cerita mpasi (lagi)

Tuesday, November 26

sebentar lagi, umurnya pagi 10 bulan. artinya, sudah hampir empat bulan saya bikin homemade baby food. setiap hari. catet! setiap hari tanpa ada satupun hari terlewat *pelukan sama slow cooker* dibilang ngotot banget enggak juga sih. diluar sana lebih banyak lagi ibu-ibu keren yang bekerja dan tetap berkomitmen untuk nge-homemade babyfood dengan kreasi variasi masakan yang bermacam-macam. dan bener kok, bikin makanan bayi itu gak sesusah bikin rendang padang, hari gini.. nyari resep tinggal ketik, klak klik klak klik, print trus malemnya bisa langsung praktek dirumah.

alhamdulillah, masih belum tergoda untuk beli bubur instan. kalau soal ini, saya berkaca ke diri sendiri aja sih. membayangkan misalnya saya harus makan makanan instan setiap hari? males banget kan. jadi  rasanya saya tidak pantas menjadi egois dengan memberikan makanan instan untuk pagi. kalau soal repot, pasti. tapi sejauh ini masih bisa teratasi. godaan terberat justru datang dari perasaan jenuh yang suka muncul tiba-tiba. iyaaa.. sesuper apapun seorang ibu, tetap saja manusia biasa. duh, kalau udah sampai ditahap bosen masak itu semua resep healthy mpasi yang hampir tiap hari dicari dan dibaca menguap begitu saja. bingung gak tau mau masak apa.

bayangin deh, tiap malam dan subuh sebelum mulai beraktifitas, saya melakukan hal yang sama. ritme yang sama. selalu sama. mencuci botol, merebusnya dalam panci besar, menempatkan asip yang saya perah dikantor, menyusunnya dalam barisan di freezer, lalu menentukan menu untuk esok hari, mencuci beras, memasukkannya kedalam slow cooker, baru kemudian tidur. keesokan harinya saya bangun lebih awal untuk memasak varian sayurnya. setelah semuanya selesai, saya tempatkan semuanya kedalam bagian-bagian siap makan, untuk sarapan, makan siang dan makan sore. lalu menyiapkan clodi dan baju yang akan dipakai pagi setelah mandi.

begitu terus selama hampir empat bulan. nah, kayaknya nih karena ibunya jenuh, jadi agak berpengaruh juga ke selera makan anak. minggu kemaren tuh pagi susah makan, mungkin tau kalau ibunya lagi gak semangat masak. akhirnya senin kemarin saya cari solusi. cari resep full yang bisa dimasak mendadak, karena bisanya yang saya masak mendadak itu hanya sayurnya saja. kali ini saya nyoba semua bahan dimasak ketika subuh, bubur beras diganti dengan bahan yang mempunyai kandungan hampir sama, seperti kentang, labu parang atau makaroni.

beberapa hari kemarin udah sempet nyobain kentang yang disulap jadi krim sup, kaboca (labu jepang) yang dikukus, ditumis sama unsalt butter dan ditaburi keju. semuanya bikin pagi lahap makan, alhamdulillah. nah, subuh ini tadi saya mendadak dapet ilham bikin sup makaroni tenggiri. gak pake resep khusus kok, standar no gula garam, tumis bawang dan teman-temannya pakai unsalt butter. teksturnya sesuaikan aja sama kemampuan bayi, kalau saya wortelnya diparut dan makaroninya masih diblender sampai agak halus karena dua gigi pagi belum tumbuh dengan sempurna :D




disindir irfan

akhirnya semalam saya kangen-kangenan lagi sama mesin jahit. tumben? iyaaaa.. gara-garanya pas siang disindir irfan sama quotes "path-less pin-more". pin-more yang dimaksud irfan disini adalah pinterest, si website segudang inspirasi yang memang termasuk kedalam list website wajib kunjung. tapi sebagai anak path yang sungguh sangat eksis, aku kan jadi merasa tersindir nyahahahahahaha.

walaupun memang sih, ngepath itu nyaris gak ada gunanya. saya sadar kok, tapi-kenapa-masih-eksis-juga-jeng? hahahahaha.. ya abisan yang bikin seneng tuh karena di path jumlah pertemanannya dibatasi, dan memang yang ada disana semua temen-temen deket aja. jadi gak terlalu open-book-life. halah alasan banget yak hahahahaha.

oke, balik lagi ke sindirian irfan. sebagai pengguna path, saya jelas ga mau dong dituduh kehilangan kreatifitas karena kebanyakan update moment di path. jadilah untuk mematahkan statment itu, semalam saya, membangunkan si mesin jahit dari tidur panjangnya, bongkar-bongkar kardus sepatu kesayangan yang isinya kain perca. dan namapun sosial media ya, tetep gak sah kalo gak pamer. nyahahahahaha.. tadaaaaaa ini dia hasil si otak kanan semalam :p



ibu tersangka

Friday, November 22

sekarang ini media sedang beramai-ramai memberitakan mantan puteri indonesia yang (akhirnya) dijatuhi hukuman oleh mahkamah agung. sebagai orang yang awam hukum, saya gak kepengen sok kritis dengan membahas soal layak atau tidaknya hukuman tersebut. saya hanya ingin membahas soal gelar yang disandang oleh sang puteri indonesia itu sekarang, seorang ibu dan juga tersangka.

terlepas dari apa yang sudah dia perbuat, saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan seorang ibu yang harus berpisah dengan anak-anaknya selama bertahun-tahun, perasaan seorang ibu yang tidak bisa mendampingi anak-anaknya tumbuh besar. ih saya memang melow banget kalau urusan perasaan antara ibu dan anak. membayangkan diri sendiri yang sampai sekarang kerjaannya nolak perjalanan dinas luar kota. belum siap pisah barang cuma 1x24jam sama pagi. cemen ya? untung bosnya baik :p 

menanggapi ke-melowan ini, semalem tante lita bilang ke saya :
gimana sedihnya seorang ibu yang ga bisa bawa anaknya yang sakit ke dokter karena dana yang mestinya buat jaminan kesehatan dikorupsi. gimana sedihnya seorang ibu yang anaknya gak bisa melanjutkan sekolah karena sekolah terdekat jaraknya puluhan kilometer dan harus ditempuh berjam-jam karena jalan yang rusak akibat korupsi. there are even millions of indonesia mother who even lost their children during births after failing to get proper healthcare because of corruption my dear..

iya sih, mungkin simpati saya memang terlalu berlebihan. habisnya, melihat liputan anak-anak kecil yang melepas rindu mengunjungi ibunya di rumah tahanan, rasanya ikut ngilu. pastilah mereka sangat rindu ibunya begitupun sebaliknya kan? belum lagi membayangkan seorang anak kecil yang bertanya kenapa ibunya tidak bersama mereka setiap hari, bertanya kenapa ibunya memilih tinggal ditempat yang bukan rumah mereka. duh. 

tapi putusan belasan tahun penjara dan denda sekian milyar yang akhirnya dijatuhkan itu pasti sudah dikaji dari berbagai sisi, dan mungkin memang setimpal untuk seorang yang sudah merugikan banyak pihak, banyak masyarakat. ya, semoga saja, denda yang dikembalikan benar-benar bisa dipakai untuk menyelamatkan "hubungan" banyak ibu dan anak di negara ini, seperti yang tante lita bilang. amiiin.

sekolah di luar negeri

Monday, November 18

tadi pagi, saya sempat membaca artikel bagus yang mengulas tentang bahaya buku andrea hirata. sebagai seseorang yang (masih) bermimpi mendapat kesempatan tinggal diluar negeri, saya merasa seperti mendapat teguran halus dari artikel ini.

jadi ceritanya dulu saya sama sekali gak kepikiran apalagi bercita-cita sekolah di luar negeri. tiap ditanya "kalau besar mau jadi apa?" saya hanya menjawab sekenanya. kadang guru, kadang dokter.. pernah juga menjawab astronot, jawaban klise khas anak daerah. beranjak besar, tujuan saya cuma masuk sekolah unggulan, menyelesaikan sekolah dan go with the flow. didikan orang tua membuat saya tidak berambisi terhadap sesuatu, semua santai, semua dinikmati, yang penting nilai gak merah, nakal sedikit dianggap wajarlah.

beberapa tahun belakangan ini saya baru merasakan bekerja di instansi pendidikan yang banyak pegawainya melakukan perjalanan ke luar negeri, baik untuk menetap sambil menyelesaikan sekolah maupun yang hanya menghadiri seminar selama beberapa hari. nah, baru muncul sedikit penyesalan. menyesal kenapa dulu les bahasa inggrisnya males-malesan :p sebenernya bekerja ditempat yang sekarang ini tidak lantas membuat saya ngotot ingin melanjutkan sekolah di luar negeri, tapi cita-cita dapat kesempatan short course tetap ada. yaa.. empat sampai enam bulan di finlandia cukup lah, hahahahahaha. amiiin.

setelah membaca apa yang ditulis pak yusran darmawan, mungkin sekarang ini memang banyak orang yang ingin bersekolah diluar negeri karena membayangkan jaminan mapan sepulangnya ke indonesia. sebagai gambaran, lulusan luar negeri faktanya memang akan lebih mudah menduduki suatu jabatan diperusahaan kelas internasional, yang artinya kemapanan secara materi kan? padahal yang sesungguhnya dibutuhkan negara ini adalah orang-orang yang setelah selesai bersekolah mau kembali ke tempat kelahirannya. secara teori mungkin mudah, tapi kenyataannya membangun tanah kelahiran dengan segala keterbatasan pastilah tidak semudah apa yang selalu jadi harapan negara ini.

artikel diatas juga membuat saya sadar bahwa esensi hidup adalah bekerja keras, jika tujuannya sama-sama untuk memperjuangakan hidup maka sekolah diluar negeri atau "sekedar" menjadi pemetik kelapa, sama hebatnya.  namun terlepas dari itu semua, menurut kacamata saya buku yang ditulis andrea hirata tetap menginspirasi banyak orang. pun orang-orang yang berhasil menyelesaikan pendidikannya di luar negeri dimata saya mereka punya nilai lebih, nilai plus. plus perjuangannya, plus belajarnya, plus pengalamannya, plus beruntungnya :)

Monday, November 11

alhamdulillahirabbil'alamin.
27 tahun.
selalu bersyukur atas berkah keluarga yang hangat, 
suami baik hati dan pagi kecil yang lucu sekali :)

ditinggal bapak

Friday, November 8

masery pergi. biasa kan ya. tapi ini agak sedikit berbeda karena perginya jauh dan lama. kalau ada dijaman suami-taunya-cari-duit-urusan-anak-gimana-istri sih kayaknya gak terlalu berpengaruh ya mau ditinggal suami berdinas, berbulan-bulan sekalipun asal perekonomian keluarga tercukupi. tapi.. jaman sekarang semuanya udah berubah doooong. hari gini yang namanya suami baru bisa dibilang idaman kalau bersedia turun tangan membantu istri meringankan pekerjaan rumah tangga. pagi-pagi mandiin anak, siangan dikit ngajak maen, sore ajak jalan-jalan keliling komplek, malem pukpuk sampe tidur.

dan, masery memang terbiasa melakukan itu semua. jadi, kalau masery lagi tugas lapangan saya ngerasa kehilangan banget deh. soalnya semua tugas rumah tangga jadi saya kerjakan sendiri, dengan dua tangan dua kaki dan satu badan yang sering banget bangun kesiangan ini hahahahahaha. manalagi kalau hari biasa, dirumah memang cuma tinggal bertiga, tanpa ART yang menginap. nah kalau masery pergi, saya jadi bener-bener tinggal berdua saja sama pagi. duh, setiap subuh sebelum berangkat kerja gak usah ditanya deh serunya kayak apa. pokoknya setiap hari diwaktu itu saya akan menjelma jadi perempuan super-ekstra-multitalented dengan kecepatan gerak diatas rata-rata.

alhamdulillahnya nih ya, pagi dari dulu gak harus ditemenin kalau main, asal disediakan buku dan beberapa mainan didepannya, dia bisa anteng sendiri sementara ibunya berjibaku nyiapin ini itu. tapi bayi umur segini kan lagi lincah-lincahnya ya.. tetep aja pengawasan harus ekstra ketat, kalo engaaaaaaaak? tau-tau bakal ada yang nangis karena nyungsep dilantai atau histeris karena kepalanya kepentok meja. untungnya pagi bukan tipe bayi yang nangisnya berkepanjangan. biasanya kalau nangis trus dibawa ke depan kulkas yang banyak magnet tempelannya langsung diem. atau dibawa keluar liat kucing.. udah deh, lupa sama benjolan dikepala dan senyum-senyum girang lagi.

oh iya, hari ini pagi genap sembilan bulan, alhamdulillah. selamat makin besar ya anak ibuk. terimakasih karena sudah mengajarkan banyak.. banyak sekali hal-hal kecil yang sederhana dan luar biasa. terimakasih juga karena sudah jadi rekan satu team yang baik selama ditinggal bapak. eh bener deh, pagi ini bayi yang kooperatif dan super pengertian. karena selama ini, walaupun dirumah bener-bener cuma berdua, serepot apapun.. saya selalu berhasil melewati tantangan hari-hari tanpa masery dengan baik. indikator keberhasilannya? semua keperluan pagi siap, gak ada yang kelewat, dan saya tetap bisa datang ke kantor, tanpa terlambat :D

39.4

Monday, November 4


dua hari kemarin pagi panas tinggi. ini pertama kalinya dia sakit selama hampir sembilan bulan. duh, untung udah khatam baca buku smart parent for healthy children. jadi gak terlalu panik, cuma terlalu ngantuk aja hahahahaha. udah gak inget lagi deh itu dua malem tidurnya berapa jam, pokoknya sepuluh menit bisa merem aja bersyukur banget. manalagi kantor lagi high season, sabtu minggu kemarin masuk kantor dong, ngawas test cpns dosen.. remuk aku remuuuuk ~

tapi yang paling kasian jelas pagi ya. masih bayi, trus demam tinggi sampe 39.4c pasti gak nyaman banget rasanya. belum bisa komunikasi pula, cuma bisa nangis aja. alhamdulillah rewelnya gak pake banget sih, tidurnya memang jadi yang gak nyenyak.. sesekali nangis, sedih banget deh liatnya. akhirnya saya pake cara tradisional.. dikompres, dan pagi baru bisa bener-bener tidur nyenyak setelah dipengangin aqua gelas. lucu deh, dipegang rapet banget. sampai kadang bangun cuma buat benerin pegangan aqua gelasnya, mungkin biar gak jatuh :D

sekali lagi saya bersyukur karena masery adalah suami super siaga. jadi ikhlas aja tidurnya keganggu berkali-kali karena dapet tugas dari saya, pukpuk pagi sampe bobo lagi :p hari ini alhamdulillah suhu badannya udah normal lagi. udah murah senyum lagi, malah kebisaannya jadi nambah. sekarang jadi bisa joget. tiap kita bilang "dungdingdungdung~eee" otomatis badannya goyang-goyang. super gemesin :*

oh iya, sepengetahuan saya, demam sebenernya bukan penyakit, jadi kalo kejadian jangan panik ya buibu meskipun tetap harus waspada. kemarin makin lega setelah baca artikel tentang demam anak di majalah ayahbunda. ah, semoga bayi-bayi lucu yang sekarang lagi sakit, bisa cepat sembuh. kebayang deh sedihnya seorang ibu lihat anaknya sakit. baru ngalamin banget kemarin, campur aduk rasanya. kalau boleh minta.. jangan lagi ya Allah. amiiin.


menebus dosa

Friday, November 1


ibu bekerja itu menurut saya sakti, karena  punya kemampuan membagi waktu, pikiran, tenaga dan perhatian dalam satu waktu. harus menyelesaikan urusan rumah tangga, memastikan anak "ditinggal" dalam kondisi oke, sampai kantor dapet pressure kerjaan ini itu, capek, tapi pulang kerumah harus tetap ceria dan menjelma lagi jadi ibu siaga. sakti kan? tapi.. sesakti apapun seorang ibu bekerja, tetap saja suatu hari akan dipertemukan dengan yang lebih sakti, yaitu surat tugas lembur yang ditandatangani pimpinan. kenapa lebih sakti? karena biasanya gak bisa dihindari, ditolak apalagi :p

di luar sana, pasti banyak ibu bekerja yang tidak seberuntung saya. yang punya enam hari kerja dalam satu minggu misalnya, atau yang jadwal kerjanya tidak pasti, bergantung shift dan kadang baru bisa pulang menjelang tengah malam. tapi buat saya yang terbiasa dengan pola lima hari kerja, dari jam tujuh sampai jam lima, menerima surat tugas lembur dihari libur memang bikin mengelus dada. sedih pasti ada, tapi seperti saya bilang tadi. surat tugas itu sakti, seringnya yang bisa kita lakukan cuma ikhlas, biar kerjanya gak sia-sia dan jadi pahala :D

nah, saya punya kebiasaan menebus dosa sebelum atau sesudah lembur. biasanya saya beli oleh-oleh untuk pagi sebagai bentuk permintaan maaf karena harus meninggalkan dia lebih lama dari biasanya. walaupun saya tau.. tidak ada satupun benda didunia ini yang bisa menggantikan waktu dan kebersamaan. tapi setidaknya buat saya, "membawakan" sesuatu untuk pagi adalah cara paling mujarab mengurangi rasa bersalah karena harus bekerja dihari libur. hari dimana saya seharusnya ada, satu kali dua puluh empat jam bersamanya. 


 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS