mencoba memahami

9:59:00 am

beberapa hari ini saya lihat berita dibanyak media lokal tentang wali kota bandung yang mencoba berdiskusi dengan pengemis dan anak jalanan. diawali unjuk rasa tentang penertiban yang dilakukan satpol pp berdasar kebijakan yang dikeluarkan wali kota, singkatnya solusi yang diberikan oleh wali kota adalah memberi mereka pekerjaan sebagai petugas kebersihan dengan penghasilan sebesar tujuh ratus ribu setiap bulannya.

penolakan langsung terjadi saat itu juga. mereka (pengemis dan anak jalanan) tidak setuju dengan kebijakan yang diterapkan oleh wali kota, meskipun penawara tempat tinggal gratis juga sudah dilakukan. mereka dengan lantang meminta gaji dengan nominal empat sampai sepuluh juta. wow! ketika pertama membaca judul beritanya saya juga kaget, tapi tidak lama, sampai akhirnya saya menganggap penolakan yang mereka lakukan adalah hal yang sangat wajar.

terlepas dari apa pekerjaannya, mereka adalah manusia biasa. mereka bosan hidup susah, wajar kan? wajar banget. karena mereka tidak pernah menonton acara golden ways, mereka jelas tidak mengenal quotes bijak mario teguh. jadi senang menurut mereka adalah jika sudah tidak hidup susah, yang mana, masih menurut mereka, semua itu akan berakhir jika mereka punya uang banyak. nah, kalau bukan dengan pak walikota (yang waktu itu mengajak berdiskusi), dengan siapa lagi mereka bisa meminta?

kita tidak bisa menuntut semua orang punya pemahaman yang sama dengan kita. coba deh, kita bisa bilang permintaan mereka tidak masuk akal karena kita lebih beruntung. kita punya cukup uang, punya segudang pengalaman, kita juga berpendidikan, punya banyak pengetahuan yang akhirnya membuat kita bisa membedakan mana yang benar mana yang salah, mana yang pantas mana yang tidak.

ikut mengedukasi dengan tidak "memberi" rupiah kepada mereka yang meminta-minta dijalan saya rasa jauh lebih baik ketimbang harus menanggapi permintaan mereka dengan caci maki. posisikan kita sebagai si pengemis dan anak jalanan. mecoba memahami memang tidak mudah, tapi saya yakin kita lebih bisa. 

You Might Also Like

3 comments

  1. jgn salah jeng... seorang pengemis di Surabaya (pernah dimuat di Koran Jawa Pos)... rumahnya bagus dan mobilnya Mercy. Bisa dibayangkan berapa pemasukan mereka dari mengemis....

    ReplyDelete
  2. iya, disinipun banyak yang bahas mas. ada pengemis yang penghasilannya 20an juta/bulan.

    tapi tidak semuanya begitu kan? lagi pula poinnya adalah orang-orang seperti kita, orang-orang yang lebih berpendidikanlah yang harus mengedukasi mereka..

    ReplyDelete
  3. Setuju kak. Kalo menurut aku jg memberi uang itu samasekali gak guna (that's why BLT sucks) jadi harusnya dikasih keterampilan dan edukasi tentang sistem kerja biar yg disuapin gak hanya mulut tapi juga otak. Ya, opini aja sih kak :)

    ReplyDelete