perihal makan

Monday, September 30

dari dulu, saya memang dikenal sebagai si gampang makan. gak pernah masalah mau makan dengan lauk apa, dimana. waktunya laper ya makan. dalam kamus saya, hanya ada dua rasa makanan : enak dan enak sekali. porsi makan saya juga gak bisa dibilang sedikit. kalau makan siang dengan porsi yang paspasan, saya gak malu untuk order satu porsi nasi lagi :p saya juga tidak pernah mempermasalahkan makan dengan siapa. sendiripun saya lakonin. seringnya kan banyak perempuan yang kalau makan harus pakai teman, saya sih enggak. kalau memang pas ada keperluan dan harus makan jauh dari kantor, mampir ke warung makan pinggir jalanpun gak jadi masalah. sendiri atau beramai-ramai toh hasil akhirnya tetap sama : kenyang.

nah seolah semesta mendukung.. alhamdulillah saya dikasih satu rejeki yang sering bikin sirik banyak perempuan yaitu, makan sebanyak apapun gak pernah ngaruh ke timbangan. mau sarapan atau enggak, mau makan siang dengan satu atau dua porsi nasi, mau ngemil eskrim dan sereal dimalam hari, timbangan gak pernah jauh dari angka 50kg. padahal waktu hamil pagi naiknya lumayan.. hampir tembus angka 20kg. semua baju mendadak ada di size XL, ukuran sepatu dan sendalpun gak mau kalah, ikut naik satu nomor. tapi dua tiga bulan setelah melahirkan, si angka timbangan balik lagi. malah berkurang 2kg dari berat semula :p

"satu mulut saya, tidak berhenti makan.."
penggalan lagu anak diatas ini adalah cerminan saya. kalau dirumah, pasti ada aja yang dimakan. misal stok cemilan lagi bener-bener kosong, seringnya berakhir pada semangkok mie instan. gak sehat sih, tapi doyan. gimana dong? hahahahaha. kalau lagi pergi sama masery, saya sering menyebutkan berbagai makanan disela-sela obrolan. urusan nanti jadi beli atau enggak, belakangan. yang penting ngomong dulu aja. masery sih diem aja dengerin keinginan saya makan, udah paham betul kalau sang istri lagi banyak maunya. paling banter komentar "sok, mau makan apa lagi?" hahahaha.

makanya, saya salut deh sama orang-orang yang bisa konsisten diet, karena yang saya tau menahan nafsu makan itu amat sangat susah. apalagi saya pribadi menjadikan tidur dan makan sebagai salah satu bentuk "hadiah" untuk diri sendiri. gak kebayang menderitanya kalau tiap hari sudah lelah beraktifitas masih harus menahan keinginan beristirahat dan juga mengisi perut. memang sih, tujuan utama diet adalah untuk menjaga pola makan sehat, bukan semata-mata untuk memperoleh berat badan ideal. tapi kalau saya apanya lagi yang mesti di dietin. kalau diibaratin smartphone, saya ini udah masuk kelas paling mahal saking tipisnya :))

lovely mpasi

Wednesday, September 25


salah satu kebahagian seorang ibu adalah melihat anaknya lahap makan. betul gak buibuuu? :D

soalnya pengalaman sempet stress waktu sebulan pertama mpasi, pagi gak doyan makan sama sekali. penyebabnya karena saya menggunakan metodenya wied harry, mengenalkan buah baru kemudian karbohidrat. nah selama itu juga, saya susaaaah banget mendaratkan even cuma satu sendok kedalam mulutnya. pake sembur-sembur, pake geleng-geleng, pake rewel dan akhirnya nangis. selidik punya selidik, ternyata pagi gak doyan kalau disuapin buah.. kalau disuapin, artinya kalau makan buah sendiri dia suka banget. hore, ketemu kartu asnya!

sekarang urusan mpasi jadi cingcay. karena sudah tau kesukaannya pagi adalah bubur beras yang dicampur macem-macem. udah deh, otomatis mangap tanpa adegan drama. malah sekarang, makin kesini makin metal, dalam arti apa yang ada dirumah, itulah yang diolah jadi mpasi. kadang menunya juga ngarang sendiri. yang penting mencakup karbo, serat dan protein. oiya, karena tidak menerapkan sistem frozen food maka alur pemberian mpasipun saya atur sebisa mungkin supaya bahan makanan tidak banyak terbuang. contohnya gini..
kalau susah bacanya, intinya saya "memutar" menu mpasi dalam tiga hari. kalau hari ini sarapan bubur jagung wortel, maka keesokan harinya akan makan siang dengan menu yang sama (bubur jagung wortel). gak takut pagi bosan karena mengulang menu mpasi? enggak sih. kebetulan karena saya tipe yang gak masalah tiga kali sehari makan dengan lauk yang sama, jadi mudah-mudahan pepatah buah jatuh tak jauh dari pohonnya berlaku dalam hal ini :p

alhamdulillah sampai sekarang belum tergoda untuk memberi pagi mpasi instan. sesibuk apapun, sengantuk apapun, blender, giling, saring.. jalan teruuussss. tidur larut untuk nunggu kukusan atau bangun sebelum subuh untuk ngecek bubur udah biasaaaaa banget. ya, doanya mudah-mudahan bisa terus konsisten jadi koki untuk pagi sampai dia besar nanti, amiiin.

lingkaran masalah

Tuesday, September 24

topik low cost green car atau yang lebih tenar dengan lcgc ini lumayan jadi kontroversi ya. beberapa hari ini merhatiin diberbagai media masa, ada yang setuju tapi banyak juga yang terang-terangan menghujat.

kalau saya pribadi, yang pertama saya soroti adalah soal predikat mobil murah yang disandang si lcgc ini. harusnya gak bisa dibilang mobil murah juga sih, lah 80an juta murahnya sebelah mana cobaaaa? *kunyah slip gaji* pegawai negeri golongan dua kayak saya gini, puasa setahun juga masih nombok banyak kalau mau beli mobil harga segitu. jadi, mari kita ubah predikatnya menjadi mobil dengan harga terjangkau. nah dengan harga yang katanya terjangkau inilah maka lcgc ditujukan untuk rakyat kecil. masuk akal? menurut saya enggak sama sekali. kalau rakyat kecil beneran, pasti lebih memilih sepeda motor. yang jelas jauh lebih murah dan lebih praktis.

kedua, soal pernyataan pejabat yang pro dengan keluargnya lcgc, maaaak bikin histeris kalau nonton berita. katanya lcgc tidak akan pakai bbm bersubsidi. nah loh, di spbu mobil keluarga sekelas avanza dan xenia yang notabene lebih mahal dari lcgc aja masih banyak yang antri dibarisan premium. trus yang ini gimana menjaminnya? belum lagi (untuk di kota besar) lcgc diklaim tidak akan menyebabkan kemacetan, yaelah.. kalau kenyataannya pertumbuhan ruas jalan tidak sebanding dengan jumlah mobil yang beredar? kan ya pasti macet jadinya. wajar saja kalau pak gubernur jokowi sampai menyurati presiden menyoal lcgc ini. lagi jungkir balik membenahi transportasi publik, bukannya dibantu solusi, malah ditambah masalah baru.

menurut saya, sebenarnya orang yang membeli lcgc juga gak salah, kecuali-mereka-yang-beli-lcgc-sebagai-mobil-ke-tiga/empat-nya. mereka yang akhirnya memilih lcgc gak bisa juga disebut egois. lah kalau memang butuh gimana? gak mungkin juga kan nahan-nahan untuk gak beli lcgc sementara transportasi publik saat ini juga gak bisa diandalkan. gak usah jauh-jauh deh, saya kalau diminta naik transportasi publik dari rumah ke kantor aja, nanti dulu. selain makan waktu lama, makan biaya yang gak sedikit juga. kalau saja transportasi publik dibenahi dan dijadikan layak. mungkin lcgc dijual separuh hargapun gak bakal ada yang melirik.

banyak banget ya pekerjaan rumah negara ini. kebayang gak sih susahnya jadi pempimpin di negara dengan permasalahan-permasalahan akut seperti indonesia ini. udah gitu masyarakatnya hobi protes tanpa kasih solusi lagi hahahahahahaha *tutup muka*. saya sering bilang sama teman saya soal lingkaran setan permasalahan di negara  ini. belum selesai satu, udah muncul dua. mengandalkan pemerintah untuk menyelesaikan hal-hal seperti ini juga susah kalau tanpa dukungan masyarakat. sekarang pilihan jatuh pada kita, mau jadi masyarakat cerdas atau masyarakat gragas**?


**gragas : bahasa jawa yang berarti rakus 

tujuh bulan

Thursday, September 12


alhamdulillah tujuh bulan.
gak kerasa ya? kata siapa. buat yang cuma tau postingan fotonya dari facebook dan baca ceritanya lewat blog sih iya gak kerasa, tau-tau udah gede aja si bayi. tapi buat saya ibunya, kerasa banget. kerasa banget nikmatnya. karena pagi adalah cinta, keajaiban dan kehangatan. jutaan kata dan cerita saya tentangnya di blog ini tidak akan pernah cukup mewakili perasaan saya yang sesungguhnya. bahagia banget.

diumurnya yang ke tujuh bulan ini pagi lagi seneng banget tepuk tangan, bahkan kalau tengah malam bangun buat minum susu, pake prosesi tepuk tangan dulu, ahahahaha gemesin! trus udah bisa diajak toss dan tetep paling seneng kalau main ciluk ba, udah deh itu ketawanya sampe ngikik geli banget gitu. oh iya pagi ngefans banget sama kucing.. kalau liat kucing, serius banget.. trus begitu kucingnya nengok dia senyum. errrrhh.. minta diuyel uyel banget gak sih.

pagi juga makin ekspresif. mulai bisa menunjukkan apa yang dia suka dan yang dia tidak suka. selalu tertarik sama buku, dan masih memasukkan apapun yang dipegangnya kedalam mulut. nah, ini tantangan banget. kadang kalau kira-kira tidak berbahaya saya biarkan saja untuk memuaskan rasa ingin taunya. supaya dia belajar membedakan apa yang bisa dan yang tidak bisa dimakan. selamat tujuh bulan ya Gauri Binaring Pagi. tidak perlu tumbuh jadi yang terbaik nak, tapi tumbuhlah sebaik yang kamu bisa :)

stop, please...

Wednesday, September 11

ini soal pengacara dan mantan tunangan artis yang walaupun beda profesi menurut saya masih setipe banget. sama-sama jadi sensasional dan fenomenal lewat apa yang diucapkannya.

soal pengacara ini udah gak asing lagi kan ya. semuaaaa ucapan dan kelakuannya ajaib banget.. saya sering dibikin takjub, kalau diibaratkan rem kendaraan, yang ini remnya blong. jadi ya gitu.. berkata seenaknya, sekenanya dan seringnya malah gak pantas diucapkan oleh seorang publik figur. saya sampai pernah bilang sama salah satu teman, kalau misal si pengacara ini beneran jadi presiden, saya mau cari suaka politik aja ke australia. gak kebayang negara yang udah kronis gini masih harus dipimpin sama orang yang.... ah sudahlah. dan kalau mimpi buruk ini bener terjadi, udah deh hancur harapan. indonesia mau jadi apa coba?

kalau mantan tunangan artis yang struktur bahasanya wow banget itu, lagi jadi perbincangan diberbagai media dan dunia maya. dugaan saya sih tiap hari dia sarapan pake kamus besar bahasa indonesia. cape banget gak sih hidupnya dikejar-kejar pembuktian. coba bayangin mati-matian ngerangkai kata untuk membuktikan ke banyak orang kalau dia ada dilevel yang lebih tinggi.  hasilnya? malah jadi bahan tertawaan. sejujurnya gak tau harus kasihan atau enggak sama tipe orang begini, lah dianya aja tembok gitu. gak ngerasa kalo banyak orang miris ngeliat kelakuannya.

kalau menebak dari karakternya, dua orang ini sih tipe yang gak bakal kapok sama apa yang sudah mereka lakukan. malah semakin menjadi-jadi dan semakin jumawa karena pemberitaan media yang terus menerus justru membuat mereka semakin ternama. memang kita yang harus lebih waras menyikapinya, stop making stupid people famous. orang kayak gini cukup dua aja deh di indonesia. gak kebayang kalo lama-lama tambah banyak, jadi se-RT misalnya? oh no....


rumah bibi

Monday, September 9


kalau lagi libur dan lagi ada di bandung, seperti biasa masery selalu ngajak saya jalan pagi keliling kampung. kebetulan kita memang tinggal di perumahan yang berlokasi di kawasan perbukitan, jadi disebelah komplek perumahan ada perkampungan dengan jalan kecil. dasar kita emang demenannya liat pohon, sawah dan kebon. jadi gak bosen-bosen aja meskipun acara keliling kampung ini udah sering banget kita lakonin :D

kalo biasanya kita pergi sesiapnya pulang secapeknya. kali ini agak beda, kita punya tujuan yaitu mampir kerumah bibi. yang mana rencana ini udah ada dari jaman kapan taun tapi gak jadi-jadi aja :p nah mumpung libur dan si bayi udah mandi siap diangkut, berangkatlah kita kerumah bibi lewat jalan kecil yang naik turun. sebenernya rumah bibi kalau pake jalan resmi itu jauh banget. tapi karena ada jalan motong perkampungan, jadi lumayan lah.. bisa ditempuh dalam setengah jam kalo yang jalannya tipe kayak saya yang liat ayam dua ekor aja berhenti dulu karena takjub :))

eh selama jalan, pagi cuma bertahan beberapa menit saja karena selebihnya dia sakses tidur nyenyak di gendongan....... bapaknya mahahahaha. memang ada semacam kesepakatan tidak tertulis, bahwasanya tiap kita jalan, maserylah yang punya tanggung jawab menggendong dan alhamdulillah anaknya juga betah bener kalo sama bapaknya. lha itu buktinya sampe tidur :p

trus begitu sampe, bibi seneng banget liat kita dateng. udah deh.. heboh. sibuk nyuruh masuk, nyuruh duduk, ke warung beli gorengan, martabak, trus ke dapur bikin minum, trus ngenalin saya dan masery sama suaminya. trus anak cucunya juga nyamperin kita.. nyalamin dan rebutan gendong ngajak pagi main, yang akhirnya bangun karena mendengar sambutan keluarga bibi yang meriah. alhamdulillah, rasanya hangat banget.

rumah bibi itu khas rumah nenek-nenek yang rapi dan adem.. bangunannya tidak besar, tapi bersih. di ruang tamunya ada satu lemari tua yang memajang aneka barang pecah belah. disalah satu sisi dindingnya ada foto bibi waktu muda dan foto beberapa cucunya waktu masih bayi. dapurnya masih beralas tanah, untuk memasak juga masih menggunakan kayu bakar, kamar mandinya besar dengan air yang jernih banget. separuh rumahnya masih berdinding bilik dan pintu belakang rumahnya bersebelahan dengan gang kecil menuju area persawahan luas banget.

sayangnya kita gak bisa lama-lama, padahal bibi udah mau masak nasi dan bilang mau nyambel untuk botram di teras rumahnya. tapi kita mesti nolak.. maaf ya bibi. padahal pengen sih, tapi saya harus ngejer waktu buat ke pasar beli bahan masakan buat si gembil yang hari minggunya genap 7 bulan *horee!* lain kali kalau waktunya panjang insyaallah kita mampir lagi ya bibi :)


another project

Wednesday, September 4

sebelum dibaca lebih lanjut, mesti dikasi tau dulu kalau dalam posting ini saya cuma mau pamer hahahaha. yagapapa sih ya.. mengingat project yang ini saya kerjain sampe jam 11 malem pake bonus adegan manyun sama pak suami karena mesin jahitnya ngadat *sungkem masery*

ini pertama kalinya saya bikin baju yang dari awal sampe jadi saya kerjain sendiri. biasanya, cuma suka  bantu ibu nyambung-nyambungin pola aja. bikinnya sih udah agak dua mingguan lalu gitu ya.. gak pake pola, karena saya udah males duluan kalo mesti bikin pola. jadi? ya tempel baju yang udah jadi, gunting, jahit deh tapi prakteknya gak segampang itu juga sih. mesti berapa kali salah gunting dan akhirnya malah ngabisin bahan. trus pas udah jadi, dicobain.. jrengjreeeeng.. kekecilaaaan! gak bisa dikancingin sodara-sodara.

iya, aku memang amatiran hahahahahaha.

tapi karena besoknya mau datengin akad nikah dan acara keluarga saya keukeuh pokoknya ini baju bayi harus jadi. akhirnya ya mau gak mau bongkar jahitan, tambahin sambungan kain kanan kiri biar jadi muat.. sebisa mungkin dibikin samar sambungannya. finishing sana sini rapihin pinggir jahitan yang gak diobras. kenapa gak diobras? pertama karena gak punya, kedua karena udah malem dan bajunya besok pagi mau dipake. ahahahaha.. tutup mata aja deh. yang penting.. ini dia hasilnya..
eeei bagus kan bagus kan mihihihihi. ini udah dicuci loooh.. dicucinya malem itu juga dan langsung dijemur, karena emang bahannya tipis jadi besok subuhnya cuma agak lembab gitu. disetrika.. kering deh. nah, karena ini edisi pamer (lagi) jadi gak pake acara tutorial-tutorialan ya.. hahahaha. selanjutnya sih punya rencana bikinin si bayi celana pendek. mudah-mudahan di project selanjutnya nanti saya punya cukup kekuatan untuk mendokumentasikan step by step cara membuatnya biar gak pamer mulu hahahaha..

gembil dan susah makan

Tuesday, September 3

judul diatas umumnya memang gak punya korelasi satu dengan yang lainnya ya. tapi untuk pagi kenyataannya lain lagi.. jadi gini, sebenernya udah lama pengen curhat tentang ini. tapi karena si bayi resmi mulai makannya bulan kemarin, saya masih optimis dan menganggap gerakan tutup mulut itu sebagai bagian dari belajar. baru setelah hampir satu bulan berjalan, saya akhirnya yakin kalau pagi susah banget nerima makanan. ih sedih deh.. bayangan nyuapin anak yang makan dengan lahap langsung buyar seketika. susahnya pake banget. masukin lima sendok bayi aja bisa setengah jam sendiri, udah include adegan sembur-sembur dan rewel gak betah duduk di highcair.

kekhawatiran ini bukan tanpa alasan, saya udah sering banget browsing dan tanya sana-sini tentang pola makan bayi. bukan bermaksud membanding-bandingkan, tapi rata-rata teman yang punya bayi menjawab gerakan tutup mulut baru dimulai ketika anak memasuki usia 8 bulan atau ketika mulai tumbuh gigi. lah ini si bayi dari hari pertama juga udah keliatan gak tertarik sama sendok, gimana coba? beberapa teman menyarankan untuk ganti menu. itupun sudah saya lakukan, tapi hasilnya tetap tutup mulut. pokoknya untuk urusan makan susah bangeeeet, gak sebanding dengan kegembilannya :D

dari kemarin mulai mikir kayaknya memang harus menempuh jalur baby led weaning deh ini. sebenarnya dari awal saya udah menerapkan semi BLW, setiap saya pulang kerja pagi selalu saya kasih potongan buah dan saya biarkan pegang sendiri. memang sih pagi kelihatan lebih antusias ngacak-ngacak makanannya hahahaha. jadi sarapan pure pepaya disembur tapi kalau dikasih potongan pepaya semangat banget, nah! berarti bukan gak doyan pepaya kan? tapiiiii kalau harus 100% menerapkan metode BLW kok rasanya gak pede. khawatir asupan makanannya gak sebanding sama kebutuhan nutrisinya. apalagi namanya bayi kan masih belum bisa mengontrol motoriknya ya. jadi seringnya makanan berakhir di kaki, baju dan karpet.

sebelum berangkat kerja hari ini tadi saya masih keras kepala. penasaran, masa sih gak mau banget disuapin.. walaupun akhirnya setelah hampir setengah jam berlalu, bubur pisang susu yang saya buat (lagi-lagi) mendarat di washtafel tanpa berkurang sedikitpun. akhirnya yaudah deh.. kasih potongan jeruk dan saya biarin dia makan sendiri. apa yang terjadi? abis dooong jeruknya. owalah nduk.. yasudahlah, kayaknya mulai sekarang saya harus percaya diri dengan metode baby led weaning dan membiarkan pagi memilih caranya sendiri untuk makan. ah yang penting kan kamu sehat ya nak :*
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS