bertemu pagi. episode : empat belas jam

Friday, February 22

... lanjutan posting sebelumnya.

hari kamis, 7 februari 2013 jam sepuluh malam saya merasakan kontraksi untuk pertama kalinya. rasanya? sakit. cuma itu yang bisa saya bilang, karena memang seperti itu rasanya. sesakit apa? nah yang ini saya tidak bisa jelaskan. karena katanya ambang batas sakit setiap orang itu berbeda-beda. saya berusaha mengikuti kemana arah si gelombang rasa sakit itu, karena konon semakin kita melawan maka semakin sakit yang kita rasakan. observasi pertama dilakukan oleh asbid jam 00.00 waktu itu gelombang sakitnya masih bisa saya "nikmati", saya berharap kemajuan pembukaan kelahiran saya bergerak signifikan. nyatanya? jauh dari harapan. dua jam merasakan kontraksi, pembukaan hanya maju satu senti. 

jam 01.30 saya sempat patah semangat dan punya harapan dirujuk ke rumah sakit untuk dilakukan operasi caesar, karena rasa sakit kontraksi yang semakin menjadi dan saya nyaris tidak punya cukup kepercayaan diri untuk "mengikuti" kemana maunya si rasa sakit. asbid dan mas ery gak berhenti kasih saya support untuk tetap kuat dan percaya bisa melahirkan secara normal. jam 03.30 observasi kedua dilakukan dan pembukaan tetap hanya maju satu senti. ahh.. waktu itu rasanya ingin menyerah saja. bukan apa, yang ada dipikiran saya waktu itu, kalau tiap 3 jam hanya maju satu senti, lalu saya harus melewati berapa jam untuk bisa sampai ke pembukaan 10? rasa sakit, kelelahan dan nyaris putus asa bercampur jadi satu. saya tau pada saat yang bersamaan, mas ery juga merasakan apa yang saya rasakan.. bedanya mas ery merasakan sakit karena melihat saya kesakitan.

jam 07.00 observasi kesekian dilakukan. pembukaan masih mantep di angka empat senti. waktu itu saya baru percaya kalimat "melahirkan adalah perjuangan hidup dan mati" karena rasa sakitnya yang luar biasa dan tidak bisa benar-benar dijelaskan seperti apa. yang saya ingat waktu itu saya sampai tidak bisa menangis saking dasyat rasa sakitnya hehehe. ketika kontraksi muncul, kita tidak pernah tau kontraksi selanjutnya akan sesakit apa. sehingga satu-satunya yang bisa saya lakukan kala itu hanya berusaha dan menyerahkan semuanya pada kuasa pemilik semesta. sekitar jam sembilan, ibu datang.. memang malamnya begitu mendengar kabar saya pecah ketuban ibu langsung menuju bandung menggunakan kereta terakhir dari jogja. satu jam kemudian disusul kedatangan bidan okke dan tidak lama setelah itu alhamdulillah pembukaan sudah lengkap. proses kelahiran yang sebenar-benarnya-pun dimulai.

ketika pembukaan lengkap, rasa sakitnya sudah berkurang jauh. kepercayaan diri saya muncul lagi, semacam ada energi tambahan dari alam bawah sadar dan semangat untuk bertemu pagi sesegera mungkin. yang jadi cerita seru adalah posisi saya saat melahirkan pagi. karena galenia mom 'n child memang saya pilih karena mengusung tema gentlebirth yang punya birthplan dan mengijinkan sang ibu memilih posisi melahirkan senyaman mungkin. jadi intinya saya puas banget nyobain berbagai posisi melahirkan.. mulai posisi paling mainstream ala sinetron sctv, sambil tiduran, trus sambil miring menghadap ke kiri, trus sambil duduk sampe posisi paling gak lazim.. sambil setengah jongkok. dan alhamdulillah setelah hampir tiga jam akhirnya pagi lahir ketika saya mencoba posisi terakhir, yaitu setengah jongkok hahahahaha.

ahh, yang jelas saya tidak berhenti bersyukur karena akhirnya bisa melewati proses persalinan sesuai dengan yang saya "impikan". akhirnya saya bisa membuktikan bahwa keyakinan dan tekad kuat untuk melahirkan normal itu tidak sama dengan egois atau memaksakan kehendak. dari awal kehamilan saya percaya, saya, mas ery dan pagi.. kami adalah team yang saling bekerjasama yang disatukan oleh satu ikatan tidak kasat mata. pada akhirnya bisa melahirkan bayi mungil yang sehat dan cantik berbarengan dengan berubahnya status saya menjadi ibu adalah salah satu keajaiban terbesar dalam hidup saya. rasanya luar biasa haru, bahagia dan sempurna.


*cheers!

bertemu pagi. episode : kalem

Friday, February 15

cerita berawal dari kunjungan ke dr. Oni setelah saya mengambil masa cuti, waktu itu rabu pagi. singkatnya, dr. Oni bilang berat badan pagi sudah sangat cukup untuk lahir. malah beliau menambahkan.. kalau lahir minggu depan sudah terlalu besar, jadi misal sampai batas waktu itu belum lahir juga beliau akan mengambil tindakan induksi. perasaan antara senang dan bingung jadi satu. senang karena waktunya semakin dekat.. bingung karena memikirkan alternatif selain induksi. saya gak mau di induksi titik. kalau bisa dibilang keras kepala, enggak juga. saya cuma punya tekad kuat untuk melahirkan senormal mungkin tanpa "tindakan" medis apapun.

rabu malamnya, saya mengunjungi bidan okke untuk minta pertimbangan. dan seperti biasa, bidan okke selalu bisa menenangkan saya dengan kalimat "kalau teh ajeng bisa mengusahakan induksi alami.. kenapa harus pakai induksi buatan" induksi alami yang dimaksud bidan okke adalah berjalan dan berjalan. maka hari kamis saya mengatur jadwal untuk yoga dan berjalan walau cuma dirumah. mondar mandir ruang tamu - dapur sampai tak terhitung berapa kali jumlahnya. hari kamis itu, saya dan mas ery hanya berdua dirumah. ibu memutuskan untuk ikut bapak ke jogja kamis paginya, sekedar melepas bosan karena sudah sejak dua minggu yang lalu ada di bandung nungguin saya :D

ternyata induksi alami berjalan dan berjalan yang disarankan bidan okke dan saya kerjakan seharian langsung bereaksi di kamis malamnya. selepas magrib, saya merasa ada air merembes. waktu itu saya cuma bilang sama mas ery "kayaknya aku pecah ketuban" dan kitapun kalem. hahahaha.. sama sekali gak panik dan gak bingung. saya cuma masuk kamar dan ganti baju, sambil meminta mas ery membawakan tas yang sudah dipersiapkan sebelumnya. bahkan mas ery masih sempet lipet-lipet karpet dan beresin ruang tv sebelum kami berangkat ke rumah bersalin. saya sama sekali gak merasa mules, sepanjang perjalanan saya juga masih ketawa-tawa santai sama mas ery membayangkan bagaimana dan seperti apa proses kelahiran pagi nanti.

sampai di rumah bersalin, saya diperiksa asisten bidan dan dinyatakan baru bukaan satu menuju dua. asbidnya sempat bilang, bahwa jarak aman dari pecah ketuban ke munculnya rasa mules adalah 6 jam. kalau dalam rentang waktu 6 jam saya sama sekali gak merasa mules, maka saya harus dirujuk ke rumah sakit. karena Galenia mengusung gentlebirth yang tidak menyediakan induksi persalinan melalui pemberian obat-obatan. jadilah saya diminta beristirahat di kamar sambil diwajibkan meminum sebanyak mungkin cairan untuk menganti air ketuban yang sudah merembes. saya resmi masuk kamar kamis jam 8 malam, saya sama mas ery masih sempet ngundang kang dody sama dila untuk nemenin ketawa-tawa dalam artian yang sebenarnya. gagah banget pokoknya :p

tapi jujur, sekalem-kalemnya saya.. tetep merasa ada yang beda dari biasanya. saya merasa saat itu waktu berjalan sangat sangat lambat. bahkan observasi asbid yang dijadwalkan 4 jam setelah saya masuk kamar seolah lamaaaaaaa sekali. baru sekarang saya sadar, mungkin waktu yang terasa lama itu sengaja "dicipta" oleh pemilik semesta agar saya dan mas ery bisa merekam sempurna menit permenit proses kami bertemu pagi. memang kemudian muncul perasaan asing karena menyadari saat itu kami benar hanya berdua, berada dikamar yang belum pernah kami inapi, disuasana yang belum pernah kami rasakan sebelumnya. dan dari akumulasi perasaan itu saya merasa saya dan mas ery adalah satu kesatuan yang saling menguatkan dengan cara yang tak terungkap kata :)


*cheers!

Alhamdulillahirobbilalamin

Thursday, February 14


Alhamdulillah, 
Jum'at 8 Februari 2013 kemarin mungkin jadi satu hari yang menit per-menitnya terekam sempurna dan permanen dikepala saya. alhamdulillah, saya dan masery dikasi kepercayaan, dititipin Pagi sebagai pelengkap sempurnanya rejeki pernikahan kami. hari ini tepat seminggu saya berstatus ibu. kalau ditanya gimana rasanya jadi orang tua, mungkin saya sama seperti orangtua baru pada umumnya, super bahagia. terimakasih untuk semua harapan juga doa dari keluarga dan semua teman-teman. semoga kami bisa jadi keluarga kecil yang penuh berkah selalu bahagia. amiiin.


cheers!

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS