cerita mpasi (lagi)

10:06:00 am

sebentar lagi, umurnya pagi 10 bulan. artinya, sudah hampir empat bulan saya bikin homemade baby food. setiap hari. catet! setiap hari tanpa ada satupun hari terlewat *pelukan sama slow cooker* dibilang ngotot banget enggak juga sih. diluar sana lebih banyak lagi ibu-ibu keren yang bekerja dan tetap berkomitmen untuk nge-homemade babyfood dengan kreasi variasi masakan yang bermacam-macam. dan bener kok, bikin makanan bayi itu gak sesusah bikin rendang padang, hari gini.. nyari resep tinggal ketik, klak klik klak klik, print trus malemnya bisa langsung praktek dirumah.

alhamdulillah, masih belum tergoda untuk beli bubur instan. kalau soal ini, saya berkaca ke diri sendiri aja sih. membayangkan misalnya saya harus makan makanan instan setiap hari? males banget kan. jadi  rasanya saya tidak pantas menjadi egois dengan memberikan makanan instan untuk pagi. kalau soal repot, pasti. tapi sejauh ini masih bisa teratasi. godaan terberat justru datang dari perasaan jenuh yang suka muncul tiba-tiba. iyaaa.. sesuper apapun seorang ibu, tetap saja manusia biasa. duh, kalau udah sampai ditahap bosen masak itu semua resep healthy mpasi yang hampir tiap hari dicari dan dibaca menguap begitu saja. bingung gak tau mau masak apa.

bayangin deh, tiap malam dan subuh sebelum mulai beraktifitas, saya melakukan hal yang sama. ritme yang sama. selalu sama. mencuci botol, merebusnya dalam panci besar, menempatkan asip yang saya perah dikantor, menyusunnya dalam barisan di freezer, lalu menentukan menu untuk esok hari, mencuci beras, memasukkannya kedalam slow cooker, baru kemudian tidur. keesokan harinya saya bangun lebih awal untuk memasak varian sayurnya. setelah semuanya selesai, saya tempatkan semuanya kedalam bagian-bagian siap makan, untuk sarapan, makan siang dan makan sore. lalu menyiapkan clodi dan baju yang akan dipakai pagi setelah mandi.

begitu terus selama hampir empat bulan. nah, kayaknya nih karena ibunya jenuh, jadi agak berpengaruh juga ke selera makan anak. minggu kemaren tuh pagi susah makan, mungkin tau kalau ibunya lagi gak semangat masak. akhirnya senin kemarin saya cari solusi. cari resep full yang bisa dimasak mendadak, karena bisanya yang saya masak mendadak itu hanya sayurnya saja. kali ini saya nyoba semua bahan dimasak ketika subuh, bubur beras diganti dengan bahan yang mempunyai kandungan hampir sama, seperti kentang, labu parang atau makaroni.

beberapa hari kemarin udah sempet nyobain kentang yang disulap jadi krim sup, kaboca (labu jepang) yang dikukus, ditumis sama unsalt butter dan ditaburi keju. semuanya bikin pagi lahap makan, alhamdulillah. nah, subuh ini tadi saya mendadak dapet ilham bikin sup makaroni tenggiri. gak pake resep khusus kok, standar no gula garam, tumis bawang dan teman-temannya pakai unsalt butter. teksturnya sesuaikan aja sama kemampuan bayi, kalau saya wortelnya diparut dan makaroninya masih diblender sampai agak halus karena dua gigi pagi belum tumbuh dengan sempurna :D




You Might Also Like

0 comments