri, mungkin nanti dua tiga tahun lagi. sementara sekarang kami cukup bahagia dengan membiarkan pagi dan ransel kecilnya merangkai cerita.

soal tumbuh kembang pagi, saat ini pertumbuhan dan keingintauan pagi sedang tumbuh bersama. semakin dia tumbuh besar, semakin besar juga rasa ingin taunya. setiap main di taman atau hutan kota, pagi selalu gembira karena banyak menemukan benda (yang menurutnya) baru seperti buah ceremai, pinus, daun sukun kering, biji pohon mahoni atau bahkan batu-batuan. entah kenapa pagi memang punya ketertarikan berlebih terhadap segala jenis bebatuan. mungkin karena bentuknya tidak pernah sama, jadi pagi selalu menganggap setiap batu itu unik. sayangnya setiap kali bermain ke taman itu pula saya selalu lupa membawa tempat untuk menyimpan hasil penemuannya. jadi setelah ditemukan, ya ditinggal begitu saja. makanya sudah lama saya ingin punya ember kecil, supaya pagi bisa membawa pulang hasil penemuannya. tapi ternyata mencari ember kecil yang sesuai bayangan saya, susah sekali.

sepulang dari tangerang sabtu malam kemarin, kami berencana mengajak pagi bermain sambil mencari tupai dikampus itb esok harinya. masalahnya saya belum juga menemukan wujud ember idaman, sebenarnya bukan jadi masalah besar ya, tapi suka ikut sedih kalau melihat pagi yang setiap selesai bermain pagi seolah meratap tidak rela, karena hasil-hasil temuan tidak bisa ikut pulang bersamanya. jadi saya sudah pasrah mau berbekal kantong plastik kecil saja untuk pagi. supaya dia bisa menyimpan dan membawa pulang hasil penemuannya. sampai tiba-tiba masery bilang "bikinin totebag aja.." NAH! yang tadinya sudah super lunglai karena menempuh perjalanan bandung-tangerang-bandung selama total empat belas jam langsung seger lagi dikasih ide begitu. membayangkan pagi akan punya satu totebag mini yang akan dibawa sendiri dan menjadi tanggung jawabnya sendiri, pasti lucu sekali.

berbekal sisa-sisa tenaga yang berkolaborasi dengan stok kain seadanya. tepat jam sebelas malam kemarin si ransel kecil resmi punya teman, totebag mini berhias kamera. niat awalnya si kamera mau dijahit manual pakai tangan biar lebih rapi dan match sama jenis bahannya. tapi mungkin karena saya sudah keburu capek, akhirnya malah gak bisa fokus, nyari jarum sulam ditempat biasa nyimpen gak ketemu, yasudahlah jahit mesin aja. dan namapun ibuk super drama, hiasan kamera diatas totebag mini ini tentu bukan tanpa filosofi. supaya pagi bisa merekam apapun hal baru yang dia temui. karena sekarang masih kecil, jadi gambarnya dulu ya nak. kalau sudah saatnya nanti, mudah-mudahan ibuk bisa belikan kamera sungguhan, biar bisa jadi teman perjalananmu kesana kemari :) 



soal mimpi dan #halopagi

Monday, August 25



ceritanya mau sombong karena sekarang sudah mulai terbiasa dengan jam tidur yang maksimal hanya enam jam, walaupun pernah juga kecolongan tidur dari habis isya sampai subuh. ya anggep aja rapel kak, tunjangan kinerja aja boleh dirapel kan, masa tidur gak boleh hahahahaha. soal manajemen waktu memang sudah tidak se-ekstrim awal-awal kemarin walaupun rangkaian adaptasi masih terus berlangsung. beberapa kali masih kesiangan dua tiga menit pas absen kantor, tapi kaitannya sama hal teknis macam ngantri kamar mandi atau pagi yang nempel kelamaan. emm, paling sama satu lagi, belum dapet clue untuk urusan masak. pengennya sih semua dikerjain sendiri, tapi belum nemu selahnya. mesti rajin cari resep masakan yang bergizi, sudah pasti enak dan bisa selesai kurang dari setengah jam. emang ada ya? :p

kalau sabtu-minggu dari bangun tidur sampai sore, insyaallah masih mengutamakan keluarga. masih sering pergi kemana-mana sepaket lengkap bertiga. kalau pas sedang dirumah kadang disambi motong bahan, keluar rumah sebentar untuk ngobras tepi kain, atau nyiapin renda, benang dan kain untuk dijahit malam harinya. saya sebisa mungkin melibatkan pagi dalam semua kegiatan yang berkaitan dengan halopagi, supaya dia tau apa saja yang dikerjakan ibuknya. kalau saya menjahit, sesekali pagi saya pangku. kalau mulai cranky, biasanya saya mengalah, berhenti menjahit dan menemani dia bermain benang, menghitung kancing dalam botol atau bermain lipat kain. kebayang gak sih, kumpulan benang dan kancing, tumpukan kain yang tadinya sudah tersusun rapi, "dirapikan" lagi oleh si tangan mungil. capeknya double, tapi bahagianya juga kok.

walaupun pada praktiknya usaha menciptakan harmoni seperti apa yang saya sebutkan tadi sering tidak berjalan mulus, hehehe. tapi setidaknya saya berusaha agar pagi tidak terlalu sering kehilangan saya. setelah sudah tentu kehilangan saat saya bekerja, masa sih harus merasakan kehilangan untuk kedua kalinya saat saya menjahit. kalau masery? sejauh ini alhamdulillah belum terlihat keberatan dengan tambahan aktivitas baru saya. padahal sering banget saya cuekin kalau lagi asik menjahit. masery malah mendukung dengan membuatkan logo halopagi yang super keceh dan sesekali ngasih ide supaya halopagi cepat tumbuh besar dan "sehat". mungkin hal itu masuk kedalam kategori sikap romantis versinya sendiri. ihik, terimakasih ya pak suami.

soal mimpi, inginnya suatu hari nanti halopagi bisa jadi tempat saya menuang karya, bisa punya ciri khasnya sendiri seperti teh tarlen (vitarlenology) dan mbak dita (cemprut) oh i so adore you both!! memang sebenarnya masih terlalu dini kalau ingin bercerita banyak soal apa dan bagaimana nanti halopagi. ibarat anak, halopagi yang sekarang ini masih bayi. masih ingin mencoba banyak hal sebelum akhirnya nanti mantap memilih warnanya sendiri. tapi yang jelas sama sekali bukan persoalan berapa banyak pundi yang bisa saya hasilkan dari a-happy-side-job ini, tapi soal seberapa saya harus "keras kepala" untuk mewujudkan apa yang sudah menjadi mimpi saya selama bertahun-tahun. dan dari semua proses yang baru berjalan ini ada kalimat yang akan selalu saya ingat; live your dream and share your passion.


ayo mulai (!)

Thursday, August 21

diantara semua dakwah yang sering disampaikan sama beberapa ulama, yang saat ini paling sering menohok saya adalah soal hijab syar'i. gimana enggak saya sudah memakai kerudung sejak duduk di sekolah menengah pertama, artinya sudah 16 tahun lebih saya berproses. lama banget kan? selama (banget) itu juga saya bertransformasi mulai dari cuma pakai kerudung kalau di sekolah saja, lalu pakai kerudung dengan kombinasi kaos dan jeans ngepas, lalu kaos dan celana khakis, lalu pelan-pelan menurunkan panjang baju sampai sebatas lutut seperti yang sekarang saya pakai sehari-hari.

soal pemakaian kerudung alhamdulillah dari dulu sih gak pernah kepengen yang aneh-aneh. malah salut sama orang-orang yang mahir memodifikasi kerudung setiap hari, rasanya pengen tanya "kok sempet sih mbak?" hahahahahaha. karena ngebayangin persiapannya aja kok udah males duluan. eh, dulu sekali saya sempat sering pakai rok kemana-mana, bahkan walaupun ke kantor dengan menggunakan sepeda, saya membawa baju ganti berupa rok dan atasan yang cukup girly. tapi dalam seminggu jelas bisa dihitung berapa kali saya "berkostum" seperti itu, sisanya hari lainnya ya tetap mengenakan celana panjang.

kalau harus berubah drastis gitu memang agak susah sih ya, karena tentu berhubungan dengan biaya pengadaan juga. tapi dari sekarang sih udah mulai menahan diri untuk tidak membeli berbagai jenis celana walaupun masih sering khilaf mampir ke outlet giordano buat sekedar "nengokin" koleksi celana khakisnya sambil pelan-pelan mensugesti diri, daripada beli celana mending beli rok aja deh. atau kalaupun masih pakai celana pengennya sih jangan sampai terlalu jauh dari kata syar'i. malu banget deh sama yang berhijab belakangan tapi syar'i duluan.

yuk ah, mari diniati dan dimulai pelan-pelan.

(tidak) fokus pada banyak hal

Wednesday, August 13

benar kata banyak orang, yang namanya fokus, ya cuma satu. tidak ada fokus ke dua hal apalagi lebih. nah, semenjak nekat membangun mimpi berwujud "halo pagi!" mau tidak mau fokus saya terpecah. terlebih karena saya belum bisa menerapkan manajemen waktu dengan baik. bangun sesubuh mungkin untuk menyiapkan keperluan pagi, lalu keperluan saya sendiri, lalu pergi bekerja, pulang kerumah mengisi ulang energi dengan bermain bersama pagi, lalu menina-bobokan, setelah aman, saya menyiapkan makan malam, makan kemudian memanfaatkan sisa waktu sebelum tidur dengan menjahit. capek tapi seru tapi capek.

saya sadar saya punya banyak sekali keterbatasan waktu, maka saya tidak mau terlalu ngoyo. yang penting buat saya sekarang adalah mempertahankan konsistensi berkarya. saya menjahit ya karena saya suka. toh, dari awal tujuan saya membangun "halo pagi!" bukan sebagai ladang materi. saya hanya mencegah supaya tidak terperangkap dalam zona nyaman pegawai negeri yang akhirnya bisa bikin kreatifitas mati. ah, pokoknya apapun yang sedang saya usahakan untuk tekuni saat ini saya berusaha untuk tidak mengorbankan waktu bersama pagi kecil. jadi memangkas jam tidur dan sesekali mengabaikan alarm lelah tubuh adalah pilihan mutlak yang harus saya ambil. mudah-mudahan Allah selalu paring sehat. amiiin :)
 


  
 

foto lebaran

Monday, August 4

sebagai keluarga muda masa kini, rasanya kurang afdol  kalau lebaran gak pake acara foto keluarga. jadi taqoballahu minna wa minkum ya semuanya. semoga kita masih diberi kesempatan untuk bertemu ramadhan dan hari raya idul fitri tahun depan, tahun depannya lagi, lagi, lagi ... 


oh iya sama seperti tahun kemarin, lebaran kali inipun saya di bandung saja. bedanya tahun kemarin memang "jatah" saya bersama keluarga masery, kalau tahun ini "jatah" saya jadi tuan rumah buat keluarga sendiri yang niatnya memang berlibur ke kota ini. seru? banget. capek apalagi hahahaha. tunggu cerita selengkapnya yaa :D

mainan sederhana

Sunday, July 20

tempo hari sepulang dari kantor, saya melihat seorang bapak tua tanpa alas kaki mendorong gerobak lusuh. saya yang kala itu mengendarai motor sempat tidak percaya pada penglihatan sendiri, sehingga harus memastikan kembali dengan melihat melalui spion. pasalnya saat itu saya ada di pusat kota bandung, biasanya sekalipun tunawisma, masih ada sepasang sandal yang digunakan untuk mengalasi kaki, tapi kali ini kedua kakinya benar tidak beralas sama sekali. setelah yakin dengan apa yang saya lihat, saya memutuskan untuk memutar kembali. kali ini untuk memastikan apa isi gerobak yang didorong oleh si bapak tua. kalau memang ada yang bisa saya tukar dengan beberapa lembar uang, saya akan menukarnya.

ternyata bapak yang saya tebak usianya sudah lebih dari penjumlahan emas dan perak itu menjual mainan anak. memang ada tiga balon gas yang terikat pada gerobak tuanya.. lalu ada beberapa topeng superhero dan tak lebih dari sepuluh jenis mainan produksi negara china lainnya yang sudah kusam tertutup debu. singkat cerita, saya membeli satu set mainan pancing ikan, dengan tali pancing yang sudah kusut. tak apalah pikir saya, toh masih bisa saya perbaiki sendiri dirumah. yang penting si bapak tua bahagia karena setidaknya debu pada gerobaknya berkurang sedikit. saya beri pak tua satu lembar uang pecahan besar, kelebihan kembaliannya saya sarankan untuk beliau membeli sendal saja.

lalu seperti biasa, setelah itu sepanjang jalan pulang saya terbawa suasana.. mata mulai panas, berkaca-kaca. hati ini juga tak mau kalah ikut-ikut merasa ngilu, meskipun keseharian penampilan jauh dari kategori feminim sesungguhnya saya terlahir dengan pembawaan sifat super melankolis. sampai akhirnya saya memutuskan akan lebih sering pulang melalui rute itu, berharap bisa melihat pak tua dan gerobaknya lagi. sekedar memastikan bahwa beliau dalam keadaan baik, dan jika balon gas yang dijualnya sudah bukan spongebob, hellokitty dan dora, saya berjanji akan membelinya untuk pagi.

beberapa hari berlalu saat malam ini sepulang dari rumah apa dan mamah, saya berniat membeli teman nasi untuk sahur. sambil mengendarai motor disekitar jalan cikutra-pahlawan saya melihat penjual mainan tradisional yang sudah lama saya cari. entah apa namanya, yang jelas mainan ini dibuat dari batang bambu, plastik dan busa warna warni yang dimainkan dengan cara didorong-dorong, lalu akan menghasilkan bunyi berisik "klak klak klak klak". saya langsung membayangkan pagi akan dengan gembira mendorong mainan ini kesana kemari berkeliling rumah.

oh, sekedar informasi harga mainan ini hanya lima ribu rupiah, bahkan jika tanpa variasi helikopter, bisa ditukar dengan selembar uang dua ribu rupiah saja. saya sampai harus mengulang pertanyaan "berapa?" berharap mendapatkan jawaban yang lebih masuk akal, setidaknya menurut saya. tapi ternyata si harga tidak berubah, tetap dua ribu rupiah. maka saya menukar si mainan bambu dengan selembar uang yang biasanya saya gunakan untuk membayar satu paket makan siang di foodcourt langganan. kemudian si bapak mengucap terimakasih dan saya menyimpan perasaan lega. sejujurnya saya tidak sanggup membayangkan berapa keuntungan yang diperoleh bapak penjual mainan ini. belum lagi lelah yang dihasilkan dari memikul puluhan mainan berkeliling kota sambil berjalan kaki, dibantu tongkat.

lalu saya teringat salah satu keinginan saya membelikan mainan yang seolah wajib dimiliki oleh keluarga muda modern dengan harga yang sama sekali tidak murah, lego. entah apa alasan saya kemarin sangat ingin membeli satu boks lego untuk pagi, mungkin gengsi, mungkin memang benar edukasi, yang jelas sekarang keinginan itu sudah tidak menggebu-gebu lagi. karena dari dua bapak tua saya belajar tentang esensi bermain yang sebenar-benarnya yaitu menciptakan bahagia, dan hal itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan nominal harga. ahh, semoga suatu hari nanti pagi tau alasan saya membelikan mainan seperti yang sekarang dia punya. alasan sederhana; untuk berbagi bahagia.


fase yang terlalu sebentar

Monday, July 7

usia pagi sekarang adalah usia aktif mengenal, belajar dan bermain. dia selalu ingin tau, sudah bisa merayu, sudah punya keinginan, sudah bisa memaksakan kehendaknya, sudah bisa mengeluarkan jurus maut agar kita "terpaksa" memenuhi apa yang dia inginkan. saya sendiri masih sering takjub dengan perkembangannya, betapa fase bayi-mungil-tak-berdaya-enam-bulan-pertama itu cepat sekali berlalu. sering saya dibuat tertawa bahagia melihat tingkah lucunya, tidak jarang pula saya harus mengambil nafas dalam untuk mengulur tali kesabaran ketika pagi dengan polosnya melakukan apa yang berkali-kali sudah saya beri tau untuk tidak dilakukan.

saya mensyukuri peran yang Allah percayakan kepada saya. saya menikmati hari-hari yang saya habiskan untuk membersihkan remah-remah roti dan potongan jelly berjatuhan mengundang kawanan semut. saya menikmati hari-hari dimana baju yang saya kenakan hampir tidak pernah luput dari tumpahan yogurt atau benda cair lainnya. saya menikmati hari-hari dimana selalu ada makhluk mungil dengan senyum gembira, berlari limbung lalu berhenti didepan pintu menyambut saya sepulang bekerja. saya sangat menikmati karena saya yakin fase ini takkan lama. saya yakin pada lima, delapan bahkan dua puluh tahun yang akan datang saya akan selalu mengulang kalimat "how time flies", kemudian berkaca-kaca karena merindukan pagi kecil ada difase ini.


gauri atau binar(ing) atau pagi

Thursday, June 19

sejak awal kehamilan tidak seperti kebanyakan pasangan, saya dan masery tidak memanggil calon anggota baru keluarga kecil kami dengan rumus baby+xx(inisial nama depan/nama panggilan). alasan kami sederhana.. waktu itu kami sama sekali belum sepakat tentang satupun nama. jadi tentu saja belum ada inisial huruf untuk disandingkan bersama kata depan baby. tapi menceritakan banyak hal tentang si mungil yang sedang berenang senang didalam perut saya tanpa nama panggilan, tentu akan membuat kikuk. maka sejak itu saya dan masery sepakat memanggilnya pagi. alasannya (lagi-lagi) sederhana, karena kami sama-sama menyukai suasana pagi hari. 

sampai ketika pagi lahir, kami berdua masih disibukkan dengan urusan nama yang tak kunjung selesai. sudah mencari dan mengumpulkan banyak pilihan nama sejak jauh hari tidak membuat mudah keputusan bersejarah dan sekali seumur hidup yang satu ini. namun seperti ada kesepakatan tidak tertulis yang sama-sama kami amini yaitu kami tidak akan menghilangkan nama pagi dalam rangkaian nama yang sebenarnya nanti. tidak sedikit yang menganggap kami nyeleneh karena ingin tetap menggunakan nama pagi, satu kata yang sama sekali tidak umum untuk disematkan dalam satu rangkaian nama. tapi untuk hal yang satu ini, kami berdua sama-sama keras kepala. 

setelah melalui beberapa hari proses bongkar pasang nama, dua hari sebelum aqiqah saya dan masery memutuskan memberi nama Gauri Binaring Pagi pada bayi mungil yang selama sembilan bulan berbagi kehidupan bersama saya. gauri berasal dari bahasa sansekerta yang artinya tentram/tenang, binar adalah sinar dan ing berarti (-nya) atau kepunyaan dalam bahasa jawa, pagi adalah pagi, satu waktu yang selalu kami kagumi. jadi secara keseluruhan arti gauri binaring pagi adalah pagi yang sinarnya terang dan menenangkan. karena nama adalah doa, maka itulah doa kami untuk pagi. supaya kelak dia bersinar seperti saat pagi hari dengan sinar yang menenangkan dan tidak menyilaukan.  

soal panggilan, seluruh keluarga dan sebagian teman lebih nyaman memanggil binar. sebagai nama pemberian ibu, nama binar memang lebih sounds familiar dibanding dua nama depan dan belakangnya. beberapa teman yang lain memilih memanggil gauri. karena berdasarkan artinya mereka bilang ingin benar-benar tulus mendoakan agar dia menjadi pribadi yang tenang seperti ibuknya bapaknya. sementara saya dan masery tidak berubah, kami tetap memanggilnya pagi. buat kami pagi mempunyai filosofi dan makna yang sangat dalam. pagi adalah mula, pagi adalah waktu dimana banyak orang terbangun dan mulai menjalani hari untuk mewujudkan mimpi. pagi adalah doa dan harapan. maka kami lebih senang memanggilnya pagi. 

walaupun banyak pendapat yang menyarankan untuk memanggil anak dengan hanya menggunakan satu panggilan saja. tapi buat saya ragam panggilan nama ini bukan suatu masalah besar, toh gauri binaring pagi memang namanya, jadi sah saja orang mau memanggilnya dengan nama yang mana, karena insyaallah tetap ada rangkaian doa baik pada masing-masing katanya. amiiin.


biru yang haru

Monday, June 16

bisa dibilang saya adalah orang yang tidak pernah fanatik terhadap sesuatu. saya tidak pernah suka berlebihan terhadap apapun dan siapapun. seperti dalam hal musik, saya punya selera musik yang tidak konsisten, semua tergantung suasana hati. saya bisa suka edie vedder dan justin timberlake dalam waktu yang bersamaan. meskipun keduanya punya aliran musik yang berbeda. saya tidak pernah peduli siapa membawakan aliran musik apa, buat saya asal enak didengar dan disenandungkan maka saya suka. simpel. makanya saya tidak pernah punya penyanyi idola yang bisa bikin saya histeris kalau lihat perform-nya atau meratap kalau tidak bisa lihat konsernya secara live

sekarang ini saya sedang senang sekali mendengar beyonce, tapi ya itu tadi saya suka beyonce knowles sama seperti saya suka christina aguilera, norah jones, andien aisyah, monita tahalea dan penyanyi solo berbakat lainnya, tidak berlebihan. saya suka beyonce dengan lagu-lagunya yang easy listening. walaupun memang mesti diakui kalau saya baru benar-benar senang mendengar beyonce mulai awal tahun kemarin. selama ini hanya sekilas-sekilas saja mendengarnya, waktu itu secara tidak sengaja melihat video klip halo lalu semacam "eh kok keren sih.." padahal itu lagu udah dari kapan taun ya hahahahahaha beneran udah lama banget. tapi memang dari situ baru mulai suka sama beyonce. trus makin diulang-ulang lagunya, saya makin suka, berkarakter.

nah hari ini tadi, iya hari ini. saya baru tau kalo beyonce punya lagu judulnya blue. di video klip lagu itu meskipun sepotong-potong dan banyak blurnya, ada adegan beyonce gendong anaknya blue ivy sambil berinteraksi. sebagai orang yang selalu terkagum-kagum dengan hubungan antara ibu dan anak, tentu saja saya langsung drama, berkaca-kaca inget pagi dirumah. bener deh, lihat adegan ibu peluk anak pun sebaliknya itu bisa bikin hati hangat. ditambah liriknya yang sederhana tapi romantis, sangat mewakili perasaan ibu-ibu murah air mata kayak saya gini hahahahahaha. buat semua ibu-ibu yang punya anak.. pasti suka deh.. ininih, saya kasih video klipnya.



"each day i feel so blessed to be looking at you
cause when you open your eyes, i feel alive..
"

kabar pagi (dan sedikit curhat ibuknya)

Friday, June 13

sudah lama gak cerita tentang tumbuh kembang pagi kecil. sekarang usianya sudah satu tahun empat bulan dan saya masih belum bosen takjub. saya masih merasa tiap hari adalah keajaiban. karena setiap hari ada aja kebisaan barunya, ada saja kepintarannya yang bikin hati ini membuncah saking bangganya. tapi sedihnya sekarang saya jadi jarang banget punya foto pagi, sudah dua bulan ini si handphone rusak, jadi ya hampir dua bulan ini juga saya tidak punya banyak dokumentasi yang berkaitan dengan pagi. sempat kepikiran untuk beli lagi sih, tapi dananya belum adem karena baru saja terkuras untuk benerin rumah yang sekarang kami tempati. manalagipun dengan tidak tau dirinya saya naksir xperia z1 compact lime! tanpa kompromi, alias gak mau yang lain selain yang itu. mengingat harganya yang sama sekali tidak murah maka entah kapan ini akan terwujudnya *lirik tunjangan kinerja yang gak turun-turun* hahahahahaa..

kembali ke cerita pagi yang sekarang sudah resmi bisa berjalan. sebelum jalan beneran sempat sudah berdiri dan berpindah tempat sedikit-sedikit tapi gong-nya banget di lima belas bulan lima hari kemarin. begitu bisa jalan begitu lancar jaya, langsung bisa belok, puter balik tanpa jatuh, ngerem tanpa nabrak dan aksi ekstrim pemicu adrenalin ibuk lain sebagainya. makin lucu, makin mengemaskan sekaligus makin bikin deg-degan. tau-tau hilang sudah ada dapur bongkarin lemari tempat nyimpen bumbu atau sudah sampai didepan garasi nyamperin kucing atau dalam usaha menaiki anak tangga yang ke-enam. hhh.. pokoknya setiap hari adalah senam jantung. tapi bersyukur banget, anaknya sehat.. alhamdulillah perkembangannya juga sesuai dengan anak-anak seusianya.

belum bisa ngomong jelas, masih suka sesuka hati menyebut berbagai benda yang dia maksud. kalau lagi inget ya bener kalau lagi gak konsen ya ngarang abis sebutannya hahahahaha. saya kebetulan gak pernah terlalu khawatir soal perkembangan anak, santai dan nikmati saja proses belajarnya. nanti juga bakal ketemu sama waktu "bisa"-nya. oh iya, rencananya dulu pas enam belas bulan mau mulai saya kenalkan toilet training, tapi apadaya renovasi rumah kecil-kecilan ini membuat jadwal terpaksa mundur. rumah masih berantakan banget, dari empat kamar yang ada, baru satu kamar yang fix bersih, beres dan bisa ditempati. itupun masih kurang kondusif karena para gordyn penutup jendela masih nyangkut di tukang laundry.. jadi sementara ini semua jendela rumah yang menghadap ke jalan masih ditutup sama seprei. iya seprei :p

well.. alhamdulillah udah ketemu jumat lagi, besok dua hari beres-beresnya bisa maksimal, dan semoga habis itu istirahatnya juga bisa maksimal. siap-siap say goodbye sama sprei yang selama dua minggu ini menghiasi jendela kamar dan ruang tamu. bener deh, sebel sendiri liatnya hahahahaha. rencana selanjutnya sebelum puasa (dan tentunya) setelah urusan beres-beres rumah ini selesai, kita sih pengen camping *bap, masih inget janjinya kan bap?* hihihihi. memang setelah dikebut sama lembur tidak terperi akhir bulan lalu, dilanjutkan dengan proyek renovasi rumah yang melelahkan membuat liburan jadi satu hal yang perlu banget direalisasikan dalam waktu dekat ini. rasanya sudah lama sekali tidak ber-quality time sambil menguji kemampuan manajemen liburan hore murah meriah a la keluarga kecil kami. minggu depan cocok deh kayaknya bap? :D

 
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS