ibu tersangka

Friday, November 22

sekarang ini media sedang beramai-ramai memberitakan mantan puteri indonesia yang (akhirnya) dijatuhi hukuman oleh mahkamah agung. sebagai orang yang awam hukum, saya gak kepengen sok kritis dengan membahas soal layak atau tidaknya hukuman tersebut. saya hanya ingin membahas soal gelar yang disandang oleh sang puteri indonesia itu sekarang, seorang ibu dan juga tersangka.

terlepas dari apa yang sudah dia perbuat, saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan seorang ibu yang harus berpisah dengan anak-anaknya selama bertahun-tahun, perasaan seorang ibu yang tidak bisa mendampingi anak-anaknya tumbuh besar. ih saya memang melow banget kalau urusan perasaan antara ibu dan anak. membayangkan diri sendiri yang sampai sekarang kerjaannya nolak perjalanan dinas luar kota. belum siap pisah barang cuma 1x24jam sama pagi. cemen ya? untung bosnya baik :p 

menanggapi ke-melowan ini, semalem tante lita bilang ke saya :
gimana sedihnya seorang ibu yang ga bisa bawa anaknya yang sakit ke dokter karena dana yang mestinya buat jaminan kesehatan dikorupsi. gimana sedihnya seorang ibu yang anaknya gak bisa melanjutkan sekolah karena sekolah terdekat jaraknya puluhan kilometer dan harus ditempuh berjam-jam karena jalan yang rusak akibat korupsi. there are even millions of indonesia mother who even lost their children during births after failing to get proper healthcare because of corruption my dear..

iya sih, mungkin simpati saya memang terlalu berlebihan. habisnya, melihat liputan anak-anak kecil yang melepas rindu mengunjungi ibunya di rumah tahanan, rasanya ikut ngilu. pastilah mereka sangat rindu ibunya begitupun sebaliknya kan? belum lagi membayangkan seorang anak kecil yang bertanya kenapa ibunya tidak bersama mereka setiap hari, bertanya kenapa ibunya memilih tinggal ditempat yang bukan rumah mereka. duh. 

tapi putusan belasan tahun penjara dan denda sekian milyar yang akhirnya dijatuhkan itu pasti sudah dikaji dari berbagai sisi, dan mungkin memang setimpal untuk seorang yang sudah merugikan banyak pihak, banyak masyarakat. ya, semoga saja, denda yang dikembalikan benar-benar bisa dipakai untuk menyelamatkan "hubungan" banyak ibu dan anak di negara ini, seperti yang tante lita bilang. amiiin.

No comments:

Post a Comment

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS